Pages

Tuesday, November 9, 2010

RI Berikan Bintang Jasa Utama pada Ibunda Obama Nograhany Widhi K - detikNews




Jakarta - Ibu Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, Stanley Ann Dunham menerima
penghargaan Bintang Jasa Utama dari Pemerintah Indonesia. Penghargaan ini diberikan melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Seorang perempuan Amerika beberapa puluh tahun yang lalu melakukan riset di bidang mikro kredit dan pemberdayaan perempuan. Dia melakukan riset dengan penuh dedikasi dan pengorbanan," ujar Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam jamuan makan kenegaraan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2010).

Hasilnya, imbuh SBY, dituangkan dalam karya ilmiah dunia. Hasil penelitian
perempuan Amerika itu memiliki visi dan cemerlang, banyak membantu komunitas di Indonesia.

"Perempuan itu kini telah tiada. Namun semua kecintaan hasil karyanya terus hidup di masa kini. Nama perempuan itu adalah Stanley Ann Dunham. Ia juga memiliki seorang putra yang sangat cemerlang, yang dulu suka bakso, nasi goreng dan layangan dan kini menjadi Presiden Amerika Serikat dan kini berada di tengah-tengah kita," lanjut SBY yang disambut tepuk tangan dan senyum Obama dan istrinya, Michelle.

"Saya ucapkan terima kasih dan kecintaannya yang tulus pada Indonesia. Dan
melimpahkan Bintang Jasa Utama kepada Stanley Ann Dunham dan saya sebagai Presiden RI memberikan penghargaan bintang jasa ini pada sahabat saya Bapak
Barack Obama," imbuh SBY yang disambut tepuk tangan riuh.

Setelah itu SBY memberikan piagam penghargaan dan medali Bintang Jasa Utama
kepada Obama yang menerima dengan sumringah. Kemudian SBY pun mengajak para hadirin bersulang sambil mengangkat gelas. Semua pun terlihat berdiri. Lagu
kebangsaan AS, The Star Spangled Banner dimainkan. Obama dan Michelle terlihat melakukan hormat dengan menyilangkan tangan kanan ke dada mereka.

Ann Dunham merupakan alumni Universitas Hawaii dan East West Center. Dia
menamatkan gelar sarjana, master dan PhD di bidang antropologi. Dia tertarik dengan pengrajin kecil dan barang-barang kerajinan serta peran perempuan dalam industri kecil di desa-desa. Ann Dunham melakukan penelitian tentang pemberdayaan perempuan di Pulau Jawa.

Dia juga membuat program mikrokredit saat bekerja sebagai konsultan di US Agency for International Development. Di Jakarta, Dunham sempat bekerja di Ford Foundation dan dengan BRI di mana dia mengaplikasikan hasil penelitiannya pada pembiayaan mikro.
(nwk/mad)

detik 

Obama Percaya Indonesia Kekuatan Baru Dunia

Obama Percaya Indonesia Kekuatan Baru Dunia
Presiden Amerika Serikat Barack Obama melambaikan tangan sebelum memasuki mobil di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (9/11). (ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama percaya bahwa Indonesia adalah kekuatan baru, baik di kawasan maupun tingkat global.

"Saya percaya bahwa Indonesia bukan hanya kekuatan regional yang sedang naik, tapi juga kekuatan global," kata Obama saat pembukaan pertemuan bilateral di Istana Merdeka di Jakarta, Selasa malam.

Pertemuan bilateral itu adalah pertemuan dalam format besar dan diikuti sejumlah menteri dan pejabat lain dari kedua negara.

Obama menjelaskan telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Yudhoyono beberapa kali.

"Kita telah menjalani pembicaraan yang luar biasa," kata Obama.

Obama bersyukur bisa berkunjung ke Indonesia. Kunjungan itu, katanya, adalah finalisasi kemitraan komprehensif antara kedua negara.

Pada saat yang sama, Presiden Yudhoyono berharap kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat bisa diperluas dan diperdalam. Dengan demikian, kedua negara akan semakin maju.

Pertemuan bilateral itu terbuka untuk media massa hanya pada bagian pembukaan. Selebihnya, pertemuan itu berlangsung tertutup.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menggelar pertemuan bilateral di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta.

Pertemuan bilateral itu adalah pertemuan dalam format kecil, sebelum keduanya menggelar pertemuan serupa dalam format yang lebih besar.

Pertemuan bilateral tertutup itu berlangsung hampir setengah jam dan digelar sesaat setelah Obama tiba di Istana Merdeka.

Sementara itu, sejumlah anggota delegasi kedua negara sudah siap menunggu di ruang lain untuk pertemuan bilateral dalam format yang lebih besar.

