Pages

Thursday, November 4, 2010

Hibah F-16 Jadi Agenda Penting

 

Jet tempur F-16 USAF dari Skuadron 14 di Lanud Misawa, Japan 22 Oktober 2010. Amerika Serikat tidak mengembangkan lagi F-16, sebagian F-16 diubah menjadi drone. (Foto: USAF/ Staff Sgt. Samuel Morse)

5 November 2010, Jakarta -- Pembukaan kembali hubungan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan hibah pesawat F-16 menjadi agenda penting dalam bidang pertahanan yang akan ditindaklanjuti terkait kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia, November ini.

”Waktu Menteri Pertahanan (Robert) Gates ke sini, ada rencana untuk buka kerja sama secara bertahap, ini sudah masuk tahap operasional,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (4/11). Pertemuan dengan Gates itu diikuti dengan pengiriman tim bersama.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia telah membentuk tim, terdiri dari Kepala Bagian Litbang Kementerian Pertahanan dan Asisten Perencanaan Umum Mabes TNI, untuk membahas agenda apa saja yang ingin dibicarakan saat kedatangan Obama. ”Agenda utama, kerja sama secara gradual Kopassus dengan Pemerintah AS, terutama untuk latihan khusus,” kata Kepala Bagian Litbang Pos Hutabarat.

Indonesia juga berupaya untuk mendapatkan pesawat tempur F-16 bekas dari AS. Pesawat itu akan diberikan kepada Indonesia karena AS telah meningkatkan kelas pesawatnya ke F-18 dan lainnya. Namun, ”Kita harus melakukan retrofit atau perbaikan total. Tempatnya di AS dan harganya sepertiga dari harga pesawatnya,” kata Pos Hutabarat.

Obama dipastikan tetap ke Indonesia pada 9-10 November mendatang dan tidak terpengaruh kekalahan Partai Demokrat dalam pemilu tengah waktu (midterm election) di House of Representatives (DPR) AS.

Pasalnya, ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, hubungan Indonesia dan AS sifatnya sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi politik di AS ataupun di Indonesia. Hubungan Indonesia dan AS bersifat kemitraan yang strategis, setara, dan sangat kuat.

Marty mengungkapkan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis. Rapat dihadiri Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, dan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal.

Menurut Dino, kedatangan Presiden Obama sangat penting untuk mendeklarasikan kerja sama kemitraan strategis yang komprehensif bersama Presiden Yudhoyono.

Terkait pengamanan Obama itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman mengatakan akan diturunkan 9.000 personel.

KOMPAS

RI Produksi Roket Berhulu Ledak

 

5 November 2010, Jakarta -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memproduksi roket berhulu ledak tinggi dengan daya jangkau sekitar 14,5 kilometer. Rencananya, 2013 akan diproduksi sebanyak 750 roket dan tahun berikutnya 1000 roket.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, roket pertahanan dengan nama RHAN-122 akan dipergunakan untuk melengkapi sistem persenjataan TNI AL. “Ini roket buatan Indonesia yang mempunyai hulu ledak. Diharapkan roket ini bisa digunakan untuk TNI AL,” kata Purnomo di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta,kemarin.

Menurut rencana, Sabtu (6/10) akan diadakan uji coba terakhir roket yang dikembangkan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan,PT. Pindad dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), di Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumatera Selatan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan Pos M Batubara menambahkan, roket tersebut memiliki daya ledak cukup tinggi dengan radius 150 meter.

Tidak hanya itu,sebanyak 90 persen bahan material roket berasal dari dalam negeri.“Hanya tabung serta propelan atau bahan pendorong roket yang masih didatangkan dari luar negeri karena industri dalam negeri belum bisa membuatnya,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, setiap tahunnya Balitbang Kemhan akan terus meningkatkan kemampuan roket pertahanan tersebut. Pada 2012 daya jangkau roket pertahanan akan ditingkatkan hingga 20 kilometer. “Dan di tahun 2013, jangkauan akan diusahakan mencapai 33 kilometer,” katanya. Roket tersebut, lanjutnya, akan diproduksi PT Pindad bekerja sama dengan perusahaan swasta di Malang.

SINDO

AS Bantah Heli NATO Langgar Udara Pakistan

Islamabad (ANTARA News) - Kedutaan Amerika Serikat di Islamabad Rabu mengatakan bahwa tidak ada helikopter NATO yang melanggar wilayah udara Pakistan.

Media lokal melaporkan bahwa helikopter-helikopter Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu Selasa melanggar wilayah udara Pakistan di wilayah sabuk suku.

Surat kabar harian "The Nation" melaporkan bahwa helikopter-helikopter itu Selasa memasuki sejauh 600 meter ke dalam wilayah Kurram Pakistan dan melayang-layang di wilayah udara selama 20 menit.

