Pages

Tuesday, November 16, 2010

China Menyeruak Menantang Airbus dan Boeing

 A320 Air Bus

A mockup of jumbo jet C919, the major project of the Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), is displayed at the Asian Aerospace '09 in Hong Kong, China, Sept. 8, 2009. COMAC is a company established in 2008 with the State Council approval to develop C919, the first home-made jumbo jet of China. It is expected to enter service in 2016.(http://www.china-defense-mashup.com/?p=4058)
 
Beijing (ANTARA News) - China, Selasa, memenangkan kontrak pengadaan 100 jet penumpang besar yang dibangun di dalam negeri, dan ini menantang dua raksasa penerbangan dunia Airbus dan Boeing dalam apa yang akan segera disebut pasar penerbangan terbesar dunia.

Tiga maskapai terbesar China menandatangani kesepakatan membeli C919, termasuk unit leasing dari General Electric, lapor koran Global Times dalam lamannya.

Maskapai-maskapai China itu adalah Air China, China Southern dan  China Eastern.

Korporasi Pesawat Komersial China (COMAC), pembuat jet penumpang dalam negeri itu, mengumumkan kesepakatan dicapai dalam Zhuhai Airshow di provinsi Guangdong, namun tidak mengungkapkan berapa banyak pesawat yang dibeli oleh ketiga maskapai itu.

Pesawat C919 --jet bertempat duduk tunggal yang bisa ditumpangi 190 orang-- adalah jet penumpang besar buatan China yang pertama, dan dipandang sebagai pesaing potensial untuk Airbus A320 dan Boeing 737.

Sebuah prototipe C919 diluncurkan di Zhuhai, Senin.  Pesawat ini melakukan uji terbangnya pada 2014 dan dikirimkan ke para pemesannya pada 2016.

Wu Guanghui, kepala perancang pesawat dan wakil presiden COMAC, mengungkapkan bahwa perusahaan China itu telah menaksir permintaan C919 untuk pasar domestik dan pasar luar negeri sampai mencapai rekor 2.000 unit, demikia Harian Rakyat.

Perusahaan itu tidak mengungkapkan jangka waktu untuk penaksiran pesanan pesawat itu.

COMAC menolak berkomentar saat dikontak oleh AFP.

Pesawat ini adalah bahian kunci dari rencana China mematahkan duopoli Airbus dan Boeing dalam produksi jet komersial besar, yang saat ini mengandalkan pasar penerbangan domestik, dan segerak akan menjadi yang terbesar di dunia.

Dua minggu lalu, Airbis menandatangani kesepakatan sebesar 14 miliar dolar AS untuk memasok 102 pesawat bagi maskapai-maskapai China.

Lalu lintas udara di China, yang naik dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, kembali diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2020, dengan jumlah bandar tumbuh dari 160 menjadi 240 unit, demikian perkiraan satu perusahaan penerbangan Eropa.

Kepala administrasi penerbangan sipil China mengatakan bulan lalu bahwa negara itu memerlukan sampai 5.000 pesawat untuk mengangkut penumpan dan kargo sampai 2015.

Berita penandatanganan ini muncul hanya sehari setelah China mengumumkan rencana untuk melonggarkan pengawasan penerbangan tingkat rendah yang adalah langkah untuk memacu sektor penerbangan swasta di negeri itu.

Peraturan penerbangan saat ini ketat dengan mensyaratkan pilot swasta mengajukan izin untuk bisa terbang di ketinggian rendah.

Harian Rakyat melaporkan bahwa reformasi diperkirakan mendorong lebih banyak orang bisa memiliki jet pribadinya dan demi mendorong misi penerbangan sipil lainnya seperti penggunaan helikopter penanggulangan bencana.

Negara di Asia yang memiliki jumlah miliarder terbanyak kedua di dunia, dipandang luas sebagai pasar masar depan yang secara potensial kaya untuk penerbangan pribadi dan mewah. (*)

AFP/adm/AR09
Antara

Empat WNI Disiksa Tentara Malaysia



TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Empat warga negara Indonesia (WNI) di Nunukan, Senin (15/11/2010) kemarin diduga telah disiksa Tentara Laut Diraja Malaysia. Mereka ditangkap di perairan Indonesia lalu digiring ke peraiaran Malaysia, selanjutnya mendapatkan penyiksaan. Selain ditampar, para WNI tersebut juga dipaksa pulang berenang ke Indonesia.

