Pages

Friday, November 26, 2010

Indonesia Perlu Waspadai Konflik Korea


Depok (ANTARA News) - Direktur Kajian Politik pada Center for Indonesian National Policy Studies (CINAPS) Guspiabri Sumowigeno mengatakan bahwa pemerintah perlu mewaspadai kemungkinan bahwa konflik dua Korea berimbas pada keamanan nasional.

"Ada sekitar 25.000 populasi Korea Selatan di Indonesia yang perlu dilindungi," kata Guspiabri, di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, intelijen Korut memiliki kemampuan melancarkan operasi terbatas di luar negeri seperti ditunjukkan dalam penculikan warga keturunan Korea di Jepang dan pemboman di Myanmar yang membunuh beberapa anggota Kabinet Korea Selatan.

Keamanan di semenanjung Korea makin mencekam setelah Korea Utara memberondong pulau Pyengpyeong, pulau di garis terdepan perbatasan kedua negara itu di laut Kuning, ajang pertikaian kedua negara tersebut sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir.

Guspiabri mengatakan, peningkatan konflik Korea Utara dan Korea Selatan menambah jenis konflik AS-China. Sejak akhir 1970-an konflik keduanya hanya terjadi diwilayah ekonomi.

Korea Utara yang tertinggal dalam banyak aspek dari Korea Selatan yang didukung AS secara politik dan militer, tak mungkin melakukan tindakan serupa bila tak memperhitungkan dukungan China.

Dikatakannya bahwa konflik terbaru di semenanjung Korea adalah undangan bagi China untuk menjajal kekuatan politik aktual China sebagai hasil peningkatan kapasitas ekonominya, dalam mengimbangi AS di lembaga internasional yang menangani masalah politik dan keamanan internasional, yaitu PBB.

Bagi China, katanya, menangani masalah Korea dalam kedudukannya yang baru adalah sebuah tantangan untuk mengukur kewibawaan politiknya secara internasional, mengingat bahwa Beijing bukanlah pihak yang menduduki kursi China di Dewan Keamanan PBB pada saat berlangsung perang Korea yang dimulai 25 Juni 1950 diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata.

Saat itu kursi China diduduki Pemerintahan Nasionalis yang berkedudukan di Taiwan. Gencatan senjata pada 27 Juli 1953 deteken oleh China (Beijing) dan Korut di pihak komunis dan Komando PBB di pihak masyarakat internasional, yang membagi Korea menjadi dua negara.

Pada awal tahun 1990-an Pyongyang mengumumkan akan mentaati pakta, dan saat ini ada ancaman bahwa negara itu bisa membatalkannya.

Korea Utara tidak akan mendorong perang, tetapi akan puas dengan menurunnya citra AS sebagai kekuatan besar di Asia Timur. Itu adalah kredit bagi Pemerintah Korea Utara dimata rakyatnya yang sedang kesulitan ekonomi.

AS sendiri berada dalam posisi yang sulit, karena masalah ekonomi domestik yang amat berat, serta tanggungjawab di Irak dan Afganistan yang masih terus berjalan, dan karena itu keterlibatan dalam perang baru bukanlah pilihan yang akan disetujui oleh pembayar pajak di negeri itu.(Ars)
 
Antara

Apel Kesiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI



26 November 2010, Surabaya -- Ratusan prajurit Korps Marinir Pasmar-1 mengikuti Apel Kesiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Kesatryan Marinir Soepraptono, Semarung Ujung Surabaya, Jumat (26/11). Sebanyak 500 prajurit Korps Marinir Pasmar-1 bergabung bersama ratusan prajurit TNI lainnya, akan mengikuti latihan tempur PPRC di Sangata Kaltim dengan tujuan menjaga keutuhan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ss/nz/10)

Antara,
Berita Hankam

Panglima TNI: Pertumbuhan Penduduk Tinggi Ancam Stabilitas


0diggsdigg

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini dapat mengancam stabilitas pertahanan dan keamanan nasional.

"Ketahanan Nasional dan pembangunan nasional yang terencana dan terintegrasi dengan baik sangat tergantung dan terkait dengan pembangunan manusia. Pembangunan manusia yang optimal antara lain dapat dilakukan melalui percepatan revitalisasi program KB," katanya di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan KSAD Jenderal TNI George Toisutta nya pada rapat paripurna revitalisasi program KB, Agus mengatakan, pembangunan yang merata akan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, mengurangi gangguan keamanan dan menghapuskan potensi konflik.

Karena itu, dalam perspektif TNI dan pertahanan negara, pembangunan manusia melalui program KB didedikasikan untuk memberdayakan dan mewujudkan ketahanan wilayah dalam rangka ketahanan nasional yang kuat dan tangguh, tutur Panglima TNI.

