Pages

Sunday, November 14, 2010

Materi Latma Garuda Shadow-02-2010



5 November 2010 -- “Setia Waspada” Sepekan latihan bersama Paspampres bersama United States Army Special Forces (USASF) dengan sandi Garuda Shadow 02-10 telah dilaksanakan dengan baik dan lancar dalam pendalaman serta penyerapan materi latihan, baik materi yang diberikan oleh Paspampres kepada (USASF) maupun materi dari USASF kepada Paspampres.

United States Army Special Forces (USASF) yang merupakan salah satu pasukan elit Amerika Serikat, dalam latma dengan Paspampres pada pekan pertama (USASF) menerima materi dari Paspampres tentang pengetahuan dasar pengamanan VVIP serta materi menembak reaksi dan tepat yang diberikan oleh para pelatih Grup C Paspampres, bertempat di Lapangan Tembak Mako Grup C Lawang Gintung Bogor, sedangkan materi USASF yang diberikan kepada Paspampres dilaksanakan di Pusdik PMK Ciracas Jakarta Timur, TMII dan Lapangan Tembak Cipatat Bandung Jawa Barat.

Dalam latihan Pekan pertama tersebut anggota USASF dengan serius dan penuh semangat menerima setiap materi yang diberikan oleh pelatih Paspampres sehingga suasana latihan semakin hangat dan penuh persahabatan, terlebih dalam menerima materi menembak reaksi yang setiap pelaksanaannya diakhiri dengan Rattle Battle Competition (kompetisi menembak) dari materi menembak yang diberikan tersebut secara umum personil USASF memiliki kemampuan menembak reaksi yang cukup baik.

Anggota United States Army Special Forces (USASF) Menerima materi menembak reaksi dari pelatih Paspampres di Lapangan tembak Mako Grup C Lawang Gintung Bogor.

Setelah materi menembak reaksi yang merupakan materi akhir dari Paspampres, USASF meminta waktu kepada para pelatih untuk melakukan sharring atau bertukar pengetahuan tentang tehnik menembak reaksi yang dimiliki oleh USASF, yang pada dasarnya hampir memiliki kesamaan, sehingga dari sharing pengetahuan maupun tehnik menembak yang diperagakan oleh USASF tersebut dapat menambah pengetahuan bagi Paspampres sebagai dasar referensi dalam mendukung tugas pokok Paspampres.

Captain Hidan sebagai Special Forces officer dari United States Army Special Forces (USASF) sesaat setelah selesai latihan dengan berbahasa Indonesia yang cukup lancar memberikan apresiasi dan mengungkapkan terkesanannya kepada para pelatih Paspampres yang sangat disiplin dan memiliki kemampuan serta menguasai setiap materi latihan, baik materi teori maupun praktek, dari latihan yang dilakukan dengan beberapa negara yang pernah dilakukan, menurut Hiden latihan dengan Paspampres Indonesialah yang sangat terkesan, karena para prajurit Paspampres Indonesia menurutnya merupakan salah satu pasukan terbaik yang memiliki sifat kekeluargaan dan jiwa persahabatan sangat kental. “ungkapnya”.

Paspampres

Kabadan Ranahan: Kemhan Siap Bangun Kapal Perusak Kawal Rudal


Kapal perusak rudal Sigma 10514. (Foto: Berita HanKam)

15 Nopember 2010, Jakarta -- Indonesia akan membangun kapal perang canggih Perusak Kawal Rudal (PKR) yang akan menghabiskan biaya sebesar 220 juta. Pendanaan pembangunan kapal milik TNI Angkatan Laut itu menggunakan skema kredit ekspor.

"Kita semua harus memahami bahwa project ini merupakan political will pemerintah," ujar Kepala Badan Sarana Prasarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabadan Ranahan Kemhan) Laksda TNI Susilo, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, untuk mengerjakan satu unit kapal PKR, akan membutuhkan waktu empat tahun. Kemhan mewakili pemerintah Indonesia sebagai investor sekaligus pembeli, dijadwalkan telah menerima PKR pada Agustus 2014.

