Pages

Thursday, November 11, 2010

Lanud Sulaiman Kirim Bantuan Korban Merapi


Pentak Lanud Slm - 12/11/2010

Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo, S.I.P didampingi para kadis dan Komandan Skadik sesaat sebelum melepas keberangkatan kendaraan yang membawa bantuan untuk korban merapi . (foto: Pentak Lanud Slm)
Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo, S.I.P bertempat di lapangan upacara staf II hari ini melepas keberangkatan beberapa kendaraan yang membawa bantuan atau sumbangan untuk disampaikan kepada korban letusan gunung merapi, Yogyakarta . (Jum’at,12/11)

Keberangkatan kiriman bantuan untuk korban merapi tersebut disaksikan oleh seluruh anggota Lanud Sulaiman usai apel pagi. “Bantuan yang kita berikan ini jangan dilihat dari besar atau kecil. Namun, hal ini adalah wujud dari bentuk empati, soliditas dan solidaritas terhadap sesama,”kata Danlanud yang berkesempatan memberi kata sambutan.

Danlanud pun menyampaikan setelah bantuan ini diberikan kepada korban Merapi, pihak panitia masih membuka pintu kepada seluruh anggota Lanud Sulaiman yang masih ingin memberikan bantuan, dan selanjutnya akan disampaikan kepada yang berhak menerima.

TNI AU

LANUD SUPADIO GELAR LATIHAN PAGAR BETIS 2010


Pentak Lanud Spo - 11/11/2010

Anggota Lanud Supadio sedang mengejar perusuh yang berusaha memasuki Pangkalan TNI AU Supadio pada latihan ”Pagar Betis 2010”.
Lanud Supadio merupakan salah satu Pangkalan Induk yang berfungsi sebagai pendukung pelaksanaan operasi udara serta memberikan dukungan administrasi dan logistik. Agar operasi-operasi udara dan kegiatan-kegiatan lain dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, maka diperlukan adanya suatu kondisi keamanan yang mantap, terhindar dari segala macam dan bentuk ancaman, gangguan dan tantangan serta hambatan baik fisik maupun non fisik.

Berkaitan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan kemampuan personelnya maka Lanud Supadio menggelar latihan Keamanan Pertahanan Pangkalan dengan sandi “Latihan Pagar Betis 2010”. Latihan ini dilaksanakan sehari, Kamis (11/11) dengan mengambil wilayah latihan di sekitar Pangkalan TNI AU Supadio.

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Imran Baidirus, S.E. sebagai Penanggungjawab Latihan menjelaskan “Latihan Pagar Betis 2010” bertujuan untuk memantapkan personel Pangkalan TNI AU Supadio dalam memelihara dan meningkatkan keterampilan dalam mendukung pengamanan wilayah Pangkalan TNI AU Supadio terutama dalam pengamanan obyek vital pesawat Hawk 100/200, apabila ada tindakan anarkis massa yang mengancam,’ ujar Danlanud.

Oleh karena itu, lanjut Danlanud, “Latihan Pagar Betis 2010” merupakan suatu proses kegiatan yang bertahap dan berkelanjutan serta lebih meningkat mutunya. Oleh sebab itu mekanisme latihan diusahakan mendekati keadaan yang sebenarnya. “Setelah latihan ini berakhir tentunya kita harus melakukan evaluasi, sudah sejauhmana pelaksanaannya, apa sudah sesuai dengan petunjuk skenario latihan dan sejauhmana memenuhi tujuan dan sasaran yang harus dicapai,” tegas Danlanud.

Selain itu latihan ini juga bertujuan untuk melatih kerjasama/koordinasi dengan satuan/instansi samping khususnya PAP II Cabang Bandara Supadio, Koramil, Polsek Sungai Raya dan satuan TNI terdekat.

Latihan ini melibatkan personel sebanyak 204 orang terdiri Komando Latihan 13 orang dan pelaku 191 orang. Dalam latihan itu, terdapat beberapa macam kegiatan dari manuver lapangan dan sifat satu pihak dikendalikan. Peserta yang terlibat terdiri dari personel Lanud Supadio dan Batalyon 465 Paskhas.

TNI AU

KUNJUNGAN PASIS SESKO ROKAF DI KOOPSAU I


Pen Koopsau I - 11/11/2010

Pangkoopsau I Marsda TNI Dede Rusamsi didampingi Kastaf Koopsau I Marsma TNI Bagus Puruhito menerima kunjungan Brigadier General Kim Myung Ho beserta Staf Seskoau Republik Korea Selatan di Ruang Kerja Pangkoopsau I, Kamis (11/11). ***(Pen Koopsau I)
Panglima Komando Operasi Koopsau I Marsekal Muda TNI Dede Rusamsi didampingi Kepala Staf Koopsau I Marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito menerima kunjungan kehormatan Commandant of Air University Brigadier General Kim Myung Ho beserta rombongan Pasis Sesko Rokaf (Republic of Korean Air Force) di Koopsau I, Kamis (11/11).

