Pages

Thursday, November 25, 2010

Korsel Tingkatkan Kekuatan Tempur di Kepulauan Barat


0diggsdigg

illustrasi

Seoul (ANTARA/Yonhap-OANA) - Korea Selatan memutuskan akan meningkatkan persenjataan militernya di Laut Kuning yang tegang untuk menghadapi kemungkinan serangan baru dari Korea Utara, kata kantor kepresidenan Cheong Wa De Kamis.

Kantor itu juga mengumumkan rencana untuk memperbaiki kebijakan militer mengenai penggunaan kekuatan menghadapi Korea Utara jika pecah pertempuran.

Keputusan itu muncul setelah Korea Utara melakukan serangan terhadap Pulau Yeongpyeong di garis depan Korea Selatan di Laut Kuning, yang sejak lama menjadi titik api antara kedua militer yang bertempur pada Selasa.

Pemboman menewaskan dua anggota Agkatan laut Korea Selatan dan beberapa warga sipil serta melukai lebih dari sejumlah orang lainnya.

"Kita tidak harus melepaskan rasa krisis dalam persiapan untuk kemungkinan provokasi lain oleh Korea Utara. Sebuah provokasi seperti ini dapat berulang setiap saat," kata Presiden Lee Myung-bak sebagaimana dikutip dalam pertemuan darurat dengan menteri keamanan dan ekonomi.

Presiden menginstruksikan bahwa tentara di lima kepulauan di Laut Kuning, wilayah yang paling rentan terhadap perilaku berperang Korea Utara, akan dilengkapi dengan senjata tercanggih dunia, menurut juru bicara kantor kepresidenan Hong Sang-pyo.

Dalam kaitan dengan langkah itu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran tambahan untuk memperkuat kapabilitas tempur di kepulauan Laut Kuning dan mencabut bekas rencana pemerintah pada 2006 untuk secara perlahan-lahan mengurangi skala kehadiran korp angkatan laut di sana, katanya.

Dia menambahkan bahwa pihak militer akan melakukan perubahan peraturan seluruh lembaga itu dalam upaya menghadapi serangan-serangan militer Korea Utara.

"Peraturan kami yang ada agak pasif karena difokuskan pada pencegahan eskalasi konflik, dan pemerintah telah memutuskan untuk membuat peraturan-peraturan baru guna mengubah paradigmanya sendiri untuk merespon provokasi Korea Utara," kata Hong.

Sebagai contoh, garis yang jelas akan ditarik antara respon terhadap serangan militer dan satu terhadap warga sipil, tambahnya.

Korea Selatan juga memutuskan untuk melakukan secara penuh langkah-langkah hukuman ekonomi terhadap Korea Utara yang telah dikenakan pada Mei setelah serangan torpedo yang mematikan terhadap sebuah kapal perang Korea Selatan.

"Seperti kelompok-kelompok bantuan sipil kepada Korea Utara, pemerintah akan meninjau kembali apakah akan memberikan bantuan (kepada kelompok-kelompok itu) dengan pertimbangan berbagai situasi, termasuk sentimen umum dan hubungan Korea Selatan-Korea Utara," katanya.

Seoul juga akan melanjutkan upaya-upaya diplomatik untuk menekan Pyongyang mengubah sikapnya itu.

"Terutama pemerintah akan meningkatkan upaya untuk mendesak peranan konstruktif China," kata Hong.

Mengenai bidang ekonomi, pemerintah berencana akan melakukan "langkah-langkah dini untuk menstabilkan pasar uang dan mempertahankan "sistem pemantauan 24 jam," katanya.

Sumber: YAHOO

AS Luncurkan Satelit Mata-mata Terbesar di Dunia


0diggsdigg

Roket Delta 4-Heavy Membawa Satelit Mata-Mata

INILAH.COM, New York –Amerika Serikat (AS) meluncurkan satelit mata-mata yang diklaim sebagai satelit terbesar yang pernah ada. Satelit ini diluncurkan menggunakan roket terkuat di dunia.

Satelit ini merupakan bagian dari operasi sangat rahasia AS. Dikabarkan, AS menggunakan satelit ini untuk kegiatan mata-mata. Sayangnya, pemerintah AS tak mau mengungkapkan lebih jauh karena masalah keamanan.

Roket yang membawa satelit ini ke orbit Delta 4-Heavy diluncurkan ke luar angkasa pada 17.58 waktu setempat. Roket itu diluncurkan dari Cape Canaveral Air Force Station di Florida dan merupakan roket tak berawak.

Brigadir Jenderal Angkatan Udara Ed Wilson menyaksikan peluncuran roket itu. Setelah roket diluncurkan, ia mengungkapkan, “Misi rahasia ini untuk membantu memastikan sumber daya NRO vital terus memperkuat pertahanan nasional kita,” seperti dikutip dari TG Daily.

Delta 4-Heavy merupakan roket berbahan bakar cair terkuat di AS. Roket ini memiliki tinggi 235 kaki (71,6 meter), dan selama peluncuran roket ini menciptakan lebih dari dua juta tenaga dorong. Delta 4-Heavy digunakan AS sejak 2004.

