Pages

Friday, December 3, 2010

Inilah Kekuatan Korsel yang Ditakuti Korut




INILAH.COM, Jakarta- Angkatan Darat Korea Selatan (Republic of Korea Army / ROKA) terbesar nomor enam di dunia. Negara ini juga memiliki lebih dari satu juta tentara yang kuat.

ROKA dibagi menjadi tiga ketentaraan yaitu First Army (FROKA), Second Army (Sroka) dan Third Army (TROKA) di mana masing-masing memiliki markas, korps dan divisi.

Tiap ketentaraan memiliki markas besar Angkatan Darat, Komando Penerbangan dan Komando Khusus Perang dengan 11 korps, 49 divisi dan 19 brigade. Ini termasuk 522 ribu pasukan yang diperkirakan didukung oleh 5.850 kendaraan lapis baja, 11.337 sistem rudal, 7.032 sistem pertahanan rudal dan 13 ribu sistem pendukung infanteri.

Tank ROKA termasuk M48A5, T-80U, K1 dan K1A1 yang memiliki meriam 120 mm yang dibuat lokal. Tentara ROKA juga didukung 2.872 tank termasuk 1.524 K1 dan K1A1.

Pengganti masa depan K1 MBT adalah XK2 Black Panther yang memiliki mesin Diesel 1.500 hp, meriam utama 120mm/L55 dan senapan mesin koaksial. Tank baru itu juga memiliki peralatan radar dengan sistem deteksi laser serta relatif kuat dibandingkan M1A2 dari Amerika atau Leclerc dari Perancis.

Saat ini, Korea Selatan telah memproduksi K-9 Thunder yang sudah diekspor ke Turki, sama seperti seri K200 yang aksinya bisa kita lihat di operasi perdamaian PBB, sebagai bagian dari pasukan perdamaian Malaysia.

Korea Selatan juga memiliki K21 yang seluruhnya dibangun dari fiberglass di mana dapat mengurangi beban kendaraan. Ini memungkinkan tank melakukan perjalanan pada kecepatan yang tinggi tanpa mesin besar dan kuat. Saat diproduksi, K21 tipe NIFV dibangun lebih ringan, bahkan jika dibandingkan seri Bradley milik Amerika atau seri BMP dari Rusia.

ROMA juga memiliki K-SAM Pegasus yang dilengkapi dengan 8 rudal yang dapat terbang maksimum 2,6. Seri K-30 Biho juga didukung sistem senapan kembar 30mm yang mampu meledak sendiri di udara.

Sumber: INILAH

TNI Cegah Data Militer Bocor di Wikileaks

INILAH.COM, Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menegaskan bahwa pihaknya akan mengantisipasi kebocoran data intelejen dan militer Indonesia.

Baru-baru ini, marak pembocoran dokumen rahasia sejumlah negara oleh situs Wikileaks. Namun hal itu belum dianggap oleh TNI sebagai ancaman serius. Pasalnya sejauh ini TNI belum mendapatkan konfirmasi mengenai kebocoran dokumen rahasianya.

"Belum ada secara resmi diumumkan kalau TNI membocorkan," tutur Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, usai upacara penerimaan 1.301 anggota TNI yang baru saja kembali dari Libanon untuk misi perdamaian di mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (3/12/10).

Ia menjelaskan saat ini TNI tengah mendalami apakah ada kebocoran yang terjadi. TNI juga tengah melakukan pencegahan-pencegahan terjadinya kebocoran dokumen rahasia TNI, yang dapat mengancam kedaulatan bangsa.

"Jika memang ada kebocoran, bisa saja hal tersebut disebabkan oleh keteledoran anggotanya, maupun kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang ingin stabilitas negara terganggu," imbuhnya.

Sebelumnya, situs Wikileaks telah membocorkan rahasia intelejen dan militer dari berbagai negara. Wikileaks juga membocorkan kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Antara lain berisi penghinaan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton terhadap Presiden Argentina dan permintaan Raja Arab Saudi untuk menyerang Iran dan menyebut Presiden Iran sebagai ular berbisa.

Sumber: INILAH

AS Takut ASEAN-China Bersatu


0diggsdigg


INILAH.COM, Jakarta – Kebocoran laporan kabel rahasia milik Amerika Serikat mengungkap alasan negara adidaya ini begitu tertarik memperhatikan ASEAN. Alasannya: China. Kok bisa?

Laporan kabel rahasia AS yang dipaparkan oleh situs WikiLeaks itu menjabarkan pertemuan EAS serta anggota-anggotanya. EAS menyatukan ASEAN dengan anggota-anggota plus three-nya, China, Korsel dan Jepang. Kemudian Australia, Selandia Baru dan India.