Berikut kronologis kejadian tersebut seperti dituturkan Ermansyah, pegawai di Syahbandar Nunukan yang menjadi salah satu korban dalam kasus tersebut.

Sekitar jam 09.00 pagi, Ermansyah dan rekannya di Syahbandar Budi Sabadri serta dua teman lainnya Janirun dan Randi berangkat menggunakan sampan menuju ke perairan sekitar Pos Keca, di Muara Sungai Sebuku. Sekitar pukul 10.00 mereka tiba di Pos TNI Angkatan Laut untuk melaporkan aktivitas mereka yang akan memancing di sekitar perairan itu. Di kawasan itu, warga Nunukan memang biasa memancing.

Sekitar pukul 16.00, petugas yang diduga Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) menggunakan kapal patrol loreng bermesin 60 PK datang menghampiri mereka. Petugas berseragam loreng lengkap dengan senjata laras panjang tersebut, menanyakan identitas para WNI tersebut. Karena mengaku sebagai WNI, para petugas itupun meminta paspor atau lintas batas. Sebab menurut mereka, para pemancing ini sudah berada di wilayah perairan Malaysia.

Namun karena tak mampu menujukkan dokumen apapun, keempat WNI tersebut dipaksa terjun ke laut. Sekitar lima menit kemudian, mereka diminta naik ke sampan. Mereka digeledah lalu digiring masuk ke sungai di sekitar wilayah Malaysia.

Sampan diminta berjangkar sementara Ermansyah dibawa para petugas tersebut untuk diinterogasi. Saat ditanyai petugas, ia mengaku sebagai penjual ikan. Namun anggota TLDM tidak percaya, dan menuduh dia sebagai intelejen Indonesia.

"Saya disuruh bukan baju, kemudian dia bilang badan kamu bersih. Kamu CDI (intelejen) kan? Saya bilang bukan, saya cuma penjual ikan. Tetapi dia malah menampar saya. Mungkin ada lima kali saya ditampar," ujarnya.

Ermansyah tetap membantah sebagai seorang intelejen. Iapun diancam akan dipotong dengan parang dan ditusuk menggunakan pipa.

"Dia bilang itu parang, kalau kamu tidak mengaku saya tebas kamu. Saya bilang tebas saja leher saya. Saya ini penjual ikan," katanya.

Beberapa saat kemudian, petugas tersebut meminta uang sejumlah Rp 8 juta. Namun setelah melalui negosiasi yang cukup panjang, akhirnya mereka sepakat memberikan uang senilai Rp 5 juta dan dua pucuk senapan angin.

Ermansyah dan Budi dibiarkan pulang menggunakan sampan untuk mengambil uang dan senapan sementara Janirun dan Randi dijadikan jaminan. Selama rekannya pulang, Janiruan dan Randi direndam di sekitar pohon bakau.

"Padahal di sekitar sungai itu terkenal banyak buayanya. Ini sebenarnya yang ditakutkan teman-teman," katanya.

Sebenarnya dalam perjanjian itu, Ermansyah harus kembali paling lambat satu jam lagi. Namun hingga pukul 20.00 mereka tak juga kembali. Saat itulah kedua rekannya disuruh pulang dengan berenang.

Dari pukul 20.00 hingga pukul 23.00 Janirun dan Randi harus berenang hingga sampai ke Pos TNI AL. Sekitar pukul 23.00 keduanya dijemput dari Pos TNI AL Sekaca dan dibawa pulang ke Nunukan. Pukul 24.00 keduanya tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Sumber : TRIBUN

Kunjungan Obama Aman, Bukti Kondisi Indonesia Kondusif

JAKARTA--MICOM: Pengamat intelijen Wawan H Purwanto mengatakan, amannya kunjungan Presiden Amerika Serikat Barrac Obama ke Indonesia merupakan bukti bahwa situasi Indonesia kondusif, berbeda dengan yang dipersepsikan pihak luar selama ini.

