Sunday, November 7, 2010
Korvet Pertama Proyek Milgem Segera Selesai
TCG Heybeliada (F-511). (Foto: trdefence)
08 November 2010 -- Korvet pertama kelas Ada Angkatan Laut Turki TCG Heybeliada (F-511) yang dibangun di galangan kapal AL Turki Golcuk dekat Istanbul mendekati penyelesaian pemasangan sensor, persenjataan dan instrumen lainnya oleh para teknisi Turki.
Korvet kedua TCG Buyukada (F-512) dalam pengerjaan di galangan kapal yang sama.
Pemerintah Turki berencana membangun 12 korvet kelas Alda untuk AL Turki dibawah proyek Milgem (Milli Gemi atau kapal nasional) pada 8 Maret 2004, serta mengekspor ke negara anggota NATO atau bukan anggota NATO, seperti Pakistan tertarik mengakuisisi. Hampir 60 perusahaan Turki terlibat dalam perancangan dan konstruksi kapal.
Korvet kelas Ada dirancang sebagai pemburu kapal selam dan kapal pertama dilengkapi radar canggih buatan TUBITAK (Turkish Scientific and Technologic Research Foundation) dan ARMERKOM, untuk peperangan anti kapal selam dipersenjatai peluncur torpedo, subroc (submarine rocket, bom serta satu helikopter anti kapal selam. Sedangkan, untuk peperangan permukaan dibekali delapan peluncur rudal Harpoon, sepucuk meriam 76 mm, 21 sel peluncur rudal RAM dan dua senapan mesin dikendali secara otomatis
Korvet mampu melacak sasaran hingga radius 250 km dengan radar 3D SMART-S Mk2 buatan Thales. Kapal mampu menampung hingga 118 personil, termasuk para awak kapal.
TCG Heybeliada diharapkan beroperasi 23 April, setelah sukses uji pelayaran pada kwartal pertama 2011.
TRDEFENCE/Berita HanKam
Donasi Kemanusiaan untuk Bencana Gunung Merapi, Tsunami Mentawai dan Banjir Wasior
Posted on 02/11/2010 by hadiyanta
i
Rate This
Untuk Anda yang berkecukupan dan ingin membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah dan tertimpa bencana, Anda dapat menyalurkan donasi kemanusiaan melalui :
Gunung Merapi
Tsunami Mentawai
Banjir Wasior
Donasi Melalui SMS *811#
Bersama untuk kemanusian di era digital, mari berdonasi melalui layanan sms. Untuk para pengguna Telkomsel, silahkan ketik *811#, pilih PMI (2), lalu ikuti petunjuk selanjutnya.
Donasi Bencana Umum
1. Bank BCA, KCU Thamrin Jakarta, Nomor Rekening 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI.
2. Bank Mandiri, KCP JKT Krakatau Steel, Nomor Rekening: 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia.
3. BRI, KC Pancoran, Jakarta, Nomor Rekening: 0390-01-000030-30-3, atas nama Palang Merah Indonesia.
Donasi Menggunakan Mata Uang Dollar Amerika (USD)
Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma Baja, No. Rekening: 070-00-0584905-9, Atas nama: Palang Merah Indonesia.
Humas PMI +62.21.7992325
E Mail : pmi@pmi.or.id
http://www.pmi.or.id/ina/donation/
Medical Emergency Rescue Committee
Bank Syariah Mandiri (BSM),
Cabang Kramat. Swiftcode : bsmdidja
a.n Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek 128.0011.802 (amanah Kemanusiaan)*
Bank Central Asia (BCA),
Cabang Kwitang. Swiftcode : cenaidja
a.n Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek 686.0099.339 (amanah Kemanusiaan)*
*MER-C akan menyalurkan donasi Anda sesuai dengan amanahnya.
Kirimkan bukti transfer via fax ke 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon agar kami dapat mengirimkan bukti tanda terima dana kepada Anda.
