Pages

Thursday, November 25, 2010

Paskhas Gelar Latihan Pertahanan Udara


(Foto: Dispenau)

25 November 2010, Jakarta -- Latihan Pertahanan Hanud Titik sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan Korps Paskhas dalam meningkatkan dan mempertahankan kemampuan prajurit, sekaligus memberikan bekal ilmu pengetahuan serta keterampilan tentang mekanisme sistem penggunaan maupun operasional senjata QW-3 serta mengetahui mekanisme gelar operasi pertahanan udara titik kepada prajurit paskhas dalam menghadapi tugas-tugas ke depan.

Demikian dikatakan Dankorpaskhas Marsekal Pertama TNI Harry Budiono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Korpaskhas Kolonel Psk. Rolland DG. Waha pada upacara Pembukaan Latihan Pertahanan Hanud Titik, di Lapangan Upacara Wing III Paskhas, Lanud Sulaiman, Bandung (22/11) seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI AU.

Menurutnya, dinamika perubahan lingkungan strategis dan regional senantiasa bergerak sangat cepat serta diikuti segala dampak mengarah pada negatif yang dapat memengaruhi langsung pada seluruh aspek kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

"Korps Paskhas senantiasa tetap terus melaksanakan pembinaan dengan cara memelihara dan meningkatkan kesiapan operasional baik kesiapan prajurit maupun kesiapan alutsistanya. Oleh karena itu, Korps Paskhas menempatkan latihan sebagai kebutuhan pokok bagi setiap prajuritnya baik pada tingkat satuan Kompi, Batalyon maupun tingkat Wing," katanya.

JURNAS

17 Unit Tank BMP-3F Rusia Tiba Jumat Malam


0diggsdigg

BMP 3f jenis IFV buatan Rusia

Jakarta (ANTARA News) - Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Aflan Baharudin mengatakan 17 unit tank amfibi BMP-3F buatan Rusia akan tiba di Indonesia pada Jumat (26/11) malam.

Dikonfirmasi ANTARA usai menghadiri serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer di Jakarta, Kamis, ia mengatakan, ke-17 unit tank amfibi tersebut akan tiba di Dermaga Ujung Surabaya.

"Selain 17 unit tank amfibi, terdapat pula satu mobil bengkel. Seluruhnya diangkut dari Rusia ke Indonesia menggunakan kapal kargo komersial Rusia. Tiba sekitar pukul 19.00 WIB," ujarnya.

Alfan menambahkan, setibanya di Dermaga Ujung Surabaya ke-17 unit tank amfibi itu akan menjalani uji fungsi untuk memastikan seluruh peralatan, perlengkapan tank tersebut beroperasi baik.

"Uji fungsi akan dilaksanakan di Surabaya dan Pusat Latihan Tempur Marinir Karang Tekok, Sitobondo. Usai menjalani uji fungsi dengan sempurna, baru akan akan ada penyerahan secara resmi dari Pemerintah Rusia kepada Indonesia dan TNI serta TNI Angkatan Laut sebagai pengguna," katanya.

Saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) marinir, termasuk kendaraan tempur, sekitar 60 hingga 70 persen.

"Cukup baik, tetapi kan ada beberapa yang sudah sangat tua hingga perlu segera diganti untuk memaksimalkan efek tangkal dan daya tempur kita," katanya.

Dana yang dikucurkan dalam pembelian itu mencapai Rp455 miliar atau 50 juta dolar AS. Awalnya, dengan harga tersebut TNI AL mendapatkan 20 tank, tetapi akhirnya hanya didapat 17 unit karena harganya naik.

Korps marinir saat ini memiliki sekitar 400 tank. Sebagian di antaranya kurang layak beroperasi. Sebagian yang masih bisa diperbaiki akan diperbaiki. Sementara yang sudah tidak layak sama sekali akan dikandangkan, kata Alfan.


BMP-3F
Tank amfibi BMP-3F yang diproduksi Rusia adalah kendaraan tempur (Ranpur) lapis baja yang sempurna dari segi teknologi dan kebutuhan pertempuran masa kini (Pertempuran Asimetris).

