Pages

Friday, December 3, 2010

RI-Malaysia Tingkatkan Kerjasama Angkatan Laut


JAKARTA – Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Rabu (2/12) menerima kunjungan kehormatan Panglima Tentera Laut Deraja Malaysia, Admiral Tan Sri Abdul Aziz bin Haji Jaafar, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Kesempatan pertemuan tersebut digunakan untuk membahas beberapa peluang kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan yang dilaksanakan oleh Angkatan Laut kedua negara selama ini.

Salah satu kerjasama yang dibahas adalah peluang kerjasama pertahanan kedua angkatan laut lebih dikhususkan kepada peningkatan latihan pengamanan bersama di wilayah perairan timur atau tepatnya di wilayah Ambalat. Latihan bersama diwilayah tersebut dilaksanakan atas dasar faktor bersama, dengan tujuan untuk mencegah kesalahpahaman didalam melaksanakan tugas dari personil yang bertanggungjawab di lapangan.

Pada pertemuan itu, Menhan juga menyampaikan rencana pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia melalui Forum GBC yang akan diselenggarakan pada tahun 2011. Menhan berharap pertemuan melalui bilateral GBC ini kedua negara dapat menyamakan pemikiran dalam rangka mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia- Malaysia.

Menhan berharap pada pertemuan ini sehubungan dengan pihak-pihak terkait agar dapat lebih diperluas. Bukan hanya institusi Angkatan bersenjata kedua negara, melainkan institusi sipil yang memiliki peranan juga bisa diikutsertakan. Pihak Malaysia sangat menerima dan merespon positif dari harapan yang di sampaikan oleh Menhan RI.

Disamping itu dilaksanakan melalui kegiatan patroli terkoordinasi oleh angkatan laut kedua negara, kasus pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan tradisional dapat diselesaikan cukup dengan mengirim kapal nelayan tersebut untuk kembali ke wilayah masing-masing.

Sumber : DMC

Kerjasama Teknik Militer RI-Rusia Diharapkan Tingkatkan Alutsista


JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Rabu (30/11), menerima kunjungan kehormatan Ketua Delegasi Rusia dalam Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia Mr.Vyaheslav Dzirkaln, di kediaman Menhan, Jakarta.

Kedatangannya kali ini menjadi pembicaraan pembuka sebelum dilaksanakannya Sidang ke-6 kerjasama teknik-militer RI-Rusia di kantor Kementerian Pertahanan. Sidang akan berlangsung selama dua hari (1-2 Desember) dimana hari kedua akan digunakan khusus untuk membicarakan kemungkinan kerjasama antar industri pertahanan kedua negara.

Purnomo yang didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksda TNI Susilo, mengharapkan sidang yang dipimpin oleh Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto dapat berhasil dengan baik.

Mr.Vyaheslav Dzirkaln mengatakan, pemerintahnya menyambut baik pertemuan ini, Karena menurutnya pertemuan ini dapat digunakan untuk membicarakan perkembangan terbaru hubungan teknik militer kedua negara. Dirinya juga setuju harapan Menhan Purnomo dan menyatakan pihaknya juga hasil terbaik dari pertemuan ini.

Rencana Penambahan Pesawat Sukhoi

Sementara itu, saat membuka Sidang, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, sidang ini merupakan pertemuan rutin setiap tahun dilaksanakan secara bergantian sesuai dengan statuta perjanjian Pemerintah RI-Rusia di bidang kerjasama teknik-militer. Pertemuan sebelumnya pernah dilaksanakan di Rusia.



Banyak hal yang telah dirumuskan dari hasil pertemuan tahunan ini, beberapa isu penting yang akan dibahas dalam pertemuan saat ini adalah tentang rencana penambahan enam pesawat Sukhoi-30 dan Sukhoi-27 serta pembangunan fasilitas service maintainance center untuk beberapa alutsista produk-produk Rusia yang ada di Indonesia seperti pesawat Sukhoi, helicopter, dan peluru kendali.

Hal lain yang ingin dibahas adalah bagaimana sistem atau rantai pengadaan alutsista dari Rusia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga kesiapan-kesiapan alutsista yang dimiliki oleh TNI dapat cepat teratasi. Hal itu dimaksudkan agar tingkat kesiapan operasional alutsista TNI menjadi lebih tinggi.

Sumber : DMC

Pengadaan Senjata, TNI Lebih Suka Langsung dari Pabrik


JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia lebih suka pengadaan alat utama sistem persenjataan langsung dari pabrik. Hal itu lebih baik daripada pengadaan selama ini yang sesuai dengan peraturan menggunakan rekanan.