"Kehadiran Obama ternyata aman-aman saja, tak ada insiden. Ini menunjukkan Indonesia tidak seperti yang digambarkan, terutama oleh pers, di luar negeri," kata Wawan di Jakarta, Rabu (10/11) malam.

Bahkan, lanjut Wawan, hingga Obama meninggalkan Indonesia, kondisi juga tetap aman, tidak ada aksi terorisme seperti yang dikhawatirkan. "Kalau ada demonstrasi itu wajar-wajar saja sebagai negara demokratis, apalagi demonya juga tidak anarkis," katanya.

Dikatakannya, kehadiran pemimpin negara besar ke Indonesia merupakan pertaruhan yang tidak kecil bagi kredibilitas negara ini. "Kalau sampai terjadi apa-apa, lebih-lebih kecelakaan pada Obama, tentu kredibilitas Indonesia akan merosot tajam," katanya.

Dengan amannya kunjungan Obama, yang notabene sempat ditunda berkali-kali karena alasan keamanan, kata Wawan, maka Indonesia kini dipandang sebagai negara yang tidak perlu dikhawatirkan.

Prestasi ini, lanjut Wawan, tentu harus dipertahankan dan terus di tingkatkan sebagai modal Indonesia dalam pergaulan internasional. Pada bagian lain, Wawan menilai kehadiran Obama ke Indonesia menunjukkan bahwa sejatinya Indonesia tetap dipandang dan diperhitungkan, bahkan oleh Amerika Serikat sekalipun.

Oleh karena itu, Indonesia harus mampu memanfaatkan hubungan kedua negara bagi kemajuan di dalam negeri, baik di bidang ekonomi, sosial, teknologi, dan pertahanan keamanan. (Ant/OL-2)

MEDIA INDONESIA

Obama, Juga Warga Topografi TNI-AD

November 10, 2010 by harmen
Filed under: Forum Pertahanan, Pertahanan 
Dunia tidak pernah nyangka, kalau “anak kolong” itu ternyata menjadi presiden dari Negara adi daya dunia. Anak kolong sungguhan sih bukan, tetapi ayah tiri Obama adalah letnan dua Loro Sutoro, prajurit  TNI-AD, korps Topografi. Sebagai seorang prajurit dari korps yang sama, saya sungguh merasa bangga, bahwa seorang “anak” senior bisa jadi orang nomor satu di Dunia. Simbol dari “the American Dreams”, Mau disebut ikut-ikutan numpang nama, terserahlah. Yang jelas, semangat wara Topografi AD ada di dalam pola hidupnya. Ga ada salahnya kan.
Korps Topografi adalah salah satu korps milik TNI-AD yang secara professional menangani persoalan survei dan pemetaan (survey and mapping). Korps inilah yang memberikan informasi terkait kondisi topografi wilayah, berikut seluruh ikutannya (info Ipoleksusbudhan) yang diperlukan oleh TNI-AD dalam menyusun berbagai strategi dan taktis untuk mendukung semua operasinya. Korps Topografi ini, adalah kelanjutan brigade Topografinya Belanda sejak zaman 350 tahun sebelum kemerdekaan. Korps inilah yang memetakan semua SDA, batas wilayah antar Negara jajahan dengan Negara tetangganya. Korps Topografi di AS sendiri adalah “mata ujung tombak” yang menjelma menjadi Defence Map Agency, NIMA dan namanya terus berubah, sesuai kepentingan intelijen AS. Sayang gagasan membuat lembaga sejenis di Indonesia, keburu surut (karena penggagasnya Mayjen Dr.Syarifudin Tippe, bergeser dari Dirjen Strahan Kemhan menjadi Rektor Unhan). Semua karya sesepuh Corps Topografi masih tertera dengan baik dalam bentuk traktat 1891,1915 dan 1928 antara RI-Malaysia di Kalimantan; Traktat 1850 (RI-Papua Nugini di Papua) dan Traktat 1859,1893 dan 1904 (RI-Timor Leste di Timor). Korps Topografi mempunya tradisi kerjasama yang baik dengan berbagai Negara sahabat seperti Amerika, Australia, Canada, Inggris dan para perwiranya sering saling tukar pelatihan, pendidikan  dsb. Nah salah satu perwira yang sedang ikut pendidikan itulah yang kemudian mempersunting ibunya sang Presiden.
Sebagai seorang prajurit yang dibesarkan di jajaran TNI, saya paham betul artinya kesederhanaan. Bagaimana seorang prajurit harus bisa menyesuaikan diri dalam semua keterbatasan, bagaimana mematut diri dalam penampilan meski hanya punya seragam satu di badan. Keterbatasan adalah keterbatasan dalam apa saja. Saya yakin, kehidupan seorang prajurit dalam sehariannya, sesungguhnya tidak beda dengan kehidupan para pemulung, tinggal di gedung-gedung besar,tapi di emperannya, tidurnya hanya diatas pelbed, dilengkapi kelambu, ga peduli panasnya malam.  Begitu pajar menyingsing, semua kelambu dan tetek bengek dikemas, disimpan dengan rapi dan kembali menekuni tugas mengawal negeri. Mengabdi sebagai prajurit mempunyai kegembiraan tersendiri.