Di era 90-an BMP-3F pernah diujicoba di United Arab Emirates bersama dengan ranpur lainnya, diantaranya buatan Inggris dan Amerika. Dari hasil ujicoba tersebut memperlihatkan hasil yang memuaskan pada BMP-3F.

Selanjutnya BMP-3F disempurnakan kembali khususnya untuk manuver di laut, dimana penambahan Snorkel (sirkulasi udara saat manufer di laut ruang pasukan / tempur tetap normal), dan perbaikan pada tameng di kubah untuk menahan air agar tidak masuk ruang tempur.

BMP-3F memiliki beberapa fitur khusus antara lain, konstruksi (chasis) BMP-3F memungkinkan untuk dimodernisasi, mudah perawatannya dan minim pemeliharaan.

Dengan adanya beberapa penyempurnaan BMP-3F menjadi ranpur segala medan yang cukup berat, namun hal ini bisa diimbangi dengan manuver dan pertahanan diri yang lebih baik

Tak hanya itu, BMP-3F mengaplikasi persenjataan baru (SKS Arteleri - Roket - Meriam) dengan sistem kontrol penembakan secara otomatis dan mampu menembak tepat dari segala jenis senjata saat bergerak karena di BMP3F sudah menggunakan skema balok
penggontrol penembakan otomatis yang baru (pola stabilizer sistem baru).

Selain itu, konstruksi persenjataan BMP-3F merupakan penggabungan dalam satu komponen (single-turet): Meriam, peluncur roket berkaliber 100mm, kanon otomatis berkaliber 30 mm dan Mitraliur berkaliber 7,62 mm.

Penggabungan ini memungkinkan awak ranpur dapat memilih dengan cepat keperluan penggunaan senjata dalam situasi tempur tergantung dari sasaran yang diinginkan baik darat, laut maupun udara.

Sumber: ANTARA

Si Bengal Korea Utara Cari Perhatian Via Senjata


0diggsdigg

Kemampuan Militer Kedua Negara Korea

Jakarta (ANTARA News) - Pada 12 November 2010, ilmuwan nuklir Siegfried Hecker dan dua koleganya dari Universitas Stanford yaitu John Lewis dan Robert Carlin diajak mengunjungi Komplek Nuklir Yongbyon di Korea Utara.

Mereka dipameri reaktor air berat (LWR) eksperimental yang tengah dibangun, beserta sebuah fasilitas baru untuk 2.000 mesin pemutar yang diperuntukkan bagi pengayaan uranium untuk reaktor baru tersebut.

Hecker dan para koleganya terkejut pada kecanggihan dan kebersihan reaktor nuklir baru tersebut, yang berbeda dari karakteristik reaktor Yongbyon sebelum ini.

Sekembalinya dari kunjungan itu, Hecker secara pribadi memberitahu Gedung Putih soal penemuan baru berkaitan dengan program nuklir Korea Utara tersebut di mana pemerintahan AS sudah menyangka lama terus dilanjutkan kendati ada sanksi dari PBB.

Menyusul pembeberan oleh Hecker ini, Korea Utara menembakkan artilerinya pada 23 November dekat Pulau Yeonpyeong yang berada di Garis Batas Utara (NLL) di Laut Kuning.

Dua marinir Korea Selatan dan warga sipil terbunuh dalam bentrok itu, dan 1.600 warga pulau itu dievakuasi secara parsial.

Tanya : Apa tujuan dari fasilitas baru di Yongbyon itu?
Jawab : Korea Utara mengklaim bahwa mereka tengah membangun LWR ekperimental dengan mengandalkan sumber daya dan tenaga dalam negeri serta akan operasional pada 2012.
Mereka mengklaim bawa tujuan fasilitas mesin pemutar nuklir itu hanyalah mempromosikan tenaga nuklir untuk sipil dan tidak akan digunakan untuk pengayaan uranium bagi senjata nuklir.
Kendati begitu, tidak banyak yang mempercayai hasrat Korea Utara itu sepenuhnya untuk kebutuhan energi, mengingat catatan masa lalunya yang kelam. Sejumlah pakar soal Korea Utara memprediksi akan ada percoban nuklir dalam waktu dekat nanti, dan kemungkinan fasilitan serta reaktor nuklir baru itu ditujukan untuk menghasilkan senjata nuklir tersebut.

