Pages

Wednesday, November 10, 2010

Rantis Ringan Gudel


11 November 2010 -- Rantis ringan Gudel 4x4 dibuat oleh PT. Pacific Technology Indoraya AD, karoseri oleh Trisakti, Magelang. Gudel dapat membawa 10 prajurit atau dipasangi peluncur roket. Kendaraan dapat dipacu mencapai 90 km/jam tanpa kemampuan amphibi. Gudel mempunyai beberapa variasi, mulai pengangkut pasukan, ambulan, platform peluncur roket, pengangkut logistik maupun penarik meriam. Gudel dapat dengan mudah diubah variasinya sesuai keperluan pengguna. (Foto: Berita HanKam)

Rantis ringan Gudel tampak belakang. (Foto: Berita HanKam)

Ruang Kemudi Gudel. (Foto: Berita Hankam)

Berita HanKam

18 Armada Kapal Patroli Amankan Perairan Babel


0diggsdigg

Kapal Patroli POLRI

Pangkalpinang (ANTARA News) - Sebanyak 18 armada kapal patroli milik Direktorat Polisi Perairan Polda Bangka Belitung disiapkan untuk mengamankan perairan di daerah itu.

"Kapal patroli milik Ditpolair Bangka Belitung (Babel) ini tipe C2 dan C3 yang tersebar di 11 Pos Polair di setiap pelabuhan Babel dengan jumlah personel 134 orang," kata Direktorat Polisi Perairan (Dirpolair) Babel, AKBP Dede Ruhiat di Pangkalpinang, Rabu.

Menurut dia, jumlah kapal patroli yang dimiliki Ditpolair saat ini cukup ideal untuk mengamankan perairan Babel yang terdapat ratusan pulau kecil ini.

"Dengan jumlah kapal patroli dan jumlah personel yang ada saat ini, Polair akan menunjukkan kemampuan terbaik untuk mengamankan perairan Babel yang selama ini sering terjadi perompakan di tengah laut," ujarnya.

Polair Babel kata dia selalu berkoordinasi dengan TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan serta masyarakat nelayan dalam menjalankan tugas mengamankan perairan Babel.

"Dalam mengamankan perairan Babel, kami terus menjalin kerjasama dan berkoordinasi dengan TNI AL, Dinas Kelautan dan Perikanan serta masyarakat nelayan," kata Dede.

Ia menambahkan, Polair terus melakukan tindakan terhadap pelanggaran hukum seperti penambangan liar, penyeludupan maupun pencurian ikan di perairan Babel.

"Kami tetap melakukan patroli rutin dan melakukan penindakan hukum, namun kami mengedepankan tindakan pencegahan terhadap pelanggar hukum," ujarnya.

Dede meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan atau mengetahui tindak pidana yang terjadi di perairan, agar segera ditindaklanjuti Polair.

"Masyarakat bisa melaporkan ke Pos Polair terdekat apabila melihat atau mengetahui kejadian tindak pidana yang terjadi di perairan Babel, agar kejadian tersebut segera ditindaklanjuti dan ditangani anggota Polair," katanya.

Sumber: ANTARA

Indonesia Beli 8 Pesawat Tempur Brasil


0diggsdigg

Super Tucano Buatan Embraer Brasil

SAO PAULO, KOMPAS.com — Raksasa penerbangan Brasil, Embraer, Rabu (10/11/2010), mengumumkan, perusahaan itu memenangi kompetisi internasional untuk menyediakan delapan pesawat serang ringan bermesin turbojet Super Tucano bagi Angkatan Udara Republik Indonesia.

Embraer tidak membeberkan berapa besar nilai perjanjian tersebut, tetapi koran lokal menyebutkan angka 10 juta dollar AS. Perjanjian itu mencakup stasiun pendukung di darat dan suatu paket logistik yang terintegrasi. Pengiriman pesawat ke Indonesia dimulai tahun 2012.

