Pages

Wednesday, December 1, 2010

Pemerintah Belum Sikapi Tawaran Hibah F-16 AS


0diggsdigg


Pesawat jet tempur A KF-16 sedang dicek untuk daya tahan bermacam cuaca ekstrim di Seosan, Seoul, Senin (8/9). AFP PHOTO/JUNG YEON-JE

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) hingga kini belum memutuskan soal tawaran hibah pesawat bekas F16-A dari Amerika. Kemenhan masih terus mengkaji tawaran tersebut.

Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Puguh Santoso mengatakan, masih banyak yang harus dipertimbangkan dari tawaran tersebut. "Kami teknisnya juga masih belum tahu. Jadi masih banyak yang harus dipertimbangkan," kata Puguh, Rabu (1/12), di gedung DPR, Jakarta.

Menurut Puguh, hingga kini pihak Amerika belum memberitahu kondisi teknis pesawat bekas yang ditawarkan tersebut. Karena itu, tawaran pesawat tersebut belum tentu diterima. Sikap menerima atau menolak akan diputuskan setelah semua kajian yang dilakukan Kemenhan selesai. Kajian akan melibatkan TNI AU maupun ahli pesawat dari PT Dirgantara Indonesia.

"Kami hargai tawaran itu, tapi tidak serta merta kami terima saja. Dari sisi positif-negatif kan harus ada kajian yang mendalam, termasuk biaya retrofit. Jangan sampai biaya perawatan ternyata tidak efisien," ujar Puguh.

Sebelumnya, Amerika berencana menghibahkan 24 pesawat bekas F16-A ke Indonesia. Hibah itu disertai syarat bahwa retrofit (perbaikan) harus dilakukan dengan pihak Amerika. Berdasarkan perhitungan, biaya retrofit tiga pesawat bekas sama dengan satu harga pesawat baru.

Sumber: TEMPO

Tuesday, November 30, 2010

Geger, Amerika Punya Nuklir di Belanda!


0diggsdigg


RAHASIA - Kalimat dalam dokumen diplomatik yang dirilis WikiLeaks dan menunjukkan Amerika Serikat memiliki senjata nuklir di Eropa, tepatnya di Jerman, Belanda dan Belgia.

KOMPAS.com - Situs WikiLeaks bikin geger lagi dengan rilis terbarunya yang masih terkait pembongkaran dokumen rahasia diplomatik secara bertahap.

Kali ini, Senin (29/11/2010), organisasi yang didirikan Julian Assange itu merilis informasi sensitif soal proyek senjata nuklir Amerika Serikat di Eropa.

Itu terungkap lewat memo dari Duta Besar AS untuk Jerman yang diunggah WikiLeaks pada laman ini.

Dalam sebuah diskusi tentang penarikan senjata AS dari Eropa, memo tersebut menyatakan: "Penarikan senjata nuklir dari Jerman dan mungkin dari Belgia dan Belanda bisa sangat mempersulit secara politik bagi Turki untuk mempertahankan cadangannya sendiri."

Memo itu ditulis oleh Duta Besar AS, Philip Murphy pada November 2009. Kerajaan tidak pernah menyatakan bahwa nuklir tersebut berada di negeri Belanda.

Anggota Parlemen dari Partai Sosialis Belanda, Harry van Bommel, mendesak kepada pemerintah agar tidak lagi diam, dan mengakui keberadaan nuklir tersebut.

Menurut koran Volkskrant, WikiLeaks memiliki 3.021 memo yang dikirim oleh Duta Besar AS di Den Haag, namun belum dipublikasikan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Belanda tahun 2003-2007, Ben Bot, sudah merasa bahwa dokumen yang dibocorkan WikiLeaks itu akan menjadi pukulan telak bagi diplomasi Amerika.

Sumber: KOMPAS

Megawati Diusulkan Jadi Utusan Khusus Perdamaian Korea

Megawati Diusulkan Jadi Utusan Khusus Perdamaian Korea
Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPR Komisi I Teguh Juwarno mengusulkan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menjadi utusan khusus untuk menengahi perseteruan di Semenanjung Korea sebagai inisiatif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Teguh Juwarno dalam dikusi di Jakarta, Selasa mengatakan, usulan tersebut sebagai langkah aktif Indonesia seiring dengan macetnya perundingan enam negara dan tidak berfungsinya Dewan Keamanan dalam menyelesaikan ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Ia menilai, Megawati merupakan sosok yang tepat, karena memiliki tingkat penerimaan yang tinggi dari berbagai negara yang terlibat baik Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, China dan AS.

Selain itu, ia menambahkan, Megawati memiliki kedekatan personal, kultural dan sejarah dengan Korea Utara terkait dengan hubungan baik yang dijalin Presiden Soekarno dengan pemimpin Korea Utara waktu itu Kim Ill Sung.

