Pages

Sunday, November 14, 2010

Hovercraft Buatan Anak Bangsa


0diggsdigg

Kartika, hovercraft buatan anak bangsa, saat melakukan demonstrasi di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Pembekalan Angkutan (Ditbekang) TNI Angkatan Darat berhasil membangun sebuah hovercraft. Yang membanggakan, hovercraft tersebut merupakan hasil buatan anak bangsa.

"Hanya mesinnya saja yang beli. Selebihnya buatan anak bangsa. Kita kerjasama dengan para insinyur dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Undip (Universitas Diponegoro), dan ada juga dari ITS (Institut Teknologi Surabaya)," ungkap Kolonel Budiyono, ketua tim pembuatan Hovercraft Ditbekang TNI AD, saat ditemui Tribunnews di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Budiyono mengatakan pembangunan Hovercraft, yang turut disponsori salah satu pengusaha tekstil asal Solo, Jawa Tengah, dirampungkan pada Oktober lalu.

Setelah melalui serangkaian tes, Hovercraft yang diberi nama Kartika itu melakukan demonstrasi di Pameran Indodefence 2010 di Arena PRJ, 10-13 November 2010. Tanpa hambatan, Kartika melakukan manuver di atas lapangan conblok yang biasanya digunakan sebagai lapangan parkir.

"Kalau di air bisa lincah lagi. Kendaraan ini kan bisa dipakai untuk segala medan. Itu sebenarnya dia melayang sekitar 15 cm dari permukaan," tuturnya.

Budiyono mengaku pihaknya mampu membuat lima hingga 10 unit Hovercraft. Namun hal itu tentu saja tergantung permintaan. Begitu pula untuk penggunaan Kartika yang sudah siap dioperasikan.

"Fungsi utamanya untuk mengangkut pembekalan TNI. Tapi Hovercraft ini juga bisa dimanfaatkan untuk misi kemanusian, misalnya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau," kata Budiyono.

Letkol MA Ramadhan, salah seorang anggota tim pembangunan Hovercraft, mengatakan Kartika mampu menerjang ombak dengan ketinggian 1,2 meter. Hovercraft yang mampu beroperasi hingga tujuh jam, dengan bahan bakar 1,2 ton Solar, itu juga masih mampu menerjang ombak di atas ketinggian tersebut.

"Hanya saja manuvernya masih nyaman dengan ketinggan ombak 1,2 meter," kata Ramadhan di tempat yang sama.

Disinggung mengenai daya angkut, Ramdhan mengatakan saat ujicoba, Kartika bisa mengangkut beban 5,5 ton. Padahal dalam spesifikasinya tertulis 3 ton. "Itu pun masih bisa ditambah," tegasnya.

Sumber: TRIBUN

24 Pesawat Lawas Lebih Baik Dari Pada 6 Pesawat Baru



Pesawat F-16C/D Block 52 baru yang rencananya akan dibeli Indonesia

JAKARTA - Pemerintah Indonesia masih mengkaji rencana pembelian pesawat tempur F-16 bekas yang ditawarkan Pemerintah Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Brigadir Jenderal I Wayan Midhio mengatakan pengkajian masih dilakukan oleh tim teknis dari Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI. "Kita akan kaji dan lihat akses pembiayaannya dan untung-ruginya," ujarnya kepada Tempo via sambungan telepon, Sabtu (13/11).

Wayan sekaligus meralat kabar bahwa Indonesia akan menerima pesawat F-16 tersebut dalam bentuk hibah. Pemerintah awalnya berencana membeli enam buah pesawat F-16 baru. Namun Amerika justru menawarkan F-16 lawas mereka sejumlah 24 unit, yang setara dengan enam pesawat baru tersebut. "Bisik-bisiknya belum ada apakah serius atau benar. Belum tahu kapan (pastinya)," kata dia. Namun, "Lebih cepat lebih baik."

Wayan berpendapat pilihan yang lebih baik adalah menerima tawaran 24 pesawat lama dibandingkan enam pesawat baru. "Kita masih membutuhkan kuantitas untuk mengamankan wilayah, dibandingkan negara tetangga," ujarnya.

Soal pesawat baru atau pesawat lama, menurut Wayan tak perlu dipermasalahkan. Karena, penggunaan pesawat memiliki standar tertentu. Lagipula, 24 pesawat F-16 lawas yang ditawarkan Amerika masih cukup bagus.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Saturday, November 13, 2010

RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan

RI-China Bahas Kerja Sama Industri Pertahanan
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem kerja sama industri pertahanan dengan China yang dirintis kedua negara sejak lama.