"Kami sangat senang bahwa Angkatan Udara Indonesia menjadi pelanggan terbaru dari Sistem Pertahanan Embraer," kata Orlando Jose Ferreira Neto, Wakil Presiden Eksekutif Embraer. "Super Tucano merupakan pesawat serang ringan yang sudah terbukti dan pesawat latih yang sudah maju, yang saat ini sudah digunakan oleh lima angkatan udara. Kami yakin, pesawat itu sangat sesuai dengan kebutuhan Indonesia," tambahnya.

Embraer, pembuat pesawat terbesar ketiga di dunia, pada kuartal ketiga tahun 2010 memiliki pendapatan senilai 128 juta dollar.

Sumber: KOMPAS

Pengamat LIPI : Pemerintah Disarankan Terima Hibah F16


0diggsdigg

F-16 TNI AU

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah disarankan menerima tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat. Menurut pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jaleswari Pramodhawardani, tawaran Amerika itu bisa mencukupi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) pemerintah.


"Jumlah 24 pesawat itu setidaknya bisa untuk satu skuadron (enam belas pesawat)," kata Jaleswari kepada Tempo, Kamis (11/11).

Namun, jika jadi menerima tawaran Amerika, ujar Jaleswari, ada beberapa hal yang harus dikritisi. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas.

Jaleswari mencemaskan, peristiwa kesulitan suku cadang akibat embargo bantuan militer Amerika ke Indonesia pada 1999, terulang. "Kita punya pengalaman pahit diembargo karena peristiwa Timor Timur. Nah karena itu harus dipastikan, apakah kali ini Amerika melengkapi hibah dengan jaminan maintenance."

Kedua, tentunya pemerintah juga harus memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus. "AS mau menghibahkan F16 kan karena mereka akan menggunakan strategi baru. Mereka akan memakai pesawat yang teknologinya lebih baru, F35," kata Jaleswari.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. "Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan kita. Kita tidak bisa membangun kekuatan pertahanan dengan alutsista yang beragam. Bagaimana mensinergikannya ? Ini harus dipikirkan."

Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Ia memberi gambaran, jika membeli pesawat baru, pemerintah harus menunggu minimal delapan tahun sampai akhirnya pesawat tersebut "diantar" ke Indonesia.

"Beli pesawat itu nggak kayak beli mobil yang inden setahun aja udah ada barangnya. Misal kita mau beli Sukhoi, ya baru 8-10 tahun sampainya. Itu pun ketika pesawatnya datang, teknologinya udah mulai ketinggalan dengan pesawat yang lebih baru lagi," kata dia.

Karena itu, kata dia, menerima 24 F16 bekas Amerika adalah pilihan yang paling tepat untuk pertahanan Indonesia yang sedang membutuhkan tambahan skuadron.

"Saya pikir nggak masalah pesawat itu bekas. Untuk sementara pakai itu dulu sampai uang kita cukup untuk beli pesawat baru. Dan kalau DPR melihat alutsista dibutuhkan, ya harus siapkan anggarannya," ujar Jaleswari.

Sumber: TEMPO

Wamenhan Terima Beberapa Delegasi Peserta Pameran Indo-Defence 2010


KAI T-50 Golde Eagle

JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (10/11) berkesempatan menerima kunjungan delegasi asing dari negara-negara peserta Indo-defence 2010 di Kemayoran Expo, Jakarta. Negara-negara tersebut diantaranya Turki, Korea Selatan, Srilanka, Polandia, Pakistan, Perancis dan negara lainnya.

Hal yang menonjol dari beberapa pertemuan tersebut, diantaranya dengan delegasi Korea Selatan, yang dipimpin oleh Dirjen industri Pesawat, Mayor Jenderal Choi Cha Kyu. Beliau menyatakan komitmennya untuk terus bekerjasama dengan Indonesia melalui penambahan pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia dan juga menawarkan produk pesawat latih tempurnya T-50.