Dalam kondisi seperti itu, prajurit muda itu memboyong seorang bidadari dari dunia maju. Menurut saya, itu adalah suatu kemampuan persuasi yang luar biasa. Bagaimana seorang prajurit “yang di negaranya” sebenarnya sama saja dengan “kere balung”. Bisa dibayangkan bagaimana hebatnya prajurit itu bisa “mematut” diri, sehingga sang bidadari mau dan berkenan mempertaruhkan seluruh hidupnya dengan sang prajurit tersebut. Dan benar saja, ketika mereka tinggal di Jakarta, sang prajurit itupun telah melakukan segala cara agar bisa tetap hidup, termasuk mengizinkan istrinya ikut kerja. Juga termasuk dengan cara “melego”, ya salah satunya melego mesin tik..dan bahkan dalam puncaknya, terpaksa mencari kehidupan yang lebih layak..yakni dengan keluar dari Korps Topografi TNI-AD, ke Pertamina. Namun demikian, selama mereka di lingkungan kehidupan prajurit..meski dengan semua keterbatasannya..tetapi keluarga itu tetap utuh…berbeda dengan ketika keuangannya sudah membaik..malah perceraianlah yang terjadi..keluarga itupun berpisah baik-baik.
Bagaimanapun Obama pernah merasakan sebagai anak “kolong” dan anak kolong TNI-AD, dan hemat saya..dia tidak akan pernah melupakan itu..dan saya percaya justeru semangat anak kolong itulah yang telah memberinya bekal inspirasi atau kekuatan menghadapi kerasnya kehidupan di negeranya…tetapi setidaknya..dia pernah bersama..orang-orang yang tabah, tahan banting, ulet, disiplin , rendah hati dan bersahabat…kalau anda pernah merasakan sebagai anak kolong…anda akan merasakan suasana bathin akan rasa persahabatan..yang terstruktur..semisal bisa menerima ke salahan kawan..hanya karena atasan bilang kita harus menerimanya..dan jangan membesar-besarkannya..
Kini Obama adalah seorang presiden..kita juga sangat gembira dengan pencapaian seperti itu, kita percaya Tuhan memperlihatkan bahwa di duniaNya ini sesungguhnya apa saja bisa terjadi..termasuk menempatkan seorang anak biasa saja, dari kalangan biasa, dan kulit berwarna pula, dan ndilalah pernah jadi “warga” Indonesia, Negara muslim terbesar di Dunia, jadi seorang presiden di Negara adi daya. Selama ini dalam persepsi kita(minimal saya) sangat yakin bahwa sesungguhnya Amerika, meski selalu diyakini warganya sebagai negara impian, tidak pernah bisa melihat dan membayangkan bahwa  bekas anak “budak”nya akan menempati posisi sebagai seorang pimpinan, terlebih lagi jadi pimpinan Negara. Tetapi nyatanya, bisa. Alangkah besarnya jiwa Negara adi daya itu. American Dreams itu memang riel.
Saya melihat Negara kita juga, ada semacam kesan tidak akan memperlihatkan “the real” kehidupan sang Presiden ketika ia pernah jadi bagian dari Negara ini. Tetapi cukuplah mencuplik-cuplik beberapa sekuen kehidupan sang presiden dari sisi yang wajar dan manis-manis saja..kehidupan yang sebenarnya itu biarlah alam saja dan presiden adi daya itu sajalah yang tahu… tetapi bagi warga kita yang anti “pola kebijakan standar ganda Amerika selama ini”, setidaknya dapatlah menahan diri..khususnya ketika sang presiden itu berkunjung ke Negara ini..mari kita perlihatkan bahwa kita mampu membedakan antara sang presiden sebagai seorang “human”, seorang manusia, kita sambut dia secara hangat..tetapi sebagai presiden adi daya AS..kita sampaikan agar sudilah melihat Negara-negara islam yang selama ini jadi “mainannya” agar mau melihat dari sisi kemanusiaannya..lihatlah mereka dari kacamata islam sejati..islam yang bersahabat..kalau mau ya seperti kita disini…kita sayangi islamnya tetapi kita juga habisi para terorisnya..dengan cara kita sendiri..
Selamat Datang  Presiden..kita pernah jadi saudara…dan harapannya..Indonesia-Amerika pantas menjadikannya momen untuk kebaikan bersama…sebagai ptajurit saya sebenarnya punya impian..agar dalam momen seperti ini..negara memberi kesempatan kepada menhan..atau panglima ..atau kasad untuk menyampaikan salam dan semacam mengingatkan..bahwa Berry Obama juga pernah jadi warga keluarga besar TNI…mana tahu hal-hal semacam itu bisa dikembangkan Kemlu jadi bahan komunikasi diplomasi dalam upaya mempererat persahabatan pertahanan antara kedua Negara… Selamat Datang di Indonesia.
(www.harmenbatubara.com,www.wilayahperbatasan.com,www.
wilayahpertahanan.com,
www.kawasanperbatasan.com)