Laksda TNI Susilo mengatakan, pembangunan kapal perang PKR di PT PAL merupakan langkah awal dari komitmen pemerintah untuk membangun industri pertahanan di dalam negeri.

Bahkan, keberhasilan pembangunan PKR akan dijadikan pemerintah sebagai jembatan untuk membangun kapal selam canggih yang memiliki kecanggihan teknologi serta kemampuan tempur tingkat tinggi.

Oleh karena itu, pihak-pihak yang punya kepentingan dan terlibat langsung dalam kapal PKR agar mendukung dan menyatukan sikap mulai dari persiapan perencanaan hingga pelaksanaan pengerjaan.

"Semua stakeholder, terutama yang ada dalam manajemen ini diharapkan mendukungnya, mulai dari awal hingga akhir pengerjaan. Kemenhan, PAL TNI AL bagian pengawakan harus memiliki kesatuan pemahaman dan sikap," ujarnya.

Selain itu, Kabadan Ranahan mengingatkan, pengerjaan proyek PKR harus tetap berjalan, meskipun kelak di tengah jalan akan menemukan satu dinamika ataupun kendala yang bisa memengaruhi pengerjaan proyek tersebut. Dinamika itu, dicontohkan Laksda TNI Susilo, seperti kesiapan hanggar, dermaga ataupun factor lainnya sehingga paralel dengan proses administrasi.

Dengan kesiapan itu, menurut dia, pengerjaan PKR masih menyisakan waktu yang banyak, meskipun mengalami kendala dari dinamika yang tak diharapkan itu. "Kita punya waktu cadangan yang akan dicapai agar bila terjadi dinamika itu tidak terpengaruh. Kita harus memenangi waktu. Kita perlu siasat untuk menyiapkan lebih awal," ujarnya.

Kabadan Ranahan mengatakan, pembangunan PKR di bawah satu manajemen di bawah Kementerian Pertahanan. KKIP yang diketuai Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro telah menunjuk Staf Khusus KSAL Laksma TNI Rahmat Lubis sebagai Ketua Project Officer yang bertanggung jawab langsung ke Menhan.

Kabadan Ranahan mengatakan, porsi pengerjaan PKR dilakukan oleh PT PAL dan DSNS dari Belanda sebagai pemenang tender. PAL mendapatkan porsi pengerjaan 25-40 persen dan selebihnya dilakukan DSNS, seperti yang telah disepakati kedua belah pihak dalam joint operation agreement (JOA) pada 2 Maret 2010.

"Porsi PAL 40 persen bisa saja berkurang menjadi 25 persen, apabila industri dalam negeri yang terlibat tidak maksimal memberikan dukungan dalam proyek ini. Karena itu, pengerjaan PKR membutuhkan sumber daya yang punya kualifikasi dan keseriusan dari industri pendukung dalam negeri," ujarnya.

Pengerjaan PKR akan melibatkan 35 ahli desain dan 435 produksi/pegerjaan. PKR akan dilengkapi dengan kekuatan empat mesin dan alat pendeteksi serta rudal yang berteknologi tinggi.

Kinerja badan ranahan

Laksda TNI Susilo menjelaskan, Badan Sarana Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan, merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang sarana pertahanan.

Lembaga ini menyelenggarakan fungsi antara lain, penyiapan perumusan kebijakan Kemhan di bidang sarana pertahanan; penyusunan standar, norma pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang sarana pertahanan.

Badan Ranahan memiliki sejumlah direktorat. Pertama, Direktorat Teknologi dan Industri, yang bertugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan serta standarisasi teknis dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan.

Direktorat ini menyelenggarakan fungsi penyiapan rumusan kebijakan di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang pembinaan teknologi dan industri pertahanan; pemberian bimbingan, supervisi di bidang pengembangan teknologi, industri, pendayagunaan industri, serta administrasi teknologi dan industri pertahanan; serta ketatausahaan dan kerumahtanggaan Badan Ranahan.

Selanjutnya, Direktorat Standardisasi dan Kelaikan. "Tugasnya menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis serta evaluasi di bidang standarisasi dan kelaikan sarana dan prasarana pertahanan," ujarnya.