Helikopter-helikopter NATO sebelumnya dua kali melanggar wilayah udara di daerah yang sama pada bulan lalu, termasuk satu pelanggaran yang menyebabkan tewasnya tiga personil keamanan Pakistan.

Pakistan telah menutup perbatasan dengan Afghanistan setelah insiden tersebut, menghentikan pasokan-pasokan NATO melalui negara itu.

"Laporan-laporan berita di televisi maupun media cetak mengklaim bahwa pesawat NATO "melanggar wilayah udara Pakistan di daerah-daerah Burqi dan Kharlaci pada Selasa 2 November," kata kedutaan AS.

"Tuduhan itu sepenuhnya salah. Tidak ada pesawat NATO yang melanggar wilayah udara Pakistan di daerah Burqi dan Kharlaci seperti yang ditudingkan dalam berita-berita itu," kata juru bicara kedutaan.

"Informasi itu sudah dikonfirmasikan dengan Komando Pertahanan Udara Pakistan.

"Operasi-operasi udara Afghanistan dan AS di Afghanistan yang dilakukan di sepanjang wilayah perbatasan Afghanistan-Pakistan dikoordinasikan secara erat dengan Angkatan Udara Pakistan," katanya dalam satu pernyataan.(*)

ANTARA

Wednesday, November 3, 2010

Rusia Akan Ikut Serta Dalam Pameran Indo Defense 2010 Expo

 

0diggsdigg

Sembilan perusahaan pertahanan Rusia akan memamerkan berbagai jenis senjata canggih pada pameran senjata yang diselenggarakan tiap dua tahun sekali di Indonesia, seperti yang dikatakan The Russian Federal Service dan para teknik militer.

Indo Defense 2010 Expo & Forum yang akan dibuka pada tanggal 10 di Jakarta yang menjadi tuan rumah lebih dari 400 peserta dari 38 negara hingga 13 November.

"Rusia akan memamerkan berbagai jenis peralatan canggih untuk Angkatan Darat, Angkatan Udara, pertahanan udara, Angkatan Laut, pasukan khusus, peperangan elektronik, kedokteran militer dan pelatihan tempur," kata The Russian Federal Service dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Rusia ekspor persenjataan ke lebih dari 100 negara.

Pelanggan utama persenjataan Rusia adalah Indonesia, India, Aljazair, Cina, Venezuela, Malaysia dan Suriah. Vietnam juga muncul sebagai importir utama setelah menandatangani kesepakatan untuk membeli kapal selam, pesawat terbang dan perangkat keras militer lainnya dari Rusia akhir tahun lalu.

ekspor senjata Rusia diperkirakan akan meningkat secara signifikan $ 10 miliar pada tahun 2010.

Sumber: RIA

DPR : Kemhan Diminta Pakai Alutsista Lokal


UAV Buatan Indonesia

JAKARTA(SINDO) – DPR meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengutamakan alat utama sistem senjata (alutsista) produk dalam negeri terkait pengadaan pesawat intai tanpa awak.

“Pengadaan pesawat intai tanpa awak ke depan harus diproduksi dalam negeri. Sementara, untuk empat pesawat yang akan datang pada 2011,kita maklumi jika dipesan dari luar negeri karena keperluannya sangat mendesak,” tegas Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di Jakarta kemarin. Seperti diketahui,TNI segera membangun skuadron pesawat intai untuk mengamankan seluruh wilayah RI,khususnya di perbatasan baik darat, laut,maupun udara.

Rencananya, empat pesawat intai tanpa awak akan tiba pada medio 2011 dari satu skuadron yang direncanakan. Skuadron pesawat intai tanpa awak itu nantinya akan bermarkas di Pangkalan Udara Supadio, Pontianak. Menurut mantan sekretaris militer era Presiden Megawati Soekarnoputri ini, agar industri alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri bisa tumbuh dan berkembang, maka pengadaan pesawat intai yang saat ini dibutuhkan TNI harus melibatkan industri dalam negeri.

Apalagi,menurut Hasanuddin, pesawat intai tersebut tidak termasuk teknologi tinggi seperti pesawat tempur yang seharusnya dapat diproduksi di dalam negeri. “Untuk memperkokoh industri dalam negeri, apa yang bisa diproduksi di dalam negeri tidak perlu membeli dari luar. Apalagi, saya dengar insinyur dari institut teknologi terkemuka negeri ini sudah dapat mengembangkan pesawat jenis ini,”katanya.

Hasanuddin menegaskan pemerintah dan DPR telah menyepakati pengadaan alutsista untuk mengutamakan produksi dalam negeri agar ada pertumbuhan industri lokal.Sekaligus,bisa mengurangi ketergantungan kepada luar negeri. Dia mengatakan, pengadaan pesawat intai sangat strategis mengingat luasnya daerah perbatasan yang harus diawasi.

