Pages

Thursday, November 25, 2010

Kasad Terima Kunjungan Athan China


0diggsdigg

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI George Toisutta, menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan (Athan) China, Kolonel Xu Dazhuang, di Ruang Tamu Kasad, Mabesad, Jakarta, Rabu (24/11).

Pada kesempatan tersebut, dibahas tentang kelanjutan kerjasama kedua angkatan bersenjata dalam hal latihan militer, pertukaran perwira dan kunjungan kedua pimpinan angkatan darat. Sebelum mengakhiri pertemuan, Kasad dan Athan China, saling memberikan cenderamata.

Pada kesempatan tersebut, Kasad didampingi oleh Aspam Kasad, Asops Kasad, Kadispenad dan Paban V/Hublu Spamad.

Sumber: POS KOTA

Wednesday, November 24, 2010

CN 235 Pesanan KCG Terbang Perdana


CN235 Mexico. (Foto: Airbus Military)

24 November 2010, Bandung -- Tepat pukul 09.25, Rabu (24/11/2010), pesawat pertama CN 235 pesanan Korean Coast Guard (KCG) melakukan penerbangan perdana di Lanud Husein Sastranegara Bandung. Ini merupakan satu dari empat CN 235 pesanan Korea Selatan untuk tahap kedua dari PT Dirgantara Indonesia (DI). Pada pembelian tahap pertama, Korsel sudah menerima delapan pesawat CN 235 buatan PT DI.

Eddy Suherman, Production Engineering PT DI kepada Kompas.com mengatakan pesawat yang dipiloti oleh QA Supriyadi dan kopilot Esther Saleh tinggal landas dengan mulus didukung cuaca Kota Bandung yang cerah.

Kontrak penjualan empat pesawat CN 235 untuk Korsel itu mencapai 90 juta dollar AS. Penyerahan pesawat akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Desember 2010 hingga Maret 2011.

KOMPAS.com

Pengeran Benhard Terlibat Perdagangan Senjata pada 1950-an Karena Ngebet Gulingkan Pemerintah Indonesia



25 November 2010, Amsterdam -- -Pangeran Benhard dari Belanda terlibat perdagangan senjata di Indonesia sekitar tahun 1950. Demikian pakar sejarah Gerard Aalders dari Institut Dokumentasi Perang Belanda (NIOD) dalam bukunya berjudul Bernhard Zakenprins.

Aalders tidak menemukan bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat secara langsung sebagai pedagang yang aktif menjual dan membeli senjata. Namun peneliti ini menyatakan ada bukti bahwa Pangeran Benhard terlibat dalam perdagangan senjata di Indonesia, dengan tujuan menggulingkan pemerintahan baru di Indonesia.

"Beberapa pedagang senjata mengenal Pangeran Benhard secara pribadi dan konon pegadang senjata asal Afganistan Ali Shah mengadakan pertemuan dengan pangeran Benhard di Soestdijk untuk membicarakan urusan tersebut," tulis Alders dalam buku itu.

Aalders berkata 98 persen bukti mendukung kesimpulan tersebut. Banyak laporan penting yang menurutnya masih menjadi rahasia.

Republika

Menhan Pertimbangkan Usia Pakai Hibah F-16


F-16 yang digunakan oleh Air National Guard, Amerika (photo : Wiki)
JAKARTA (SINDO) – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, usia pakai (life time) merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk menerima hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat.
Menurut Purnomo, usai pakai minimal yang sedang diperhitungkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI yaitu sampai tahun 2020. Dengan asumsi, ujarnya, saat itu Indonesia sudah dapat memproduksi pesawat tempur KFX yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5. Saat ini, jelasnya, pengembangan dan penelitian pesawat tersebut sedang dilakukan bersama Korea Selatan. ”Jadi, pertimbangan itu antara baru sebanyak enam unit atau tidak baru sebanyak 24 unit yang telah di upgrade dengan budget yang sama dan memiliki kemampuan deterrence. Itu sedang ditimbang-timbang.
Kata kuncinya di life time,” tegas Purnomo seusai menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel di Kantor Kemhan,Jakarta,kemarin. Karena itu, ujarnya, Kemhan akan melakukan pengecekan struktur pesawat-pesawat tersebut. Sebab, impian Kemhan, adalah mencari bracing squadron yang bisa digunakan sampai tahun 2020. “Jadi, pilih beli baru atau hibah dengan upgrade yang kemampuannya bisa diandalkan dan mendukung sampai pesawat KFX bisa produksi. KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5. Kalau F-16 itu generasi 4,” tegasnya. Menhan juga menyebutkan, terkait hibah ini, telah datang tim dari Amerika Serikat untuk membicarakan hal-hal teknis dengan TNI Angkatan Udara.
Purnomo menjelaskan,hibah ini merupakan salah satu bagian dari program Excess Defense Article (EDA) Amerika Serikat.“Amerika Serikat kan kelebihan pesawat. Kalau dilepas dengan program EDA juga akan mengurangi anggaran pertahanan mereka,”paparnya. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya mengaku, TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari Amerika Serikat tersebut.Dia pun mengungkapkan, kondisi pesawat tersebut masih layak pakai sampai tahun 2025. (pasti liberti)
(Seputar Indonesia)

