Pages

Wednesday, November 10, 2010

Presiden: Industri Pertahanan Harus Jalin Kerjasama Global


LCAC Mini Buatan Lokal

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan industri pertahanan Indonesia menjalin kerjasama global untuk meningkatkan kualitas pertahanan tanah air, sekaligus meningkatkan perekonomian negara.

"Tingkatkan kerjasama antarindustri pertahanan, baik lokal maupun global," kata Presiden Yudhoyono saat membuka dan meresmikan pameran industri pertahanan internasional di JI Expo, Jakarta, Rabu sore.

Presiden menjelaskan, kerjasama itu antara lain bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bersama industri pertahanan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, perlu diperbanyak investasi dalam bidang industri pertahanan. Selain untuk merangsang pertumbuhan industri pertahanan dalam negeri, investasi juga berguna untuk transfer teknologi.

Kepala Negara menegaskan, industri pertahanan bukan hanya terkait dengan masalah pertahanan dan keamanan negara. Industri pertahanan, katanya, juga terkait dengan kesejahteraan bangsa.

"Ada sisi ekonomi," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka sekaligus meresmikan pameran alat pertahanan internasional di JI Expo, Jakarta.

Presiden Yudhoyono hadir di tempat acara dengan didampingi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPR Marzuki Alie, sejumlah menteri pertahanan dan duta besar.

Pameran bertajuk "Indodefence, Indoaerospace and Indomarine (IDAM) 2010" itu diikuti oleh 484 perusahaan alat-alat pertahanan dari 38 negara.

Acara itu memamerkan sejumlah alat pertahanan darat, udara, dan laut yang merupakan produksi terbaru.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap, pameran itu bisa memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Selain itu, Purnomo berharap pameran itu menjadi ajang alih teknologi antara negara-negara peserta pameran.

Dalam acara itu, pejabat Kementerian Pertahanan Indonesia menandatangani sejumlah nota kesepahaman dengan beberapa produsen alat pertahanan, baik dari dalam dan luar negeri.

Sumber: ANTARA

Indonesia Menandatangani Kontrak Pembelian Senjata Sukhoi $ 54 Juta Dari Rusia

 

0diggsdigg

Persenjataan Pesawat Tempur Sukhoi

Pada hari pertama delegasi Rusia di pameran Internasional INDO Defence 2010 Expo & Forum yang keempat kalinya, yang dibuka pada Rabu di Jakarta, ia menandatangani kontrak untuk memasok senjata udara Indonesia senilai $ 54 juta.

Pada hari yang sama eksposisi Rusia mengunjungi Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami menandatangani kontrak untuk memasok senjata serangan sukhoi TNI AU di " - kata RIA Novosti kepala delegasi Rusia direktur "wakil The Federal Service untuk Militer-Technical Cooperation (FSVTS) Mikhail Petukhov.

Di sisi Rusia kontrak bersama Departemen Pertahanan Indonesia ditandatangani Deputi Direktur Jenderal General Federal State Unitary Enterprise Rosoboronexport Viktor Komardin.

Sumber: RUVR

Pesawat Tempur Sukhoi Laksanakan Terbang Subuh

 

0diggsdigg

Para penerbang pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang berhome base di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Selasa (9/11) melaksanakan latihan terbang subuh yang dilaksanakan disekitar wilayah udara Lanud Sultan Hasanuddin dan sekitarnya.

Latihan terbang malam yang merupakan program terjadwal tersebut disaksikan oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Agus Supriatna, Komandan Wing 5 Kolonel Pnb Mujianto dan Kepala Dinas Operasi Kolonel Pnb Andi Kustoro di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5.

Program latihan terbang malam yang dimulai hari Senin (6/11) yang rencananya akan dilaksanakan selama 4 hari mulai hari Senin sampai dengan Kamis tersebut bertujuan untuk untuk mengasah dan meningkatkan ketrampilan serta profesionalisme para penerbang pesawat tempur Sukhoi, khususnya dalam melaksanakan dan membiasakan misi pada dini hari/subuh yang mengandalkan instrument yang ada serta visual yang sangat terbatas.

Selain pesawat tempur Sukhoi, dalam kesempatan yang sama para penerbang Boing 737 Intai Strategis dan CN-235 MPA yang berhome base di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dan Heli HT-3214 yang melaksanakan stanby SAR secara terjadwal juga melaksanakan latihan terbang subuh.