Rombongan yang berjumlah 119 orang tersebut melaksanakan kunjungan singkat ke Koopsau I dalam rangka Kunjungan Delegasi Pasis Seskoau Republik Korea ke Indonesia terutama di beberapa instansi TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutan Pangkoopsau I yang dibacakan Kepala Staf Koopsau I Marsma TNI Bagus Puruhito mengatakan bahwa dalam kegiatan kunjungan ini, merupakan kesempatan yang baik untuk saling berbagi ide, pandangan, pengalaman dan terutama ilmu pengetahuan, yang diharapkan menguntungkan bagi kedua Angkatan Udara,

Panglima juga berharap dengan adanya study banding ini dapat mempererat tali persahabatan antara kedua Angkatan Udara.

Sebelumnya, Pasis Seskoau Republik Korea melaksanakan kunjungan ke Seskoau, Lembang Bandung.


Pangkoopsau I Marsda TNI Dede Rusamsi saat foto bersama dengan Rombongan Pasis Seskoau Republik Korea Selatan dalam rangka kunjungan ke Koopsau I, Kamis (11/11). ***(Pen Koopsau I)

TNI AU

BATALYON 466 PASKHAS LATIHAN FREE JUMP


Pentak Lanud Hnd - 11/11/2010
Sebanyak 110 personel Batalyon 466 Paskhas Kamis(11/11) melaksanakan latihan Free Jump dengan menggunakan Pesawat Helly Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya Bogor di Pantai Barobong Makassar Sulsel yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon 466 Paskhas Letkol Psk Sujatmiko.

Latihan Free Jump yang berlangsung sehari tersebut bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit khususnya dalam bidang SAR, baik SAR Tempur (Combat SAR) maupun SAR dalam rangka OMSP(Operasi Militer Selain Perang) seperti melaksanakan tugas bantuan dalam penanggulangan akibat bencana alam.

Menurut Komandan Batalyon 466 Paskhas Letkol Psk Sujatmiko yang juga ikut latihan bersama anak buahnya tersebut mengatakan bahwa latihan free Jump ini juga merupakan upaya satuan agar tercapai kesiapan operasional dalam penanggulangan bencana alam khususnya bencana alam aspek air seperti sunami.

Sebagai prajurit TNI , kata Letkol Psk Sujatmiko, kita harus peka dan senantiasa tanggap serta siaga dalam menghadapi segala kemungkinan khususnya dalam penanggulangan bencana alam dan dengan latihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, ketrampilan dan ketangkasan untuk menghadapi tugas-tugas kedepan yang semakin berat.

Latihan yang merupakan aplikasi dari program kerja tersebut , juga merupakan sinergi dari berbagai uinsur yaitu Lanud Sultan Hasanuddin, Helly Skadron Udara 6 dengan Kapten Pilot Kapten Pnb Ronal dan satuan Batalyon 466 Paskhas serta satuan terkait lainnya.

TNI AU

TNI AU IKUTI PAMERAN INDODEFENCE


Dispenau - 11/11/2010

Stan TNI AU Pada Pameran Indodefence 2010 di Kemayoran Jakarta Pusat (Foto : Dispenau)
Dalam Pameran Indodefence: Indoaerospace, Indomarine 2010 yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Hall D Kemayoran Jakarta, Rabu (10/11), TNI Angkatan Udara ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai peralatan yang selama ini digunakan personel TNI AU.

Pada pameran yang diikuti 14 negara tersebut, TNI AU menampilkan dalam bentuk in door maupun out door. Untuk in door oleh Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) dan Akademi Angkatan Udara (AAU) sedang out door diwakili oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau).

Untuk in door, materi yang dipamerkan antara lain miniatur berbagai jenis pesawat terbang yang dimiliki TNI AU, manekin Paskhasau beserta perlengkapan tempur seperti untuk HAHO/HALO (Hight Altitude Hight Opening/ Hight Altitude Low Opening), manekin penerbang tempur, manekin Wanita Angkatan Udara (Wara), kepangkatan dan tanda jasa serta buku-buku tentang TNI Angkatan Udara.

Selain itu juga senjata laras panjang maupun rompi anti peluru. Sedang untuk out door, materi yang dipamerkan meliputi payung parasut, drugchute pesawat tempur, bom , roket dan sebagainya.

Dalam Pameran Indodefence 2010 yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 13 November di Kemayoran ini, stand TNI Angkatan Udara baik in door maupun out door mendapat perhatian dari berbagai lapisan masyarakat yang menyaksikan .

Selama pameran berlangsung, Tim Aerobatik Udara Roulette dari Australia akan melakukan berbagai manuver terbang aerobatik dengan menggunakan pesawat PC-9 yang take off dan landing dari Lanud Halim Perdanakusuma.

