Pages

Thursday, November 11, 2010

Kapal Patroli Kawal Rudal 105m (PKR Sigma 10514)





JAKARTA - Kapal Patroli Kawal Rudal (PKR) 105m yang pada Agustus lalu dilaunching Menhan Purnomo Yusgiantoro bersama KSAL dan perwakilan Galangan Kapal Belanda, Damen, hingga kini telah memasuki tahap desain konstruksi dan struktur kapal, dijadwalkan tahap ini akan selesai pada akhir tahun 2010 ini. Proses pembangunannya dijadwalkan selesai pada tahun 2014.

Tidak dipungkiri ini merupakan langkah besar Kementrian Pertahanan dalam merevitalisasi Industri pertahanan bidang maritim, PT.PAL. Proyek PKR bisa dibilang merupakan proyek pengganti Korvet nasional yang pernah di cetuskan KSAL lama, Bernard Kent Sondakh. Ide proyek Korvet Nasional muncul setelah adanya larangan negara Jerman kepada Indonesia untuk menggunakan armada kapal perangnya (Korvet Parchim) saat Aceh dalam kondisi Operasi Militer.

Guna mengakomodasi keinginan TNI AL tersebut, dalam prosesnya PT.PAL sempat bermitra dengan shipyard asal Italia untuk mengakuisisi Korvet Commandante Class menjadi basis pembangunan Korvet Nasional lengkap dengan program alih teknologinya. Namun setelah lama tidak ada kejelasan akhirnya bergulir proyek PKR dimana basis pengembangannya mengadopsi modul kapal perang Sigma buatan Damen.




Sebagaimana kita ketahui program alih teknologi sigma terkendala setelah Damen membatalkan proses pengerjaan kapal tersebut yang sedianya 2 unit di buat di Belanda dan 2 unit di Indonesia. Kemenhanpun akhirnya mengkaji ulang dengan mengundang galangan kapal luar untuk mewujudkan proyek nasional PKR ini, hingga akhirnya kembali Damen yang terpilih sebagai pemenang.

Di ajang Indo-Defence 10-13 November 2010 kali ini PKR 105 mendominasi stand pameran Damen dan PT.PAL lengkap dengan video animasi yang dibuat khusus Damen untuk mempromosikan kapal perang tersebut ke pengunjung.  
sumber :©alutsista

TNI Kaji Hibah F16 dari AS

TNI Kaji Hibah F16 dari AS


Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya tengah mengkaji hibah dua skuadron pesawat tempur F16 A/B Fighting Falcon dari Amerika Serikat.

"Sedang kita kaji tawaran AS untuk hibah F16, bagaimana tindaklanjutnya kita kaji mendalam," katanya usai melepas pasukan TNI ke Lebanon, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis.

Agus mengatakan, meski hibah namun TNI harus mempertimbangkan besaran anggaran yang harus dialokasikan sehingga 24 unit F16 A/B itu bisa diterima dan digunakan untuk memperkuat armada tempur TNI.

Yang penting, tambah Panglima TNI, pihaknya akan mengkaji dari berbagai sisi, termasuk sisi politik dan hubungan baik kedua negara.

"Kita punya embargo dengan AS, itu juga harus menjadi pertimbangan dan kajian mendalam," kata Agus Suhartono.

Sebelumnya, Pemerintah AS menawarkan F-16 Fighting Falcon varian terbaru F-16 C/D.

Namun, karena keterbatasan angggaran yang dimiliki, maka Pemerintah Indonesia menolak.

Pada kesempatan terpisah, Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Eri Biatmoko mengatakan, pihaknya menginginkan tambahan tiga skuadron pesawat tempur untuk memaksimalkan pengamanan wilayah udara nasional.

"Khusus untuk F16, TNI Angkatan Udara telah memiliki program rutin `Falcon Up` untuk meng-`upgrade` kemampuan pesawat," katanya.

Eri mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan menambah enam F16 Fighting Falcon pada 2014.

"Saat ini kita merencanakan meng-upgrade F16 A/B dengan teknologi baru pada 2011 dan 2012 oleh Lockheed Martin. Ini masih proses," katanya.

Sumber: ANTARA

Panglima TNI : TNI Sambut Baik Hibah Pesawat F-16


0diggsdigg

F-16 Block 52

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana hibah 24 pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat disambut senang oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono seusai melepas kontingen Garuda, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Rabu (11/11/2010).

"Kita sedang kaji dan bahas kerja kelanjutannya. Meski itu hibah, tapi kita harus ada kesiapan alokasi anggaran," katanya.

Menurutnya, proses hibah tersebut kini masih dalam proses politik bidang pertahanan ataupun sikap negara. Namun, pihaknya terus mendorong agar hibah tersebut dapat diterima.