Baca Juga :

TNI AU Prioritaskan Pesawat Angkut
24 November 2010

Perbandingan KFX dengan F-16 dan pesawat generasi 5 lainnya (image : kjclub)
Boyolali (Espos)–TNI AU akan memprioritaskan pengadaan pesawat angkut ketimbang pesawat jenis lain. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Indonesia rawan bencana.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Imam Sufaat SIP seusai melantik 159 perwira pada acara Pelantikan dan Penyumpahan Perwira TNI AU Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-13 Tahun 2010 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Selasa (23/11).

“Bila melihat kondisi Indonesia rawan bencana semacam ini, kemungkinan pengadaan pesawat angkut cukup masuk akal. Kemungkinan pesawat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menuturkan hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat dilakukan atas dasar permintaan TNI AU.

“Pengadaan pesawat F16 ini adalah permintaan kami. Karena ada pesawat milik AS yang tidak dipakai. Oleh karena itu, kami mengajukan permintaan. Selain Indonesia, Thailand telah mendapat hibah pesawat itu,” imbuhnya.

Masih menurut Imam, Indonesia mendapat alokasi 30 pesawat. Tetapi, Indonesia mengambil 24 pesawat dan sisanya nanti. Pesawat-pesawat itu akan diletakkan di Madiun.

“Kami meletakkan pesawat di sana (Madiun-red) karena fasilitas dan perawatan sudah tersedia lengkap. Lagi pula bila membuat lokasi baru membutuhkan biaya besar dan itu tidak mungkin,” ujarnya.

Lagipula, bila Indonesia mendapat hibah pesawat itu sangat menguntungkan karena dapat menghemat jutaan dolar. Selain itu, TNI AU pun menyiasati dengan memilih pesawat dengan jam terbang 200 jam. Padahal, maksimal jam terbang sebuah pesawat adalah 4.000 jam.

“Jadi, masih dapat digunakan 5-30 tahun. Kalau kami beli baru harga berkisar US$55 juta-US$60 juta. Pesawat itu bisa langsung dipakai. Tetapi tetap perlu di-update, seperti sistem senjata, navigasi dan lainnya,” pungkasnya.


(Solopos)

AS Minta Klarifikasi soal Papua


Deretan F-16 Fighting Falcons USAF. (Foto: USAF/ Tech. Sgt. Michael R. Holzworth)

25 November 2010, Jakarta -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel meminta klarifikasi soal rekaman penyiksaan warga Papua oleh oknum militer yang beredar di YouTube beberapa waktu lalu.

”Kita jelaskan, keputusan diambil oleh hakim Mahkamah Militer yang kita sama sekali tidak intervensi,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Rabu (24/11). Purnomo didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono saat memberikan penjelasan tersebut. Berdasarkan catatan Kompas, empat prajurit yang terlibat dihukum lima-tujuh bulan.

Purnomo menjelaskan, permintaan klarifikasi tentang rekaman tersebut tidak dalam konteks Excess Defence Articles (EDA). EDA adalah program AS untuk memberikan kelebihan peralatan militer yang tidak terpakai lagi untuk negara asing. Saat ini tim dari AS telah datang untuk membicarakan hal-hal teknis berkaitan dengan hibah dua skuadron F-16.

”Memang ada pendapat bahwa hukuman itu ringan,” kata Purnomo. Menurut Purnomo, yang menjadi pertimbangan putusan hakim Mahkamah Militer adalah, pertama, tindakan itu bukan perintah komandan sehingga tidak bersifat sistemik. Kedua, hal ini dipandang sebagai tindakan indisipliner. Ketiga, tidak ada saksi yang melapor.

”Tidak termasuk pelanggaran HAM (hak asasi manusia),” kata Purnomo.