Tanya : Mengapa Korea Utara menggeber program pengembangan nuklirnya?
Jawab : Pengembangan program nuklir Korea Utara yang lebih jauh adalah pelanggaran terang-terangan terhadap sanksi PBB kepada negeri itu, sehingga sangat mengherankan jika ilmuwan dan pakar Amerika malah diundang untuk melihat kemajuan nuklir Korea Utara itu.
Dari perspektif Utara, ada sejumlah motivasi yang masuk akal untuk ini, diantaranya:
- sebagai tekanan untuk dilanjutkannya Pembicaraan Enam Pihak dari mana Utara berharap menerim bantuan internasional;
- untuk memperkuat mandat penerus pemimpin Korea, Kim Jong-un, dengan mendukung secara lembut proses suksesi yang sepertinya tengah berlangsung;
- memperkuat ancaman senjata nuklir Utara untuk digunakan sebagai daya tawar dalam negosiasi-negosiasi di masa mendatang.

Tanya : Apa isyarat pertama bahwa Korea Utara tengah melakukan pengayaan uranium?
Jawab : Pada 2002, pemerintahan Bush menghadang Korea Utara dalam upayanya mengimpor material untuk mengembangkan nuklir.
Pada 2008, Korea Utara, dimotivasi oleh negosiasi-negosiasi perlucutan senjata, menyerahkan laporan setebal 18.000 halaman kepada Departemen Luar Negeri AS bahwa operasi reaktor Yongbyon terkontaminasi oleh partikel-partikel Uranium.
Walaupun dihadapkan pada indikator-indikator itu, banyak yang mengklaim Amerika Serikat telah mengobral negosiasi dengan Utara berdasarkan alasan kerusakan yang pura-pura itu.
Pengungkapan program pengayaan Uranium oleh Korea Utara itu tidak hanya membenarkan kebijakan yang diambil AS waktu itu, tetapi juga membuktikan bahwa program nuklir Utara memang telah jauh lebih maju.

Tanya : Apa dampak pengungkapan fasilitan pengayaan uranium baru milik Korea Utara itu terhadap kelanjutan Pembicaraan Enam Pihak?
Jawab : Kendati Korea Utara mungkin berharap pengungkapan program nuklir baru mereka ini bakal memaksa lima pihak lainnya kembali ke meja perundingan, pemerintahan AS telah memaklumatkan hanya akan bernegosiasi dengan Korea Utara jika negara ini menunjukkkan keseriusannya dalam menghormati komitmennya dengan mengambil langkah kongkret dan tegas menuju denuklirisasi.”
Oleh karena itu, aktivitas baru di Yongbyon ini, sebelum kontak senjata Selasa, tampakaknya akan membuat setiap pembicaraan resmi jauh lebih mandek. Meski begitu, para pejabat AS menegaskan bahwa serangan Selasa lalu di dekat Yeonpyeong telah secara efektif memadamkan upaya-upaya dalam memulai lagi Pembicaraan Enam Pihak.

Tanya : Apa fakta-fakta di balik bentrok perbatasan di dekat NLL itu?
Jawab : Pada pukul 2.34 sore waktu setempat, tanggal 23 November, tembakan artileri Korea Utara mulai diarahkan ke perairan yang mengelilingi Pulau Yeonpyeong.
Kira-kira 50 bombardeman menghantam pangkalan militer Korea Selatan di pulau itu, menewaskan dua marinir Korea Selatan, dua warga sipil, dan melukai 19 lainnya.
Menurut seorang pejabat pemerintah lokal, serangan itu berlangsung selama sejam, dan meluluhlantakkan banyak bangunan di pulau tersebut. Militer Korea Selatan memuntahkan kira-kira 80 bombardemen dan menggelarkan sejumlah jet tempur ke wilayah itu dalam rangka serangan pembalasan.
Sebelum insiden itu meletus, militer Korea Selatan menggelar latihan rutin di sepanjang pantai Yeonpyeong. Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Inggris, dan Uni Eropa mengutuk keras serangan Korea Utara itu, namun China hanya berkomentar mendesak semua pihak untuk menahan diri.
Tentu saja Korea Utara membantah mengawali provokasi dan menumpahkan semua kesalahan kepada Selatan.

