Pages

Sunday, December 5, 2010

Japan, U.S. start largest ever military drills amid Korean tensions

Washington and Tokyo have invited South Korean military to observe the drills as a sign of solidarity with Seoul in light of its recent military clash with Pyongyang
07:42 03/12/2010
© AFP/ Korea POOL
Japan and the United States launched on Friday their biggest ever joint military exercises amid tensions on the Korean peninsula, the Kyodo news agency said. Around 34,000 Japanese military personnel with 40 warships and 250 aircraft joined more than 10,000 U.S. troops with 20 warships and 150 aircraft in the "Keen Sword" drills in the Sea of Japan, off Japan's southern island of Okinawa.
The agenda of the exercises, which will continue until December 10, include integrated air and missile defense, base security, close-air support, live-fire drills, maritime defense and search and rescue missions.
Washington and Tokyo have invited South Korean military to observe the drills as a sign of solidarity with Seoul in light of its recent military clash with Pyongyang.
North Korea's shelling of the South's Yeonpyeong Island in the Yellow Sea last Tuesday killed four people and led both sides threaten war.
On Wednesday, South Korea and the United States concluded four-day joint naval drills to the west of the Korean peninsula in a show of force to deter the North from launching further attacks across its disputed maritime border with the South.

TOKYO, December 3 (RIA Novosti)
RIA NOVOSTI

Iran Pamerkan Radar Udara Asr

Republik Islam Iran memamerkan radar udara Asr. Pameran ini dihadiri oleh Komandan Angkatan Laut Iran, Admiral Habibollah Sayyari. Sayyari di lokasi pameran menegaskan bahwa pertahanan udara menjadi prioritas dan sangat ditekankan oleh Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei. Dikatakannya, Rahbar menandaskan bahwa angkatan laut harus menfokuskan peningkatan kemampuan pertahanan anti-udara khususnya di unit selatan.
Ia menambahkan, mengingat langkah pertama untuk memperkokoh pertahanan udara adalah radar yang canggih maka dimulailah program radar Asr yang ditangani oleh para teknisi dalam negeri.
Sayyari menandaskan, program Radar Asr adalah radar udara yang dapat menjamin setiap kesatuan angkatan laut untuk menditeksi serangan udara. Ia menekankan, radar ini sepenuhnya karya anak bangsa dan untuk pertamanya menggunakan antena datar. (IRIB/MF/LV)

IRIB

Rusia Serius Ancam Amerika Serikat

 Rusia mengancam akan terus mengembangkan senjata nuklirnya jika Amerika Serikat gagal meratifikasi Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis baru (START). Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin, kepada pembawa acara televisi CNN, Larry King (1/12) menyatakan, "Kami sudah mengatakan bahwa ini adalah yang akan terjadi jika kita tidak menyetujui upaya bersama."
Ditambahkannya bahwa Rusia akan terpaksa bereaksi dengan mengembangkan teknologi baru senjata nuklirnya jika seluruh upaya gagal, demikian dilaporkan AFP.
START ditandatangani April lalu oleh Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Meski demikian, perjanjian itu belum disahkan oleh Senat AS menyusul banyak tokoh di kubu Republik yang menunjukkan keengganan mereka terhadap perjanjian tersebut.
Berdasarkan START baru kedua negara hanya berhak memiliki maksimal 1.550 hulu ledak nuklir selama tujuh tahun mendatang. Jumlah itu berarti reduksi hingga 30 persen dari batas yang telah ditentukan tahun 2002.
Kedua negara juga harus mematuhi seluruh peraturan baru termasuk verifikasi dan pengawasan.
Pada hari Selasa (30/11), Obama menilai ratifikasi START "sangat penting untuk keamanan nasional Amerika setelah pertemuannya dengan pemimpin Partai Demokrat dan Republik di Gedung Putih.
Obama menegaskan bahwa hal itu akan memungkinkan AS untuk "memantau persenjataan nuklir Rusia, mereduksi jumlah senjata nuklir di dalam negeri dan memperkokoh hubungan dengan Rusia."
Kongres telah mengadakan 18 kali sidang dengar pendapat soal ratifikasi perjanjian selama tujuh bulan terakhir.
Partai Republik di Senat enggan menyetujui ratifikasi START dan berpendapat bahwa persenjataan nuklir AS perlu dimodernisasi dan penandatangan perjanjian itu hanya akan menghambat proses tersebut.
AS dan Rusia memiliki 95 persen dari cadangan senjata nuklir di seluruh penjuru dunia. v(IRIB/MZ)