“Untuk kebutuhan patroli, penggunaan pesawat intai tanpa awak terbilang cukup ekonomis.Pesawat ini dapat terbang rendah dan tanpa suara. Sehingga,cocok untuk perbatasan daratan yang minim jalur transportasi serta dapat menggantikan peran pesawat dengan awak yang tentunya memerlukan cost yang lebih tinggi,”tandasnya. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Samoedro enggan menyebutkan negara asal pesawat intai tanpa awak yang sudah dipesan TNI tersebut.

Dia mengatakan,pengoperasian pesawat tanpa awak itu menjadi bagian dari upaya pengawasan pulau terluar, laut dan kepulauan, serta wilayah perbatasan. Selain itu, untuk mendukung kegiatan intelijen di udara. “Pesawat ini juga untuk mendukung kerja Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI,”katanya. Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menyatakan, berhasil atau tidaknya revitalisasi industri strategis pertahanan tergantung dari dukungan negara.

Sebab, menurut dia,dukungan penuh dari negara dalam mengalokasikan anggaran sangat menentukan perkembangan sektor industri strategis. Untuk industri strategis atau pertahanan di Indonesia, Mustafa mengakui bahwa pelaksanaannya masih cukup banyak menemui kendala. Salah satunya, industri yang fokus pada bisnis produksi alutsista memiliki ketergantungan yang sangat besar pada arah kebijakan Kemhan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan.

“Jadi, pasarnya sangat spesifik,” ujarnya. Belum lagi dibutuhkan skala atau besaran produksi tertentu hanya untuk dapat mencapai titik impas. Selain itu,belum adanya sistem anggaran yang tepat, teratur, dan terencana secara baik untuk pengadaan alutsista dalam negeri. “Serta belum adanya komitmen dan konsisten penganggaran pengadaan alutsista yang berkesinambungan dalam tahun jamak (multiyears),” paparnya.

Penganggaran multiyears ini perlu karena pada umumnya pengadaan alutsista memerlukan waktu lebih satu tahun. Karena itu, kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam rangka revitalisasi industri strategis adalah dengan melakukan inisiatif merumuskan Rancangan Undang- Undang tentang Revitalisasi Industri Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional.

Sumber: SINDO

PT DI Garap Sembilan CN-235

 

0diggsdigg


Bandung, CyberNews. PT Dirgantara Indonesia tengah menggarap sembilan unit CN-235, pesawat produksi andalan mereka untuk kebutuhan tiga negara. Dua pesawat di antaranya dijadwalkan bakal diserahkan dalam waktu dekat di pengujung 2010.

Kesembilan pesawat propeller itu merupakan pesanan Korsel sebanyak 4 unit produksi baru, kemudian Senegal terdiri dari 2 unit yang merupakan pesawat modifikasi, dan Kemenhan RI bagi operasional TNI AL jenis patroli maritim baru 3 unit.

Menurut Jubir PT DI, Rakhendi Triyatna, dua pesawat yang diserahkan dalam waktu dekat masing-masing satu versi pesawat transport militer milik Senegal dan patroli maritim Korea.

"CN-235 Senegal sudah selesai, tinggal diserahkan, sedangkan yang Korea sudah memasuki tahap perakitan akhir. Kami yakin akan berjalan sesuai jadwal pada akhir tahun ini," tandasnya di Bandung, Rabu (3/11).

Di luar itu, Rakhendi menambahkan pihaknya bersiap pula menyerahkan satu unit helikopter Super Puma versi transport militer kepada TNI-AU. Dijelaskannya, CN-235 Korea merupakan realisasi kontrak yang diperoleh pada Desember 2008 senilai 94,5 Juta US Dollar.

Jadwal penyerahan pesawatnya dilakukan antara 2010-2011. Untuk nilai kontrak dengan Kemenhan RI bernilai 80 Juta US Dollar yang ditandatangani kedua belah pihak pada Desember 2009. Jadwal penyerahan pertama pesawat dijadwalkan 2012.

Nilai kontrak dengan Senegal tidak diungkapkan. Hanya saja, PT DI memodifikasi CN-235 versi penumpang menjadi kepentingan militer. Harga pesawat tersebut, imbuhnya, bergantung pada opsi yang ingin dilekatkan pada fasilitas pesawat sayap tetap itu.

Opsi tersebut dalam rangka memenuhi misi yang diinginkan terhadap operasional pesawat itu di samping sistem avionik dan electroniknya. Terlebih ini adalah pesawat militer.

