Pages

Monday, November 15, 2010

Panglima TNI `Pameran Ini Sangat Bagus…`


0diggsdigg


JAKARTA (Pos Kota) – “Pameran ini sangat bagus untuk sharing information, terutama tentang kemajuan Alutsista”. Demikian dikatakan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. kepada beberapa media saat meninjau Stand Mabes TNI di Pameran Indo Defense 2010 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut dikatakan, melalui pameran seperti ini akan dikembangkan kerjasama pembangunan Alutsista dengan berbagai pihak. Namun yang terpenting bagi TNI adalah bagaimana mengembangkan industri dalam negeri yang kita miliki agar mampu memenuhi kebutuhan TNI.

Untuk mengembangkannya tentunya tidak harus dilakukan sendiri, namun TNI akan membuka kerjasama dengan industri pertahanan negara-negara sahabat. Meski demikian, sedapat mungkin proses pembuatannya tetap akan diutamakan dan dilaksanakan di dalam negeri. Dengan demikian, produksi industri strategis dalam negeri akan terus meningkat dan pada akhirnya mampu memproduksi Alutsista yang kita butuhkan secara mandiri.

Pameran Indo Defense 2010 yang dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (10/11) lalu ini, merupakan pameran produk pertahanan tingkat internasional ke-4 yang diadakan oleh Indonesia. Pameran yang digelar kali ini sekaligus digabungkan dengan perhelatan Indo Marine dan Indo Aerospace dan berlangsung dari 10 hingga 13 November 2010 hari ini.

Usai meninjau stand Mabes TNI dan ketiga Angkatan (AD, AL dan AU), Panglima TNI yang didampingi Kasum TNI dan beberapa Asisten Panglima TNI serta Wakapuspen TNI meninjau hampir seluruh peserta pameran yang berjumlah sekitar 484 dari 38 negara dan 17 negara paviliun.

Sumber : POS KOTA

Panglima TNI: Hibah pesawat F-16 berdampak pada anggaran

F-16 Block 52

JAKARTA. Tentara Nasional Indonesia (TNI) enggan terburu-buru menyetujui hibah pesawat tempur F-16A/B bekas dari Amerika Serikat. Hingga kini, TNI Angkatan Udara dan Kementerian Pertahanan masih mengkaji rencana hibah 24 pesawat tempur itu.

Sebab, Kementerian Pertahanan menyatakan hibah pesawat itu memiliki konsekuensi dalam penggunaan anggaran. "Kami masih menunggu hasilnya, mana yang lebih menguntungkan antara menerima hibah atau membeli baru," ujar Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Senin (15/11).

Agus menjelaskan, jika menerima hibah maka harus merevitalisasi pesawat-pesawat itu sehingga kondisinya layak terbang. "Untuk revitalisasi sehingga memiliki kondisi seperti baru kembali perlu anggaran," ujar mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu.

Selain itu, Agus menyatakan pesawat tempur milik TNI yang ada sekarang juga perlu direvitalisasi agar kemampuannya sepadan dengan pesawat F-16 hibah tersebut. Cuma, Agus mengaku tidak hafal berapa biaya yang dibutuhkan untuk merevitalisasi satu unit pesawat F-16 bekas itu. Tapi, menurutnya alokasi anggaran yang disiapkan untuk membeli pesawat baru bisa dipakai untuk merevitalisasi 24 pesawat hibah serta semua pesawat tempur milik TNI saat ini.

Jadi, kata Agus, biaya untuk membeli pesawat baru sepadan dengan anggaran untuk meningkatkan kapasitas pesawat tempur hibah maupun pesawat tempur milik TNI lainnya. Sayangnya, dia mengaku tidak hapal dengan alokasi anggaran untuk pembelian pesawat baru.

Bukan itu saja, menurut Agus, diperkirakan pesawat hibah itu bisa digunakan hingga tahun 2025. "Yang saya tangkap seperti itu, sehingga masih cukup waktu," imbuhnya

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan selain mengkaji rencana hibah itu, pemerintah juga mengkaji pembelian pesawat tempur F-16 terbaru yaitu F-16 C/D block 52.

Sumber: KONTAN

Lapan Gelar Seminar Penerbangan dan Antariksa

Lapan Gelar Seminar Penerbangan dan Antariksa
Tangerang (ANTARA News) - Demi membangun kebersaman visi dan tujuan para pelaku dan pelaksana bidang penerbangan dan antariksa nasional, Lapan menyelenggarakan Seminar Nasional Penerbangan dan Antariksa.

