Pages

Wednesday, November 10, 2010

Indonesia Beli 8 Pesawat Tempur Brasil


0diggsdigg

Super Tucano Buatan Embraer Brasil

SAO PAULO, KOMPAS.com — Raksasa penerbangan Brasil, Embraer, Rabu (10/11/2010), mengumumkan, perusahaan itu memenangi kompetisi internasional untuk menyediakan delapan pesawat serang ringan bermesin turbojet Super Tucano bagi Angkatan Udara Republik Indonesia.

Embraer tidak membeberkan berapa besar nilai perjanjian tersebut, tetapi koran lokal menyebutkan angka 10 juta dollar AS. Perjanjian itu mencakup stasiun pendukung di darat dan suatu paket logistik yang terintegrasi. Pengiriman pesawat ke Indonesia dimulai tahun 2012.

"Kami sangat senang bahwa Angkatan Udara Indonesia menjadi pelanggan terbaru dari Sistem Pertahanan Embraer," kata Orlando Jose Ferreira Neto, Wakil Presiden Eksekutif Embraer. "Super Tucano merupakan pesawat serang ringan yang sudah terbukti dan pesawat latih yang sudah maju, yang saat ini sudah digunakan oleh lima angkatan udara. Kami yakin, pesawat itu sangat sesuai dengan kebutuhan Indonesia," tambahnya.

Embraer, pembuat pesawat terbesar ketiga di dunia, pada kuartal ketiga tahun 2010 memiliki pendapatan senilai 128 juta dollar.

Sumber: KOMPAS

Pengamat LIPI : Pemerintah Disarankan Terima Hibah F16


0diggsdigg

F-16 TNI AU

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah disarankan menerima tawaran hibah 24 pesawat F16-A bekas dari Amerika Serikat. Menurut pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Jaleswari Pramodhawardani, tawaran Amerika itu bisa mencukupi kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) pemerintah.


"Jumlah 24 pesawat itu setidaknya bisa untuk satu skuadron (enam belas pesawat)," kata Jaleswari kepada Tempo, Kamis (11/11).

Namun, jika jadi menerima tawaran Amerika, ujar Jaleswari, ada beberapa hal yang harus dikritisi. Pertama, pemerintah mesti terlebih dulu memastikan apakah penyediaan suku cadang dan perawatannya satu paket dengan hibah ke-24 F16 bekas.

Jaleswari mencemaskan, peristiwa kesulitan suku cadang akibat embargo bantuan militer Amerika ke Indonesia pada 1999, terulang. "Kita punya pengalaman pahit diembargo karena peristiwa Timor Timur. Nah karena itu harus dipastikan, apakah kali ini Amerika melengkapi hibah dengan jaminan maintenance."

Kedua, tentunya pemerintah juga harus memastikan ke-24 armada itu dalam kondisi bagus. "AS mau menghibahkan F16 kan karena mereka akan menggunakan strategi baru. Mereka akan memakai pesawat yang teknologinya lebih baru, F35," kata Jaleswari.

Yang juga harus diperhatikan pemerintah, kata Jaleswari, adalah varian alutsista. "Keberagaman alutsista itu tidak menguntungkan kita. Kita tidak bisa membangun kekuatan pertahanan dengan alutsista yang beragam. Bagaimana mensinergikannya ? Ini harus dipikirkan."

Meski banyak hal harus dipertimbangkan sebelum menerima hibah Amerika, Jaleswari tetap menganggap tawaran 24 F16 bekas jauh lebih tepat dibanding pemerintah membeli pesawat tempur baru.

Ia memberi gambaran, jika membeli pesawat baru, pemerintah harus menunggu minimal delapan tahun sampai akhirnya pesawat tersebut "diantar" ke Indonesia.

"Beli pesawat itu nggak kayak beli mobil yang inden setahun aja udah ada barangnya. Misal kita mau beli Sukhoi, ya baru 8-10 tahun sampainya. Itu pun ketika pesawatnya datang, teknologinya udah mulai ketinggalan dengan pesawat yang lebih baru lagi," kata dia.

Karena itu, kata dia, menerima 24 F16 bekas Amerika adalah pilihan yang paling tepat untuk pertahanan Indonesia yang sedang membutuhkan tambahan skuadron.

"Saya pikir nggak masalah pesawat itu bekas. Untuk sementara pakai itu dulu sampai uang kita cukup untuk beli pesawat baru. Dan kalau DPR melihat alutsista dibutuhkan, ya harus siapkan anggarannya," ujar Jaleswari.