Bahkan jalinan hubungan baik mantan Presiden Soekarno dengan Kim Ill Sung dikenal dengan diplomasi bunga anggrek hingga kini dirayakan di Korea Utara dengan festival bunga anggrek.

"Persoalannya hanyalah pada elit politik saat ini, Presiden seharusnya memberikan tempat bagi mantan-mantan pemimpin untuk dapat berperan. Ibu Mega sebagai utusan khusus bisa menjadi salah satu contoh yang baik," katanya.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Indonesia Hariyadi Wirawan mendukung usulan tersebut. Menurut dia, Megawati dapat menjadi utusan khusus Indonesia karena hubungan personal yang kuat dengan Korea Utara.

"Korea Utara negara yang sulit diduga dan hubungan personal mengambil peran, dan Megawati bisa memainkan peran itu," katanya.

Ia juga menjelaskan saat ini, perundingan enam negara sangat sulit untuk dapat memecahkan persoalan karena masing-masing negara memilki kepentingan yang berbeda.

"AS dan China kita ketahui terus berseteru saat ini, dan masing-masing pihak punya kepentingan, sehingga sulit untuk dapat terwujud perundingan enam pihak," katanya.

Anggota DPR Komisi I Helmy Fauzi mengatakan, Megawati memiliki hubungan yang baik dengan Korea Utara. "Megawati beberapa kali diundang baik ketika masih menjabat sebagai presiden maupun sesudahnya," kata politikus PDIP tersebut.

Angota DPR Fraksi Golkar Tantowy Yahya juga sepakat bila Megawati diusulkan untuk menjadi utusan khusus Indonesia. "Kita ketahui selama ini, perlunya untuk memberikan peran yang penting bagi mantan-mantan pemimpin. Kita lihat seperti Henry Kissinger, Bill Clinton di AS juga diberi peran penting, dan ini vital bagi diplomasi kita," katanya.(*)

(T.M041/I007)
ANTARA

ADMM Berupaya Perkuat Kerja Sama Pertahanan





01 Desember 2010, Jakarta -- Apa sebenarnya yang ingin dicapai dalam pertemuan para menteri pertahanan se-Asia Tenggara? Bukankah organisasi ASEAN sudah cukup bisa mewadahinya? Apakah sertamerta pertemuan itu mencetuskan satu konsep tentang kerja sama keamanan lintas negara? Atau ada sesuatu yang lain yang ingin digagas dalam pertemuan ini?

Beberapa pertanyaan itu mengetuk-ngetuk pikiran saat Kementerian Pertahanan mengundang pakar pertahanan dari berbagai institusi untuk mempersiapkan diri menghadapi ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) kelima pada Mei 2011 mendatang. Pertemuan yang berlangsung baru-baru ini pun membuka banyak pekerjaan rumah tangga di bidang pertahanan yang harus diselesaikan anggota ASEAN.

Pekerjaan rumah yang berat tersebut diungkap Profesor Riset dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bakti. Dengan terperinci dia mengatakan bahwa konsep ASEAN-lah yang harus dikaji ulang. “Kedekatan multilateral jarang digunakan ASEAN dalam menyelesaikan konflik internal. ASEAN juga enggan menggunakan perjanjian persahabatan dan kerja sama (treaty of amity and cooperation/ TAC) dalam menyelesaikan pihak yang berkonflik,” kata Ikrar mempreteli permasalahan konsep ASEAN.

Secara mudahnya, ASEAN juga tak mengirimkan pasukan perdamaian saat Timor Timur dalam keadaan genting pascareferendum. Negaranegara ASEAN juga tak sepenuhnya membantu operasi kemanusiaan pascatsunami di Aceh. Kondisi ini sangat berbeda dengan organisasi lain seperti PBB yang keanggotaannya sangat terikat.

Momentum

Ikrar melihat pembentukan ADMM justru bisa menjadi momentum memperbaiki keorganisasian ASEAN. Setidaknya secara bertahap mulai dari bidang pertahanan. Berdasarkan urutan sejarahnya, cikal bakal ADMM terjadi pada pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN ke-38 di Vientiane, Laos, Juli 2005. Pertemuan perdana ADMM baru dilakukan di Kuala Lumpur pada Mei 2006. Di sana disepakati ADMM akan menjadi pertemuan tertinggi ASEAN di bidang pertahanan.

Pertemuan ADMM semakin intensif pada Maret 2007 di Bali yang digagas Indonesia. Pertemuan ini berhasil meyakinkan para menteri pertahanan ASEAN bahwa ADMM ternyata mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi isu keamanan transnasional. Di pertemuan ADMM kelima Mei 2011 mendatang, Indonesia diberi kepercayaan untuk memperkokoh konsep pertahanan transnasional.