”Saya lebih suka langsung dari pabrikan,” kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kamis (2/12), seusai Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa 2011.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pihaknya tidak lagi menggunakan rekanan dalam pengadaan barang dan jasa di Kementerian Pertahanan. Sjafrie dimintai komentar tentang permintaan Presiden Yudhoyono kepada KPK memantau instansi, termasuk TNI (Kompas, 2/12).

Menurut Agus, hingga saat ini peraturan masih mensyaratkan adanya rekanan dalam pengadaan barang dan jasa di TNI. ”Kalau peraturan perundangannya memungkinkan, silakan. Kalau harus lewat rekanan, tidak apa- apa,” katanya.

”G to G (pemerintah ke pemerintah) juga lebih bagus,” kata Agus tentang kerja sama di antara pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa.

Agus mengungkapkan, pengadaan lewat transaksi elektronik baru mulai dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari transparansi. Namun, proses ini masih ditopang secara manual. Menurut dia, memang ada kesulitan ketika pengadaan alutsista harus sepenuhnya menggunakan e-procurement. Hal itu karena ada spesifikasi yang membutuhkan diskusi lebih lanjut. ”Detailnya membutuhkan pembahasan lebih tersendiri dan ini tidak mudah,” ujar Agus.

Mengenai realisasi tunjangan bagi prajurit yang bertugas di perbatasan, Agus mengatakan, TNI sudah menangani pendataan untuk penyaluran tunjangan prajurit di perbatasan sejak dua minggu lalu. ”Tunjangan perbatasan itu secara legalitasnya sudah lengkap, tinggal sekarang untuk pelaksanaannya diperlukan suatu dokumen yang akurat,” kata Agus.

Sumber : KOMPAS

Thursday, December 2, 2010

FPDA Countries Participate in Exercise Suman Warrior 2010



02 November 2010 -- The Singapore Armed Forces (SAF) participated in the annual Five Power Defence Arrangements (FPDA) land exercise code-named Suman Warrior, from 23 November to 2 December 2010. This year's exercise, the 21st in the series, was hosted by Singapore. About 65 personnel from the Combat Service Support (CSS) Command, the Army Logistics Training Institute and the 1st Guards Battalion participated in the exercise, along with 260 CSS personnel from Australia, Malaysia, New Zealand and the United Kingdom.

Exercise Suman Warrior aimed to enhance the interoperability among the FPDA armies. This year's command post exercise provided an opportunity for the FPDA armies to work together as a combined force on the execution of CSS tasks at the brigade level. The exercise also enabled the exchange of professional expertise among the participants and increased mutual understanding between the armed forces of the FPDA countries.

The FPDA was formed in 1971 and is an important part of the regional security architecture. The SAF's regular participation in FPDA exercises underscores Singapore's strong commitment to the FPDA.

Mindef

Bandara Supadio Rentan Sasaran Teror


Seorang anggota Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Bravo (Den Bravo) 90 TNI AU membawa barang yang berisi bom saat menuruni tangga pesawat Batavia Air, dalam Simulasi Penanganan Aksi Teror di Pesawat di Bandara Supadio Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (1/11) malam. Simulasi penanganan aksi teror bersandikan 'Operasi Anti Lawan Bajak Udara (Albara)' yang diikuti 200 anggota Pasukan Khusus Den Bravo 90 TNI AU tersebut, bertujuan untuk mengantisipasi anti teror pada obyek vital. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/mes/10)

02 November 2010, Kubu Raya -- Wakil Komandan Korps Pasukan Khas TNI AU Lapangan Udara Sulaiman, Bandung, Kolonel Pasukan Harpin, mengatakan, sebagai salah satu International Border Airport, Bandara Supadio, Pontianak, rentan menjadi target tindak teroris.

"Kami memilih Bandara Supadio sebagai tempat latihan Operasi Anti Lawan Bajak Udara (Albara) oleh satuan Paskas Datasemen Bravo ’90 karena Bandara Supadio merupakan salah satu International Border Airport yang rentan terjadi tindak teroris," kata Harpin usai menggelar latihan Operasi Albara di Sungai Raya, Kamis (2/12/2010) dini hari.

Selain itu, mengingat Bandara Supadio sedang berkembang, ditandai peningkatan jumlah penumpang secara signifikan, juga mengharuskan adanya pengamanan yang ketat dari pihak bandara, maupun dari TNI AU, khususnya Lanud Supadio dan sekitar bandara itu.

Dia menjelaskan, Satuan Paskas Datasemen Bravo ’90 merupakan salah satu dari tim satuan elit TNI AU yang memiliki kemampuan menanggulangi terorisme, operasi intelijen, dan operasi khusus lainnya.

"Maraknya aksi terorisme yang muncul akhir-akhir ini merupakan indikasi bahwa kelompok teroris internasional semakin meningkatkan aktivitasnya di berbagai negara, termasuk Indonesia," jelasnya.