Tanya : Apa motivasi Utara menyerang Selatan kali ini?
Jawab : Lihat jawaban nomor 2 di atas. Tambahan, tampaknya Korea Utara tidak mendapat reaksi seperti yang diharapkannya dari aktor-aktor kawasan, setelah pengungkapan program nuklir itu.

Amerika Serikat dan Korea Selatan menegaskan lagi pendiriannya untuk tidak melanjutkan Pembicaraan Enam Pihak sampai Utara mengambil langkah konkret dan tegas menuju denuklirisasi.

Tanya : Bisakah kita memperkirakan bakal ada serangan lebih banyak lagi dari Korea Utara dalam waktu dekat nanti?
Jawab : Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan lebih banyak lagi serangan dari Utara, mengingat prilaku gemar perangnya yang terakhir ini.

Waktu di antara provokasi-provokasi Korea Utara sepertinya menyusut secara signifikan satu sama lain. Ini bisa mencerminkan ketidakstabilan yang meningkat di Utara, proses suksesi kepemimpinan, atau kombinasi keduanya.

Militer Korea Selatan dan AS menggelar latihan militer bersama pekan ini, yang sedianya digelar mulai Selasa lalu saat serangan Utara dilancarkan. Korea Utara mungkin menggunakan latihan itu sebagai dalih untuk serangan berikutnya. (*)

Disadur dari tulisan Victor Cha dan Kathleen Harrington dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Washington, oleh adam rizal. editor jafar sidik

Sumber: ANTARA

2014 PAL Mendapatkan Kontrak 2 Kapal Selam, 2 PKR, 11 KCR, 7LST, 17 FAV, 25 Upgrade Kapal Perang TNI AL


0diggsdigg

Kapal Perang Perusak Kawal Rudal Jenis Sigma 10514 buatan PT PAL Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Soeparno, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemusnahan 12 kapal perang yang kini berada di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). "Ya kapal-kapal yang mesinnya tidak dapat dioperasikan, akan kit over haul, atau re-powering. Jika sama sekali tidak bisa diganti, atau tidak bisa di-repowering sesuai kebutuhan, ya kita ganti dengan pengadaan baru," katanya di Jakarta, Kamis (25/11).

Usai serah terima jabatan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), ia mengatakan, saat ini unsur-unsur yang dimiliki Kolinlamil jumlahnya sangat terbatas dan usianya sudah sangat lanjut. "Karena itu, dalam rangka kekuatan pokok minimum, maka pemenuhan kapal-kapal baru untuk menggantikan kapal-kapal tersebut, akan menjadi prioritas," kata Soeparno.

Mantan Pangkolinlamil, Laksamana Muda TNI Slamet Sulistiyono, mengatakan bahwa TNI Angkatan Laut segera memusnahkan enam kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), sebagai bagian dari program peremajaan alat utama sistem senjata matra laut. "Enam kapal LST dan LDP itu sudah berusia rata-rata 64-70 tahun. Kapal ini sudah saatnya diganti," katanya.

Keenam kapal LST itu berada di Komando Lintas Laut Militer Kolinlamil TNI Angkatan Laut. TNI Angkatan Laut (AL) akan mempensiunkan beberapa kapal perangnya yang sudah berusia tua dan tidak laik untuk dioperasikan. "Kami masih melakukan pemilahan, pengkajian kapal-kapal mana saja yang akan dimusnahkan, yang jelas kapal yang akan dimusnahkan itu buatan tahun 1942," katanya.

Keenam LST itu antara lain KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Bayur 502, KRI Teluk Kau 504, KRI Teluk Tomini 508, KRI Teluk Ratai 509, KRI Teluk Saleh 510, dan KRI Teluk Bone 511 eks AL Amerika Serikat buatan tahun 1942-1945, di antaranya digunakan dalam operasi amfibi di pantai Normandia saat Perang Dunia ke-2.

Menurut Slamet, enam kapal tua yang akan dimusnahkan masih dapat dioperasikan hingga akhir tahun ini. Mesin kapal masih cukup terawat. "Karena pertimbangan usia kapal sudah tua, maka harus dipensiunkan. Ini pun sudah menjadi kebijakan TNI Angkatan Laut," ujar Slamet lagi. Keenam LST tersebut akan digantikan kapal sejenis buatan PT PAL.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PT PAL Harsusanto mengatakan hingga 2014 PT PAL telah mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan dan TNI Angkatan Laut yakni dua kapal selam, dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 11 unit KCR-40, tujuh unit kapal angkut tank (AT/LST), 17 unit tank amfibi, dan 25 unit peningkatan kemampuan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.

