Gmabar ilustrasi
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia telah menangkap seorang militan Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan Aceh. Pria berumur 29 tahun itu ditangkap sesuai aturan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri Malaysia (ISA).
Wakil kepala kepolisian Malaysia Hussin Ismail mengatakan, militan tersebut bernama Taufiq Marzuki atau juga dikenal sebagai Sulaiman Tarmizi.
Menurut Hussin, Taufiq merupakan anggota gerakan Kumpulan Mujahiddin Aceh (KMA). Taufiq ditangkap pada 29 September lalu setelah kabur dari Indonesia menyusul operasi penyerbuan polisi beberapa bulan lalu.
"Taufiq telah melarikan diri ke Malaysia pada 12 Maret ketika kamp pelatihan militer dan ideologi kelompok tersebut di Bireuen, Aceh, digempur polisi Indonesia," kata Hussin dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/10/2010).
Dikatakan Hussin, penangkapan Taufiq sesuai Internal Security Act (ISA). UU Keamanan Dalam Negeri tersebut memungkinkan penahanan seseorang untuk waktu yang tidak ditentukan tanpa melalui persidangan. Penahanan Taufik untuk membantu memfasilitasi investigasi mengenai apakah pria itu mendatangkan ancaman bagi keamanan nasional Malaysia.
"Investigasi tersebut bertujuan untuk mengungkap dan menghentikan jaringan-jaringan militan asing menjadikan Malaysia sebagai tempat perlindungan aman mereka," kata Hussin.
Menurut Hussin, penangkapan Taufiq merupakan hasil kerja sama antara badan-badan intelijen Indonesia dan Malaysia.
DETIK
Wednesday, October 27, 2010
Daya Tempur Udara Masih Butuh Kerja Keras
Prajurit TNI Angkatan Udara (AU) melakukan penerjunan saat upacara penutupan Latihan Puncak TNI AU "Angkasa Yudha" tahun 2010 di Sangatta, Kalimantan Timur, Rabu (27/10). Latihan "Angkasa Yudha" merupakan ajang untuk melatih kemampuan personel prajurit TNI AU, baik kemampuan taktik "air to ground" atau "air to air" dalam rangka menjaga dan mempertahankan NKRI. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/hp/10)
28 Oktober 2010, Sangata -- TNI Angkatan Udara (AU) masih harus meningkatkan latihan, dalam rangka mewujudkan ketangguhan daya tempur dan operasi udara menghadapi musuh. Saat ini, TNI AU harus berjuang keras untuk menambah alat utama sistem senjata (alustsista) canggih dan berteknologi tinggi yang disesuaikan dengan luas wilayah Indonesia.
"Karena keterbatasan anggaran, maka kita harus meningkatkan kualitas pasukan disamping menambah alutsista secara bertahap," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, usai menyaksikan latihan operasi udara yang dengan sandi Angkasa Yudha 2010, di Sangata Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (27/10).
Latihan operasi udara yang melibatkan 1235 prajurit TNI AU dari Koops TNI AU I dan Koops TNI AU II, Kohanudnas dan Kopaskhas ini mengambil tema Komando Tugas Udara dan Komando Pertahanan Udara Nasional Melaksanakan Operasi Udara di Kalimantan Timur Dalam Rangka Menegakan Integritas Kedaulatan NKRI.
Selain itu, Angkasa Yudha 2010 melibatkan pesawat-pesawat tempur canggih yang dimiliki TNI AU, seperti 4 unit Sukhoi buatan Rusia, 4 unit F-16 buatan Amerika Serikat (AS), 6 unit F-5 Tiger, 8 Hawk 109/209 serta 4 pesawat angkut personil Hercules, Casa dan Helikopter Puma.
Imam mengatakan, TNI AU sangat membutuhkan pesawat intai tanpa awak yang sudah masuk dalam renstra pertahanan Indonesia. Pesawat tanpa awak cukup membantu untuk mendukung operasi udara, seperti menentukan titik kordinat target atau sasaran.
"Setelah kita saksikan langsung dalam latihan, beberapa sasaran harus dihancurkan setelah dibombardir berkali-kali. Seharusnya, kita tak perlu lagi mengeluarkan banyak roket untuk menghancurkan satu target apabila ada pendukung untuk menunjukan kordinat sasaran," ujarnya.
Karena itu, ia menyakini, keberadaan pesawat intai tanpa awak semakin mengefektifkan daya tempur dan operasi udara yang dilaksanakan TNI AU uuntuk menangkal musuh. "Operasi udara itu tidak bisa langsung mengadakan pengeboman. Melainkan, operasi itu harus berdasarkan informasi intelijen, yang diawali dengan pesawat recognize," ujar KSAU.
Artinya, pesawat intai tanpa awak mampu mendeteksi posisi dan kekuatan musuh. "Dengan kedatangan pesawat tanpa awak, kita bisa mendeteksi lebih dini dan centre of gravity kedudukan musuh," ujarnya.
Bukan politis
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Bambang Samoedro, menepis anggapan bahwa Angkasa Yudha 2010 dalam rangka pertunjukan aksi kekuatan udara Indonesia ke negara tetangga, Malaysia.
"Malaysia pasti tahu kalau kita sedang melaksanakan latihan operasi udara. Tapi, bukan berarti TNI AU pamer kekuatan," ujarnya.
Menurut Bambang, pemilihan Sangata sebagai latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha karena lokasinya cukup ideal untuk latihan penembakan dari udara ke darat (air to ground). Karena itu, menurut dia, Bukit Tinjau Sangata perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai area latihan militer TNI AU, TNI AL dan TNI AD.
Imam menjelaskan, pemilihan Sangata sebagai tempat puncak latihan juga ditinjau dari aspek kesiapan pangkalan sekitarnya.