Sumber: TNI AU

Obama Tak Singgung Hibah F-16

 

0diggsdigg

Presiden AS Barack Obama di Istana Merdeka, Jakarta.

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan dalam kunjungannya ke Indonesia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama tak secara spesifik membahas rencana hibah pesawat F-16 ke Indonesia. Bahkan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Obama, soal itu tak disinggung. "Tidak ada dalam pembicaraan tadi (Selasa) malam, karena skala (pembicaraan) semalam sangat makroi," ujar Djoko di kantor Presiden, Rabu 10 November 2010.

Sebelumnya dikabarkan Kementerian Pertahanan sedang mempertimbangkan tawaran hibah 24 unit pesawat tempur F-16A bekas dari Amerika Serikat. Hibah diberikan dengan syarat Indonesia mau memperbaiki (retrofitting) dulu pesawat-pesawat tersebut. "Wacana itu sedang kami kaji," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI I Wayan Midhio, Selasa kemarin, 9 November 2010.

Pihaknya sedang mempertimbangkan dua opsi, menerima tawaran Amerika atau membeli enam pesawat F-16A baru. "Kisaran harganya sama. Enam pesawat baru itu senilai 24 pesawat lama yang diretrofit," kata dia. Jika melihat kebutuhan Indonesia saat ini, kata dia, menerima 24 pesawat bekas Amerika lebih tepat ketimbang membeli yang baru.

Djoko sendiri enggan menanggapi soal itu. "Tanya ke Menteri Pertahanan. Tidak ada pembicaraan antar Presiden karena pembicaraannya kan tingkat policy," ujarnya. Tawaran itu mungkin dibicarakan ditingkat Menteri Pertahanan antar dua negara. "Mungkin saja di level Menhan, saya tidak tahu," katanya.

Sumber: TEMPO

SBY: Peralatan Canggih Militer juga Dibutuhkan dalam Misi Kemanusiaan

Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Berbagai peralatan tempur mutakhir dipajang di ajang Indo Defence 2010 di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat. Mulai dari panser, rudal, kapal perang, maupun pesawat tempur. Presiden SBY meminta masyarakat melihat alat-alat perang itu sebagai alat pertahanan, bukan alat penyerang dan penghancur.

"Perlengkapan yang canggih tidak dilihat secara keliru. Marilah kita lihat sebagai upaya bersama untuk menjaga stabilitas global," ujar SBY saat membuka Indo Defence 2010 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2010).

Menurut SBY, setiap negara membangun kekuatan militernya untuk pertahanan. SBY pun mengajak negara lain untuk bersatu menjaga keamanan dunia internasional. "Saya sangat mencintai perdamaian. Kalau semua ditanya pilih perang atau damai, pasti pilih damai. Peace of all the world," kata SBY.

Menurut SBY, kekuatan militer Indonesia pun tidak hanya digunakan untuk berperang. Berbagai operasi kemanusiaan yang dilakukan TNI dan Polri untuk membantu korban bencana alam, menunjukkan bahwa peralatan militer yang canggih juga dibutuhkan untuk misi-misi perdamaian.

"Ada 10 batalyon, army, marine dan special force AU yang mendapat tugas membantu bencana di Merapi. Itu peralatannya mirip dengan yang digunakan di peperangan, sarana transportasi, komunikasi, seperti helikopter. Jadi kita harus berpikir membangun kekuatan itu untuk operasi perang dan selain perang," imbuh SBY.

Dalam pembukaan itu, juga diperlihatkan aerobatik dari AU Australia Roulettes dan terjun payung dari personel TNI AU.
DETIK
(nik/vit)

Istri Presiden Austria Kagumi Budaya Indonesia

 

Istri Presiden Austria Kagumi Budaya Indonesia
Jakarta (ANTARA News) - Istri Presiden Austria, Margit Fischer, mengagumi tradisi budaya dan kearifan lokal Indonesia yang beragam dari seluruh nusantara.

Margit yang mendampingi suaminya, Heinz Fischer, dalam kunjungan kenegaraan tiga hari di Indonesia diajak oleh Ani Yudhoyono mengamati warisan budaya dalam bentuk kain tradisional, perhiasan, dan juga budaya lokal seperti wayang kulit yang dipamerkan di lantai dua Wisma Negara, Jakarta, Rabu.