Seminar diadakan Senin (15/11) di Gedung Dewan Riset Nasional (DRN), Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang.

Hasil seminar akan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia hingga 2025. Selain itu, juga akan menjadi bahan pengayaan materi dalam pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Keantariksaan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Aplikasi bidang ini meliputi komunikasi, transportasi, keperluan dunia usaha, perbankan, eksplorasi sumber daya mineral dan geologi, pertahanan keamanan, pertanian, dan mitigasi bencana alam.

Seminar akan dihadiri 600 peserta. Mereka terdiri dari para pengambil kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri. Rencananya, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Drs. Suharna Surapranata, MT. akan membuka acara ini. Menristek dan Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof. Dr. Ir. Zuhal akan menjadi "keynote speaker" dalam acara tersebut.

Seminar akan dibagi dalam sembilan sesi pararel. Sesi tersebut adalah Seminar Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI (Depanri), Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan) ke XIV, Seminar Astronotika Indonesia, Seminar Kebutuhan Misi Satelit, Seminar Pengembangan Teknologi Penginderaan Jauh di Indonesia, Seminar Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Seminar Sains Antariksa, Seminar Pemodelan Iklim, dan Seminar Space Mindedness (pendidikan tentang Iptek kedirgantaraan bagi generasi muda).

(ENY/S026)

Antara

RI, Malaysia Tingkatkan Patroli di Perbatasan


0diggsdigg

illustrasi

Balai Karangan, Kalbar (ANTARA News) - Patroli bersama antara Kepolisian Republik Indonesia dan Polis Diraja Malaysia di daerah perbatasan di Kalimantan Barat akan ditingkatkan untuk mengantisipasi perdagangan orang, penyelundupan barang, dan kejahatan antarnegara.

"Sepanjang 2010 telah dilakukan dua kali patroli di sepanjang jalur perbatasan secara bersama-sama antara Polri khususnya Polres Sanggau dan PDRM," kata Kapolres Sanggau Ajun Komisaris Besar (Pol) IW Sugiri yang ditemui di sela-sela patroli di Sekayam, Senin.

Menurut dia, kerja sama ini perlu ditingkatkan lagi terutama antara Polri dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengamankan wilayah perbatasan khususnya jalur tradisional mengingat wilayah perbatasan sangat rentan terhadap penyelundupan, baik narkotika, barang elektronik, senjata api, maupun perdagangan orang.

"Jalur yang akan kita telusuri adalah jalan setapak kemudian di lanjutkan menuju Serian untuk membicarakan pengamanan wilayah perbatasan, langkah apa yang harus ditempuh untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara di tahun 2011," jelas Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan anggota yang berada di Pospol Segumun-Mongkos (Malaysia).

"Wilayah perbatasan cakupannya cukup luas, saya mengakui keberadaan Pospol di Segumun memang masih belum mampu secara maksimal untuk melakukan pengawasan mengingat medannya cukup sulit serta sarana penunjang juga masih kurang," ungkap Sugiri.

Dijelaskannya, kendati sarana penunjang kurang personil yang bertugas di Pospol bukan berarti tidak menjalankan tugasnya.

"Kita akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pengawasan, baik di jalur tradisional maupun jalur sutra," ujarnya.

Sebanyak 30 personel lengkap dan diperkuat anggota Polsek Entikong dan Sekayam menggunakan kendaraan roda dua akan menelusuri jalur tradisional, mulai dari Segumun, Mongkos kemudian dijemput PDRM di Serian, papar Kapolres.

Kapolsek Sekayam Ajun Komisaris (Pol) Sudarsono menyampaikan pihaknya senantiasa meningkatkan pengawasan di sepanjang jalur tradisional khususnya di Pospol Segumun bekerja sama dengan TNI.

"Kita tetap mengedepankan tugas dan fungsi untuk mengawasi jalur tersebut, dan koordinasi tetap kita lakukan baik dengan pihak Malaysia dalam rangka mengatasi kejahatan di kedua negara," katanya.