"Selain itu juga ada Direktorat Konstruksi yang bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang konstruksi pertahanan," katanya

Untuk Direktorat Pengadaan bertugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis serta evaluasi di bidang pembinaan sistem dan pelaksanaan pengadaan sarana pertahanan.

Laksda TNI Susilo mengatakan, Badan Ranahan Kemhan mempunyai visi, yaitu "terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung kekuatan, serta kemampuan komponen pertahanan negara, dengan mendayagunakan sumber daya nasional menuju kemandirian". Dan misinya, menyelenggarakan pembinaan serta pendayagunaan teknologi dan industri pertahanan, yang didukung sumber daya nasional menuju kemandirian untuk kepentingan pertahanan negara.

Suara Karya

SistemTelemetri Roket Nasional D230


14 November 2010 -- PT. LEN dan LAPAN bekerja sama mengembangkan sistem telemetri Roket Nasional D230. Sistem telemetri merupakan payload (muatan) berisi modul elektronik yang menggantikan warhead (hulu ledak) roket. Sistem akan mengirimkan sinyal data - posisi, ketinggian dan jarak terhadap stasiun peluncuran. (Foto: Berita HanKam)

Berita HanKam

Target Drone Buatan Lokal


14 November 2010 -- Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbangau) bekerja sama dengan PT Aviator mengembangkan target drone. Kecepatan maksimal Drone 200 km/jam, kecepatan jelajah 120 jam, dan maksimal endurance 2 jam. Berat kosong Drone 60 kg sedangkan maksimal berat lepas landas 90 kg (20 kg berat beban dan 10 kg atau 15 liter berat bahan bakar). (Foto: Berita HanKam)

Berita HanKam

Indonesia Melakukan Kontrak Senilai 70 Juta USD Untuk Pengadaan K-21

 

0diggsdigg

IFV K-21 Buatan Korea

Doosan DST perusahaan Korea Selatan, telah memperoleh kontrak oleh Departemen Pertahanan Indonesia (MoD) untuk memasok ranpur K-21 infantry fighting vehicle(IFV) untuk Angkatan Darat Indonesia (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, TNI-AD) , sumber industri dikonfirmasi ke Jane's pada tanggal 12 November.

Kontrak ini senilai USD70 juta akan dikerjakan Doosan DST (dahulu bagian dari Doosan Infracore) untuk pengadaan 22 unit IFV selama tiga tahun ke depan. Kesepakatan itu dicapai sekitar satu minggu yang lalu setelah perundingan antara Pertahanan Indonesia dan Daewoo International, sebuah perusahaan perdagangan yang berbasis di Seoul bertindak atas nama Doosan DST.

Kontrak tersebut berasal dari kredit yang disediakan untuk Indonesia oleh Bank Ekspor-Impor Korea, ini order ekspor pertama dari K-21, meskipun Angkatan Darat Republik Korea telah memakai hampir 500 unit.

Berdasarkan perjanjian tersebut, sebuah perusahaan Eropa akan co-develop, bersama dengan Doosan DST, yang akan memasok turret system pada-K 21s dikirim ke TNI-AD.

Identitas perusahaan Eropa enggan dipublikasikan, meskipun dari catatan Jane, Finmeccanica subsidiary OTO Melara menandatangani perjanjian pemasaran dan produksi dengan Doosan Infracore pada bulan Juni 2008 untuk melakukan "komersialisasi bersama" dari turret, termasuk Melara Oto 105 mm tangki anti HitFact-turret . OTO Melara mengatakan pada waktu itu upaya akan berkonsentrasi untuk mengamankan bisnis di negara-negara Timur Tengah dan Asia Pasifik.

Doosan DST muncul sebagai perusahaan spin-off menyusul Infracore Doosan restrukturisasi pada Januari 2009.