Sumber : INILAH

Kasad Terima Kunjungan Athan China


0diggsdigg

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta, menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan (Athan) China, Kolonel Xu Dazhuang, di Ruang Tamu Kasad, Mabesad, Jakarta, Rabu (24/11).

Pada kesempatan tersebut, dibahas tentang kelanjutan kerjasama kedua angkatan bersenjata dalam hal latihan militer, pertukaran perwira dan kunjungan kedua pimpinan angkatan darat. Sebelum mengakhiri pertemuan, Kasad dan Athan China, saling memberikan cenderamata.

Pada kesempatan tersebut, Kasad didampingi oleh Aspam Kasad, Asops Kasad, Kadispenad dan Paban V/Hublu Spamad.

Sumber: POS KOTA

Wednesday, November 24, 2010

CN 235 Pesanan KCG Terbang Perdana


CN235 Mexico. (Foto: Airbus Military)

24 November 2010, Bandung -- Tepat pukul 09.25, Rabu (24/11/2010), pesawat pertama CN 235 pesanan Korean Coast Guard (KCG) melakukan penerbangan perdana di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Ini merupakan satu dari empat CN 235 pesanan Korea Selatan untuk tahap kedua dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Pada pembelian tahap pertama, Korsel sudah menerima delapan pesawat CN 235 buatan PT DI.

Eddy Suherman, Production Engineering PT DI kepada Kompas.com mengatakan pesawat yang dipiloti oleh QA Supriyadi dan kopilot Esther Saleh tinggal landas dengan mulus didukung cuaca Kota Bandung yang cerah.

Kontrak penjualan empat pesawat CN 235 untuk Korsel itu mencapai 90 juta dollar AS. Penyerahan pesawat akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Desember 2010 hingga Maret 2011.

KOMPAS.com

Pengeran Benhard Terlibat Perdagangan Senjata pada 1950-an Karena Ngebet Gulingkan Pemerintah Indonesia



25 November 2010, Amsterdam -- -Pangeran Benhard dari Belanda terlibat perdagangan senjata di Indonesia sekitar tahun 1950. Demikian pakar sejarah Gerard Aalders dari Institut Dokumentasi Perang Belanda (NIOD) dalam bukunya berjudul Bernhard Zakenprins.

Aalders tidak menemukan bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat secara langsung sebagai pedagang yang aktif menjual dan membeli senjata. Namun peneliti ini menyatakan ada bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat dalam perdagangan senjata di Indonesia, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan baru di Indonesia.

"Beberapa pedagang senjata mengenal Pangeran Benhard secara pribadi dan konon pegadang senjata asal Afganistan Ali Shah mengadakan pertemuan dengan pangeran Benhard di Soestdijk untuk membicarakan urusan tersebut," tulis Alders dalam buku itu.

Aalders berkata 98 persen bukti mendukung kesimpulan tersebut. Banyak laporan penting yang menurutnya masih menjadi rahasia.

Republika

Menhan Pertimbangkan Usia Pakai Hibah F-16


F-16 yang digunakan oleh Air National Guard, Amerika (photo : Wiki)
JAKARTA (SINDO) – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, usia pakai (life time) merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk menerima hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat.
Menurut Purnomo, usai pakai minimal yang sedang diperhitungkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI yaitu sampai tahun 2020. Dengan asumsi, ujarnya, saat itu Indonesia sudah dapat memproduksi pesawat tempur KFX yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5. Saat ini, jelasnya, pengembangan dan penelitian pesawat tersebut sedang dilakukan bersama Korea Selatan. ”Jadi, pertimbangan itu antara baru sebanyak enam unit atau tidak baru sebanyak 24 unit yang telah di upgrade dengan budget yang sama dan memiliki kemampuan deterrence. Itu sedang ditimbang-timbang.
Kata kuncinya di life time,” tegas Purnomo seusai menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel di Kantor Kemhan,Jakarta,kemarin. Karena itu, ujarnya, Kemhan akan melakukan pengecekan struktur pesawat-pesawat tersebut. Sebab, impian Kemhan, adalah mencari bracing squadron yang bisa digunakan sampai tahun 2020. “Jadi, pilih beli baru atau hibah dengan upgrade yang kemampuannya bisa diandalkan dan mendukung sampai pesawat KFX bisa produksi. KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5. Kalau F-16 itu generasi 4,” tegasnya. Menhan juga menyebutkan, terkait hibah ini, telah datang tim dari Amerika Serikat untuk membicarakan hal-hal teknis dengan TNI Angkatan Udara.
Purnomo menjelaskan,hibah ini merupakan salah satu bagian dari program Excess Defense Article (EDA) Amerika Serikat.“Amerika Serikat kan kelebihan pesawat. Kalau dilepas dengan program EDA juga akan mengurangi anggaran pertahanan mereka,”paparnya. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya mengaku, TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari Amerika Serikat tersebut.Dia pun mengungkapkan, kondisi pesawat tersebut masih layak pakai sampai tahun 2025. (pasti liberti)
(Seputar Indonesia)

Baca Juga :

TNI AU Prioritaskan Pesawat Angkut
24 November 2010

Perbandingan KFX dengan F-16 dan pesawat generasi 5 lainnya (image : kjclub)
Boyolali (Espos)–TNI AU akan memprioritaskan pengadaan pesawat angkut ketimbang pesawat jenis lain. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Indonesia rawan bencana.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Imam Sufaat SIP seusai melantik 159 perwira pada acara Pelantikan dan Penyumpahan Perwira TNI AU Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-13 Tahun 2010 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Selasa (23/11).

