Pages

Monday, November 15, 2010

Lapan Gelar Seminar Penerbangan dan Antariksa

Lapan Gelar Seminar Penerbangan dan Antariksa
Tangerang (ANTARA News) - Demi membangun kebersaman visi dan tujuan para pelaku dan pelaksana bidang penerbangan dan antariksa nasional, Lapan menyelenggarakan Seminar Nasional Penerbangan dan Antariksa.

Seminar diadakan Senin (15/11) di Gedung Dewan Riset Nasional (DRN), Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang.

Hasil seminar akan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia hingga 2025. Selain itu, juga akan menjadi bahan pengayaan materi dalam pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Keantariksaan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Aplikasi bidang ini meliputi komunikasi, transportasi, keperluan dunia usaha, perbankan, eksplorasi sumber daya mineral dan geologi, pertahanan keamanan, pertanian, dan mitigasi bencana alam.

Seminar akan dihadiri 600 peserta. Mereka terdiri dari para pengambil kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri. Rencananya, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Drs. Suharna Surapranata, MT. akan membuka acara ini. Menristek dan Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof. Dr. Ir. Zuhal akan menjadi "keynote speaker" dalam acara tersebut.

Seminar akan dibagi dalam sembilan sesi pararel. Sesi tersebut adalah Seminar Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional RI (Depanri), Seminar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dirgantara (Siptekgan) ke XIV, Seminar Astronotika Indonesia, Seminar Kebutuhan Misi Satelit, Seminar Pengembangan Teknologi Penginderaan Jauh di Indonesia, Seminar Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Seminar Sains Antariksa, Seminar Pemodelan Iklim, dan Seminar Space Mindedness (pendidikan tentang Iptek kedirgantaraan bagi generasi muda).

(ENY/S026)

Antara

RI, Malaysia Tingkatkan Patroli di Perbatasan


0diggsdigg

illustrasi

Balai Karangan, Kalbar (ANTARA News) - Patroli bersama antara Kepolisian Republik Indonesia dan Polis Diraja Malaysia di daerah perbatasan di Kalimantan Barat akan ditingkatkan untuk mengantisipasi perdagangan orang, penyelundupan barang, dan kejahatan antarnegara.

"Sepanjang 2010 telah dilakukan dua kali patroli di sepanjang jalur perbatasan secara bersama-sama antara Polri khususnya Polres Sanggau dan PDRM," kata Kapolres Sanggau Ajun Komisaris Besar (Pol) IW Sugiri yang ditemui di sela-sela patroli di Sekayam, Senin.

Menurut dia, kerja sama ini perlu ditingkatkan lagi terutama antara Polri dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengamankan wilayah perbatasan khususnya jalur tradisional mengingat wilayah perbatasan sangat rentan terhadap penyelundupan, baik narkotika, barang elektronik, senjata api, maupun perdagangan orang.

"Jalur yang akan kita telusuri adalah jalan setapak kemudian di lanjutkan menuju Serian untuk membicarakan pengamanan wilayah perbatasan, langkah apa yang harus ditempuh untuk mengamankan wilayah perbatasan kedua negara di tahun 2011," jelas Kapolres.

Selain itu, Kapolres juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan anggota yang berada di Pospol Segumun-Mongkos (Malaysia).

"Wilayah perbatasan cakupannya cukup luas, saya mengakui keberadaan Pospol di Segumun memang masih belum mampu secara maksimal untuk melakukan pengawasan mengingat medannya cukup sulit serta sarana penunjang juga masih kurang," ungkap Sugiri.

Dijelaskannya, kendati sarana penunjang kurang personil yang bertugas di Pospol bukan berarti tidak menjalankan tugasnya.

"Kita akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pengawasan, baik di jalur tradisional maupun jalur sutra," ujarnya.

Sebanyak 30 personel lengkap dan diperkuat anggota Polsek Entikong dan Sekayam menggunakan kendaraan roda dua akan menelusuri jalur tradisional, mulai dari Segumun, Mongkos kemudian dijemput PDRM di Serian, papar Kapolres.

Kapolsek Sekayam Ajun Komisaris (Pol) Sudarsono menyampaikan pihaknya senantiasa meningkatkan pengawasan di sepanjang jalur tradisional khususnya di Pospol Segumun bekerja sama dengan TNI.

"Kita tetap mengedepankan tugas dan fungsi untuk mengawasi jalur tersebut, dan koordinasi tetap kita lakukan baik dengan pihak Malaysia dalam rangka mengatasi kejahatan di kedua negara," katanya.