EAS yang bertujuan untuk membahas isu-isu dengan kepentingan sama itu membuat AS ketar-ketir. Apalagi, pejabat Jepang mendeskripsikan EAS sebagai pertemuan historis untuk menyatukan pandangan-pandangan masa depan komunitas Asia Timur.

“Kelompok macam ini bisa menggantikan forum mulitateral utama Asia dalam perdagangan dan investasi, APEC,” demikian laporan itu, yang juga menyebutkan bahwa Rusia diundang dalam EAS sebagai tamu spesial.

“Beberapa orang di AS khawatir bahwa EAS akan menandakan kebangkinan regionalisme Asia, dimana AS tidak memiliki peran memimpin,” lanjutnya. Amerika juga khawatir China akan menggunakan EAS untuk mengkonsolidasikan peran pemimpin di Asia.

Laporan Report RL33242 bertajuk ‘East Asia Summit (EAS): Issues for Congress’ ini menyimpulkan, ASEAN memegang peranan penting untuk memimpin Asia. Sebab, ASEAN adalah kunci pendirian EAS dan segala prosesnya. Tak heran Indonesia penting, sebab Indonesia saat ini adalah Ketua ASEAN.

Penyusun laporan itu, Bruce Vaughn yang seorang analis Asia Tenggara dan Asia Selatan untuk Foreign Affairs, Defense, and Trade Division, melakukan pekerjaannya atas nama Congressional Research Service (CRS). Lembaga ini merupakan tangan riset untuk Kongres (DPR) AS.

Sumber: INILAH

Pemerintah Pantau Isi "Wikileaks"

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia terus memantau dan mempelajari isi dokumen rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dibeberkan oleh laman "Wikileaks" karena beberapa di antaranya disebutkan terkait dengan Indonesia.

"Kita kumpulkan dulu, pelajari, sekarang tahap pengumpulan, ... dan mereka mengatakan ada kategori rahasia, ada kategori yang tidak rahasia dan juga ada yang agak sensitif. Kita kumpulkan dulu," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di Jakarta, Jumat, seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima CEO Forbes Media Steve Forbes.

Menurut Tifatul, hasil dari pengumpulan tersebut kemudian akan dilaporkan kepada tim khusus di bawah koordinator Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Saat ditanya apakah Pemerintah Indonesia akan memberikan klarifikasi atas isi dokumen tersebut pada saatnya nanti, Tifatul mengatakan, "informasi (dalam Wikileaks) itu disimpan oleh Amerika Serikat dan dibobol Wikileaks. Belum tentu semuanya benar. Kalau tidak benar... kalau propaganda kita harus jawab `kan".

Namun, dia menjelaskan bahwa informasi yang dibeberkan dalam Wikileaks bukan informasi rahasia dan dokumen Indonesia melainkan rahasia Indonesia yang disimpan Amerika Serikat.

"Bukan rahasia negara (Indonesia). Katanya sumbernya Kedubes AS di Jakarta, bukan informasi Indonesia yang di Indonesia, tapi rahasia Indonesia yang disimpan AS. Ada sekitar 3.000-an item," katanya.

Sebelumnya, Menlu dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring telah diperintahkan untuk memantau isi laman Wikileaks oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto.

Beberapa waktu terakhir beredar kabar bahwa Wikileaks akan membongkar memo-memo dari Kedubes AS yang menyoroti pertahanan di Indonesia, termasuk isu tentang Kopassus yang akan kembali bekerja sama dengan militer AS.

Pembocoran dokumen rahasia Amerika Serikat oleh Wikileaks terus mengundang perhatian media, terutama dari negara yang merasa dirugikan atas bocornya dokumen rahasia tersebut, bahkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan Sekjen PBB Ban Ki-moon sempat membahas hal itu pada Rabu (1/12).

Keduanya membahas "kekacauan" yang disebabkan oleh pembocoran dokumen-dokumen rahasia Wikileaks yang menduga AS memata-matai pemimpin badan dunia itu secara rinci.

Laman Wikileaks telah menyebarkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan hubungan dengan sejumlah negara.

Akibat hal itu, lembaga polisi dunia atau Interpol menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pendiri laman itu, Julian Assange (39).

Assange yang mantan peretas komputer kini menjadi pusat perhatian dunia setelah Wikileaks membocorkan ribuan pesan diplomatik rahasia AS di akhir pekan lalu.