Ia mengatakan, dengan laju pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,49 persen atau 3,4 juta jiwa per tahun, akan berdampak terhadap segala sisi pembangunan baik sosial, ekonomi, politik dan keamanan.

"Tingginya laju pertumbuhan penduduk tanpa dibarengi ketersediaan kebutuhan lapangan pekerjaan, kesehatan dan pendidikan, hanya akan menimbulkan masalah bagi negara," katanya.

Panglima TNI menegaskan, penduduk yang banyak dan berkualitas dapat menjadi aset berharga. Namun jika sebaliknya, maka itu hanya akan menjadi beban dan masalah bagi negara.

Jika program revialisasi KB gagal, maka diperkirakan pada 10 hingga 15 tahun mendatang jumlah penduduk Indonesia bisa mencapai 285 juta jiwa.

"Jumlah itu akan membebani pembangunan nasional dalam penyediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, sandang, pangan serta keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Agus.

Sumber: ANTARA

Kopassus akan Perbarui Persenjataan


0diggsdigg

Satuan antiteror Kopassus sudah dilengkapi senapan H&K MP5

Jakarta (ANTARA News) - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD akan segera memperbarui persenjataan perorangan bagi para personelnya meski tetap mempertimbangkan anggaran yang tersedia.

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Paulus Lodewijk disela olah raga bersama kalangan media massa di Markas Komando Kopassus, Jumat, mengatakan, pengadaan senjata perorangan seperti senapan dan pistol itu tetap disesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.

"Sebenarnya Alustistanya tidak mahal-mahal sekali karena satuan khusus kita berkaitan dengan teknologi maka kita juga harus menyesuaikan dengan teknologi senjata yang berkembang di luar," katanya.

Pengembangan kekuatan termasuk melengkapi persenjataan perorangan bagi personel baret merah, tambah Paulus Lodewijk, sesuai dengan kebijakan kekuatan pokok minimum.

"Jadi bukan mengurangi, tetapi meningkatkan secara bertahap kekuatan yang ada disesuaikan rencana strategis yang disetujui. Yang jelas Kopassus akan mendapat penambahan anggaran. Secara otomatis ada penambahan alutista," tuturnya.

Sebagai pasukan khusus, Kopassus dilengkapi berbagai perlengkapan dan persenjataan sangat canggih dan modern.

Semisal untuk membaca peta, tidak lagi menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan satelit.

Sedangkan untuk satuan antiterornya sudah dilengkapi senapan H&K MP5, yang merupakan standar pasukan khusus terbaik di dunia seperti yang digunakan oleh Green Beretts, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dan lain-lain.

Sementara untuk pistol yang dipakai Beretta 9 mm (45). Selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kaliber 22 mm (pistol kecil).

Kopassus punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dan lain-lain.

Dengan peralatan terjun itu, pasukan dapat terjun dari ketinggian sekitar 10.000 kaki.

Pasukan ini juga dilengkapi peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR/Landing Craft Rubber/perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan di malam hari), menyelam (dilatih seperti UDT, Underwater Demolition Team US Navy), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal di luar sebagai PPGAD/Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).

Sumber: ANTARA

90% Kebutuhan nonalutsista produk dalam negeri


0diggsdigg


Sukoharjo (Espos)–Kementrian Pertahanan (Kemhan) Indonesia menggelar rapat koordinasi dengan 20 perusahaan industri yang memproduksi peralatan dan perlengkapan pertahanan non alat utama sistem senjata (alutsista) di Gedung Serba Guna, PT Sritex, Sukoharjo, Jumat (26/11).

Sekretaris Jendral Kemhan, Marsekal Madya TNI Eris Herryanto dalam jumpa pers sebelum rapat koordinasi mengutarakan, pertemuan itu digelar untuk menyinergikan kemampuan industri dalam negeri yang berkompeten memproduksi kebutuhan peralatan dan perlengkapan nonalutsista.

Dia mengatakan, saat ini 90% butuhan peralatan dan perlengkapan nonalutsista untuk TNI sudah dapat dipeunhi oleh industri dalam negeri. Begitu juga dengan produk perlengkapan perorangan lapangan, seperti pakaian militer, ransum, sepatu, ransel, serta tenda sudah bisa diekspor ke negara sahabat.

Selain dihadiri jajaran pejabat Kemhan dan perusahaan industri pertahanan, rapat koordinasi tersebut antara lain dihadiri pejabat Mabes TNI. Mantan Jaksa Agung, Hendarman Supanji juga tampak hadir dalam pertemuan itu.