Terima kasih atas bantuan donasi dan menyalurkannya melalui lembaga-lembaga diatas.
http://www.mer-c.org/donasi.html
REKENING SATU UNTUK NEGERI tvOne
Silahkan langsung ke site tvOne
http://hadiyanta.com/2010/11/02/donasi-kemanusiaan-untuk-bencana-gunung-merapi-tsunami-mentawai-dan-banjir-wasior/
Sengketa Wilayah Jepang-China Terus Berkembang
Tokyo (ANTARA News) - Ketidakpercayaan antara rakyat Jepang dan China terus berkembang, menurut hasil survei Minggu, pada saat sengketa wilayah bergelora lebih dari dua bulan setelah tabrakan kapal di perairan yang disengketakan.
Surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun dan sebuah majalah mingguan China yang dikelola oleh kantor berita negara Xinhua secara bersama mengadakan jajak pendapat mencakup 1.040 orang di masing-masing negara pada bulan lalu.
Sekitar 87 persen responden Jepang mengatakan mereka "tidak bisa mempercayai" China, atau meningkat dari 69 persen dari tahun lalu, sedangkan 79 persen responden China mengatakan mereka memiliki perasaan sama mengenai orang Jepang, atau naik dari 63 persen, demikian hasil jajak pendapat menunjukkan.
Di Jepang, 80 persen responden mencatat bahwa sengketa wilayah akan terus menjadi "satu hambatan besar" dalam hubungan Jepang-China, sedangkan 89 persen juga mengatakan mereka merasa gelisah atas tumbuhnya pengaruh diplomatik China.
Sekitar 90 persen responden Jepang mengatakan hubungan Jepang-China memburuk, dengan 81 persen warga China berpandangan sama mengenai hubungan kedua negara, menurut survei itu.
Demonstrasi-demonstrasi telah terjadi di China dan Jepang pada saat rakyat di kedua negara terus mengecam tetangga mereka berkaitan dengan sengketa, yang berpusat pada kepulauan tak berpenghuni di Laut China Timur yang diklaim oleh Tokyo dan Beijing.
(Uu.H-AK/S004/P003)
Surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun dan sebuah majalah mingguan China yang dikelola oleh kantor berita negara Xinhua secara bersama mengadakan jajak pendapat mencakup 1.040 orang di masing-masing negara pada bulan lalu.
Sekitar 87 persen responden Jepang mengatakan mereka "tidak bisa mempercayai" China, atau meningkat dari 69 persen dari tahun lalu, sedangkan 79 persen responden China mengatakan mereka memiliki perasaan sama mengenai orang Jepang, atau naik dari 63 persen, demikian hasil jajak pendapat menunjukkan.
Di Jepang, 80 persen responden mencatat bahwa sengketa wilayah akan terus menjadi "satu hambatan besar" dalam hubungan Jepang-China, sedangkan 89 persen juga mengatakan mereka merasa gelisah atas tumbuhnya pengaruh diplomatik China.
Sekitar 90 persen responden Jepang mengatakan hubungan Jepang-China memburuk, dengan 81 persen warga China berpandangan sama mengenai hubungan kedua negara, menurut survei itu.
Demonstrasi-demonstrasi telah terjadi di China dan Jepang pada saat rakyat di kedua negara terus mengecam tetangga mereka berkaitan dengan sengketa, yang berpusat pada kepulauan tak berpenghuni di Laut China Timur yang diklaim oleh Tokyo dan Beijing.
(Uu.H-AK/S004/P003)
Antara
Danrem Minta Jaminan Avtur Helikopter di Mentawai
"Avtur itu sangat vital, karena itu saya `warning` awal Pemda supaya jangan sampai habis bahan bakar untuk helikopter di Mentawai," katanya kepada ANTARA News di Sikakap.
Menurut dia, stok avtur yang ada saat ini 12 drum yang hanya cukup untuk operasi satu hari.
"Stok itu hanya untuk besok (Minggu 7/11) dan setelah itu sudah selesai (habis)," katanya.
Karena itu, ia mengingatkan Pemda Sumbat agar avtur jangan sampai habis baru dikirim. "Tidak bisa seperti itu, karena untuk membawa avtur tidak bisa dengan kapal sembarangan, tetapi harus dengan kapal tentara yakni KRI," tegasnya.
Selain itu, pengangkutan avtur dari Padang butuh waktu, jadi jangan sampai habis stok di Sikakap baru dilaporkan dan dikirim, tambahnya.
Terkait stok yang tinggal 12 drum hingga Sabtu malam, ia menyebutkan, memang akan datang lagi pada Minggu (7/11) dengan KRI, tapi itu stok milik TNI.
