Pages

Friday, December 3, 2010

Korut Arahkan Roket ke Seoul


Korut Arahkan Roket ke Seoul
Ilustrasi (ANTARA/REUTERS)
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara menggelar lagi peluncur-peluncur-roket yang dapat menghantam Korea Selatan saat ketegangan meningkat menyangkut serangan artileri ke satu pulau perbatsan Korea Selatan, kata satu laporan, Jumat.

Korea Utara (Korut) baru-baru ini menambah jumlah peluncur roket dengan 100 laras menjadi sekitar 5.200," kata kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip pernyataan satu sumber militer.

"Roket-roket itu dapat melancarkan serangan terkonsentrasi dari pangkalan-pangkalan mereka ke Seoul dan daerah-daerah sekitarnya," kata sumber itu, dan menambahkan roket-roket itu memiliki jangkauan tembak efektif 60 kilo meter.

Kementerian pertahanan dan Gabungan Kepala Staf menolak memberi komentar mengenai berita itu.

Seoul terletak sekitar 40km dari perbatasan itu dan penduduknya selalu hidup dalam ancaman serangan dari roket-roket dan artileri yang memiliki jangkauan tembak jauh Korea Utara.

Sumber itu tidak mengatakan apakah roket-roket yang baru digelar itu ditempatkan dekat lokasi perbatasan yang dijaga ketat itu.

Seoul dan kota-kota sekitarnya memiliki penduduk separuh dari 50 juta jumlah penduduk negara itu.

Serangan artileri dan roket Korea Utara terhadap pulau Yeonpyeong, 23 November menewaskan dua warga sipil dan dua marinir dan menghancurkan hampir 30 rumah. Itu adalah serangan pertama terhadap daerah sipil sejak Perang Korea 1950-1953.(*)

ANTARA

Hillary Bicarakan Korut dengan China, Rusia

Hillary Bicarakan Korut dengan China, Rusia
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. (ANTARA/REUTERS)
Bishkek, Kyrgyzstan (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton telah mengadakan pembicaraan mengenai Korea Utara dengan para pejabat Rusia dan China sebelum pertemuan dengan pejabat-pejabat Korea Selatan dan Jepang pekan depan.

"Saya telah berbicara dengan sejumlah pejabat berpangkat tinggi China dan Rusia, dan kami akan membicarakan bagaimana kami dapat bekerja sama untuk berupaya menghindari konflik," katanya Kamis dalam kunjungan singkat ke Kyrgyzstan.

Hillary Clinton mengatakan ia mengadakan pembicaraan sebelum pertemuanya dengan menlu Korea Selatan dan Jepang Senin untuk membicarakan serangan Pyongyang terhadap sebuah pulau Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang disengketakan pada 23 November.

"AS sangat mengkhawatirkan Korea Utara dan kami ingin bekerja dengan negara-negara di dekat wilayah itu," katanya sambil menunjuk China, Rusia, Korea Selatan dan Jepang.

China Kamis mengeluh bahwa negara itu telah "dikritik" secara tidak adil karena menyerukan pembicaraan untuk mengatasi ketegangan terakhir di semenanjung Korea menyusul serangan artileri Korea Utara.

Washington, Tokyo dan Seoul telah mencerca usulan Beijing untuk mengadakan pembicaraan krisis enam-pihak yang juga akan mencakup Moskow dan Pyongyang. AS, Jepang dan Korea Selatan malah menjadwalkan pembicaraan tiga-pihak dari menteri-menteri luar negeri mereka sendiri di Washington Senin mendatang.

Ketika berbicara pada kerumunan mahasiswa di Bishkek, Hillary Clinton mengatakan "Korea Utara telah mengajukan ancaman segera ke kawasan sekitarnya, khususnya ke Korea Selatan dan Jepang, dan ancaman jarak sedang ke China".