Akankah pertemuan ini bisa menjadi bagian dari mekanisme kerja sama regional yang bersifat multilateral seperti yang diinginkan Ikrar? Lebih jauh, jika pertemuan ini efektif, ADMM justru bisa meningkatkan martabat pertemuan ASEAN yang sekadar sebagai perekat, menjadi sebuah organisasi yang memayungi negara-negara di Asia Tenggara.

Harapan ini pula yang diinginkan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Koran Jakarta

Penerbang TNI AU-Singapura Tempur di Udara


F-16A/B TNI AU. RSAF mengoperasikan versi F-16C/D, sedangkan 7 F-16A/B dihibahkan ke RTAF. (Foto: Dispenau)

30 November 2010, Jakarta -- Pertempuran udara (Dog Fight) antara penerbang-penerbang tempur TNI AU dan RSAF baik satu lawan satu maupun satu lawan dua akan terjadi di wilayah udara Rembiga NTB.

Pertempuran tersebut dilakukan dalam Latihan bersama (Latma) dengan sandi ”Elang Indopura 16/10” antara TNI AU dengan Republic of Singapore Air Force (RSAF) di Lanud Ngurah Rai Bali, selama dua minggu.

Dalam Air Manuver Exercise (AMX) TNI AU mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, sedangkan RSAF mengerahkan pesawat jenis F-16 Fighting Falcon Blok D yang berpangkalan di Tindal Air Force Base (AFB) Australia dan F-5 Tiger.

Tujuan latihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para penerbang tempur dalam melaksanakan operasi udara bersama dan kerjasama kedua negara khususnya kedua Angkatan Udara.

Sebelum pelaksanaan AMX dilakukan penerbangan Observasi pengenalan wilayah latihan dengan Route Ngurah Rai-Rembiga.

Selain F-16 TNI AU dan F-16 serta F-5 RSAF, kedua Angkatan Udara juga menyiapkan pesawat lainnya diantaranya, TNI AU juga menyiapkan pesawat F-5 Tiger II dan SU-30 MK sebagai pesawat escort dan RSAF menyiapkan F-15 SG, serta didukung pesawat angkut C-130 Hercules dan pesawat helikopter SAR SA-330 Puma.

Sebelum pelaksanaan AMX, telah dilaksanakan pula kegiatan Command Post Exercise (CPX) selama empat hari (19-22/10) di Payalebar Air Force Base Singapura.
Prajurit TNI AD – Singapura Latihan Bersama di Cipatat

(Foto: Mindef)

Brigif 13 (kombinasi) dan perkuatannya melakukan operasi serangan dengan taktik penerobosan infanteri diperkuat satuan anoa (kompi mekanis) dan mendapat perlawanan secara maksimal dari kelompok insujensi bersenjata yang bertahan.

Demikian skenario latihan bersama TNI Angkatan Darat dengan Angkatan Darat Singapura atau SAFKAR INDOPURA ke 22 yang digelar di daerah latihan Cipatat dan Rajamandala, Bandung, Selasa (30/11).

Akhirnya, pasukan Brigif 13 (kombinas) dapat menghancurkan seluruh kekuatan kelompok Insurjensi bersenjata yang bertahan, sehingga sisa-sisa kekuatan kelompok insurjensi bersenjata yang masih hidup sebagian besar dapat ditawan dan sebagian kecil lainnya yang melarikan diri ke arah kedudukan pasukan penutup sehingga dapat ditangkap/dilumpuhkan. Secara taktis kekuatan sisa-sisa kelompok insurjensi bersenjata telah dilumpuhkan serta tidak memiliki lagi kekuatan untuk melakukan perlawanan bersenjata.

Kepala Staf Angkatan Darat ( Kasad ) Jenderal TNI George Toisutta yang didampimgi Kepala Staf Angkatan Darat Singapura Mayor Jenderal Chan Chun Sing, seusai menyaksikan langsung puncak latihan ini mengatakan, tujuan latihan bersama SAFKAR INDOPURA ini selain meningkatkan koordinasi dan kerjasama persahabatan yang lebih erat tentara kedua negara, juga untuk membangun hubungan yang baik.

”Ini latihan yang baru pertama latihan operasi lawan insurjensi yang selama ini lawan insurjensi di indonenasi merupakan tugas khusus atau dikatakan operasi khusus, tapi untuk sekarang operasi insurjensi ini bersifat umum karena selama pengalaman operasi keamanan dalam negeri lawan insurjensi ini kita gunakan sehingga ini perpaduan insurjen pada saat di pemukiman dari Angkatan Darat Singapura yaitu pertempuran kota, kalau di kita ada pertempuran jarak dekat ”, tambah Kasad.

Menurut Kasad , latihan bersama SAFKAR INDOPURA ke 22 ini merupakan salah satu metode latihan untuk meningkatkan kemampuan dan kerjasama di bidang militer yang mana kegua belah pihak sebagai unsur atau bagian dari program pertahanan kedua negara.