"Itu milik TNI, itu dipakai sebagai bentuk kesiapsiagaan TNI dan tidak mau terjebak yang bisa menyulitkan diri sendiri, jadi kita akan gunakan yang cadangan itu," tambahnya.
"Tapi saya minta segera dikirim lagi agar operasional helikopter tidak terputus untuk mendistribusikan bantuan," tambah Mulyono.
Dalam operasi di Mentawai dilibatkan dua Helikopter MI-17 milik TNI-AD, satu helikopter Puma milik TNI-AU, tiga Helikopter milik PMI, dua helikopter Basarnas dan helikopter milik Polri.
(T.H014/R014/P003)
antara
NATO missile defense shield in Turkey may threat Iran, Russia - experts
Possible deployment of the elements of NATO missile defense shield in Turkey is targeted against Iran and may pose a threat to Russia's security, Russian experts said on Saturday.
Earlier on Saturday Turkish media said Ankara would agree to deploy a missile-defense system on its territory if its three conditions were accepted.
First, the Turkish authorities insist on building NATO, but not the U.S. missile defense system. Second, the anti-missile shield should be deployed in the all alliance's states-members. And third, Turkey would not allow NATO to turn it into the alliance's frontline state as it was during the Cold War.
"Turkey wants to be equally respected both in the West and in the East...Turkey wants to entrench itself as a key empire of the entire continent," Sergei Demidenko of the Institute of Strategic Studies and Analysis said.
"Geographically Turkey is the closest to Iran, while politically it is one of Iran's enemies," another Russian leading political expert, the head of the Institute of Political Studies, Sergei Markov said. "It is Iran's enemy because Turkey is the ally of the United States...but first of all they both [Turkey and Iran] compete for the leadership in the Islamic world."
The President of the Academy on Geopolitical Affairs, Leonid Ivashov said the ongoing deployment of the anti-missile defense shield in Europe is aimed to "neutralize Russia's nuclear missile potential."
"We do not have other powers, except of the nuclear missile potential, to protect even the single parts of our territories," Ivashov said.
Meanwhile, the Turkish Foreign Minister, Ahmet Davutoglu, while commenting on Turkey's plans to deploy anti-missile shield said that NATO should exclude any formula that confronts Turkey with a group of countries in its threat definitions and planning.
"We do not want a Cold War zone or psychology around us," Davutoglu added.
Turkey's decision over missile defense system on its soil will be announced at the upcoming NATO summit in Lisbon due to be held on November 18-19.
From : RIA
Kunjungan Obama ke Indonesia Masih Sesuai Rencana
JAKARTA (Suara Karya): Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, hingga saat ini kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia masih sesuai dengan rencana. Dengan kata lain, tidak terpengaruh dengan kondisi Indonesia yang sedang terkena bencana.
"Kita bangun perencanaan masih sesuai dengan yang kita harapkan, kondisi membaik," katanya di Kantor Kepresidenan, Istana Negara, Jakarta, Jumat (5/11).
Menurut Teuku, hingga saat ini program dan rencana kenegaraan sudah difinalkan, namun lokasi pasti pertemuan masih dirahasiakan.
Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan mengunjungi Indonesia pada 9 November. Presiden dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan akan melakukan public speech di Universitas Indonesia.
Menurut dia, dari hasil pembicaraan dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Obama akan tiba tanggal 9 November petang. Kegiatan kemudian dimulai dengan acara kenegaraan, yaitu pembicaraan bilateral kemudian jamuan santap malam dan konferensi pers.
Hingga saat ini, menurut dia, belum ada informasi penundaan kunjungan Obama yang sebelumnya dua kali batal. "Nanti kita lihat," kata dia.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden AS Barack Obama, tidak lagi memfokuskan kerja sama pasukan khusus kedua negara sebagai pembahasan utama. Sebab, substansi melanjutkan kerja sama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat dengan pasukan khusus AS sudah pada level pembahasan komando operasional. "Jadi, sifat pembahasannya sekarang ini bukan lagi head of state, namun ke arah operasional," ujar Purnomo di Jakarta, Jumat (5/11).