Satelit Telkom-3 Diluncurkan Tahun 2012


0diggsdigg

illustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk memperkokoh posisinya sebagai pemain terkemuka di bisnis telekomunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berniat meluncurkan satelit Telkom-3 pada tahun 2012. Satelit senilai 170 juta dollar AS tersebut, disiapkan sebagai pengganti satelit Telkom-2.

Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno berharap, keberadaan satelit baru itu membantu Telkom merangkul pelanggan baru. Di pasar seluler, jumlah pelanggan TLKM per akhir September 2010 bertambah 17 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 93 juta pelanggan. Sedang penggguna internet tumbuh 56 persen year on year (yoy) dari 979.000 menjadi 1,5 juta pelanggan. Adapun pelanggan CDMA (Flexi) naik 13 persen menjadi 16,8 juta pelanggan.

Saat ini, Telkom masih menguasai pangsa pasar telekomunikasi domestik. Perinciannya, 99 persen pasar sambungan tetap (fixed line), 57 persen untuk fixed wireless, seluler 47 persen, serta layanan data dan internet hingga 70 persen.

Satelit bersama

Selain Telkom-3, Telkom juga akan meluncurkan satelit baru bekerjasama dengan PT Indosat Tbk. Di bursa saham, sempat beredar spekulasi rencana peluncuran ini batal. Namun isu pembatalan itu dibantah Telkom maupun Indosat.

Vice President & Marketing Communications Telkom Eddy Kurnia mengatakan, proyek kerjasama satelit tetap berjalan sesuai dengan nota kesepahaman yang telah diteken kedua perusahaan.

Head of Public Relations Indosat Djarot Handoko menyatakan, kerjasama kini memasuki tahap pembahasan teknis. "Kami masih menyeleksi delapan pembuat satelit, mayoritas asing," ujar dia. Hasil seleksi baru ketahuan pada Januari 2011 mendatang. Setelah itu, baru Telkom dan Indosat merundingkan biaya yang harus ditanggung masing-masing.

Sumber: KOMPAS

Lanud Husein Dukung Kegiatan Terjun Malam Paradas


0diggsdigg

SISWA paradas TNI Angkatan Darat sedang memasuki pesawat C-130 Hercules A-1319 di Apron Lanud Husein S.. untuk melakukan penerjunan malam hari.