Pada latihan bersama ini, melibatkan 600 personil, masing 300 personil dari TNI Angkatan Darat dari Batalyon 303 dan Batalyon 321 Kostrad, dan 300 personil dari Angkatan Darat Singupara. Latihan bersama ini berlangsung sejak 21 Nopember hingga 30 Nopember 2010.


Dispenau/Dispenad/POS KOTA

Indonesia-Singapura Uji Kemampuan Tempur Udara

Jakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara dan Singapura kembali melakukan uji kemampuan terhadap satuan tempurnya dalam latihan bersama bertajuk "Elang Indopura 16/10".

Juru bicara TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro di Jakarta, Rabu, mengatakan, dalam latihan yang berlangsung hingga 10 Desember itu, dilakukan latihan posko dan manuver lapangan.

Manuver lapangan, lanjut Marsekal Pertama Bambang Samoedro, seperti pertempuran udara (dog fight) antara penerbang-penerbang tempur TNI AU dan Angkatan Udara Singapura (RSAF) baik satu lawan satu maupun satu lawan dua di wilayah udara Rembiga Nusa Tenggara Barat.

Dalam "Air Manuver Exercise" (AMX) TNI AU mengerahkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, sedangkan RSAF mengerahkan pesawat jenis F-16 Fighting Falcon Blok D yang berpangkalan di Tindal Air Force Base (AFB) Australia dan F-5 Tiger.

Latihan itu, kata Bambang, bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang tempur dalam melaksanakan operasi udara bersama dan kerja sama kedua negara khususnya kedua angkatan udara.

Selain F-16 TNI Angkatan Udara dan F-16 serta F-5 RSAF, kedua Angkatan Udara juga menyiapkan pesawat lainnya.

TNI Angkatan Udara diantaranya, menyiapkan pesawat F-5 Tiger II dan SU-30 MK sebagai pesawat escort. Sedangkan pihak RSAF menyiapkan F-15 SG, serta pesawat angkut C-130 Hercules dan pesawat helikopter SAR SA-330 Puma.

Sebelum pelaksanaan AMX, telah dilaksanakan pula kegiatan "Command Post Exercise" (CPX) selama empat hari di Pangkalan Udara Payalebar Singapura.
(R018/B010)
 ANTARA

"Indonesia Teman Sejati Jepang"

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri pada Selasa di Jakarta mengatakan bahwa kedua negara adalah teman sehati sebagai mitra strategis dwipihak maupun dalam pentas dunia.

Hal tersebut ia sampaikan dalam peringatan hari ulang tahun ke-77 Kaisar Jepang di Jakarta, yang dihadiri berbagai kalangan usaha, pemerintahan serta pejabat diplomatik negara asing lain.

"'Kokoro no tomo' adalah lagu yang banyak dinyanyikan orang Indonesia. Saya ingin mengutip lagu tersebut untuk sebuah pesan, 'ingatlah diriku sebagai teman sehati'," kata Dubes Shiojiri dalam bahasa Indonesia, yang mengundang tepuk tangan hadirin.

"Kemitraan strategis Indonesia-Jepang diharapkan terus berlangsung dan semakin erat," demikian pernyataan Shiojiri, senada dengan harapan Wakil Presiden Boediono, yang hadir dalam kesempatan itu.

Wapres Boediono, yang didampingi Herawati Boediono, berdiri satu panggung dengan Duta Besar Shiojiri dan istri, sementara di latar panggung terpampang bendera Indonesia dan Jepang sebagai lambang persahabatan kedua negara itu.

"Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, kami mengucapkan terimakasih atas hubungan erat ini, juga kepada negara sahabat lain. Terimakasih atas dukungannya," kata Boediono.

Hadirin dijamu makanan khas Jepang diiringi alunan musik dari pesinden asal Jepang, Hiromi Kano, yang membawakan lagu tradisional Jawa.

Kaisar Jepang Akihito berulang tahun pada 23 Desember, namun pelaksanaan kegiatan tersebut dimajukan agar tamu dapat turut menghadiri hari ulang tahun Kaisar, yang dalam bahasa Jepang disebut Tenno Tanjobi.

Di Jepang, acara serupa biasa diperingati Istana Kaisar dengan mengundang warga guna memberi kesempatan bertemu dengan keluarga Kaisar.

Hari ulang tahun Kaisar Jepang menjadi libur nasional di Jepang, meskipun kaisar berganti, seperti halnya Kaisar Meiji, yang memerintah pada 1867-1912, yang hari lahirnya pada 3 November dijadikan Hari Budaya, sementara Kaisar Hirohito, yang memerintah pada 1926-1989, hari ulang tahunnya pada 29 April dijadikan Hari Hijau.
(ANT/A038)

ANTARA

BERITA POLULER