TNI AU

TNI Kaji Hibah F-16 dari Amerika


Jet tempur F-16 Fighting Falcon dari 55th Fighter Squadron, lanud Shaw, S.C., menembakan AGM-65 Maverik pada sasaran darat saat mengikuti Combat Hammer di lanud Hill, Utah. USAF tidak akan mengembangkan F-16 Fighting Falcon, meskipun jet ini masih terus dikembangkan untuk pelanggan luar negeri. USAF berusaha mengurangi populasi F-16 dalam arsenalnya, sebagian F-16 diubah menjadi drone dan ditawarkan ke negara asing. USAF memfokuskan mengunakan F-18 Hornet dan bersiap mengoperasikan jet tempur siluman F-35. AU Belanda juga sudah menjual sebagian armada F-16. (Foto: USAF/ Capt. Amber House)

11 November 2011, Jakarta -- Tentara Nasional Indonesia masih melakukan pengkajian penawaran hibah 24 pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan pengkajian dilakukan MabesTNI dan Kementerian Pertahanan. “Rencana Amerika Serikat memberikan hibah F-16 kepada TNI,itu dalam proses.Memang ada pembicaraan untuk hibah itu dan kita sedang kaji dan bahas bagaimana tindak lanjutnya,” katanya seusai melepas Kontingan Garuda ke Lebanon Selatan di Mabes TNI Cilangkap kemarin. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut itu mengungkapkan sampai kini masih ada dua bahan pertimbangan dalam menyikapi tawaran tersebut.

Pembelian pesawat bekas dengan jumlah yang banyak atau jumlah sedikit untuk pesawat baru. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan,”katanya. Pembahasan tersebut, kata Agus,juga menyinggung antisipasi embargo yang dapat sewaktu-waktu terjadi. “Tapi kita selalu ingin menjalin hubungan baik antara kedua negara sehingga masalah-masalah yang lalu dihadapi tidak terjadi lagi,”ujarnya. Agus pun mengakui jika TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari AS tersebut. Namun, lanjutnya, hasilnya sangat tergantung dalam proses politik baik internal pertahanan maupun negara.

F-16D AU Pakistan. Awal 2010, pemerintah AS menyetujui penjualan 12 F-16C dan 6 F16D pada Pakistan. Pemerintah Singapura menghibahkan tujuh F-16 A/B pada AU Thailand sebagai imbalan diijinkan menggunakan tempat latihan sebuah lanud di provinsi Udon Thani selama 15 tahun. Belanda membeli 213 F-16 A/B dan menguranginya menjadi 108 pesawat dengan menjualnya ke Yordania dan Chile. Begitu juga, Belgia menjual sebagian F-16-nya ke Yordania. (Foto: USAF)

”Mudah- mudahan dalam waktu dekat sudah ada keputusan dan kita mendorong itu dapat kita menerima,” ujarnya. Lebih lanjut Agus menilai pesawat F-16 yang dihibahkan Amerika Serikat kondisi rangkanya masih bagus meski itu bekas. Jika mesinnya diganti baru dan kemampuan tempur ditingkatkan, pesawat tersebut dapat berfungsi seperti pesawat baru. Karena itu meskipun sifatnya hibah Mabes TNI sendiri tetap akan menyiapkan alokasi anggaran perbaikan agar pesawat-pesawat tersebut dalam kondisi terbaik. “Yang jelas, meski itu hibah, kita harus menyiapkan alokasi anggaran untuk penyiapkan pesawat itu sehingga bisa menggunakan,”katanya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsekal Madya Eris Herryanto menyatakan hal serupa.“Pembahasan masih terus dilakukan untuk mengkaji berbagai kemungkinan,”ujarnya.Eris sendiri enggan untuk menyebutkan varian F-16 yang direncanakan akan dihibahkan tersebut. Seperti diketahui, TNI AU saat ini mengoperasikan F-16 A/Block 15. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menolak rencana Kementerian Pertahanan untuk menerima hibah pesawat tempur bekas F-16 dari Amerika Serikat.Hasanuddin menyatakan penawaran hibah tersebut bukan hibah murni sehingga masih membutuhkan biaya peremajaan.

“ Pesawat-pesawat bekas tersebut kan masih harus diretrofit dulu dengan biaya yang tidak sedikit juga,”katanya. Kemudian, lanjutnya, meski harga 24 pesawat tempur F-16 bekas tersebut setara dengan enam pesawat baru, biaya perawatan pesawat bekas akan jauh lebih mahal. “Risiko biaya perawatan pesawat bekas yang telah dipakai 10 tahun dua kali lipat daripada pesawat baru. Apalagi Amerika banyak menggunakan pesawatnya untuk operasional perang di Timur Tengah dan Afganistan.Artinya lifetime-nya juga sudah pendek,”ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Hasanuddin, pemerintah bersama DPR juga sudah bertekad memodernisasi alat utama sistem senjata militer. Karena itu, sebaiknya kementerian pertahanan tetap fokus pada kesepakatan bersama itu.

SINDO

Roket Balistik Kartika I


12 November 2010 -- Kartika I roket balistik percobaan dua tingkat sasaran darat-ke-darat yang dikembangkan Dislitbangau. Tingkat pertama mempunyai panjang 2,590 mm, diameter 240 mm, berat 121,2 kg dan kecepatan 3 mach. Tingkat kedua panjang 3,277 mm, diameter 156 mm, berat 66,5 kg serta kecepatan 5 mach. Bahan bakar propelan double base dengan jarak tembak 50 km pada ketinggian elevasi 80 derajat. (Foto: Berita HanKam)

Berita HanKam

BERITA POLULER