Sejumlah anggota Pasukan Detasemen Bravo (Den Bravo) 90 TNI AU melakukan parameter tempur penyergapan . (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/mes/10)

Untuk menghadapi hal tersebut, Detasemen Bravo ’90 melaksanakan latihan penanggulangan teror dan pembebasan sandera di pesawat udara dengan sandi latihan "Albara 2010".

Dikatakannya, dalam setiap latihan yang digelar, anggota Datasemen Bravo ’90 harus mencapai target profesionalisme tertinggi.

Dengan demikian, kemampuan dari pasukan khusus anti teror di lingkungan TNI AU tersebut bisa terjaga dan selalu siap kapanpun dibutuhkan.

"Latihan ini merupakan kegiatan internal dari TNI AU yang dilaksanakan secara berkala. Ke depan latihan seperti itu akan dilaksanakan bersama satuan lainnya seperti TNI AD, AL, maupun Polri dalam menangani terorisme," kata Harpin.

KOMPAS

BrahMos Sukses Diuji Coba


Rudal BrahMos. (Foto: AP)

02 Desember 2010 -- India sukses uji coba penembakan rudal jelajah BrahMos, dilakukan di Integrated Test Range Chandipur, Balasore, Kamis (2/12) diberitakan kantor berita PTI.

Rudal BrahMos versi Block III + ditembakan dari pelucur nomer 3 pukul 10.55 waktu setempat, melesat dan tepat mengenai sasaran, menurut para sumber Pertahanan.

“Uji coba sukses seratus persen,“ tandas mereka.

Perusahaan BrahMos agresif memamerkan rudal BrahMos pada pameran pertahanan di dunia, seperti pada IMDEX Asia 2009 di Singapura 12 May 2009, Naval Defence 2009 di Surabaya dan Indo Defense 2008 dan 2010. (Foto: Getty Images)

Rudal BrahMos rancangan bersama India dan Rusia, mampu membawa hulu ledak konvensional 200-300 kg dengan jarak jelajah mencapai 290 km. BrahMos singkatan dari nama sungai Brahmaputra (India) dan Moskva (Rusia).

India menawarkan rudal BrahMos ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Saat ini, belum diumumkan pembelian rudal oleh negara ketiga. Pembelian rudal Yakhont buatan Rusia oleh TNI AL, mengecewakan perusahaan BrahMos.

India akan mempersenjatai armada jet tempur Sukhoi dengan BrahMos.

PTI/Berita HanKam

Tentara AS Bakal Punya Mobil Terbang


0diggsdigg

Transformer atau TX, Mobil terbang tentara Amerika.(dailymail)

TEMPO Interaktif, Tentara Amerika Serikat yang bertugas di Afghanistan sebentar lagi bakal punya "mainan" baru: mobil terbang. Mobil yang diberi nama Transformer atau TX ini memang bukan sembarang mobil. Selain berpenggerak empat roda, mobil yang bentuknya mirip Humvee ini punya baling-baling sehingga bisa terbang seperti helikopter.

Transformer memang kendaraan super canggih, bila tentara Amerika tengah melintasi gurun lalu dihadang oleh pasukan Taliban, maka mereka tinggal menekan tombol, lalu kendaraan berubah menjadi helikopter. Tentara Amerika pun bisa kabur dari sergapan dengan mudah.

Selain bisa kabur dengan cepat, mobil terbang ini bisa dengan mudah mengangkut tentara yang terluka. Mereka tidak perlu lagi menunggu helikopter untuk menjemput. Tingkat keselamatan tentara Amerika pun diyakini lebih tinggi berkat kendaraan ini.

Adalah Lembaga penelitian pertahanan Amerika atau The Defense Advanced Projects Agency (DARPA) yang mengembangkan kendaraan lapis baja ini. Mereka telah mengeluarkan uang sebesar 41 juta poundsterling. Mereka akan bekerja sama dengan Terrafugia yang telah lebih dulu mengembangkan mobil terbang.

Menurut bos Terrafugia, Carl Dietrich pembuatan mobil ini akan memakan waktu sekitar 5 tahun dan diperkirakan akan selesai pada 2015. "Untuk tahap awal detil dan konsepnya akan selesai tahun depan," kata Dietrich.

Yang jelas, Transformer akan terbuat dari baja komposit untuk melindungi prajurit dari tembakan, ledakan, dan misil. Kendaraan ini juga bisa menempuh perjalanan perjalanan 448 kilometer di darat maupun udara serta bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal. Canggihnya lagi, tak perlu keahlian seperti pilot untuk menerbangkan kendaraan ini karena dilengkapi dengan kontrol penerbangan otomatis.

Sumber: TEMPO

BERITA POLULER