IRIB

Rusia: Tidak Mungkin Iran Beli Rudal dari Korut

 Dokumen yang dirilis WikiLeaks mengindikasikan, para ahli Rusia membantah klaim AS bahwa Iran telah atau sedang mengembangkan teknologi rudal yang mampu menargetkan Eropa.
Sebuah analis yang dipublikasikan Inter Press Service pada tanggal 30 November 2010 menyebutkan, Wikileaks merilis laporan bahwa Rusia menentang keberadaan rudal di Iran yang menurut Washington dibeli dari Korea Utara.
Teks lengkap dari laporan sidang Departemen Luar Negeri AS pada 22 Desember 2009 pada pertemuan Joint Threat Assessment di Washington, dipasang di WikiLeaks, dan menunjukkan adanya penentangan luas atas tuduhan tersebut.
Rudal-rudal BM-25 milik Korea Utara yang disinyalir tipe rudal dari permukaan ke permukaan yang didesain berdasarkan model rudal balistik kuno R-27 milik Uni Soviet, konon mampu menempuh 2.400 hingga 4.000 kilometer dan dapat menarget sebagian besar kawasan Uni Eropa.
Vann H. Van Diepen, selaku Sekretaris Asisten untuk Keamanan Internasional AS dan nonproliferasi, mengatakan bahwa pada pertemuan Desember itu AS "yakin" Iran telah membeli 19 rudal dari dari Korea Utara. Namun seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia menolak klaim itu yang menurutnya tidak berdasarkan referensi dan sumber yang dapat dipercaya. Dia berargumen bahwa tidak pernah ada tes rudal seperti itu baik oleh Korea Utara maupun Iran
Pihak AS mengaku tidak memiliki bukti kuat dalam hal ini namun kembali menegaskan bahwa Korea Utara telah memamerkan rudal-rudalnya yang diarak di jalan-jalan Pyongyang.
Rusia membantahnya dengan menekankan kembali bahwa rekaman video terkait parade rudal di Pyongyang itu menunjukkan jenis-jenis rudal yang berbeda.
Moskow juga bersikeras bahwa jika benar Iran membeli 19 rudal dari Korut pada tahun 2005, mengapa hal ini tidak diketahui mengingat nyaris mustahil bagi semua negara untuk menyembunyikan kargo seperti itu. (IRIB/MZ)

IRIB

Rusia Beli Ranpur Ringan dari Iveco Italia


VTLM Lince (Lynx). (Foto: DID)

04 Desember 2010 -- Rusia akan membeli 10 unit Lynx light multi-role armored vehicles (LMV) dari perusahaan Italia Iveco, ungkap Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov, Jumat (3/12).

Rusia merencanakan berkerjasama perakitan LMV di Rusia setelah membeli, tambah Serdyukov.

Menhan Italia Ignazio La Russa menegaskan Italia siap melakukan alih teknologi produksi LMV di Rusia dan dilanjutkan menjual ke negara-negara CIS, ucap Irina Kovalchuk sekretaris pres kantor Kemhan Rusia.

Sumber di industri pertahanan Rusia, Agustus lalu, mengatakan perakitan LMV berdasarkan lisensi dilakukan di industri otomotif KamAZ di Naberezhnye Chelny.

Pada 10 Maret 2010, Kemhan Rusia melalui juru bicaranya Kolonel Alexey Kuznetsov membantah pemberitaan media Rusia dan Italia, Rusia berencana membeli hingga 1000 LMV dari Iveco.

LMV Italia telah digunakan di Iraq, Afghanistan dan misi NATO lainnya, dimana kinerjanya sangat mengagumkan. Kendaraan tidak hancur berkeping-keping meskipun terkena peledak jenis improvised explosive device (IED).

Rusia telah membeli persenjataan dari negara Barat guna memodernisasi angkatan bersejatanya.

VTLM Lince (Lynx) Terkena Ledakan IED di Afghanistan





Meskipun terkena ledakan IED di Afghanistan, VTLM Lince (Lynx) tidak hancur berkeping-keping. (Foto: Istimewa)

RIA Novosti/Berita HanKam

Simulasi Tempur Operasi Rawa Kopaska


SURABAYA - Sejumlah anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL melakukan parameter tempur saat latihan Operasi Rawa di lingkungan Koarmatim, Ujung, Surabaya, Minggu (5/12). Di Hari Armada Ke-65, prajurit TNI AL terus melakukan pembenahan kedalam sesuai semangat baru TNI AL, yaitu Kehormatan , Kejujuran, Dedikasi , Loyalitas, Profesionalisme, dan Keberanian. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/ed/pd/10



ANTARA

Panglima TNI Disambut Tarian Khas Kutai

Sangata (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono bersama rombongan disambut dengan tarian khas Kutai saat tiba di bandara Tanjung Bara Sangata, Kutai Timur Kalimantan Timur, Minggu sekitar pukul 11.55 Wita.

Kedatangan Panglima TNI itu juga disambut dengan pengalungan bunga dan tarian Selamat Datang khas Kutai yang dibawakan 12 penari pemuda dan pemudi.

Sementara Ketua Adat Kutai Bengalon, Laher dan tokoh masyarakat Awang Hamzah khusus menyambut kedatangan Panglima TNI Agus Suhartono yang menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan laut dengan nomor penerbangan U-622.

"Kegiatan latihan TNI kali ini juga berjalan sukses, lancar, dan aman. Makanya disiram air Kutai dan tarian khas Kutai Bengalon," ujar Laher tersenyum.

Komandan Kodim 0909/Sangata Letkol Inf. Husni Mubarak mengatakan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, didampingi Pangkostrad Letjen TNI Pramono Edhi Wibowo, Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, Kabais Mayjen TNI Anshory Tadjudin, dan Gubernur Kalimantan Timur Drs H Awang Faroek Ishak.

Menurut Dandim Husni Mubarak, kedatangan Panglima TNI untuk menghadiri latihan TNI PPRC tahun 2010 yang dijadwalkan berlangsung di Sangata pada Senin (6/12).

Rombongan Panglima TNI disambut bupati Kutai Timur Isran Noor dan Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman sesaat setelah mendarat langsung menuju ke Tanjung Bara Club untuk jamuan makan siang.

"Pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita Panglima TNI dan Kasau bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek, serta Chiep Executif Officer (CEO) PT Kaltim Prima Coal, Endang Ruchijat bermain golf di Tanjung Bara.(*)
ANTARA

BERITA POLULER