Sumber: ANTARA

Kasal Laksamana TNI Soeparno: Marinir Tetap Konsisten Sebagai Garda Utama Menjaga Keutuhan NKRI


Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno selaku inspektur upacara sedang memeriksa pasukan. (Foto: Kapten Laut (KH) Ag Imam S/Dispen Korps Marini)

15 November 2010 -- Sejak kelahirannya hingga di usia ke-65 tahun, Korps Marinir tetap konsisten menempatkan dirinya sebagai garda utama bersama komponen TNI dan komponen bangsa lainnya dalam rangka menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno selaku Inspektur Upacara (Irup) saat membacakan amanatnya dalam upacara peringatan HUT ke-65 Korps Marinir di lapangan apel Brigif-2 Marinir, Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (15/11).

Selain hal tersebut, demikian lanjut Kasal, dalam setiap penugasan pun Korps Marinir telah memenangkan hati, jiwa maupun pikiran rakyat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari setiap kehadiran prajurit Korps Marinir di manapun berada di seluruh pelosok tanah air selalu disambut hangat oleh seluruh lapisan masyarakat.

Upacara HUT Korps Marinir TNI AL yang kita selenggarakan saat ini, merupakan manifestasi yang dalam dan mengandung makna untuk menumbuhkembangkan serta memperkuat jiwa korsa, kebanggaan, kecintaan dan kehormatan bagi prajurit Korps Marinir dalam meningkatkan semangat juang serta pengabdian kepada bangsa dan negara. ” Upacara ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya selaku Kepala Staf Angkatan Laut, karena selama ini Korps Marinir TNI AL dalam pengabdiannya telah banyak memberikan arti kontibrusi positif, baik untuk masyarakat, bangsa dan negara ” kata Kasal.

Ratusan prajurit Korps Marinir mengikuti upacara HUT Ke-65 Korps Marinir di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Senin (15/11). (Foto: ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/10)

Pada bagian lain, Kasal mengharapkan agar Marinir selalu memberikan yang terbaik untuk negaranya. ” Dihadapkan pada tuntutan tugas mendatang yang semakin kompleks dan multidimensi, Korps Marinir harus mampu melakukan langkah-langkah antisipasi melalui upaya-upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan kekuatan secara terencana dan fokus. Selain memantapkan organisasi tempur, Korps Marinir juga perlu diperlengkapi dengan sistem senjata baru untuk mengganti senjata yang sudah tua untuk dapat mengimbangi teknologi persenjataan masa kini” lanjut orang nomor satu di jajaran TNI AL ini.

Upacara Hut ke-65 Korps Marinir tahun 2010 ini dilaksanakan cukup meriah dengan dihadiri sejumlah tamu undangan antara lain para mantan Dankormar, pejabat teras TNI/ TNI AL, sesepuh dan warakawuri Korps Marinir serta undangan lainnya.

Kemeriahan upacara diawali dengan masuknya pasukan upacara yang terdiri dari 3 Brigade Upacara yang langsung mendemonstrasikan gerakan-gerakan cepat Kolone Senapan. Saat acara pokok, dilaksanakan penyematan tanda penghargaan Satya Lencana Kesetiaan 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun oleh Kasal kepada 3 perwakilan prajurit Korps Marinir yang berprestasi.

Upacara peringatan HUT ke-65 Korps Marinir ini dimeriahkan dengan atraksi beladiri. (Foto: Kapten Laut (KH) Ag Imam S/Dispen Korps Marinir)

Usai upacara parade, Kasal di dampingi Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin dari tenda kehormatan menyaksikan sejumlah atraksi keterampilan prajurit. Atraksi pertama adalah demonstrasi keterampilan beladiri yang menampilkan aplikasi dari gerakan dasar karate dan perkelahian sangkur dan perkelahian sangkur dengan tangan kosong yang ditutup dengan perkelahian bebas. Atraksi berikutnya adalah
Demonstrasi penembakan artileri yang melibatkan 6 pucuk Howitser 105.

Acara menarik lain adalah tarian kolosal yang dilaksanakan oleh 800 ibu-ibu Jalasenastri Korps Marinir yang merupakan binaan langsung Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Nita Alfan Baharudin. Dalam tari kolosal ini ditampilkan sejumlah tarian menarik seperti tari bhineka, Sumetera, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi, Ambon dan tari Papua. Atraksi tari kolosal ini dikombinasikan dengan demonstrasi terjun payung free fall yang dilakukan oleh 15 prajurit Denjaka dan Intai Amfibi Marinir yang mendarat dengan tepat di depan tenda kehormatan yang berada di sisi kanan dan kiri podium Irup.