Dari pihak Indonesia antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polkam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.

Sedangkan dari pihak Amerika Serikat ada Senior Advisor Valerie Jarrett, Press Secretary Robert Gibbs, dan beberapa pejabat lain.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama Michele Obamai, Selasa sore, tiba di Istana Merdeka Jakarta dan langsung disambut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Belasan mobil yang tergabung dalam iring-iringan kendaraan yang mengantar Obama tiba di Istana Merdeka tepat pukul 17.00 WIB.

Setibanya di halaman samping Istana Merdeka, Obama dan Michele disambut langsung oleh Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara.

Keempatnya tampak akrab dan saling berjabat tangan. Sesaat kemudian, keempatnya menuju teras Istana untuk upacara penyambutan.

Dengan menghadap ke arah bendera kedua negara, Presiden Yudhoyono dan Obama mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, bersamaan dengan dentuman meriam.

Beberapa saat kemudian, Presiden Yudhoyono dan Obama memasuki ruang Kredensial di dalam Istana Merdeka dan berfoto bersama di hadapan para pewarta.

Setelah itu, keduanya memasuki ruang Jepara untuk melakukan pertemuan bilateral dalam format kecil.

(F008/A011/S026)
 
antara

Yudhoyono dan Obama Gelar Pertemuan Bilateral

Yudhoyono dan Obama Gelar Pertemuan Bilateral
Presiden Amerika Serikat Barack Obama didampingi Ibu Negara Michelle Obama melambaikan tangan saat turun dari pesawat Air Force One di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (9/11) (ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Selasa sore, menggelar pertemuan bilateral di ruang Jepara, Istana Merdeka, di Jakarta.

Pertemuan kedua kepala negara itu adalah pertemuan bilateral dalam format kecil yang masing-masing hanya ditemani seorang pencatat, sebelum keduanya menggelar pertemuan serupa dalam format yang lebih besar bersama para menteri dari kedua pemerintahan.

Pertemuan tertutup itu berlangsung hampir setengah jam dan digelar sesaat setelah Obama tiba di Istana Merdeka.

Sementara itu, sejumlah anggota delegasi kedua negara sudah siap menunggu di ruang lain untuk pertemuan bilateral dalam format yang lebih besar.

Dari pihak Indonesia antara lain Menko Perrkonomian Hatta Rajasa, Menko Polkam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh, dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.

Sedangkan dari pihak Amerika Serikat ada Senior Advisor Valerie Jarrett, Press Secretary Robert Gibbs, dan beberapa pejabat lain.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersama Michele Obamai, Selasa sore, tiba di Istana Merdeka Jakarta dan langsung disambut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Belasan mobil yang tergabung dalam iring-iringan kendaraan yang mengatar Obama tiba di Istana Merdeka tepat pukul 17.00 WIB.

Setibanya di halaman samping Istana Merdeka, Obama dan Michele disambut langsung oleh Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara.

Keempatnya tampak akrab dan saling berjabat tangan. Sesaat kemudian, keempatnya menuju teras Istana untuk upacara penyambutan kenegaraan.

Dengan menghadap bendera kedua negara, Presiden Yudhoyono dan Obama mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, bersamaan dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali.

Beberapa saat kemudian, Presiden Yudhoyono dan Obama memasuki ruang Kredensial di dalam Istana Merdeka dan berfoto bersama di hadapan para pewarta.

Setelah itu, keduanya memasuki ruang Jepara untuk melakukan pertemuan bilateral dalam format kecil.

Antara

Kemenhan Kaji Tawaran 24 F16-A Bekas dari AS


digg

F-16 USAF
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Pertahanan sedang mempertimbangkan tawaran 24 pesawat bekas F16-A dari Amerika Serikat. Hibah dilakukan dengan syarat Indonesia mau meretrofit atau memperbaiki dulu pesawat tersebut. “Wacana itu sedang kami kaji,” kata Juru Bicara Kemenhan Brigadir Jenderal I Wayan Midhio, saat dihubungi, Selasa (9/11).

Wayan berujar, saat ini Kemenhan mempertimbangkan dua opsi; menerima tawaran Amerika, ataukah membeli enam pesawat baru tipe yang sama. “Kisaran harganya sama. Enam pesawat baru itu senilai 24 pesawat lama yang diretrofit,” kata dia.

Menurut Wayan, jika melihat kebutuhan Indonesia, menerima 24 pesawat bekas Amerika lebih tepat. “Kita itu sedang membutuhkan banyak pesawat. Apalagi sekarang banyak pesawat kita yang sudah rusak. Karena keterbatasan itulah lebih baik kita ambil yang 24 (pesawat),” ujarnya.