Kesepakatan antara DST Doosan dengan TNI-AD menegaskan posisi Korea Selatan sebagai pemasok alutsista TNI. Seperti Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering mengupgrade dua unit kapal selam Cakra 209/1300-class Jenis diesel-listrik milik TNI AL dan kedua negara telah sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan pesawat tempur KFX Korea dengan Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Korea Selatan juga penawaran untuk pengadaan dua kapal selam tipe 209 untuk memenuhi program pengadaan kapal selam Indonesia, sementara Korea Aerospace Industries ikut serta dalam pengadaan pesawat latih Indonesia yaitu T-50 Golden Eagle. Selain itu, kedua negara telah membentuk sebuah program untuk mengembangkan sistem komunikasi militer yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia PT Len dengan perusahaan Korsel Lig Nex1.

Sumber : @Janes, Kenyot, screen69, MIK

Rosoboronexport: Indo Defence Sangat Sukses Buat Kami


0diggsdigg

Kendaraan BMP 3F Buatan Rusia

JAKARTA, November 13 - RIA Novosti, Mikhail Tsyganov. Delegasi Rusia telah bekerja sangat berhasil di pameran Internasional Keempat senjata dan peralatan militer INDO Defence 2010 Expo & Forum, yang berakhir pada hari Sabtu di Jakarta, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan Rusia, kepala delegasi Rosoboronexport, direktur perusahaan Khusus Tugas Nicholas Dimidyuk.

"Kami percaya bahwa pameran ini berhasil, dan mereka harapan dan proyeksi yang kami bangun, telah dikonfirmasi saya pribadi, sebagai kepala delegasi Rosoboronexport, sangat senang dengan hasilnya,." - Katanya.

Kontrak baru

Pada hari pertama delegasi Pertahanan INDO 2010 dari Federasi Rusia menandatangani kontrak senilai $ 54 juta.

"Kami menandatangani kontrak untuk memasok persenjataan Sukhoi TNI AU," - kata RIA Novosti kepala delegasi Rusia di direktur "wakil Layanan Federal untuk Militer-Technical Cooperation (FSVTS) Mikhail Petukhov.

"Saya pikir itu sebuah kesimpulan, baik logis dari pekerjaan yang besar yang dilakukan oleh tim" - ia menambahkan.

Menurut Dimidyuka, eksposisi Pertahanan Rusia di INDO tahun 2010 dihadiri lebih dari delegasi lusin, dan setengah dari mereka dipimpin oleh Menteri Pertahanan. "Pameran ini sangat aktif menurut Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, khusus terbang ke Jakarta dengan nya spesialis Menteri Pertahanan Ahmad Zahid Hamidi Malaysia. Sangat banyak masalah yang diidentifikasi dalam perjanjian antar pemerintah, kami membandingkan catatan dengan Departemen Pertahanan, Panglima TNI sebagai bahasa Indonesia dan negara-negara di kawasan ", - kata Kepala Delegasi FSUE.

Sebuah fitur karakteristik pekerjaan pada akhir pameran - presentasi jumlah yang sangat besar seperti senjata jarak dekat, senjata ringan, dan presentasi target pada armada.

"Presentasi yang yang sangat bagus diadakan pada MANPADS dan sangat besar -, mulai seluruh sistem pertahanan udara - anti-pesawat sistem rudal S-300 sistem rudal Buk-M2E dan Tor-M2E, anti-pesawat portabel rudal kompleks" Igla-S "" - kata Dimidyuk.

Persyaratan Baru

Rosoboronexport telah lama terlibat dalam pameran di wilayah Asia-Pasifik, dan setiap tahun bekerja untuk mengubah paradigma mereka: pelanggan menjadi lebih menuntut, kata Kepala delegasi "Rosoboronkesporta.

"Pertama-tama, tampak bahwa tidak ada lagi yang puas dengan hanya membeli beberapa senjata, dan kemudian mengeksploitasi mereka untuk memberikan beberapa bagian. Sekarang pelanggan telah melihat prospek, ia tertarik pada kesempatan untuk sepenuhnya menjamin siklus hidup sampel senjata, dan itu adalah 20-30 tahun, "- katanya.

Tumbuh dan persyaratan layanan, dan perusahaan lokal sekarang biasanya ingin mereka untuk mengambil beberapa didirikan untuk tujuan ini, perusahaan patungan, tambah Dimidyuk.