Assenge yang lahir di Townsville, Queensland, bersembunyi sejak Wikileaks secara kontroversial menyebarkan lebih dari 250.000 dokumen rahasia milik Pemerintah AS. (*)
(T.G003*F008/A041)
ANTARA

Menlu: Indonesia Tidak Akan Tanggapi Substansi "WikiLeaks"

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan, Pemerintah Indonesia tidak akan menanggapi substansi dokumen rahasia Amerika Serikat yang dibeberkan melalui laman "WikiLeaks" sekalipun sebagian isi dokumen itu disinyalir terkait Indonesia.

"Kemlu tidak akan memberikan komentar langsung terhadap substansi dokumen-dokumen itu," kata Menlu di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat petang seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima surat kepercayaan lima orang duta besar negara sahabat.

Menurut Menlu, pada hakekatnya hal tersebut adalah masalah pemerintah Amerika Serikat karena apapun isu dari dokumen itu adalah penilaian pemerintah Amerika Serikat.

"Kita mengikuti dari berita yang berkembang bahwa sebagai dari dokumen itu berasal dari Kedubes AS di Jakarta, tentu kita mengikuti dengan seksama tetapi pada hakekatnya ini adalah masalah AS, dan apapun isinya yang dilaporkan adalah penilaiai dari AS jadi kita jangan terlalu jauh," katanya.

Apalagi menurut Menlu kasus "WikiLeaks" itu terus berkembang karena pembocorannya dilakukan secara bertahap.

"Kita terus mengikuti, memantau apakah ada hubungan yang berkaitan dengan Indonesia, yang akan dibocorkan pula. (Tetapi itu) bukan dokumen Indonesia ya. Jadi sekarang kita ikuti dengan seksama," jelasnya.

Sebelumnya Menlu dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring telah diperintahkan untuk memantau isi laman WikiLeaks oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto.

Beberapa waktu terakhir beredar kabar WikiLeaks akan membongkar memo-memo dari Kedubes AS yang menyoroti pertahanan di Indonesia, termasuk isu tentang Kopassus yang akan kembali bekerja sama dengan militer AS.

Pembocoran dokumen rahasia Amerika Serikat oleh WikiLeaks terus mengundang perhatian media, terutama dari negara yang merasa dirugikan atas bocornya dokumen rahasia tersebut, bahkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan Sekjen PBB Ban Ki-moon sempat membahas hal itu pada Rabu (1/12).

Keduanya membahas "kekacauan" yang disebabkan oleh pembocoran dokumen-dokumen rahasia WikiLeaks yang menduga AS memata-matai pemimpin badan dunia itu secara rinci.

Laman WikiLeaks telah menyebarkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan hubungan dengan sejumlah negara.

Akibat hal itu, lembaga polisi dunia atau Interpol menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pendiri laman itu, Julian Assange (39).

Assange yang mantan peretas komputer kini menjadi pusat perhatian dunia setelah WikiLeaks membocorkan ribuan pesan diplomatik rahasia AS di akhir pekan lalu.

Assenge yang lahir di Townsville, Queensland, bersembunyi sejak WikiLeaks secara kontroversial menyebarkan lebih dari 250.000 dokumen rahasia milik Pemerintah AS.(*)

ANTARA

Indonesia dan Korsel Jadi Ketua Bersama BDF III

Jakarta (ANTARA News) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kusuma Habir pada Jumat di Jakarta mengatakan Indonesia dan Korea Selatan akan mengetuai "Bali Democracy Forum III" (BDF) yang akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 9-10 Desember 2010.

"Bali Democracy Forum III akan diketuai bersama oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak," kata Kusuma sekaligus menjelaskan bahwa keduanya akan membuka forum perhelatan regional itu.

Ia mengatakan bahwa pertemuan pertukaran pendapat itu akan melibatkan sejumlah kepala negara/pemerintahan, menteri, serta pejabat tinggi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, di antaranya adalah Afghanistan, Georgia, Irak, Iran, Myanmar, Timor Leste dan Yordania.

"Sejumlah 36 negara telah menyatakan kesediaannya untuk menghadiri acara tersebut sebagai peserta, sedangkan 28 negara lainnya akan bertindak sebagai peninjau, baru tiga kepala negara yang sudah mengkonfirmasi kehadirannya yaitu Presiden Korsel, Sultan Brunei Darussalam, dan Presiden Timor Leste," kata Kusuma

Lebih lanjut Kusuma menjelaskan bahwa forum tersebut akan membahas keterkaitan demokrasi dengan perdamaian serta melihat bagaimana pembangunan dapat mendorong proses perdamaian.

"Sesuai dengan tujuannya untuk menciptakan forum kerja sama regional yang mempromosikan pembangunan politik melalui dialog dan berbagi pengalaman yang menargetkan penguatan institusi demokrasi," katanya.