Meskipun bekas, kata Wayan, pesawat itu masih memiliki kualitas sama baiknya dengan pesawat baru. “Nggak ada masalah kalau soal itu. Kemampuannya sama saja. Dan kita kan pertimbangannya, kemampuan pertahanan udara lebih bagus kalau kita punya lebih banyak pesawat,” ujarnya.

Mengenai pendapat Wakil Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Tubagus Hasanuddin yang menyarankan pemerintah menolak tawaran Amerika, Wayan mengatakan, pihaknya bisa menerima saran tersebut. Tapi, ia kembali menekankan, kualitas pesawat lama dengan yang baru sama.

Sumber: TEMPO

The Beast, Limosin Obama Jadi Incaran di Istana video foto Luhur Hertanto - detikNews




Jakarta - Bukan hanya pesawat kepresidenan AS, Air Force One saja yang menjadi pusat perhatian dalam kunjungan Presiden AS Barack Obama. The Beast, mobil Limosin sang presiden pun jadi incaran para pewarta foto di Istana Merdeka.

Pantauan detikcom, Selasa (9/11/2010), setelah menurunkan Presiden Obama dan Ny Michelle Obama, The Beast
pun parkir di samping Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Pada saat itulah limosin itu 'diserbu' oleh para pewarta foto.

Mereka berfoto-foto di depan mobil mewah yang memang tampilannya seram dari sisi estetis dan aero dinamisnya. Beberapa petugas keamanan dari Indonesia juga menyempatkan diri berfoto dengan The Beast.

Sesuai aturan protokoler AS, di dalam setiap kunjungan Presiden AS, dua unit mobil sedan limosin selalu dibawa serta. Satu untuk cadangan, satunya lagi mobil utama yang ditumpangi oleh Presiden Obama dan Ny Michelle Obama.

Lokasi parkir The Beast juga tergolong wilayah yang tertutup untuk umum. Tempat parkirnya dijaga cukup ketat. Sekadar informasi, panjang The Beast hampir sekitar 6 meter. Warna mobil mewah itu hitam legam.

The Beast bukan mobil sembarangan. Mobil Limosin Obama ini adalah Cadillac tipe Presidential buatan General Motors keluaran tahun 2009. Seluruh badan mobil ini anti peluru, karena dibuat dari baja setebal 5 inchi. Mobil ini pun tahan serangan berbagai senjata kimia.

Seluruh kaca mobil tampak tebal karena memang anti peluru. Kaca belakang mobil ini dilapis kaca film hitam. Sedangkan kaca mobil lain bertutup tirai. Dengan pelek berukuran 22 inchi, mobil ini tampak mewah, gagah, sekaligus seram seperti namanya, The Beast.

detik

Obama dan "Hibah" F-16


0diggsdigg

F-16 Block 52

Setelah mengunjungi India, Presiden AS Barack Obama akhirnya ke Indonesia juga. Diukur dari durasi waktu kunjungannya, India tampak lebih penting sehingga ia perlu tiga hari di sana. Ia mungkin merasa tidak perlu berlama, bahkan tidak sampai sehari, di Indonesia yang pernah ia tinggali dan turut menentukan masa kecilnya itu.

Obama menempatkan India sebagai mitra dagang terpenting bagi pasar tak terbatas produk-produk AS. Itu sebabnya ia perlu menghadiri konferensi tingkat tinggi perdagangan yang diselenggarakan Indo-US Business Council, Badan Perdagangan Primer India, Federasi Kamar Dagang dan Industri India, serta Konfederasi Industri India.

Selain mencari peluang pasar, Presiden AS ini juga membicarakan masalah keamanan. Ia mendesak India memulai lagi perundingan damai dengan Pakistan demi kepentingan domestik dan keamanan kawasan. Perdamaian kedua negara itu akan sangat membantu AS dalam menuntaskan perang melawan Taliban di Afganistan.

Lain halnya Indonesia, negeri yang pernah Obama tinggali bersama ibu dan ayah tirinya pada saat ia berusia 6-10 tahun. Tampaknya tidak penting bagi AS membicarakan persoalan ekonomi dengan Indonesia. Menurut Gedung Putih, pekan lalu, misi Obama ke Indonesia lebih pada isu-isu politik dan kebudayaan ketimbang ekonomi.

Salah satu isu politik strategis adalah keamanan dan pertahanan wilayah bekas ”tanah air”-nya itu. AS menawarkan bantuan mereformasi dan meningkatkan kapabilitas militer Indonesia, terutama pertahanan udara dan maritim. Apakah dalam konteks ini juga masalah keamanan perbatasan dengan Malaysia akan diletakkan?