"Akhirnya, semua saran suara yang lebih mendesak pada transfer teknologi, jika memungkinkan, untuk membangun pusat-pusat pelayanan bersama untuk partisipasi maksimum dalam produksi persenjataan, mungkin ada yang berbeda., Tetapi klaim serupa didengar oleh pimpinan angkatan bersenjata Indonesia dan Malaysia, dan sudah hampir di wilayah Asia Pasifik ", - dia menekankan.

Namun, Rusia siap untuk memenuhi permintaan tersebut dan harus mengintegrasikan mereka ke dalam pekerjaan Anda - khususnya, dan menyimpulkan pameran, dimana delegasi Rusia telah bekerja secara langsung dengan industri lokal, katanya.


"Misalnya, direktur dan staf kapal perusahaan Indonesia PT PAL, terlibat dalam pembuatan senjata dan kapal untuk angkatan laut negeri ini, tur rinci tentang kapal selam, dan BMP-3F - merupakan kendaraan infantri untuk kebutuhan TNI AL, dan manajemen PT PAL sangat tertarik"- kata kepala delegasi.

Dari kapal selam sampai pesawat tempur

Dimasa yang akan datang Indonesia akan membeli kendaraan tempur infanteri dan kapal selam, serta radar dan pesawat, kata Dimidyuk.

"Yang paling menjanjikan pada saat ini untuk Indonesia adalah kapal selam berukuran kecil yaitu amur class - yang memiliki kebisingan rendah, memiliki awak kecil 35 orang, tetapi kuat dan torpedo rudal senjata" - katanya.

Menurut para ahli Rusia, kapal selam "Amur" sepenuhnya sesuai dengan pihak Indonesia. Hal ini penting untuk misi mata-mata kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Pertahanan

Yusgiantoro, dan Panglima TNI, semua deputinya, dan perwakilan staf, kepada Dimidyuk.

Bulan lalu, wakil menteri pertahanan Indonesia Shafri Syamsuddin mengatakan bahwa negaranya saat ini bekerja pada tender putaran kedua untuk penyediaan dua kapal selam angkatan laut Indonesia, yang sekarang tinggal Rusia dan Korea Selatan. Di babak pertama juga dihadiri oleh Jerman dan Perancis.

Pada gilirannya, Rusia berharap memenangkan tender Indonesia untuk kapal selam, kata Deputi Direktur Jenderal Rosoboronexport Viktor Komardin pada waktu pameran.

"Kita tahu dari laporan pers bahwa itu akan menjadi pinjaman lunak Kredit Ekspor, pengadaan dua unit kapal selam dalam tender yang diharuskan setiap pemasok harus menyediakan alih teknologi dan keterlibatan industri lokal,." - Katanya.

"Minat yang besar dari para pembeli potensial menyebabkan kami sadar dan, tentu saja, para pembeli sudah mengetahui tentang bagaimana pesawat kita,." - Kata Dimidyuk

Pada tahun 2003, Indonesia membeli empat pesawat tempur dari Rusia, dan pada bulan Agustus 2007 para pihak menandatangani kontrak untuk memasok enam Sukhoi. Tiga Su-30MK2 resmi diserahkan kepada pihak Indonesia pada 2 Februari 2009, dan tiga Su-27SKM - pada akhir bulan lalu.

"Hal utama sekarang - untuk membuat satu skuadron Sukhoi menjadi 16 pesawat yang saat ini baru 10 pesawat bila pesawat TNI AU menjadi 16 akan mempunyai "Efek jera "terhadap siapapun yang akan mencoba untuk mengganggu NKRI, "- kata baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan RIA Novosti Purnomo Yusgiantoro.

"Kami telah memiliki pengalaman yang luas dengan menggunakan teknik produksi Rusia dalam 60 tahun, Dalam pengalaman saya sendiri saya tahu apa kekuatan pesawat Rusia", - kata RIA Novosti yang mengunjungi eksposisi Rusia Kepala Staf angkatan bersenjata Indonesia Wakil-Marsekal Eddie Hardzhoko.