“Bila melihat kondisi Indonesia rawan bencana semacam ini, kemungkinan pengadaan pesawat angkut cukup masuk akal. Kemungkinan pesawat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menuturkan hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat dilakukan atas dasar permintaan TNI AU.

“Pengadaan pesawat F16 ini adalah permintaan kami. Karena ada pesawat milik AS yang tidak dipakai. Oleh karena itu, kami mengajukan permintaan. Selain Indonesia, Thailand telah mendapat hibah pesawat itu,” imbuhnya.

Masih menurut Imam, Indonesia mendapat alokasi 30 pesawat. Tetapi, Indonesia mengambil 24 pesawat dan sisanya nanti. Pesawat-pesawat itu akan diletakkan di Madiun.

“Kami meletakkan pesawat di sana (Madiun-red) karena fasilitas dan perawatan sudah tersedia lengkap. Lagi pula bila membuat lokasi baru membutuhkan biaya besar dan itu tidak mungkin,” ujarnya.

Lagipula, bila Indonesia mendapat hibah pesawat itu sangat menguntungkan karena dapat menghemat jutaan dolar. Selain itu, TNI AU pun menyiasati dengan memilih pesawat dengan jam terbang 200 jam. Padahal, maksimal jam terbang sebuah pesawat adalah 4.000 jam.

“Jadi, masih dapat digunakan 5-30 tahun. Kalau kami beli baru harga berkisar US$55 juta-US$60 juta. Pesawat itu bisa langsung dipakai. Tetapi tetap perlu di-update, seperti sistem senjata, navigasi dan lainnya,” pungkasnya.


(Solopos)

AS Minta Klarifikasi soal Papua


Deretan F-16 Fighting Falcons USAF. (Foto: USAF/ Tech. Sgt. Michael R. Holzworth)

25 November 2010, Jakarta -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel meminta klarifikasi soal rekaman penyiksaan warga Papua oleh oknum militer yang beredar di YouTube beberapa waktu lalu.

”Kita jelaskan, keputusan diambil oleh hakim Mahkamah Militer yang kita sama sekali tidak intervensi,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu (24/11). Purnomo didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat memberikan penjelasan tersebut. Berdasarkan catatan Kompas, empat prajurit yang terlibat dihukum lima-tujuh bulan.

Purnomo menjelaskan, permintaan klarifikasi tentang rekaman tersebut tidak dalam konteks Excess Defence Articles (EDA). EDA adalah program AS untuk memberikan kelebihan peralatan militer yang tidak terpakai lagi untuk negara asing. Saat ini tim dari AS telah datang untuk membicarakan hal-hal teknis berkaitan dengan hibah dua skuadron F-16.

”Memang ada pendapat bahwa hukuman itu ringan,” kata Purnomo. Menurut Purnomo, yang menjadi pertimbangan putusan hakim Mahkamah Militer adalah, pertama, tindakan itu bukan perintah komandan sehingga tidak bersifat sistemik. Kedua, hal ini dipandang sebagai tindakan indisipliner. Ketiga, tidak ada saksi yang melapor.

”Tidak termasuk pelanggaran HAM (hak asasi manusia),” kata Purnomo.

Purnomo juga mengatakan, dari hasil penyelidikan Markas Besar TNI yang meminta pendapat pengamat telematika Roy Suryo, di dalam rekaman yang beredar itu sebenarnya ada dua video.

Video yang berisi penyiksaan kemaluan seorang pria Papua bukan bagian dari potongan video sebelumnya. ”Bagian itu tidak jelas, diambil di mana, siapa pelakunya karena seragamnya tidak jelas,” katanya.

Menurut Purnomo, pihaknya minta agar AS membeberkan data yang mereka miliki untuk menjadi bahan investigasi. Purnomo juga menyampaikan apresiasi akan keterbukaan Dubes AS yang minta klarifikasi.

Dalam kesempatan itu juga dibahas rencana hibah 24 pesawat F-16. Indonesia hanya memiliki dana untuk membeli enam pesawat F-16 baru atau membayar biaya retrofit (perbaikan) 24 pesawat F-16 lama. Pilihan diambil karena Indonesia membutuhkan pesawat tempur sebelum selesainya pesawat tempur buatan Indonesia-Korea Selatan tahun 2020.

Oleh karena itu, Indonesia masih akan memeriksa struktur pesawat F-16 hibah tersebut. Pesawat yang rencananya akan dihibahkan itu blok 25, sementara yang akan dibeli blok 52.

KOMPAS

BERITA POLULER