"Kami masih akan membahas lebih rinci mekanisme dan sistem yang akan dijalankan dalam kerja sama industri pertahanan antara Indonesia-China," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjawab ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan, masih perlu banyak penyesuaian antara kedua negara untuk dapat melakukan kerja sama industri pertahanan dengan sebaik-baiknya atas dasar saling percaya, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Wamenhan menuturkan, secara umum Indonesia dan China sepakat untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara diberbagai bidang termasuk pertahanan dan keamanan seperti yang tertuang dalam kemitraan strategis yang disepakati kedua pihak pada 2005.

Selain itu, Indonesia dan China memiliki kesepakatan kerja sama pertahanan yang ditandatangani kedua menteri pertahanan pada 7 November 2007. "Namun, seluruh kesepakatan itu harus dipertajam lagi aturan mainnya, mekanismenya, sistem yang yang akan dijalankan seperti apa. Ini yang terus akan dibicarakan antara kedua pihak secara berkesinambungan," tutur Sjafrie.

Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, segala kemungkinan kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan China akan terus dijajaki.

"Namun, Indonesia mengharapkan agar kerja sama industri pertahanan kedua negara itu dapat mendukung pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri. Karena itu target kami saat ini yakni membangkitkan kembali industri pertahanan nasional," katanya.

Indonesia menjalin kerja sama industri pertahanan dengan beberapa negara semisal dalam bentuk produksi bersama.

(R018/N002/S026)
Antara

Iran says ready to test domestic air defense system similar to S-300


S-300 air defense missile systems
15:14 10/11/2010
© RIA Novosti. Dmitri Korobeynikov
Iran is set to test-fire a domestically-designed air defense system similar to the Russian S-300 after Russia refused to fulfill a delivery contract, the IRNA news agency said on Wednesday.
Russia signed a deal to deliver five battalions of S-300PMU-1 air defense systems to Iran in 2007 but banned the sale in September, saying the systems, along with a number of other weapons, were covered by the fourth round of sanctions imposed by the UN Security Council against Iran over its nuclear program in June.
"We had plans to purchase the S-300 from Russia as part of our agenda to meet some of our security needs, but under pressure from the United States and Israel, [Russia] refrained from delivering the defense system to our country," Brig. Gen. Mohammad Hassan Mansourian said.
"[Missile defense] systems similar to S-300 will soon undergo test firing and field modification while other long-range systems are also being designed and developed," Mansourian said.
The general also said Iran's air defenses would soon be strengthened with a new generation of Mersad and Shahin missiles.
The advanced version of the S-300 missile system, called S-300PMU1, has a range of over 150 kilometers (over 100 miles) and can intercept ballistic missiles and aircraft at low and high altitudes, making it an effective tool for warding off possible air strikes.
Russia has delivered 29 Tor-M1 short-range air defense missile systems to Iran under a $700-million contract signed in late 2005. Russia has also trained Iranian Tor-M1 specialists, including radar operators and crew commanders. The S-300 system is significantly superior to the Tor-M1.
MOSCOW, November 10 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russian arms exporter to take part in INDO Defence 2010 Expo&Forum


Russian arms exporter to take part in INDO Defence 2010 Expo&Forum
03:03 10/11/2010
© RIA Novosti. Anton Denisov
Russia will present a large number of military equipment and technologies during the INDO Defence 2010 Expo&Forum due in Indonesia on November 10-13, state-run arms exporter Rosoboronexport said. "Today the potential for developing military and technical cooperation between Russia and Asia-Pacific countries is very big: this arms market remains quite capacious, and Russia offers the entire spectrum of the most advanced weapons and military equipment," the company said in a press release.
"We are talking about aviation equipment (Su (Sukhoi), MiG (Mikoyan) and Il (Ilyushin) planes, Mi (Mil) and Ka (Kamov) helicopters, various weaponry and equipment for them), as well as about navy and armored equipment, weaponry for special forces, ammunition... and many other equipment that Asia-Pacific countries need," the statement said.
Russia's new generation advanced military aircraft trainer Yak-130s, which attracts special attention around the world, will also be presented at the exhibition, along with Tor, Buk, S-300 and Igla missile systems, the document said.

MOSCOW, November 10 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Russia to showcase advanced weaponry at arms show in Indonesia


BMP-3 is one of the exhibits to be presented at an upcoming biennial arms show in Indonesia
03:12 04/11/2010
© RIA Novosti. Alexei Kudenko

Nine Russian defense companies will exhibit various types of sophisticated weaponry at an upcoming biennial arms exhibition in Indonesia, the Russian Federal Service for Military-Technical Cooperation said.
Indo Defense 2010 Expo & Forum will be opened on November 10 in Jakarta to host over 400 exhibitors from 38 countries until November 13.
"Russia will exhibit various types of advanced equipment for the Ground Forces, the Air Force, air defense, the Navy, special forces, electronic warfare, military medicine and combat training," the service said in a statement on Wednesday.
Russia exports weaponry to over 100 countries.
Its main arms customers are India, Indonesia, Algeria, China, Venezuela, Malaysia and Syria. Vietnam also emerged as a key importer after it signed a deal to buy submarines, aircraft and other military hardware from Russia late last year.
Russia's arms exports are expected to hit an all-time high of over $10 billion in 2010.