Terkait dengan pertahanan, kabarnya sudah ada tawaran dari AS untuk menghibahkan F-16 kepada Indonesia. Hibah F-16 dan pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat mungkin bakal menjadi agenda penting di bidang pertahanan antara AS dan Indonesia.

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multiperan yang dikembangkan oleh General Dynamics, yang kemudian diakuisisi oleh Lockheed Martin, AS. Meski pada awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, belakangan telah berevolusi menjadi pesawat multiperan yang tangguh dan amat populer.

Indonesia pernah memiliki 12 unit F-16 blok 15OCU yang terdiri atas delapan F-16A dan empat F-16B. Namun, anggota Komisi I (Hankam dan Luar Negeri) DPR, Fayakhun Andriadi, mengatakan, Indonesia kini hanya memiliki 10 F-16 model A/B atau F-16 generasi pertama. Indonesia hendak mengembangkannya menjadi satu skuadron penuh dengan berencana membeli enam unit F-16 terbaru model C/D.

Munculnya tawaran dari AS untuk menghibahkan F-16 kepada Indonesia patut disikapi dan dicermati. Media dan pejabat Kementerian Pertahanan belum mengungkap kepada publik berapa unit dan model F-16 yang mana yang AS hibahkan kepada Indonesia. Namun, yang pasti AS kini memiliki 24 F-16 C/D yang masih baik dan masih dapat di-retrofit menjadi F-16 C/D terbaru karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18.

Menurut Fayakhun, ”hibah” yang dimaksud beberapa pihak itu bukan hibah dalam arti sepenuhnya. AS justru menyarankan kita tidak perlu membeli F-16 terbaru. ”Lebih baik dana yang dianggarkan untuk pengadaan enam unit F-16 terbaru itu dialihkan untuk membeli 24 F-16 C/D miliknya. AS membantu melakukan retrofit 24 unit itu dan upgrade 10 F-16 A/B milik Indonesia menjadi F-16 generasi terbaru,” katanya.

Jika tawaran AS itu diterima, tentu saja jumlah pesawat F-16 model C/D Indonesia kelak setelah retrofit dan upgrade itu akan menjadi 32 unit atau dua skuadron.

Tentu saja kita bisa mempertimbangkan kembali apakah akan membeli enam unit F-16 terbaru model C/D, yang artinya hanya akan menjadi satu skuadron, atau menerima saja tawaran dari AS. F-16 memang memiliki kemampuan tempur sangat baik. Angkatan Udara AS sudah tidak memakainya, tetapi tetap diproduksi untuk ekspor.

Di balik itu, Indonesia pernah mengalami mimpi buruk. TNI tertekan akibat embargo AS sehingga pesawat angkut andalan logistisnya, C130 Hercules, serta pesawat tempur F-5 Tiger dan F-16 Fighting Falcon kesulitan suku cadang. Kanibalisasi suku cadang atau berburu suku cadang di pasar gelap memperburuk kinerja pesawat kita.

Sumber: KOMPAS

Inilah Rute dan Jadwal Kunjungan Presiden Obama


0diggsdigg


TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dijadwalkan tiba di Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma pukul 16.25 WIB nanti.

Dalam lawatannya, Obama dijadwalkan mengunjungi beberapa lokasi, diantaranya: Istana Merdeka, Masjid Istiqlal, kampus Universitas Indonesia di Depok, dan Taman Makam Pahlawan Kalibata. Berikut adalah jadwal kunjungan Presiden Obama seperti dirilis Traffic Manajemen Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Selasa 9 November 2010

16.25: Tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
16.35: Menuju Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
17.35: Tiba di Hotel Shang-ri La, Jakarta Pusat.
20.20: Meninggalkan Hotel Shang-ri La menuju Istana Merdeka.
21.50: Meninggalkan Istana Merdeka untuk kembali ke Hotel Shang-ri La

Rabu 10 November 2010
08.30: Meninggalkan Hotel Shang-ri La menuju Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
11.10: Meninggalkan Masjid Istiqlal menuju kampus Universitas Indonesia, Depok.
12.35: Meninggalkan kampus UI Depok menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Setelah menjalani serangkaian kegiatan itu, Obama bakal take off dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Seoul, Korea Selatan, besok.

Hingga kini TMC belum memberikan rincian rute yang akan ditempuh oleh rombongan Presiden Obama untuk menuju titik-titik tersebut. Namun bagi pengguna jalan yang hendak melalui jalan-jalan yang kemungkinan besar dilalui rombongan Presiden Amerika Serikat tersebut dapat mulai mencari alternatif jalan lain karena Presiden Obama diperkirakan akan mendapat kawalan ketat.

Sumber: TEMPO

BERITA POLULER