Sumber: SUARA MERDEKA

Pengawal Revolusi Kritik Ahmadinejad

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sedang dihujani kritik  dari para pengawal revolusi , hal itu  belum pernah terjadi karena pasukan elit militer tersebut biasanya merupakan pendukung setia.

Seperti dikutip dari Daily Mail, artikel dengan kata-kata kasar dalam majalah bulanan Pengawal Revolusi mendengungkan kritikan terhadap Ahmadinejad.

Hal itu pertanda bahwa upaya untuk memperbaiki keretakan di dalam penguasa republik Islam itu belum juga berjalan.

Ahmadinejad dan ajudan dekatnya menghadapi kritikan dari parlemen, kekuasaan kehakiman dan beberapa ulama atas perkataannya yang menyebut parlemen tak lagi menjadi utama. Ahmadinejad juga dikritik karena lebih mempromosikan pemikiran "Bangsa Iran" dibandingkan "Islam".

Dalam sebuah artikel yang berjudul "Apakah Parlemen masih utama atau tidak ? Majalah itu, Payam-e Enghelab (Pesan dari Revolusi), menanyakan "Apakah berada di puncak bisa membenarkan tindakan apapun yang menurut pemerintah itu benar dan mengabaikan hukum ?

Ahmadinejad, yang terpilih kembali pada bulan Juni 2009, menghadapi gelombang demonstrasi besar dari gerakan kaum oposisi yang mengatakan pemilu itu curang. Ahmadinejad telah membantahnya.

Korps Pasukan pengawal Revolusi Iran memiliki angkatan laut dan  udara serta struktur komando yang  terpisah dari angkatan bersenjata.

Pengawal Revolusi beserta pasukan  tentara sukarelawan , Basij,  memainkan peranan kunci dalam meredam kerusuhan pemilu yang dianggap paling buruk sejak revolusi Islam tahun 1979.

Keretakan di pemerintahan membuat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan seluruh cabang pemerintahan untuk mendukung presiden.

"Persatuan nasional adalah sangat penting dan harus diperkuat  setiap hari yang terlewati ... ini saya tujukan untuk pemerintah dan rakyat ," Ujar khamenei dalam kunjungan terbarunya ke kota suci Qom.

Kritikan Payam -e-Enghelab sama dengan suara  di parlemen, kehakiman, dan ulama.

"Beberapa politikus telah membuat persoalan tak penting dan tak mendesak menjadi urusan utama negara," tutur majalah itu, mengacu pada kontroversi mengenai pemikiran-pemikiran  Iran yang menurut sebagian pengikut konservatif Ahmadinejad merupakan sesuatu yang berbau negara sekuler.

"Mengadopsi  pemikiran seperti ini tak bermanfaat dan justru  menciptakan perpecahan dan perbedaan di front Revolusi Islam dan  juga menggambarkan keraguan terhadap sikap fundamental," tulis majalah tersebut.

Kata kata terkasar ditujukan pada Ahmadinejad mengenai pengurangan kekuatan di parlemen. Beberapa kritik mengatakan hal itu  kontradiksi dari pendirian Ayatollah Ruhollah khomeini - Pemimpin Revolusi Islam terakhir yang sangat dihormati.

`Interpretasi dangkal dari ucapan Imam khomeini  dan mengubahnya agar sesuai dengan kepentingan jangka pendek sekelompok orang  merupakan kesalahan fatal"` tulis majalah itu.

Kemarahan atas Ahmadinejad membuat  bergabungnya beberapa mantan rivalnya di badan legislatif - dari kamp garis keras -  dengan kelompok reformis moderat.

Ali Motahari, anggota terkemuka dari garis keras yang berapi-api mengkritik Ahmadinejad,  mengatakan di  surat kabar reformis, Sharq : "Figur penting di kelompok prinsiplis maupun reformis telah membentuk aliansi tak resmi."`

Di sisi lain, warga Iran juga sedang bersiap menghadapi dampak dari rencana  ekonomi Ahmadinejad : mencabut miliaran dolar subsidi yang selama ini antara lain digunakan untuk pangan dan bahan bakar.

Para ekonom di luar Iran mengatakan naiknya harga barang  seperti  bahan bakar  bisa memicu kekisruhan. Di dalam negeri, politisi telah memperingatkan adanya `hasutan ekonomi` seiring  lawan-lawan pemerintah yang mulai ikut campur.

Mirthossein Mousavi, pemimpin oposisi yang kalah pada pemilu 2009 mengatakan penambahan kehadiran polisi pada beberapa hari terakhir merupakan upaya pemerintah untuk mengintimidasi setiap orang yang berpikiran untuk memprotes. Pihak polisi mengatakan sedang memberantas kejahatan.
(yud/A038/brt)
ANTARA

BERITA POLULER