Korea Utara juga "menimbulkam ancaman jarak lebih jauh pada seluruh dunia karena program nuklirnya dan ekspor senjatanya ke sekeliling dumia," ujarnya.(*)



ANTARA

Pasukan TNI Kembali Dari Lebanon


JAKARTA - Panglima TNI Laksamana, Agus Suhartono (kiri) menucapkan selamaat kepada pasukan TNI usai bertugas dari Lebanon di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (3/12). Sebanyak 1301 personil TNI yang tergabung dalam misi PBB UNIFIL, kembali ke tanah air setelah bertugas selama setahun menjaga perdamaian keamanan di Lebanon. FOTO ANTARA/Ujang Zaelani/Koz/mes/10.

RI-Malaysia Tingkatkan Kerjasama Angkatan Laut


JAKARTA – Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Rabu (2/12) menerima kunjungan kehormatan Panglima Tentera Laut Deraja Malaysia, Admiral Tan Sri Abdul Aziz bin Haji Jaafar, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Kesempatan pertemuan tersebut digunakan untuk membahas beberapa peluang kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan yang dilaksanakan oleh Angkatan Laut kedua negara selama ini.

Salah satu kerjasama yang dibahas adalah peluang kerjasama pertahanan kedua angkatan laut lebih dikhususkan kepada peningkatan latihan pengamanan bersama di wilayah perairan timur atau tepatnya di wilayah Ambalat. Latihan bersama diwilayah tersebut dilaksanakan atas dasar faktor bersama, dengan tujuan untuk mencegah kesalahpahaman didalam melaksanakan tugas dari personil yang bertanggungjawab di lapangan.

Pada pertemuan itu, Menhan juga menyampaikan rencana pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia melalui Forum GBC yang akan diselenggarakan pada tahun 2011. Menhan berharap pertemuan melalui bilateral GBC ini kedua negara dapat menyamakan pemikiran dalam rangka mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia- Malaysia.

Menhan berharap pada pertemuan ini sehubungan dengan pihak-pihak terkait agar dapat lebih diperluas. Bukan hanya institusi Angkatan bersenjata kedua negara, melainkan institusi sipil yang memiliki peranan juga bisa diikutsertakan. Pihak Malaysia sangat menerima dan merespon positif dari harapan yang di sampaikan oleh Menhan RI.

Disamping itu dilaksanakan melalui kegiatan patroli terkoordinasi oleh angkatan laut kedua negara, kasus pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan tradisional dapat diselesaikan cukup dengan mengirim kapal nelayan tersebut untuk kembali ke wilayah masing-masing.

Sumber : DMC

Kerjasama Teknik Militer RI-Rusia Diharapkan Tingkatkan Alutsista


JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (30/11), menerima kunjungan kehormatan Ketua Delegasi Rusia dalam Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia Mr.Vyaheslav Dzirkaln, di kediaman Menhan, Jakarta.

Kedatangannya kali ini menjadi pembicaraan pembuka sebelum dilaksanakannya Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia di kantor Kementerian Pertahanan. Sidang akan berlangsung selama dua hari (1-2 Desember) dimana hari kedua akan digunakan khusus untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antar industri pertahanan kedua negara.

Purnomo yang didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksda TNI Susilo, mengharapkan sidang yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto dapat berhasil dengan baik.

Mr.Vyaheslav Dzirkaln mengatakan, pemerintahnya menyambut baik pertemuan ini, Karena menurutnya pertemuan ini dapat digunakan untuk membicarakan perkembangan terbaru hubungan teknik militer kedua negara. Dirinya juga setuju harapan Menhan Purnomo dan menyatakan pihaknya juga hasil terbaik dari pertemuan ini.

Rencana Penambahan Pesawat Sukhoi

Sementara itu, saat membuka Sidang, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, sidang ini merupakan pertemuan rutin setiap tahun dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan statuta perjanjian Pemerintah RI-Rusia di bidang kerjasama teknik-militer. Pertemuan sebelumnya pernah dilaksanakan di Rusia.