MOSCOW, November 4 (RIA Novosti)

RIA NOVOSTI

Produsen Alutsista Indonesia Tampilkan Produk-produk Baru di Indodefence 2010 (2)


13 November 2010

Wahana Subskimmer Angkatan Laut (photo : Defense Studies)

Matra Laut

R&D Angkatan Laut kali ini menampilkan hasil risetnya berupa subskimmer, wahana ini dapat dipakai di permukaan air maupun menyelam, cocok digunakan untuk operasi pasukan khusus. Wahana dengan panjang 5,5m ini mampu membawa 4 personil dan mempunyai kecepatan 20 knot di permukaan air dan 2-4 knot ketika digunakan untuk penyelaman.

LCAC Kartika yang mampu membawa beban 3 ton (photo : Defense Studies)

Angkatan Darat menampilkan kapal pendarat berbantalan udara (LCAC) tipe hovercraft dengan nama Hovercraft Kartika. Kapal dengan panjang total 14,2m merupakan kapal pendarat hovercraft terbesar milik Angkatan Darat. Wahana ini mampu mengangkut beban 3 ton. Kecepatan jelajah wahan ini 20-25 knot, dengan kecepatan maksimal 30 knot.

Kapal PKR-105 kerjasama bareng dengan Damen Schelde (photo : Defense Studies)

Guided Missile Escort PKR 105 menjadi primadona pada pameran ini. Penunjukan Damen Schelde sebagai mitra PT. Pal untuk membuat kapal ini pada bulan Agustus lalu akan segera diikuti kontrak dengan Kementrian Pertahanan. PKR 105 akan menjadi kapal paling canggih dan modern di armada tempur Angkatan Laut.

KCR-40 yang sedang dikerjakan oleh Palindo - Batam (photo : Defense Studies)


Kapal Cepat Rudal 40 meter ditampilkan oleh 2 perusahaan yaitu PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Pal. Palindo sebagai perusahaan galangan kapal yang berlokasi di Batam saat ini sedang mengerjakan KCR 40 pesanan Angkatan Laut. Kapal ini sudah mengadopsi desain stealth, bentuk radar navigasi yang menjulang tinggi mengingatkan kita pada kapal-kapal milik Angkatan Laut Singapore. Kapal dengan panjang 43 meter ini sanggup dipacu dengan kecepatan 27-30 knot.


LST-117 rancangan PT. Pal (photo : Defense Studies)
Ada 2 tipe miniature kapal pendarat tank dengan panjang 117 meter yaitu LST 117 yang dirancang oleh PT. Pal dan yang dirancang oleh PT. Dok Kodja Bahari. Perbedaan yang terlihat nyata pada LST yang dirancang mampu mengangkut helicopter ini adalah penempatan sekoci di bodi samping. Pada disain Pal sekoci diletakkan atas-bawah sehingga bodi kapal menjadi terlihat tinggi, sedangkan disain DKB sekoci diletakkan muka belakang. Kecepatan kapal ini berkisar 14-16 knot.

Riset dan Kerjasama

Berbeda dengan kontrak pengadaan 4 korvet Diponegoro class yang telah selesai dikerjakan oleh Damen Schelde maka dalam pembuatan kapal PKR-105 ini Damen akan bekerja sama dengan PT. Pal dan memberikan transfer teknologi pembuatan kapal tersebut kepada Indonesia.
Pindad-Tatra sepakat untuk bekerjasama (photo : Defense Studies)
Pindad ternyata juga telah bekerjasama dengan Tatra pemasok truk dari Ceko. Seperti diketahui, Marinir telah menggunakan truk Tatra 813 8x8 GRAD dan truk 6x6 Tatra 810 untuk mengangkut amunisi roket tersebut. Kedua logo perusahaan ini ditampilkan bersama secara mencolok.

Kerjasama Pindad dengan FNSS yang ditandatangani pada bulan Juni 2010 untuk produksi kendaraan roda rantai belum menghasilkan prototipe yang dapat dibawa pada pameran ini.

INTI saat ini berhasil menggandeng Harris Corporation untuk pengadaan alat komunikasi bagi Angkatan Darat. Dalam tender pengadaan alat komunikasi ini akan terjadi persaingan dengan perusahaan saudara yaitu LEN yang memilih bekerjasama dengan Thales.

Telemetri roket D230 (photo : Defense Studies)
LEN baru saja sukses melakukan kerjasama dengan LAPAN dalam membuat sistem telemetri roket D230, sehingga ujicoba roket yang dilakukan dapat diikuti kecepatannya, arahnya dan ketepatannya secara real time.

(Defense Studies)

BERITA POLULER