Marinir

Sunday, November 14, 2010

Menhan: Biaya Perawatan Prioritas Pembahasan


0diggsdigg

F-16 Block 52

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) belum memastikan untuk menerima hibah pesawat angkut dan pesawat tempur dari beberapa negara. Termasuk 24 unit pesawat tempur canggih F-16 yang akan dihibahkan pemerintah Amerika Serikat (AS). Sebab, Indonesia harus memikirkan dan menganggarkan biaya yang harus dikeluarkan untuk biaya perawatan.

"Pesawat angkut dan pesawat tempur yang akan dihibahkan itu sudah pernah dipakai. Tentunya, kita harus pertimbangkan juga biaya perawatan dan biaya upgrade yang akan dikeluarkan," ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, akhir pekan lalu.

Bila pesawat yang akan dihibahkan dalam kondisi rusak parah, maka Indonesia harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memulihkan pesawat itu sehingga layak terbang. Hal sama pada pesawat tempur F-16, Indonesia terlebih dahulu mengecek jenis dan type blok pesawat tersebut untuk disesuaikan dengan F-16 yang sudah dimiliki TNI.

Purnomo mengatakan, jika pesawat dihibahkan type blok-15, maka masih harus di-upgrade. F-16 terbaru adalah jenis blok-53. "Semakin tinggi kita upgrade, semakin besar ongkosnya. Sekarang, kita hitung-hitungan dan melihat spesifikasi teknis melalui spesifikasi ekonomis," ujar Menhan.

Ia menambahkan, hibah pesawat F-16 membutuhkan satu proses yang tidak bisa cepat karena ini di bawah naungan Access Defence Article (IDE), yang mesyaratkan kedua belah pihak wajib saling mendalami.

Misi Kemanusiaan

Selain F-16 dari AS, Purnomo mengatakan, Indonesia mendapat tawaran hibah pesawat angkut jenis Hercules C-130 dari Norwegia dan Australia. Pesawat Hercules yang ditawarkan kedua negara itu belum dalam kondisi sepenuhnya layak terbang. "Kita sudah cek dan kondisinya lumayan parah. Retrofit kalau masih memungkinkan tidak apa-apa, tapi kalau ongkos lebih mahal tidak usah," katanya.

Purnomo menyatakan, Indonesia tak spontanitas menerima tawaran hibah pesawat dari beberapa negara tanpa melakukan pengecekan terhadap kualitas dan kuantitas pesawat serta mempertimbangan anggaran perawatan. "Persoalan hibah-mengibah tidak bisa sembarangan. Kita lihat dulu kondisi pesawatnya, kalau rusak berat kan juga nggak bisa," ujarnya.

Sekarang ini, Wakil Ketua DPR Anis Matta menilai, keberadaan pesawat angkut masih lebih penting dibandingkan pesawat tempur. Pasalnya, pesawat angkut bisa diberdayakan untuk mengemban misi kemanusiaan.

"Dalam 10 tahun terakhir ini, Indonesia tertimpa musibah bencana alam. Kondisi ini juga perlu kita perhatikan hingga ke depan untuk persiapan. Karena itu, salah satu persiapannya memperbanyak pesawat angkut, seperti Hercules," ujarnya.

Sumber : SUARA KARYA

Payung Udara Utama Garuda 1-P Produksi Lokal


Payung Udara Utama Garuda 1-P. (Foto: Berita HanKam)

15 November 2010 -- Berawal dari pengembangan parasut tipe MC 1-1C pada 2008, CV Maju Mapan, Tulungagung berhasil membuat parasut orang yang diberi nama GARUDA 1-P.

Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) dan Angkatan Udara (Dislitbangau) menyatakan payung udara utama Garuda 1-P telah lulus uji.

Kanopi parasut udara orang utama Garuda 1-P berdiameter 35 kaki, berbentuk parabolik sedangkan parasut udara orang utama cadangan 24 kaki dengan bentuk flat circular.

Parasut Garuda 1-P mempunyai masa pakai (maksimal dalam tahun) 12 tahun, dalam jumlah penerjunan 100 kali pakai, masa simpan maksimal 16,5 tahun.

Garuda 1-P dapat membawa beban hingga 130 kg, kemampuan putar 360 derajat 7-8 detik, kecepatan maju/turun 4-5 meter/detk, ketinggian minimum 1500 kaki.

Seluruh material parasut harus memenuhi standar militer dan sebelum masuk proses pembuatan harus diuji terlebih dahulu, meliputi; uji kekuatan tarik bahan, uji gosok, uji perembesan serta uji ketebalan dan lebar.

CV Maju Mapan mampu memproduksi 8 set payung udara seharinya. Seluruh proses pembuatannya diawasi langsung oleh para ahli dari TNI.