Purnomo juga mengatakan, dari hasil penyelidikan Markas Besar TNI yang meminta pendapat pengamat telematika Roy Suryo, di dalam rekaman yang beredar itu sebenarnya ada dua video.

Video yang berisi penyiksaan kemaluan seorang pria Papua bukan bagian dari potongan video sebelumnya. ”Bagian itu tidak jelas, diambil di mana, siapa pelakunya karena seragamnya tidak jelas,” katanya.

Menurut Purnomo, pihaknya minta agar AS membeberkan data yang mereka miliki untuk menjadi bahan investigasi. Purnomo juga menyampaikan apresiasi akan keterbukaan Dubes AS yang minta klarifikasi.

Dalam kesempatan itu juga dibahas rencana hibah 24 pesawat F-16. Indonesia hanya memiliki dana untuk membeli enam pesawat F-16 baru atau membayar biaya retrofit (perbaikan) 24 pesawat F-16 lama. Pilihan diambil karena Indonesia membutuhkan pesawat tempur sebelum selesainya pesawat tempur buatan Indonesia-Korea Selatan tahun 2020.

Oleh karena itu, Indonesia masih akan memeriksa struktur pesawat F-16 hibah tersebut. Pesawat yang rencananya akan dihibahkan itu blok 25, sementara yang akan dibeli blok 52.

KOMPAS

DPR Tindak Lanjuti Pembahasan Alutsista TNI


Surplus F-16A/B USAF ditawarkan ke Indonesia. (Foto: USAF)

24 Nopember 2010, Jakarta -- Komisi I DPR akan menindaklanjuti hasil rapat kerja dengan Menteri Keuangan, Bappenas, Kementerian Pertahanan (Kemhan), dan Panglima TNI mengenai modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

“Pada 8 Desember ini, Komisi I berencana mengundang Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk memerinci apa saja yang dibutuhkan untuk modernisasi alutsista,” kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin dalam rapat Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenkeu hanya mampu mengucurkan dana sebesar dua triliun rupiah dari 11 triliun rupiah yang diminta Kemhan. Namun demikian, Kemenkeu berjanji mengucurkan kekurangan dana sebesar sembilan triliun rupiah dari pos APBN Perubahan 2011.

Pemanggilan KKIP oleh Komisi I DPR dipastikan akan membicarakan alutsista apa saja yang akan diprioritaskan pengadaannya dengan anggaran dua triliun rupiah. “Kemhan memiliki banyak pilihan pembelian, yakni F-16 yang ditawarkan Amerika Serikat maupun kebutuhan mendesak kapal selam untuk menjaga perbatasan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada Januari 2011, Kemhan menargetkan selesai membahas alokasi anggaran modernisasi alutsista. Pembahasan alokasi anggaran alutsista dinilai penting agar di akhir tahun 2011 tak terdapat silpa atau sisa lebih anggaran karena tak dibelanjakan.

“Ada kabar baik bahwa pembicaraan APBN-P tidak dilakukan pada pertengahan tahun, tapi sudah dibahas sejak Januari,” katanya.

Koran Jakarta

AS Kirim Kapal Induk ke Korsel, Latihan Perang 28 November

 Fitraya Ramadhanny - detikNews



Reuters
Jakarta - Amerika Serikat sungguh serius untuk melindungi sekutunya, Korea Selatan. Mereka mengirimkan kapal induk mereka untuk latihan perang di lepas pantai sebelah barat Semenanjung Korea.

Hal ini ditegaskan Kementerian Pertahanan Korsel kepada kantor berita Yonhap seperti dilansir Reuters, Rabu (24/11/2010).

Kapal induk yang dikirim ini adalah USS George Washington yang bertenaga nuklir. Kapal induk ini membawa 75 pesawat tempur dan 6.000 tentara.

USS George Washington selama ini lego jangkar di pangkalan Angkatan Laut AS di Yokosuka, sebelah selatan Tokyo, Jepang. Kapal induk ini sudah bergerak menuju Korea pada Rabu pagi.

Pemerintah Korsel pun sudah menetapkan tanggal latihan perang gabungan dengan AS pada Minggu 28 November 2010 mendatang. Sedangkan AS selama ini pun sudah menempatkan 28.000 tentara di Korea Selatan.

Pengiriman kapal induk ini adalah tindak lanjut dari janji AS untuk melindungi Korsel. Presiden AS Barack Obama dalam hubungan telepon dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak mengatakan AS pasti akan melindungi sekutunya.

"AS tetap tegas dan berkomitmen penuh untuk membela sekutunya, Korea Selatan," kata Obama.
(fay/nrl)

DETIK

BERITA POLULER