BANDUNG, (PRLM).- Sebagai pangkalan pendukung operasi, Lanud Husein Sastranegara Bandung siap mendukung setiap kegiatan yang berkaitan dengan operasi, seperti halnya kegiatan penerbangan. Demikian juga pada kegiatan penerbangan penerjunan malam, siswa Para Dasar (Paradas) TNI Angkatan Darat dari Pusdik Kopassus Batujajar, Bandung, Lanud Husein Sastranegara membantu kelancaran program tersebut.

Dukungan diawali dengan briefing penerbangan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Opersi Lanud Husein Sastranegara, Letkol Nav Triswan Larosa, S.sos. Kegiatan penerjunan malam itu diikuti 403 siswa paradas selama tiga hari yang sebelumnya telah melaksanakan penerjunan pada siang hari.

Kegiatan penerjunan menggunakan pesawat C-130 Hercules A-1319 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim, Jakarta, dengan Pilot Mayor Pnb Pata. Latihan terjun malam tingkat para dasar dengan dropping area Pusat Pendidikan Kopassus, Batujajar, Bandung, sementara take off/landing pesawat dilaksanakan di Appron Lanud Husein S..

Pada penerjunan malam hari para siswa dilepas dari ketingian 10.000 feet yang dibagi dalam lima sortie. Menurut Kapten Inf Nanang selaku kordinator dari Pusdik Kopassus, terjun malam ini merupakan suatu keharusan bagi para siswa untuk bekal di kesatuan nantinya.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT

Monday, November 15, 2010

Peringatan HUT Marinir di Kongo Afrika


0diggsdigg


KONGO (Pos Kota) – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XX-H/Monusco (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo), Letkol Czi Widiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada Peringatan Hari Ulang Tahun ke 65 tahun 2010 Korps Marinir di lapangan Bumi Cenderawasih Dungu, Senin pagi (15/11).

Sebanyak dua puluh anggota pasukan elit TNI AL dari Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Konga XX-H ini merayakan ulang tahun korps kebanggaannya yang dilaksanakan dengan sederhana.

HUT Korps Marinir ini merupakan manifestasi untuk menumbuhkembangkan dan memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit Korps Marinir dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Sejarah mencatat hingga di usia ke 65 tahun, Korps Marinir tetap konsisten menempatkan dirinya sebagai Garda Utama bersama komponen TNI dan komponen bangsa lainnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Torehan tinta emas dalam perjalanan sejarah panjang Korps Marinir TNI Angkatan Laut dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, sebagai wujud nyata bahwa Korps Marinir dalam menjaga kewibawaan pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian dikatakan Kasal Laksamana TNI Soeparno dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dansatgas Konga XX-H Letkol Czi Widiyanto di hadapan peserta upacara HUT Korps Marinir tersebut.

Melalui Dansatgas Konga XX-H/Monusco, Kasal dalam amanatnya memberikan penekanan sebagai berikut ; Setiap anggota Korps Marinir agar teguhkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan semangat pengabdian untuk memberikan karya terbaik demi TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa dan Negara Indonesia. Tingkatkan disiplin dengan senantiasa berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Sebelas Azas Kepemimpinan TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas negara. Pertajam dan tingkatkan profesionalisme prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut agar senantiasa mampu menuntaskan setiap tantangan tugas.

Waspada dan laksanakan prosedur keselamatan kerja serta Standard Operating Procedure (SOP), di setiap kegiatan. Pegang teguh komitmen pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok minimum demi terwujudnya Angkatan Laut yang handal dan disegani. Korps Marinir juga menjunjung tinggi nilai dan semangat kebersamaan serta meningkatkan kepekaan terhadap setiap perubahan, pegang jati diri dan identitas yang kuat sebagai prajurit Korps Marinir. Tingkatkan soliditas antara keluarga besar TNI/TNI Angkatan Laut dengan rakyat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan ini juga Kasal menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang tinggi atas pengabdian yang diberikan Korps Marinir khusunya dan TNI Angkatan Laut pada umumnya. Secara khusus Kasal mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit Marinir yang saat ini tengah bertugas baik di daerah-daerah perbatasan, pulau terluar dan pada misi PBB.

Diakhir acara, Dansatgas Konga XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto dan seluruh Perwira yang ada di Camp Bumi Cenderawasih dan peserta upacara memberikan ucapan selamat kepada anggota Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang berulang tahun.

Sumber : POS KOTA

BERITA POLULER