Sumber: SOLO POST

Hibah F-16 Menunggu Kesepakatan Suku Cadang Dan Alih Teknologi

F16 block 52 yang diminati TNI AU tapi indonesia di tawari 24 unit F16 bol 25

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pesawat jet tempur F-16 bekas dari Amerika Serikat diperkirakan bisa dipakai hingga tahun 2025 mendatang. "Jika meningkatkan dari kondisi yang ada, diproyeksikan sampai 2025 bisa digunakan," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya Sukirno KS, usai rapat paripurna Percepatan Revitalisasi Program KB-KES di Mabes TNI Cilangkap, Jum'at (26/11).

Pemerintah awalnya berencana membeli enam unit pesawat tempur F-16 baru dari Amerika. Namun Amerika justru menawarkan F-16 bekas mereka sejumlah 24 unit, yang harganya setara dengan enam pesawat baru tersebut.

Pemerintah dan TNI sendiri lebih memilih pesawat dalam jumlah yang banyak asalkan performanya bisa diperbaiki (retrofitting). Pertimbangannya, wilayah perbatasan Indonesia yang harus dilindungi dan dipantau amatlah luas.

Menurut Sukirno, pembelian 24 pesawat F-16 bekas menunggu kesepakatan dengan Amerika, antara lain soal suku cadang dan alih teknologi. Termasuk di dalamnya tentang mesin pesawat dan sistem avionik, yakni peralatan yang digunakan untuk pesawat, meliputi radar, radio, dan alat-alat navigasi. "Persenjataan juga dipasang dari Amerika. Pesawat dipakai sudah siap tempur," ujarnya.

Pemerintah dan TNI, lanjutnya, saat ini juga masih mengkaji anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi 24 pesawat tersebut. Kendati demikian, Sukirno memastikan, F-16 dari Amerika bisa dipakai oleh penerbang-penerbang TNI pada tahun 2012. "Dua tahun mendatang bisa digunakan," kata dia.

Sumber: TEMPO

Hibah F-16 Tak Pengaruhi Anggaran Pembelian Sukhoi


0diggsdigg

F-16 Block 25

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, biaya perawatan terhadap 24 unit pesawat tempur F-16 yang akan dihibahkan Amerika Serikat kepada Indonesia tidak akan mengganggu pos anggaran belanja pesawat tempur Sukhoi.

"Saya perlu tegaskan bahwa hibah itu sama sekali tidak mempengaruhi anggaran untuk belanja Sukhoi. Anggarannya ada tersendiri," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada Suara Karya usai pembukaan penyampaian informasi tentang ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) 2010 di Jakarta, Kamis (25/11).

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahhfudz Siddiq mengatakan akan mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI agar menolak hibah pesawat tempur F-16 Amerika Serikat itu. DPR khawatir pesawat F-16 bekas itu akan memboroskan anggaran melalui perawatan dan penggantian suku cadang.

Menhan mengatakan, hibah pesawat F-16 jenis Blok-25 masih relatif canggih dan terbaru, meski masih berada di grade Blok-52 yang merupakan terbaru. "Tapi, tim sekarang ini masih mengkaji dan hingga kini belum ada keputusan," ujar dia.

Pada sisi lain, kata Purnomo, pemerintah masih mempertimbangkan membeli pesawat tempur F-16 baru sebanyak 6 unit atau menerima tawaran hibah sebanyak 24 unit F-16 bekas. "Hal tersebut sedang dikaji. Kita punya dana untuk membeli enam pesawat baru F-16. Kalau dana itu bisa untuk membeli sebanyak 24 sampai 30 F-16 yang tidak baru, kemudian kita upgrade ke blok yang lebih canggih, dan kita akan gunakan," katanya.

Plus-minus

Menurut Menhan, pertimbangan antara membeli enam pesawat F-16 baru atau yang tidak baru sebanyak 24 unit dengan jumlah dana anggaran yang sama, didasarkan pada kemampuan daya tangkal tempur (deterence).

"Itu yang sedang ditimbang-timbang. Kata kuncinya di lifetime (masa pakai). Karena saya pernah belajar di AU, yang beda strukturnya. Kita mesti chek. Strukturnya itu apakah bisa tahan atau tidak," kata dia.

Purnomo mengatakan, alasan AS menawarkan hibah F-16 karena ada kelebihan pesawat dan mereka sudah mengganti dengan jenis F-18. Kalau F-16 itu dilepas akan mengurangi ongkos perawatan mereka.

"Blok yang akan dikasih adalah blok 25. Sama seperti kita. Yang baru itu, blok 52. Nantinya tergantung kita, namun sesuai kemampuan. Di antara dua pilihan ini, semua ada plus minusnya. Kita cari yang kecil minusnya," ujarnya

Sumber : SUARA KARYA

BERITA POLULER