Sumber: TEMPO

Wamenhan Terima Beberapa Delegasi Peserta Pameran Indo-Defence 2010


KAI T-50 Golde Eagle

JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Rabu (10/11) berkesempatan menerima kunjungan delegasi asing dari negara-negara peserta Indo-defence 2010 di Kemayoran Expo, Jakarta. Negara-negara tersebut diantaranya Turki, Korea Selatan, Srilanka, Polandia, Pakistan, Perancis dan negara lainnya.

Hal yang menonjol dari beberapa pertemuan tersebut, diantaranya dengan delegasi Korea Selatan, yang dipimpin oleh Dirjen industri Pesawat, Mayor Jenderal Choi Cha Kyu. Beliau menyatakan komitmennya untuk terus bekerjasama dengan Indonesia melalui penambahan pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia dan juga menawarkan produk pesawat latih tempurnya T-50.

Sementara dari Delegasi Perancis yang dipimpin Jendral Daniel Argenson menawarkan kerjasama pengembangan kendaraan tempur semacam panser seperti yang telah dilakukan sebelumnya (Panser VAB). Pada kesempatan tersebut ia juga meyampaikan dan melihat langsung produksi panser buatan PT Pindad serta mengaku bangga atas keberhasilan Indonesia.

Adapun dari pihak delegasi Filiphina yang dipimpin oleh RADM Cortez menyampaikan bahwa sebelum pertemuan telah melakukan pembicaraan intensif dengan ihak PT.PAL-Surabaya yang telah berhasil memproduksi dua kapal Landing Platform Deck (LPD). Dirinya mengaku tertarik mengakuisisi karena sangat memungkinkan untuk digunakan bagi keperluan militer sebagai kapal angkut personel dan kapal markas.

Selain itu ada pula tawaran kerjasama berupa pelatihan, pembelian/pengadaan dengan transfer of technology (alih teknologi), khususnya untuk matra darat, dari delegasi industri pertahanan Pakistan yang dipimpin Usman Ali Bhatti. Sebagaimana diketahui sebagian besar industri pertahanan Pakistam dimiliki oleh pemerintah banyak mengalami kemajuan pesat dalam hal teknologinya.

Turut mendampingi Wamenhan adalah Direktur Kerjasama Internasional, (Dirkersin Strahan Kemhan), Brigjen TNI (Mar) Ir. Syaiful Anwar, M. Bus. M.A. dan Direktur Pengadaan (Dirada Ranahan Kemhan).

Sumber : DMC. Berbagai Sumber lain./@alutsista

Obama Peringatkan Korea Utara

Obama Peringatkan Korea Utara
Seoul (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Seoul memperingatkan Korea Utara untuk bergabung ke dalam organisasi internasional atas program nuklirnya atau beresiko membuat kehidupan warganya lebih susah, Kamis.

"Kelanjutan Korea Utara dalam pembuatan senjata nuklir hanya akan memicu ketertutupan yang lebih parah dan terganggunya keamanan. Namun ada pilihan lain bagi Korea Utara," ujar Obama kepada pasukan AS di Korea Selatan pada perayaan Hari Veteran untuk memperingati Perang Korea, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Saat pidatonya di markas AS, Obama mengatakan program senjata nuklir Korea Utara dan tenggelamnya kapal AL Korea Selatan yang Amerika duga sebagai perbuatan Korea Utara, "menandai konfrontasi dan tindakan yang provokatif".

"Atas bangkitnya agresi Korea Utara, pemerintah Pyongyang diharap tidak salah paham bahwa AS tidak akan pernah ragu atas komitmennya dalam menjaga keamanan negara Republik Korea," ujar Obama.
(ANT/A024)
 Antara

Presiden Berangkat ke Seoul

Presiden Berangkat ke Seoul
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berangkat ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT G20.

Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono bertolak menuju Seoul melalui Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, pada pukul 11.30 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-300.

Keberangkatan Presiden dilepas oleh Wakil Presiden Boediono dan Herawati, Menko Polhukan Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Panglima TNI Agus Suhartono, Kapolri Timur Pradopo, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Turut serta dalam rombongan, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Sedangkan Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sudah lebih dulu berada di Seoul.

Rombongan Presiden diperkirakan tiba di Seoul pada Kamis malam dan pada Jumat pagi langsung menghadiri pertemuan G20.

Pada pertemuan membahas masalah pembangunan itu Presiden Yudhoyono akan menjadi pembicara utama mewakili suara negara-negara berkembang.

Pada Jumat sore, Presiden akan menuju Yokohama, Jepang, untuk menghadiri KTT APEC pada 13 November dan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota APEC.