Panglima TNI menganggap hibah pesawat bekas tersebut sebagai pilihan terbaik, jika dibandingkan membeli sejumlah pesawa tempur baru, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa jika pesawat F-16 hasil hibah tersebut memiliki airframe yang bagus, serta kemampuan combat-nya ditingkatkan, maka itu sama saja kualitasnya dengan pesawat baru.

"Jadi kenapa tidak jika akhirnya kita dapat (pesawat F-16) dalam jumlah besar, tapi dengan kemampuan komponen yang baru," tambahnya.

Proses pembicaraan hibah tersebut, menurutnya, selain untuk menjaga hubungan antarkedua negara agar tetap terjalin baik, juga agar masalah-masalah yang dulu ada tidak lagi terjadi. Pasalnya, F-16 yang telah dimiliki Indonesia suku cadangnya sempat diembargo AS.

"Di sisi lain kita juga ingin mengembangkan industri dalam negeri untuk mendukung pesawat-pesawat yang sudah ada sekarang," katanya.

Sumber: KOMPAS

Menhan Malaysia: Mahasiswa di DIY Jangan Banci


0diggsdigg

Menhan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi

YOGYAKARTA - Pemerintah Malaysia menarik mundur 408 mahasiswanya yang baru menempuh kuliah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyusul erpsi Gunung Merapi.

Menurut Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid Hamidi, Kamis (11/11/2010), para mahasiswa bisa pulang karena kuliah mereka memang dihentikan sementara.

Namun anjuran Pemerintah Malaysia tidak berlaku bagi sekira 52 mahasiswa tingkat akhir.

"Yang belajar tahun akhir tidak perlu pulang. Saya harap mereka tidak menjadi banci, jadi mereka harus belajar di sini untuk membantu perawatan korban," terangnya di Gedung Kepatihan, Jalan Malioboro.

Selanjutnya, Pemerintah Malaysia akan menunggu anjuran dari Sri Sultan Hamengkubuwono untuk memberangkatkan kembali 408 mahasiswa baru tersebut.

Saat bertemu Sri Sultan, Hamidi juga menyerahkan barang bantuan bagi korban Merapi, yang dikirimlan oleh Perdana Perdana Menteri Malaysia Dato Najib Tun Abdul Razak.

Bantuan yang diserahkan berupa makanan, pakaian, dan selimut, senilai total Rp1 miliar.

Sumber: OKEZONE

Airbus A400M Pesawat Kargo Tandingan Hercules


0diggsdigg


Pengunjung melintas di dekat replika pesawat angkut militer Airbus A400M saat Pameran Indo Defence 2010, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Beragam peralatan pertahanan dan keamanan untuk darat, laut, dan udara dari 38 negara dipamerkan hingga Sabtu (13/11/2010).

KOMPAS.com - Indonesia belakangan ini menghadapi banyak bencana, mulai dengan gempa, tsunami hingga gunung meletus. Menghadapi bencana itu, salah satu kebutuhan utamanya adalah misi penyelamatan atau evakuasi korban sekaligus misi pengiriman bantuan.

Airbus Military mengembangkan salah satu teknologi yang di antaranya bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Mereka mengembangkan pesawat tipe A400M, sebuah pesawat kargo yang dikatakan sebagai pesawat multifungsi.

Pesawat tersebut dikatakan mampu bersaing dengan pesawat Hercules buatan Lockheed Martin dengan disertai beberapa kelebihan. "A400M adalah pesawat yang multifungsi, bisa digunakan untuk menjalankan misi militer sekaligus misi kemanusiaan seperti menghadapi bencana," ungkap Barbara Kracht, Vice President Media Relation Airbus Military, di pameran Indodefence, Pekan Raya Jakarta, Kamis (11/10/2010).

Barbara mengatakan, A400M memiliki beberapa kelebihan dibanding Hercules. "Pesawat ini mampu menampung lebih banyak muatan. Sebagai contoh, pesawat ini mampu mengangkut truk semi trailer berukuran besar dengan peti kemas berukuran 6.096 meter, perahu penyelamatan ataupun peralatan pengangkut besar lain seperti mesin pengeruk yang dibtuhkan setelah bencana alam," ulasnya.

Peter Schoffman, Vice President Capability Marketing Airbus Military mengatakan, pesawat ini juga mampu mendarat di tempat di mana Hercules tidak bisa mendarat. Pesawat ini adalah satu satunya pesawat angkut yang mampu mendaratkan peralatan langsung di tempat tujuan dimana peralatan tersebut sangat diperlukan.

"Memastikan pesawat dapat mendarat di tempat yang diinginkan itu sangat penting. Sebab, untuk apa pesawat mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar jika tak mampu sampai ke tempat tujuan," ujar Schoffman.