"Tema utama yang diangkat pada tahun ini adalah demokrasi dan pemajuan perdamaian serta stabilitas," tambahnya.

Sementara Kusuma mengatakan bahwa di sela forum tersebut juga akan diadakan pertemuan bilateral tingkat kepala negara maupun menteri luar negeri, dijadwalkan Menlu Marty Natalegawa akan bertemu dengan Menlu Australia, Jepang dan Thailand secara terpisah.

Ia mengatakan bahwa Bali Democracy Forum III akan menghasilkan keputusan bersama yang merefleksikan diskusi para pemimpin dan wakil negara peserta, perdebatan umum, serta sesi interaktif.

"Hasil keputusan tersebut akan menjadi pedoman program kegiatan Institut Perdamaian dan Demokrasi (IPD) selama tahun 2011," katanya.

IPD telah melakukan beberapa kegiatan berupa lokakarya internasional tentang perkembangan demokrasi di kawasan, kuliah umum mengenai demokrasi, dan program pemantauan pemilu.

BDF III merupakan lanjutan dari BDF I dan BDF II, yang dilaksanakan masing-masing pada 10-11 Desember 2008 dan 2009.(*)
ANTARA

Korsel Akan Gunakan Kekuatan UdaraSE


Korsel Akan Gunakan Kekuatan Udara
Seoul (ANTARA News) - Korea Selatan akan membalas dengan serangan udara dan "memukul penyerang dengan telak" seandainya Korea Utara melancarkan serangan militer lagi, kata menteri pertahanan, Jumat.

"Kita pasti akan menggunakan angkatan udara untuk melancarkan serangan balasan," kata Menteri Pertahanan baru Kim Kwan-Jin, menjawab satu pertanyaan dalam dengar pendapat di parlemen tentang apa tanggapan Korsel jika terjadi serangan lagi, sebagaimana dikutip dari AFP.

Serangan balasan militer Korsel dengan menembakkan artielri setelah Korut pada 23 November menembaki sebuah pulau perbatasan Korsel yang menewaskan dua warga sipil dan dua amrinir.

Korsel mengatakan pada saat itu kita tidak menggunakan kekuatan udara terhadap posisi-posisi artileri Korut karena khawatir situasi akan semakin tegang.

Tanggapan itu dianggapi sebagian besar pihak sebagai lemah dan menteri pertahanan sebelumnya mengundurkan diri untuk memikul tanggung jawab.

Kim mengatakan Korsel akan menggunakan haknya untuk mempertahankan diri dan "menghukum penyerang dengan telak sampai sumber permusuhan itu dimusnahkan."

Tetapi ia membantah peluang perang berskala penuh itu kecil, dan menyebut kekuatan militer Korsel dan pasukan Amerika Serikat sekutunya dan masalah-masalah dalam negeri Korut.

"Melalui pasukan gabungan AS-Korsel, kami mengamati dengan seksama semua tanda-tanda kemungkinan provokasi oleh Korut," kataya.

"Karena itu, kendatipun jika kita menanggapi dengan keras atas satu tindakan provokatif lebih jauh, akan sulit bagi Korut untuk meningkatkan menjadi perang berskala penuh."

Kim mengutip kesulitan-kesulitan ekonomi dan ketidak pastian menyangkut transisi kekuasaan dari pemimpin Kim Jong-Il kepada putranya Kim Jong-Un , sebagai faktor-faktor yang menghambat Korut ke perang berskala penuh.

Amerika Serikat menggelar 28.500 tentara di Korsel, yang secara teknis bagian dari satu Komando PBB.

Seorang pejabat Seoul mengatakan pekan lalu Korsel berencana untuk mengubah perjanjian yang sekarang untuk berkonsultasi dengan Komando PBB sebeum menggunakan jet-jet Korsel untuk perang.

Baek Seung -Joo, seorang pengamat di "Institute Korea for Defence Analyses", Jumat mengatakan Korsel menimbulkan kekhawatiran pada pihak pemimpin Korut bahwa mereka akan kehilangan nyawa jika mereka melancarakan serangan lagi.

Ia menyerukan Korsel menggelar rudal-rudal di pulau Yeonpyeong dan pulau-pulau garis depan lainnya yang dapat menghantam pos-pos komandon dalam hal terjadi provokasi bersenjata lagi.

Serangan artileri dan roket Korut terhadap pulau Yeeonpyeong adalah serangan pertama terhadap satu daerah sipil sejak Perang Korea 1950-1953.

ANTARA

BERITA POLULER