Sementara dari Delegasi Perancis yang dipimpin Jendral Daniel Argenson menawarkan kerjasama pengembangan kendaraan tempur semacam panser seperti yang telah dilakukan sebelumnya (Panser VAB). Pada kesempatan tersebut ia juga meyampaikan dan melihat langsung produksi panser buatan PT Pindad serta mengaku bangga atas keberhasilan Indonesia.

Adapun dari pihak delegasi Filiphina yang dipimpin oleh RADM Cortez menyampaikan bahwa sebelum pertemuan telah melakukan pembicaraan intensif dengan ihak PT.PAL-Surabaya yang telah berhasil memproduksi dua kapal Landing Platform Deck (LPD). Dirinya mengaku tertarik mengakuisisi karena sangat memungkinkan untuk digunakan bagi keperluan militer sebagai kapal angkut personel dan kapal markas.

Selain itu ada pula tawaran kerjasama berupa pelatihan, pembelian/pengadaan dengan transfer of technology (alih teknologi), khususnya untuk matra darat, dari delegasi industri pertahanan Pakistan yang dipimpin Usman Ali Bhatti. Sebagaimana diketahui sebagian besar industri pertahanan Pakistam dimiliki oleh pemerintah banyak mengalami kemajuan pesat dalam hal teknologinya.

Turut mendampingi Wamenhan adalah Direktur Kerjasama Internasional, (Dirkersin Strahan Kemhan), Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M. Bus. M.A. dan Direktur Pengadaan (Dirada Ranahan Kemhan).

Sumber : DMC. Berbagai Sumber lain./@alutsista

Obama Peringatkan Korea Utara

Obama Peringatkan Korea Utara
Seoul (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Seoul memperingatkan Korea Utara untuk bergabung ke dalam organisasi internasional atas program nuklirnya atau beresiko membuat kehidupan warganya lebih susah, Kamis.

"Kelanjutan Korea Utara dalam pembuatan senjata nuklir hanya akan memicu ketertutupan yang lebih parah dan terganggunya keamanan. Namun ada pilihan lain bagi Korea Utara," ujar Obama kepada pasukan AS di Korea Selatan pada perayaan Hari Veteran untuk memperingati Perang Korea, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Saat pidatonya di markas AS, Obama mengatakan program senjata nuklir Korea Utara dan tenggelamnya kapal AL Korea Selatan yang Amerika duga sebagai perbuatan Korea Utara, "menandai konfrontasi dan tindakan yang provokatif".

"Atas bangkitnya agresi Korea Utara, pemerintah Pyongyang diharap tidak salah paham bahwa AS tidak akan pernah ragu atas komitmennya dalam menjaga keamanan negara Republik Korea," ujar Obama.
(ANT/A024)
 Antara

Presiden Berangkat ke Seoul

Presiden Berangkat ke Seoul
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berangkat ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT G20.

Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono bertolak menuju Seoul melalui Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, pada pukul 11.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-300.

Keberangkatan Presiden dilepas oleh Wakil Presiden Boediono dan Herawati, Menko Polhukan Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Panglima TNI Agus Suhartono, Kapolri Timur Pradopo, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Turut serta dalam rombongan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Sedangkan Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sudah lebih dulu berada di Seoul.

Rombongan Presiden diperkirakan tiba di Seoul pada Kamis malam dan pada Jumat pagi langsung menghadiri pertemuan G20.

Pada pertemuan membahas masalah pembangunan itu Presiden Yudhoyono akan menjadi pembicara utama mewakili suara negara-negara berkembang.

Pada Jumat sore, Presiden akan menuju Yokohama, Jepang, untuk menghadiri KTT APEC pada 13 November dan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota APEC.

Kepala Negara dijadwalkan sudah kembali di tanah air pada Sabtu (13/11) malam.

Sebelum berangkat, Presiden Yudhoyono menggelar konferensi pers di Kantor Kepresidenan menjelaskan pertimbangannya tetap berangkat ke Korea Selatan dan Jepang karena keadaan Gunung Merapi sudah membaik.
(ANT/A024)
Antara

BERITA POLULER