Selain parasut, CV Maju Mapan memproduksi dapur lapangan tingkat kompi, velbed alumunium dan besi, kantong magazen M-16, berbagai macam tenda TNI, diantaranya; peleton, komando, regu, dapur, kesehatan, dan shelter helikopter.

TNI telah memesan parasut serta sejumlah produk CV Maju Mapan. Malaysia juga telah membeli 60 tenda regu dan satu tenda komando pada 2008.

Berita HanKam

Materi Latma Garuda Shadow-02-2010



5 November 2010 -- “Setia Waspada” Sepekan latihan bersama Paspampres bersama United States Army Special Forces (USASF) dengan sandi Garuda Shadow 02-10 telah dilaksanakan dengan baik dan lancar dalam pendalaman serta penyerapan materi latihan, baik materi yang diberikan oleh Paspampres kepada (USASF) maupun materi dari USASF kepada Paspampres.

United States Army Special Forces (USASF) yang merupakan salah satu pasukan elit Amerika Serikat, dalam latma dengan Paspampres pada pekan pertama (USASF) menerima materi dari Paspampres tentang pengetahuan dasar pengamanan VVIP serta materi menembak reaksi dan tepat yang diberikan oleh para pelatih Grup C Paspampres, bertempat di Lapangan Tembak Mako Grup C Lawang Gintung Bogor, sedangkan materi USASF yang diberikan kepada Paspampres dilaksanakan di Pusdik PMK Ciracas Jakarta Timur, TMII dan Lapangan Tembak Cipatat Bandung Jawa Barat.

Dalam latihan Pekan pertama tersebut anggota USASF dengan serius dan penuh semangat menerima setiap materi yang diberikan oleh pelatih Paspampres sehingga suasana latihan semakin hangat dan penuh persahabatan, terlebih dalam menerima materi menembak reaksi yang setiap pelaksanaannya diakhiri dengan Rattle Battle Competition (kompetisi menembak) dari materi menembak yang diberikan tersebut secara umum personil USASF memiliki kemampuan menembak reaksi yang cukup baik.

Anggota United States Army Special Forces (USASF) Menerima materi menembak reaksi dari pelatih Paspampres di Lapangan tembak Mako Grup C Lawang Gintung Bogor.

Setelah materi menembak reaksi yang merupakan materi akhir dari Paspampres, USASF meminta waktu kepada para pelatih untuk melakukan sharring atau bertukar pengetahuan tentang tehnik menembak reaksi yang dimiliki oleh USASF, yang pada dasarnya hampir memiliki kesamaan, sehingga dari sharing pengetahuan maupun tehnik menembak yang diperagakan oleh USASF tersebut dapat menambah pengetahuan bagi Paspampres sebagai dasar referensi dalam mendukung tugas pokok Paspampres.

Captain Hidan sebagai Special Forces officer dari United States Army Special Forces (USASF) sesaat setelah selesai latihan dengan berbahasa Indonesia yang cukup lancar memberikan apresiasi dan mengungkapkan terkesanannya kepada para pelatih Paspampres yang sangat disiplin dan memiliki kemampuan serta menguasai setiap materi latihan, baik materi teori maupun praktek, dari latihan yang dilakukan dengan beberapa negara yang pernah dilakukan, menurut Hiden latihan dengan Paspampres Indonesialah yang sangat terkesan, karena para prajurit Paspampres Indonesia menurutnya merupakan salah satu pasukan terbaik yang memiliki sifat kekeluargaan dan jiwa persahabatan sangat kental. “ungkapnya”.

Paspampres

Kabadan Ranahan: Kemhan Siap Bangun Kapal Perusak Kawal Rudal


Kapal perusak rudal Sigma 10514. (Foto: Berita HanKam)

15 Nopember 2010, Jakarta -- Indonesia akan membangun kapal perang canggih Perusak Kawal Rudal (PKR) yang akan menghabiskan biaya sebesar 220 juta. Pendanaan pembangunan kapal milik TNI Angkatan Laut itu menggunakan skema kredit ekspor.

"Kita semua harus memahami bahwa project ini merupakan political will pemerintah," ujar Kepala Badan Sarana Prasarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabadan Ranahan Kemhan) Laksda TNI Susilo, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, untuk mengerjakan satu unit kapal PKR, akan membutuhkan waktu empat tahun. Kemhan mewakili pemerintah Indonesia sebagai investor sekaligus pembeli, dijadwalkan telah menerima PKR pada Agustus 2014.

Laksda TNI Susilo mengatakan, pembangunan kapal perang PKR di PT PAL merupakan langkah awal dari komitmen pemerintah untuk membangun industri pertahanan di dalam negeri.