Kepala Negara dijadwalkan sudah kembali di tanah air pada Sabtu (13/11) malam.

Sebelum berangkat, Presiden Yudhoyono menggelar konferensi pers di Kantor Kepresidenan menjelaskan pertimbangannya tetap berangkat ke Korea Selatan dan Jepang karena keadaan Gunung Merapi sudah membaik.
(ANT/A024)
Antara

Merapi Membaik, Presiden ke Korsel

Merapi Membaik, Presiden ke Korsel
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Pertimbangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berangkat ke Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri KTT G20 karena situasi Gunung Merapi cenderung membaik.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis untuk memaparkan alasan kepergiannya ke Seoul dan Yokohoma, Jepang.

Presiden berangkat pada Kamis pukul 12.00 WIB dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dan langsung menuju Seoul untuk menghadiri KTT G20.

Kepala Negara dan rombongan akan berada di Seoul selama sehari penuh pada 12 November 2010, dan kemudian menuju Yokohama untuk menghadiri KTT APEC.

Presiden akan berada di Yokohama pada 13 November 2010 dan sudah tiba kembali di tanah air pada Sabtu malam 13 November 2010.

Pada Rabu malam, Presiden menggelar rapat internal dengan Wakil Presiden Boediono beserta sejumlah menteri terkait guna mendengarkan penjelasan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Surono.

"Situasi Gunung Merapi diperkirakan dalam waktu dekat, satu, dua, tiga, empat hari ke depan tidak akan memiliki perubahan yang dramatis. Memang statusnya masih awas tapi tidak ada tanda-tanda memburuk dan memang belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Boleh dikata analisis dari apa yang terjadi `flat` ada kecenderungan membaik," jelas Presiden.

Presiden mendapatkan laporan dari BNPB bahwa keadaan tanggap darurat dapat ditangani secara baik oleh BNPB dibantu oleh jajaran daerah mulai dari Gubernur DIY, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, dan Kapolda DIY.

"Atas pertimbangan itu semua atas urgensi dari pertemuan puncak G20 dan pertemuan puncak APEC, termasuk kepentingan kita, maka saya telah mengambil keputusan, saya akan menghadiri satu hari penuh pertemuan puncak G20," kata Presiden.

Selama dua hari berada di luar negeri, Presiden berharap agar semua pejabat di tanah air dapat menangani bencana di Merapi, Sumatera Barat, dan Papua Barat secara baik dan memastikan semua sistem berfungsi dan bekerja penuh sehingga harapan masyarakat dapat dipenuhi.

Kepala Negara mengatakan dalam waktu dekat Menko Kesejahtewraan Rakyat Agung Laksono akan kembali ke Wasior, Papua Barat, dan juga ke Mentawai, Sumatera Barat, guna memastikan penanganan tanggap darurat serta tahap rekonstruksi dan rehabilitasi dapat berjalan baik.

Presiden menekankan urgensi kehadirannya di forum G20 karena pada 12November 2010 akan menjadi pembicara utama dalam sesi pembangunan dan akan menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam tatanan perekonomian dunia.

"Itu isu pembangunan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia karena kita tidak ingin ekonomi dunia berkembang berkembang secara tidak adil, tidak peduli suara dan permasalahan negara-negara berkembang," jelas Presiden.

Sedangkan kehadirannya di APEC untuk memberikan pernyataan serta mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara anggota APEC demi kepentingan ekonomi Indonesia.

Kehadiran Presiden Yudhoyono dalam forum APEC akan digantikan oleh Wakil Presiden Boediono pada 14 November 2010.

Boediono akan berada di Jepang pada 14 hingga 16 November 2010 untuk menghadiri forum APEC secara penuh dan mengadakan kunjungan kerja di Jepang untuk menindaklanjuti sejumlah rencana kerja sama ekonomi dengan Jepang.

"Saya tidak boleh terlalu lama meninggalkan tanah air dalam keadaan seperti ini. Hari kedua di forum APEC akan lintas ganti. Saya pulang dan digantikan Wakil Presiden yang akan hadir penuh," demikian Presiden.
(ANT/A024)
Antara

Latihan Aerobatik Roulette di Langit Halim

JAKARTA - Pesawat Pilatus PC-9A milik tim terbang Aerobatik Royal Australian Air Force (RAAF) "Roulette" bersiap melakukan latihan terbang di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (8/11). Roulettes RAAF akan melakukan formasi terbang aerobatik "low level formation" selama Indonesian Defense Expo yang akan diselenggarakan di Kemayoran 10 - 13 November 2010. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/ama/10.





BERITA POLULER