Ia juga mengatakan, dengan gigi pendaratan pesawat yang memiliki 12 roda dan dirancang untuk mendarat di atas kerikil, bebatuan dan pasir, pesawat dapat terbang dan mendarat dalam landasan pacu yang hanya sepanjang 750 meter, kasar maupun halus. A400M juga memiliki penyerapan tekanan yang efisien ke dalam struktur airframe serta resiko minimal kerusakan akibat benda asing.

Lebih lanjut, Barbara mengatakan bahwa pesawat juga bisa diubah menjadi pesawat angkut evakuasi korban dengan membawa 125 kasur tandu dan 7 dukungan medisi beserta perawatan intensif bila dibutuhkan. "A400M juga dirancang untuk membantu melakukan bongkar muat kargo dengan cepat serta menurunkan muatan dari ketinggian rendah," tandas Barbara.

Dengan spesifikasinya, Barbara mengatakan, "Mungkin ini pesawat yang paling tepat untuk Indonesia bila dibandingkan dengan produk kami yang lain, seperti C235." Barbara mendasarkan komentarnya pada berbagai macam bencana yang dialami Indonesia saat ini dan kebutuhan penyelamatannya.

A400M diklaim sebagai pesawat yang mampu mengangkut 37 ton kargo sejauh 3295 km, 30 ton kargo sejauh 4500 km atau 20 ton kargo sejauh 6400 km, dua kali lebih banyak dari pesawat angkut taktis yang saat ini aktif dengan muatan yang sama. Pesawat ini bahkan muat untuk mengangkut helikopter NH9, CH470 Chinook atau dua buah kendaraan pengangkut infantri Stryker.

Maket pesawat ini dipamerkan dalam Indo Defence yang berlangsung di PRJ hingga Sabtu (13/11/2010). Nah, di saat pesawat Hercules milik TNI sudah mulai renta usianya, akankah A400 akan menggantikannya?

Sumber: KOMPAS

TNI AU dengan Rokaf Berbagi Ide dan Pengalaman


0diggsdigg

Indonesia - Korea Selatan

JAKARTA, (PRLM).- Panglima Komando Operasi Koopsau I Marsekal Muda TNI Dede Rusamsi didampingi Kepala Staf Koopsau I Marsekal Pertama TNI Bagus Puruhito menerima kunjungan kehormatan Commandant of Air University Brigadier General Kim Myung Ho beserta rombongan Pasis Sesko Rokaf (Republic of Korean Air Force) di Koopsau I, Kamis (11/11).

Rombongan yang berjumlah 119 orang tersebut melaksanakan kunjungan singkat ke Koopsau I dalam rangka Kunjungan Delegasi Pasis Seskoau Republik Korea ke Indonesia terutama di beberapa instansi TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutan Pangkoopsau I yang dibacakan Kepala Staf Koopsau I Marsma TNI Bagus Puruhito mengatakan bahwa dalam kegiatan kunjungan ini, merupakan kesempatan yang baik untuk saling berbagi ide, pandangan, pengalaman dan terutama ilmu pengetahuan, yang diharapkan menguntungkan bagi kedua Angkatan Udara,

Panglima juga berharap dengan adanya studi banding ini dapat mempererat tali persahabatan antara kedua Angkatan Udara. Sebelumnya, Pasis Seskoau Republik Korea melaksanakan kunjungan ke Seskoau, Lembang Bandung.

Sumber: PIKIRAN RAKYAT

Daewoo International Akan Mengekspor Kendaraan Lapis Baja Ke Indonesia


0diggsdigg

K-200AI Merupakan Kendaraan Lapis Baja Buatan Daewoo

SEOUL, November 11 (Yonhap) - Daewoo International Corp, perusahaan perdagangan terbesar kedua Korea Selatan, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan menyediakan kendaraan lapis baja senilai US $ 70 juta untuk Indonesia.

Berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Pertahanan Indonesia, Daewoo International akan memasok kendaraan lapis baja pada akhir 2013, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Daewoo International juga mengatakan mulai memproduksi kendaraan lapis baja bulan ini.

"Kami menerima bantuan besar dari Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (dapa) diplomasi militer dan Bank Ekspor-Impor dukungan keuangan Korea dalam menyimpulkan kesepakatan ini," kata perusahaan itu. Dapa adalah lembaga pengadaan senjata Korea Selatan.

Daewoo International menandatangani kesepakatan senilai $ 80 juta Angkatan Laut Indonesia untuk pemeliharaan kapal selam dan kesepakatan senilai $ 40 juta dengan TNI AU untuk menyediakan pesawat untuk pelatihan pilot selama tahun lalu, perusahaan menambahkan.

Sumber: YONHAP

BERITA POLULER