Sumber: ANTARA

Kasal Laksamana TNI Soeparno: Marinir Tetap Konsisten Sebagai Garda Utama Menjaga Keutuhan NKRI


Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno selaku inspektur upacara sedang memeriksa pasukan. (Foto: Kapten Laut (KH) Ag Imam S/Dispen Korps Marini)

15 November 2010 -- Sejak kelahirannya hingga di usia ke-65 tahun, Korps Marinir tetap konsisten menempatkan dirinya sebagai garda utama bersama komponen TNI dan komponen bangsa lainnya dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno selaku Inspektur Upacara (Irup) saat membacakan amanatnya dalam upacara peringatan HUT ke-65 Korps Marinir di lapangan apel Brigif-2 Marinir, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (15/11).

Selain hal tersebut, demikian lanjut Kasal, dalam setiap penugasan pun Korps Marinir telah memenangkan hati, jiwa maupun pikiran rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari setiap kehadiran prajurit Korps Marinir di manapun berada di seluruh pelosok tanah air selalu disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat.

Upacara HUT Korps Marinir TNI AL yang kita selenggarakan saat ini, merupakan manifestasi yang dalam dan mengandung makna untuk menumbuhkembangkan serta memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit Korps Marinir dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara. ” Upacara ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya selaku Kepala Staf Angkatan Laut, karena selama ini Korps Marinir TNI AL dalam pengabdiannya telah banyak memberikan arti kontibrusi positif, baik untuk masyarakat, bangsa dan negara ” kata Kasal.

Ratusan prajurit Korps Marinir mengikuti upacara HUT Ke-65 Korps Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin (15/11). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/10)

Pada bagian lain, Kasal mengharapkan agar Marinir selalu memberikan yang terbaik untuk negaranya. ” Dihadapkan pada tuntutan tugas mendatang yang semakin kompleks dan multidimensi, Korps Marinir harus mampu melakukan langkah-langkah antisipasi melalui upaya-upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan kekuatan secara terencana dan fokus. Selain memantapkan organisasi tempur, Korps Marinir juga perlu diperlengkapi dengan sistem senjata baru untuk mengganti senjata yang sudah tua untuk dapat mengimbangi teknologi persenjataan masa kini” lanjut orang nomor satu di jajaran TNI AL ini.

Upacara Hut ke-65 Korps Marinir tahun 2010 ini dilaksanakan cukup meriah dengan dihadiri sejumlah tamu undangan antara lain para mantan Dankormar, pejabat teras TNI/ TNI AL, sesepuh dan warakawuri Korps Marinir serta undangan lainnya.

Kemeriahan upacara diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri dari 3 Brigade Upacara yang langsung mendemonstrasikan gerakan-gerakan cepat Kolone Senapan. Saat acara pokok, dilaksanakan penyematan tanda penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun oleh Kasal kepada 3 perwakilan prajurit Korps Marinir yang berprestasi.

Upacara peringatan HUT ke-65 Korps Marinir ini dimeriahkan dengan atraksi beladiri. (Foto: Kapten Laut (KH) Ag Imam S/Dispen Korps Marinir)

Usai upacara parade, Kasal di dampingi Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin dari tenda kehormatan menyaksikan sejumlah atraksi keterampilan prajurit. Atraksi pertama adalah demonstrasi keterampilan beladiri yang menampilkan aplikasi dari gerakan dasar karate dan perkelahian sangkur dan perkelahian sangkur dengan tangan kosong yang ditutup dengan perkelahian bebas. Atraksi berikutnya adalah
Demonstrasi penembakan artileri yang melibatkan 6 pucuk Howitser 105.

Acara menarik lain adalah tarian kolosal yang dilaksanakan oleh 800 ibu-ibu Jalasenastri Korps Marinir yang merupakan binaan langsung Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Nita Alfan Baharudin. Dalam tari kolosal ini ditampilkan sejumlah tarian menarik seperti tari bhineka, Sumetera, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Ambon dan tari Papua. Atraksi tari kolosal ini dikombinasikan dengan demonstrasi terjun payung free fall yang dilakukan oleh 15 prajurit Denjaka dan Intai Amfibi Marinir yang mendarat dengan tepat di depan tenda kehormatan yang berada di sisi kanan dan kiri podium Irup.

Marinir

Sunday, November 14, 2010

Menhan: Biaya Perawatan Prioritas Pembahasan


0diggsdigg

F-16 Block 52

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) belum memastikan untuk menerima hibah pesawat angkut dan pesawat tempur dari beberapa negara. Termasuk 24 unit pesawat tempur canggih F-16 yang akan dihibahkan pemerintah Amerika Serikat (AS). Sebab, Indonesia harus memikirkan dan menganggarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya perawatan.