Bahkan, keberhasilan pembangunan PKR akan dijadikan pemerintah sebagai jembatan untuk membangun kapal selam canggih yang memiliki kecanggihan teknologi serta kemampuan tempur tingkat tinggi.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang punya kepentingan dan terlibat langsung dalam kapal PKR agar mendukung dan menyatukan sikap mulai dari persiapan perencanaan hingga pelaksanaan pengerjaan.

"Semua stakeholder, terutama yang ada dalam manajemen ini diharapkan mendukungnya, mulai dari awal hingga akhir pengerjaan. Kemenhan, PAL TNI AL bagian pengawakan harus memiliki kesatuan pemahaman dan sikap," ujarnya.

Selain itu, Kabadan Ranahan mengingatkan, pengerjaan proyek PKR harus tetap berjalan, meskipun kelak di tengah jalan akan menemukan satu dinamika ataupun kendala yang bisa memengaruhi pengerjaan proyek tersebut. Dinamika itu, dicontohkan Laksda TNI Susilo, seperti kesiapan hanggar, dermaga ataupun factor lainnya sehingga paralel dengan proses administrasi.

Dengan kesiapan itu, menurut dia, pengerjaan PKR masih menyisakan waktu yang banyak, meskipun mengalami kendala dari dinamika yang tak diharapkan itu. "Kita punya waktu cadangan yang akan dicapai agar bila terjadi dinamika itu tidak terpengaruh. Kita harus memenangi waktu. Kita perlu siasat untuk menyiapkan lebih awal," ujarnya.

Kabadan Ranahan mengatakan, pembangunan PKR di bawah satu manajemen di bawah Kementerian Pertahanan. KKIP yang diketuai Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro telah menunjuk Staf Khusus KSAL Laksma TNI Rahmat Lubis sebagai Ketua Project Officer yang bertanggung jawab langsung ke Menhan.

Kabadan Ranahan mengatakan, porsi pengerjaan PKR dilakukan oleh PT PAL dan DSNS dari Belanda sebagai pemenang tender. PAL mendapatkan porsi pengerjaan 25-40 persen dan selebihnya dilakukan DSNS, seperti yang telah disepakati kedua belah pihak dalam joint operation agreement (JOA) pada 2 Maret 2010.

"Porsi PAL 40 persen bisa saja berkurang menjadi 25 persen, apabila industri dalam negeri yang terlibat tidak maksimal memberikan dukungan dalam proyek ini. Karena itu, pengerjaan PKR membutuhkan sumber daya yang punya kualifikasi dan keseriusan dari industri pendukung dalam negeri," ujarnya.

Pengerjaan PKR akan melibatkan 35 ahli desain dan 435 produksi/pegerjaan. PKR akan dilengkapi dengan kekuatan empat mesin dan alat pendeteksi serta rudal yang berteknologi tinggi.

Kinerja badan ranahan

Laksda TNI Susilo menjelaskan, Badan Sarana Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan, merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang sarana pertahanan.

Lembaga ini menyelenggarakan fungsi antara lain, penyiapan perumusan kebijakan Kemhan di bidang sarana pertahanan; penyusunan standar, norma pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang sarana pertahanan.

Badan Ranahan memiliki sejumlah direktorat. Pertama, Direktorat Teknologi dan Industri, yang bertugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan serta standarisasi teknis dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan.

Direktorat ini menyelenggarakan fungsi penyiapan rumusan kebijakan di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; pemberian bimbingan, supervisi di bidang pengembangan teknologi, industri, pendayagunaan industri, serta administrasi teknologi dan industri pertahanan; serta ketatausahaan dan kerumahtanggaan Badan Ranahan.

Selanjutnya, Direktorat Standardisasi dan Kelaikan. "Tugasnya menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis serta evaluasi di bidang standarisasi dan kelaikan sarana dan prasarana pertahanan," ujarnya.

"Selain itu juga ada Direktorat Konstruksi yang bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang konstruksi pertahanan," katanya

Untuk Direktorat Pengadaan bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang pembinaan sistem dan pelaksanaan pengadaan sarana pertahanan.

Laksda TNI Susilo mengatakan, Badan Ranahan Kemhan mempunyai visi, yaitu "terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung kekuatan, serta kemampuan komponen pertahanan negara, dengan mendayagunakan sumber daya nasional menuju kemandirian". Dan misinya, menyelenggarakan pembinaan serta pendayagunaan teknologi dan industri pertahanan, yang didukung sumber daya nasional menuju kemandirian untuk kepentingan pertahanan negara.

Suara Karya

BERITA POLULER