Sumber: Republika

Prajurit Paskhas Latihan Tembak


0diggsdigg


BANDUNG (Pos Kota) – Latihan Hanud Titik yang digelar selain meningkatkan kemampuan serta kemahiran para prajurit terhadap alutsista yang diawaki, juga meningkatkan kemampuan unsur staf dalam penganalisaan dan memberikan masukan serta saran kepada pimpinan dalam menentukan cara bertindak pada pelaksanaan operasi dan latihan yang diselenggarakan TNI Aangkatan Udara umumnya dan Korps Paskhas khususnya.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korps Paskhas Marsekal Pertama TNI Harry Budiono, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Operasi Korps Paskhas Kolonel Psk Rollan DG. Waha pada upacara penutupan latihan Hanud Titik, yang bertempat di daerah latihan Lemabaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Pamempeuk, Garut, Jawa Barat.

Dankorpaskhas menambahkan, latihan ini juga bertujuan meningkatkan serta memelihara profesionalisme prajurit paskhas dalam mengoperasikan senjata rudal jarak pendek QW-3, sekaligus seagai sarana untuk membeikan gambaran tentang pelaksanaan dan prosedur operasi hanud titik dalam mendukung operasi TNI Angkatan Udara.

Marsma TNI Harry Budiono mengharapkan, semangat dan kesungguhan saudara-saudara mengikuti pelatihan hanud titik, dapat diaplikansikan pada kegiatan operasi yang sesungguhnya. Untuk itu, pupuk terus dan tingkatkan kemampuan para prajurit pada setiap ada kesempatan, dengan terus berlatih dan berlatih.

sebagaimana kita ketahui bersama bahwa latihan serupa bukan kali pertama dilaksanakan prajurit paskhas, tentu dalam pelaksanaannya, masih banyak ditemukan hambatan dan kendala, baik dari aspek teknik, taktik maupun manajemen latihan. Untuk itu, perlu adanya evaluasi dan kaji-ulang secara menyeluruh dalam penyelenggaraan latihan ini, dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan latihan di masa yang akan datang. Tambah Dankorpaskhas.

Dengan keberhasilan yang dicapai selama berlangsungnya latihan, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan kepada penyelenggara dan peserta latihan yang telah mampu mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan semangat yang tinggi, sehingga mampu menunjukkan kualitas prajurit paskhas yang militan dan profesional.

Latihan Hanud Titik ini, selain menggunakan simulator QW-3 yang berlokasi di Wing III Paskhas, juga melaksanakan pratek penembakkan di Pamemupeuk, Garut Jawa Barat, serta melibat sejumlah 135 prajurit berpangkat perwira, bintara dan tamtama yang berasal dari Wing III dan Batalyon 467 Paskhas, jumlah tersebut termasuk pendukung pelatihan. (

Tampak dua prajurit Korps Paskhas sedang melaksanakan praktek penembakkan dan penggunaan senjata QW-3 dalam operasi pertahanan Udara Titik yang berlangsung di daerah latihan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) yang lebih dikenal dengan Tempat peluncuran roket, Pamemupeuk, Garut, Jawa Barat.

Sumber: POS KOTA

Korsel Tingkatkan Kekuatan Tempur di Kepulauan Barat


0diggsdigg

illustrasi

Seoul (ANTARA/Yonhap-OANA) - Korea Selatan memutuskan akan meningkatkan persenjataan militernya di Laut Kuning yang tegang untuk menghadapi kemungkinan serangan baru dari Korea Utara, kata kantor kepresidenan Cheong Wa De Kamis.

Kantor itu juga mengumumkan rencana untuk memperbaiki kebijakan militer mengenai penggunaan kekuatan menghadapi Korea Utara jika pecah pertempuran.

Keputusan itu muncul setelah Korea Utara melakukan serangan terhadap Pulau Yeongpyeong di garis depan Korea Selatan di Laut Kuning, yang sejak lama menjadi titik api antara kedua militer yang bertempur pada Selasa.