"Pesawat angkut dan pesawat tempur yang akan dihibahkan itu sudah pernah dipakai. Tentunya, kita harus pertimbangkan juga biaya perawatan dan biaya upgrade yang akan dikeluarkan," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bila pesawat yang akan dihibahkan dalam kondisi rusak parah, maka Indonesia harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memulihkan pesawat itu sehingga layak terbang. Hal sama pada pesawat tempur F-16, Indonesia terlebih dahulu mengecek jenis dan type blok pesawat tersebut untuk disesuaikan dengan F-16 yang sudah dimiliki TNI.

Purnomo mengatakan, jika pesawat dihibahkan type blok-15, maka masih harus di-upgrade. F-16 terbaru adalah jenis blok-53. "Semakin tinggi kita upgrade, semakin besar ongkosnya. Sekarang, kita hitung-hitungan dan melihat spesifikasi teknis melalui spesifikasi ekonomis," ujar Menhan.

Ia menambahkan, hibah pesawat F-16 membutuhkan satu proses yang tidak bisa cepat karena ini di bawah naungan Access Defence Article (IDE), yang mesyaratkan kedua belah pihak wajib saling mendalami.

Misi Kemanusiaan

Selain F-16 dari AS, Purnomo mengatakan, Indonesia mendapat tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C-130 dari Norwegia dan Australia. Pesawat Hercules yang ditawarkan kedua negara itu belum dalam kondisi sepenuhnya layak terbang. "Kita sudah cek dan kondisinya lumayan parah. Retrofit kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya.

Purnomo menyatakan, Indonesia tak spontanitas menerima tawaran hibah pesawat dari beberapa negara tanpa melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kuantitas pesawat serta mempertimbangan anggaran perawatan. "Persoalan hibah-mengibah tidak bisa sembarangan. Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," ujarnya.

Sekarang ini, Wakil Ketua DPR Anis Matta menilai, keberadaan pesawat angkut masih lebih penting dibandingkan pesawat tempur. Pasalnya, pesawat angkut bisa diberdayakan untuk mengemban misi kemanusiaan.

"Dalam 10 tahun terakhir ini, Indonesia tertimpa musibah bencana alam. Kondisi ini juga perlu kita perhatikan hingga ke depan untuk persiapan. Karena itu, salah satu persiapannya memperbanyak pesawat angkut, seperti Hercules," ujarnya.

Sumber : SUARA KARYA

Payung Udara Utama Garuda 1-P Produksi Lokal


Payung Udara Utama Garuda 1-P. (Foto: Berita HanKam)

15 November 2010 -- Berawal dari pengembangan parasut tipe MC 1-1C pada 2008, CV Maju Mapan, Tulungagung berhasil membuat parasut orang yang diberi nama GARUDA 1-P.

Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) dan Angkatan Udara (Dislitbangau) menyatakan payung udara utama Garuda 1-P telah lulus uji.

Kanopi parasut udara orang utama Garuda 1-P berdiameter 35 kaki, berbentuk parabolik sedangkan parasut udara orang utama cadangan 24 kaki dengan bentuk flat circular.

Parasut Garuda 1-P mempunyai masa pakai (maksimal dalam tahun) 12 tahun, dalam jumlah penerjunan 100 kali pakai, masa simpan maksimal 16,5 tahun.

Garuda 1-P dapat membawa beban hingga 130 kg, kemampuan putar 360 derajat 7-8 detik, kecepatan maju/turun 4-5 meter/detk, ketinggian minimum 1500 kaki.

Seluruh material parasut harus memenuhi standar militer dan sebelum masuk proses pembuatan harus diuji terlebih dahulu, meliputi; uji kekuatan tarik bahan, uji gosok, uji perembesan serta uji ketebalan dan lebar.

CV Maju Mapan mampu memproduksi 8 set payung udara seharinya. Seluruh proses pembuatannya diawasi langsung oleh para ahli dari TNI.

Selain parasut, CV Maju Mapan memproduksi dapur lapangan tingkat kompi, velbed alumunium dan besi, kantong magazen M-16, berbagai macam tenda TNI, diantaranya; peleton, komando, regu, dapur, kesehatan, dan shelter helikopter.

TNI telah memesan parasut serta sejumlah produk CV Maju Mapan. Malaysia juga telah membeli 60 tenda regu dan satu tenda komando pada 2008.

Berita HanKam

BERITA POLULER