Banyak hal yang telah dirumuskan dari hasil pertemuan tahunan ini, beberapa isu penting yang akan dibahas dalam pertemuan saat ini adalah tentang rencana penambahan enam pesawat Sukhoi-30 dan Sukhoi-27 serta pembangunan fasilitas service maintainance center untuk beberapa alutsista produk-produk Rusia yang ada di Indonesia seperti pesawat Sukhoi, helicopter, dan peluru kendali.

Hal lain yang ingin dibahas adalah bagaimana sistem atau rantai pengadaan alutsista dari Rusia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga kesiapan-kesiapan alutsista yang dimiliki oleh TNI dapat cepat teratasi. Hal itu dimaksudkan agar tingkat kesiapan operasional alutsista TNI menjadi lebih tinggi.

Sumber : DMC

Pengadaan Senjata, TNI Lebih Suka Langsung dari Pabrik


JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia lebih suka pengadaan alat utama sistem persenjataan langsung dari pabrik. Hal itu lebih baik daripada pengadaan selama ini yang sesuai dengan peraturan menggunakan rekanan.

”Saya lebih suka langsung dari pabrikan,” kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kamis (2/12), seusai Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa 2011.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pihaknya tidak lagi menggunakan rekanan dalam pengadaan barang dan jasa di Kementerian Pertahanan. Sjafrie dimintai komentar tentang permintaan Presiden Yudhoyono kepada KPK memantau instansi, termasuk TNI (Kompas, 2/12).

Menurut Agus, hingga saat ini peraturan masih mensyaratkan adanya rekanan dalam pengadaan barang dan jasa di TNI. ”Kalau peraturan perundangannya memungkinkan, silakan. Kalau harus lewat rekanan, tidak apa- apa,” katanya.

”G to G (pemerintah ke pemerintah) juga lebih bagus,” kata Agus tentang kerja sama di antara pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa.

Agus mengungkapkan, pengadaan lewat transaksi elektronik baru mulai dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari transparansi. Namun, proses ini masih ditopang secara manual. Menurut dia, memang ada kesulitan ketika pengadaan alutsista harus sepenuhnya menggunakan e-procurement. Hal itu karena ada spesifikasi yang membutuhkan diskusi lebih lanjut. ”Detailnya membutuhkan pembahasan lebih tersendiri dan ini tidak mudah,” ujar Agus.

Mengenai realisasi tunjangan bagi prajurit yang bertugas di perbatasan, Agus mengatakan, TNI sudah menangani pendataan untuk penyaluran tunjangan prajurit di perbatasan sejak dua minggu lalu. ”Tunjangan perbatasan itu secara legalitasnya sudah lengkap, tinggal sekarang untuk pelaksanaannya diperlukan suatu dokumen yang akurat,” kata Agus.

Sumber : KOMPAS

Thursday, December 2, 2010

FPDA Countries Participate in Exercise Suman Warrior 2010



02 November 2010 -- The Singapore Armed Forces (SAF) participated in the annual Five Power Defence Arrangements (FPDA) land exercise code-named Suman Warrior, from 23 November to 2 December 2010. This year's exercise, the 21st in the series, was hosted by Singapore. About 65 personnel from the Combat Service Support (CSS) Command, the Army Logistics Training Institute and the 1st Guards Battalion participated in the exercise, along with 260 CSS personnel from Australia, Malaysia, New Zealand and the United Kingdom.

Exercise Suman Warrior aimed to enhance the interoperability among the FPDA armies. This year's command post exercise provided an opportunity for the FPDA armies to work together as a combined force on the execution of CSS tasks at the brigade level. The exercise also enabled the exchange of professional expertise among the participants and increased mutual understanding between the armed forces of the FPDA countries.

The FPDA was formed in 1971 and is an important part of the regional security architecture. The SAF's regular participation in FPDA exercises underscores Singapore's strong commitment to the FPDA.

Mindef

BERITA POLULER