Pemboman menewaskan dua anggota Agkatan laut Korea Selatan dan beberapa warga sipil serta melukai lebih dari sejumlah orang lainnya.

"Kita tidak harus melepaskan rasa krisis dalam persiapan untuk kemungkinan provokasi lain oleh Korea Utara. Sebuah provokasi seperti ini dapat berulang setiap saat," kata Presiden Lee Myung-bak sebagaimana dikutip dalam pertemuan darurat dengan menteri keamanan dan ekonomi.

Presiden menginstruksikan bahwa tentara di lima kepulauan di Laut Kuning, wilayah yang paling rentan terhadap perilaku berperang Korea Utara, akan dilengkapi dengan senjata tercanggih dunia, menurut juru bicara kantor kepresidenan Hong Sang-pyo.

Dalam kaitan dengan langkah itu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperkuat kapabilitas tempur di kepulauan Laut Kuning dan mencabut bekas rencana pemerintah pada 2006 untuk secara perlahan-lahan mengurangi skala kehadiran korp angkatan laut di sana, katanya.

Dia menambahkan bahwa pihak militer akan melakukan perubahan peraturan seluruh lembaga itu dalam upaya menghadapi serangan-serangan militer Korea Utara.

"Peraturan kami yang ada agak pasif karena difokuskan pada pencegahan eskalasi konflik, dan pemerintah telah memutuskan untuk membuat peraturan-peraturan baru guna mengubah paradigmanya sendiri untuk merespon provokasi Korea Utara," kata Hong.

Sebagai contoh, garis yang jelas akan ditarik antara respon terhadap serangan militer dan satu terhadap warga sipil, tambahnya.

Korea Selatan juga memutuskan untuk melakukan secara penuh langkah-langkah hukuman ekonomi terhadap Korea Utara yang telah dikenakan pada Mei setelah serangan torpedo yang mematikan terhadap sebuah kapal perang Korea Selatan.

"Seperti kelompok-kelompok bantuan sipil kepada Korea Utara, pemerintah akan meninjau kembali apakah akan memberikan bantuan (kepada kelompok-kelompok itu) dengan pertimbangan berbagai situasi, termasuk sentimen umum dan hubungan Korea Selatan-Korea Utara," katanya.

Seoul juga akan melanjutkan upaya-upaya diplomatik untuk menekan Pyongyang mengubah sikapnya itu.

"Terutama pemerintah akan meningkatkan upaya untuk mendesak peranan konstruktif China," kata Hong.

Mengenai bidang ekonomi, pemerintah berencana akan melakukan "langkah-langkah dini untuk menstabilkan pasar uang dan mempertahankan "sistem pemantauan 24 jam," katanya.

Sumber: YAHOO

AS Luncurkan Satelit Mata-mata Terbesar di Dunia


0diggsdigg

Roket Delta 4-Heavy Membawa Satelit Mata-Mata

INILAH.COM, New York –Amerika Serikat (AS) meluncurkan satelit mata-mata yang diklaim sebagai satelit terbesar yang pernah ada. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket terkuat di dunia.

Satelit ini merupakan bagian dari operasi sangat rahasia AS. Dikabarkan, AS menggunakan satelit ini untuk kegiatan mata-mata. Sayangnya, pemerintah AS tak mau mengungkapkan lebih jauh karena masalah keamanan.

Roket yang membawa satelit ini ke orbit Delta 4-Heavy diluncurkan ke luar angkasa pada 17.58 waktu setempat. Roket itu diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida dan merupakan roket tak berawak.

Brigadir Jenderal Angkatan Udara Ed Wilson menyaksikan peluncuran roket itu. Setelah roket diluncurkan, ia mengungkapkan, “Misi rahasia ini untuk membantu memastikan sumber daya NRO vital terus memperkuat pertahanan nasional kita,” seperti dikutip dari TG Daily.

Delta 4-Heavy merupakan roket berbahan bakar cair terkuat di AS. Roket ini memiliki tinggi 235 kaki (71,6 meter), dan selama peluncuran roket ini menciptakan lebih dari dua juta tenaga dorong. Delta 4-Heavy digunakan AS sejak 2004.

Sumber : INILAH

BERITA POLULER