Ia menjelaskan, pembicaraan rencana kerja sama pasukan khusus TNI dengan pasukan khusus militer AS sudah dimulai ketika pemilik perusahaan Microsoft terbesar di dunia, Bill Gates, menemui Presiden SBY di Jakarta, Mei 2010.
"Pembicaraan rencana kerja sama itu sudah ada. Bahkan Gates telah mengatakannya saat berada di Indonesia dan bertemu langsung dengan Presiden SBY. Karena itu, sekali lagi saya katakan bahwa pembahasan rencana kerja sama itu bukan lagi pemimpin negara, melainkan sudah dilanjutkan pada teknis kerja sama," ujarnya.
Melanjutkan pembahasan rencana kerja sama itu, The United States Pacific Command (USPACOM) mengundang Komandan Jenderal (Dajen) Kopassus dalam waktu dekat ini. Pertemuan Danjen Kopassus dengan Komandan US Pacom utuk membahas rencana teknis dan operasional.
Menurut dia, kerja sama Kopassus dengan US Pacom penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Salah satu bentuk kerja sama itu adalah di bidang pendidikan dan latihan operasional. SDM pasukan khusus yang dimiliki TNI harus terus dikembangkan. "Hal itu penting karena kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga personel pasukan khusus tidak boleh ketinggalan," ujar Menhan.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pertahanan Pos M Hutabarat mengatakan, pembahasan rencana kerja sama militer Indonesia dengan militer AS sudah lebih terfokus pada pembahasan teknis. Misalnya, pembahasan utama menyangkut teknis latihan khusus.
"Beberapa pembicaraan yang dilakukan terfokus adalah bagaimana hubungan Kopassus dan AS dalam hal latihan khusus. Ini bisa segera dilakukan. Untuk memulainya telah dilakukan hubungan yang lebih baik dalam rangka bagaimana kita kembali bersama AS dalam hal special force," katanya. Pemerintah AS telah menunjuk Bob Share sebagai vocal point untuk menindaklanjuti hubungan militer Indonesia dengan AS.
Sementara itu sebanyak 8.056 personel Polda Metro Jaya akan dikerahkan, ditambah 5.974 personel polda Jawa Barat, 849 personel Polda Banten, dan 3.500 personel Polda Jawa Tengah untuk mengawal kedatangan Presiden AS Barack Obama.
Polri akan mengawal para pendemo saat berunjuk rasa menyambut kedatangan Barack Obama ke Indonesia.
Sumber: SUARA KARYA
Berita Foto : Kendaraan Amfibi Dikerahkan ke Merapi
Dua kendaraan Hagglund (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.
Dua kendaraan Haglun (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.
Foto Humas PMI
Dua kendaraan Haglun (amfibi) milik Palang Merah Indonesia (PMI) sedang beroperasi mencari korban letusan Gunung Merapi di radius 5 KM dari puncak Merapi di Desa Ngpring, Cangkringan, Sleman, PMI mengoperasikan kendaraan ini untuk mengevakuasi korban letusan Gunung Merapi yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan lain.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengerahkan dua unit mobil Amfibi Hagglund ke lokasi bencana letusan Gunung Merapi, Minggu (7/11/2010). Kendaraan tersebut digunakan untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak maupun terkubur dibalik reruntuhan bangunan. Kendaraan amfibi ini oleh PMI diserahkan penggunaan operasionalnya pada anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Surakarta.
Menurut ketua PMI Jusuf Kalla (JK), Hagglund sangat cocok beroperasi di lokasi Merapi karena jalan raya di wilayah sekitarnya dipenuhi abu vulkanik, sehingga sulit dilalui kendaraan truk maupun jenis lainnya. Oleh karena cakupan lahar dingin yang dimuntahkan Gunung Merapi semakin luas, maka PMI berencana menambah lagi dua kendaraan amfibi yang akan didatangkan dari Jakarta.
PMI juga akan bekerjasama dengan Kopassus dan Marinir mendatangkan lagi kendaraan amfibi dari pangkalan militernya masing. Menurut JK, dirinya sudah melaporkan semua kegiatan PMI di Merapi, Mentawai dan Wasior kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Sabtu malam di Istana Gedung Agung Yogyakarta. Presiden menyetujui langkah yang diambil PMI dan meminta untuk berkoordinasi dengan BNPB.
Sumber: KOMPAS
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...