"Love" BMP

"Kami juga baru-baru ini menandatangani kontrak di sini dan 18 kendaraan tempur BMP-3F, yang sudah dikirimkan.Kami memahami bahwa tank ini sedikit, dan membuat pameran ini fokus pada prospek pelanggan yg mau membeli." - Kata Dimidyuk.

"Ada negara-negara di mana suka dan membeli helikopter dlm jumlah besar , ada negara-negara di mana membeli jumlah sedikit Dan ada negara -. Antaranya Indonesia - kondisi geografis di relief pada fitur-fitur yg cocok dengan kita . infanteri kendaraan tempur Dalam hal ini, BMP-3 Marinir, dan Angkatan Darat (Indonesia) dengan bangga membelinya"- menjelaskan, pada gilirannya, Komardin.


Dia juga mengatakan bahwa saat ini pihak Rusia menawarkan Indonesia kredit ekspor untuk pengadaan APC dalam jumlah banyak. Mengetahui persyaratan umum yang disuarakan para pemimpin politik dan militer Indonesia, Rusia siap untuk mendirikan pusat pelayanan teknis untuk kendaraan lapis baja dan dalam konteks ini, transfer teknologi, kata direktur umum wakil Rosoboronexport.


Dalam INDO Pertahanan 2010 Expo & Forum ini dihadiri oleh sembilan perusahaan Rusia, lima di antaranya adalah produk militer ("Rosoboronexport", JSC "Sukhoi", OAO "Kurgan", OAO "Desain Tengah Biro Marine Engineering" Rubin ", OAO Corporation "Irkutsk"). Penyelenggara dari pameran Rusia bersatu dalam perusahaan negara Rusia Technologies.

Secara total, pameran dua tahunan yang sedang berlangsung, mempunyai seluas 10.000 meter persegi terdapat 11 paviliun dari beberapa negara termasuk Rusia. Sekitar 400 perusahaan dari 38 negara menunjukkan kemajuan terbaru dalam industri pertahanan.

Sumber : RIA

Helikopter TNI AD Ditarik dari Mentawai

Helikopter TNI AD Ditarik dari Mentawai
Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) - Satu Helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat yang masih bertahan di kepulauan Mentawai, Minggu pagi ditarik oleh Markas TNI AD dari Bandara Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menuju Jakarta.

"Penarikan helikopter terakhir yang selama ini bertugas mengevakuasi korban tsunami Mentawai, menyusul satu helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat yang sudah ditarik belum lama," kata Komandan Pasukan yang bertugas di Posko Kabupaten Mukomuko Letkol Inf Tri Haksono, Minggu.

Sebelum helikopter MI 17 milik TNI Angkatan Darat diterbangkan dari Bandara Mukomuko menuju Jakarta, helikopter selama beberapa jam mengisi bahan bakar Avtur di Bandara daerah ini.

"Penarikan helikopter terakhir milik TNI AD yang bertugas di Bandara Mukomuko dan Mentawai itu merupakan perintah dari Markas besar TNI," ujarnya.

Disamping penarikan helikopter MI 17, sejumlah prajurit TNI AD yang membuka posko tanggap darurat secara bertahap mulai ditarik

"Prajurit TNI Angkatan Darat yang masih bertahan di posko tanggap Darurat daerah ini sebanyak 40 orang," urainya.

Ia mengatakan belum ada intruksi langsung dari Markas TNI pusat untuk menghentikan aktivitas posko taggap darurat di daerah ini.

"Kemungkinan besar infomasi yang kami terima posko tanggap darurat di daerah ini diperpanjang selama 14 hari mulai dari sekarang, tetapi kepastiannya tetap menunggu intruksi dari pusat," urainya.

Sementara itu dapur umum yang selama ini dibawah Dinas Kesejahteraan Sosial daerah ini sekarang diambil alih oleh TNI Angkatan Daerah.

"sekarang kita semua yang menfgambil alih dapur umum untuk konsumsi prajurit TNI Angkatan Darat yang masiih bertugas di posko daerah ini," imbuhnya.
(T.ANT-149/P003)
Antara

BERITA POLULER