Dipandu oleh Ani Yudhoyono dan istri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang tergabung dalam Solidaritas Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Margit berjalan berkeliling mengamati peninggalan budaya yang berusia ratusan tahun seperti kain batik, songket Palembang, dan juga tenun ikat Nusa Tenggara.

Dipamerkan juga perhiasan peninggalan jaman perunggu dari daerah Kutai Kertanegara, aksesoris khas Suku Dayak, serta alat musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

Margit juga berkesempatan membatik di selembar kain dengan dituntun oleh seorang perajin dari Museum Tekstil, Jakarta.

Margit tampak antusias menyimak setiap penjelasan tentang budaya lokal Indonesia dan mengamati dari jarak dekat setiap benda yang dipamerkan.

Usai meninjau pameran warisan budaya Indonesia, Margit bersama dengan suaminya menghadiri jamuan makan siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Austria bersama dengan istri berada di Indonesia sejak 9 November 2010. Upacara penyambutan kenegaraan serta pertemuan bilateral sudah dilangsungkan pada 9 November 2010 yang menghasilkan kesepakatan bersama tentang peningkatan kerjasama dialog antar umat beragama.

Indonesia dan Austria juga sepakat bekerjasama dalam pengembangan energi ramah lingkungan serta meningkatkan perdagangan dan investasi.

Namun, jamuan kenegaraan baru diselenggarakan pada Rabu siang karena pada Selasa sore Presiden Yudhoyono menerima kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.

Pameran budaya yang dikunjungi oleh Margit juga dikunjungi oleh istri Obama, Michelle, pada Rabu sore.
(D013/A024)
Antara
 

KRI Hasanuddin Gelar "Open Ship" Bagi Pelajar

 

KRI Hasanuddin Gelar Open Ship Bagi Pelajar
Sejumlah anggota pasukan TNI melakukukan upacara di atas KRI Sultan Hasanuddin di Perairan Makassar, Rabu (10/11). (ANTARA/GreenLee)
Makassar (ANTARA News) - Kapal tempur KRI Hasanuddin-366 akan menggelar "open ship" bagi seluruh pelajar di Makassar pada Kamis (11/11) mulai pukul 08.00-12.00 wita.

Komandan KRI Letkol Laut (P) Retiono Kunto di Makassar, Rabu, menjelaskan, kegiatan "open ship" untuk pelajar ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan pada dunia kemaritiman sejak dini.

Sejumlah perwakilan pelajar Makassar tampak ikut menjadi peserta dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di atas kapal yang tercatat masuk melengkapi armada tempur TNI-AL pada 24 November 2007.

Usai upacara, para pelajar diajak berkeliling untuk mengenal setiap bagian kapal tempur yang berfungsi sebagai penangkal serangan kapal selam, kapal permukaan, pertahanan udara, bantuan tembakan serta melaksanakan pencarian dan penyelamatan di laut.

KRI Hasanuddin dibangun di galangan kapal Royal Schelde, Vlissingen Belanda pada 2004 hingga 2006.

Keunggulan kapal terletak pada rancang bangun dan sistem di dalamnya yang terintegrasi, baik sistem sensor senjata, senjata, navigasi, komunikasi maupun sistem kontrol permesinan.

Bentuk kapal berinovasi Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) menjadikan kapal ini "semi stealth", berdaya tahan terhadap kondisi laut hingga "sea state" tujuh serta manuver yang lincah.

KRI Sultan Hasanuddin saat ini merupakan generasi ketiga dari dua KRI sebelumnya yang menggunakan nama yang sama.

Generasi pertama adalah kapal buatan Rusia kemudian generasi kedua KRI Hasanuddin-333 adalah KRI kelas tribal buatan Inggris, keduanya telah dinonaktifkan dari jajaran TNI-AL.

Ukuran panjang kapal 90,71 meter, lebar 13,02 meter, tinggi 8,75 meter dan berat 1700 ton dengan kecepatan 28 knots dan dapat bertahan selama 20 hari.

Kapal ini terakhir bertugas mengawal perairan Ambalat dan latihan tempur bersama angkatan laut Korea dan Singapura.
 
Antara

BERITA POLULER