Suara Karya
Sukhoi TNI AU Mempunyai Kemampuan Diatas Negara Tetangga
BALIKPAPAN- Lagi-lagi jajaran skadron Sukhoi membuktikan kehebatannya. Semua taget dalam latihan puncak TNI AU dengan sandi ‘Angkasa Yudha 2010’ yang dilangsungkan di Kota Sengatta Kutai Timur berhasil diselesaikan dengan baik oleh jajaran pesawat tempur Sukhoi produksi Rusia ini.
Hal ini dikatakan oleh Letkol (Pnb) Tonny Haryanto selaku komandan Skadron 11 Makassar, Rabu (27/10) kemarin saat ditemui di Base Ops Lanud Balikpapan. “Alhamdulillah tadi target latihan berhasil kami selesaikan. Meskipun tadi sempat ada awan yang menghalangi pandangan dan juga hujan tipis, tapi bukan masalah,” ucap lulusan Akabri tahun 1993 itu.
Kepada harian ini Tonny juga menceritakan beberapa keampuhan pesawat yang diterbangkannya mulai tahun 2005 itu. Diakui Sukhoi memiliki kemampuan di atas pesawat tempur yang dimiliki oleh negara-negara tetangga. “Jadi tinggal sumber daya manusiannya saja,” imbuhnya. Sekilas saja tentang Sukhoi, Tonny menjelaskan bahwa pesawat ini memiliki kecepatan maksimal dua kali kecepan suara.
Selain itu pesawat ini juga sudah memiliki dilengkapi dengan beberapa senjata untuk penyerangan dari udara ke darat. “Air to ground kita sudah ada bom, gun, dan roket. Sedangkan untuk air to air sudah kontrak sudah disiapkan,” ungkap mantan penerbang pesawat F-16 ini. Ditambahkan TNI Angkatan Udara (AU) memiliki 4 tipe Sukhoi, yaitu Sukhoi 27 SK, Sukhoi 27 MK, Sukhoi 27 SKM, Sukhoi 30 MK2.
Saat ini, AU memiliki 10 unit Sukhoi. “Secara bertahap sampai 2014 nanti akan mencapai 16 pesawat,” tuturnya di sela Static Show. Adapun keunggulan pesawat tempur yang telah memperkuat Alutsista TNI AU sejak 2003 itu memiliki banyak keunggulan dalam persenjataan, di antaranya mampu melakukan tracking dan mengunci 10 posisi lawan secara bersamaan dalam satu kesempatan.
Sukhoi juga mampu menembakkan peluru kendali udara ke udara (air to air missile) terhadap dua sasaran yang berbeda sekaligus. “Jadi saya kira negara tetangga juga akan berfikir dua kali jika akan melanggar batas udara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonsia),” pungkas Tonny setelah membeberkan kemampuan pesawat yang diterbangkannya itu.
Sumber: Post Metro Balikpapan/ Maju indonesiaku
TNI AD Kerahkan Dua Batalyon di Mentawai
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta akan mengerahkan dua batalyon dari satuan kesehatan dan bantuan perbekalan kepada korban gempa bumi dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.
"Satu batalyon dari wilayah Timur akan berangkat pada Kamis siang nanti, sementara dari wilayah Barat sudah disiagakan untuk berangkat ke Mentawai," katanya kepada wartawan usai membuka seminar `Pembangunan Moral dan Karakter Bangsa` di Balai Komando Kopassus Cijantung, Jakarta, Kamis.
Untuk pendistribusian bantuan perbekalan, seperti bahan makanan, tenda dan obat-obatan, kata George, pihak akan menggunakan pesawat Hercules karena banyak wilayah yang terisolasi akibat tsunami di Mentawai.
"Kami menggunakan pesawat Hercules karena lokasinya sulit dijangkau. Peterjun "free fall" dari Kostrad akan mendampingi bantuan perbekalan yang diterjunkan," katanya.
Namun, lanjut dia, yang menjadi hambatan bila gelombang laut di Mentawai meningkat karena akan menyulitkan personilnya untuk mendistribusikan bantuan yang diterjunkan itu.
Sementara itu, untuk wilayah di Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta, TNI AD sudah mengerahkan sekitar 2.000 personil dari empat penjuru mata angin, yakni Timur, Barat, Utara dan Selatan untuk membantu mengevakuasi para korban meletusnya Gunung Merapi pada (26/10).
"Pasukan di Gunung Merapi lebih banyak dikerahkan dibanding di Mentawai karena lokasinya sulit dijangkau," katanya.
Kadis Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Sunaryo Widjonarko, menambahkan, pasukan dari empat penjuru mata angin itu sudah masuk ke wilayah Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta untuk membantu evakuasi para korban dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi.
Tsunami yang terjadi di Mentawai, Sumbar itu menyebabkan sekitar 300 orang lebih meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang, sementara jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) petang bertambah menjadi 29 orang.
(ANT/A024)
Antara
"Satu batalyon dari wilayah Timur akan berangkat pada Kamis siang nanti, sementara dari wilayah Barat sudah disiagakan untuk berangkat ke Mentawai," katanya kepada wartawan usai membuka seminar `Pembangunan Moral dan Karakter Bangsa` di Balai Komando Kopassus Cijantung, Jakarta, Kamis.
Untuk pendistribusian bantuan perbekalan, seperti bahan makanan, tenda dan obat-obatan, kata George, pihak akan menggunakan pesawat Hercules karena banyak wilayah yang terisolasi akibat tsunami di Mentawai.
"Kami menggunakan pesawat Hercules karena lokasinya sulit dijangkau. Peterjun "free fall" dari Kostrad akan mendampingi bantuan perbekalan yang diterjunkan," katanya.
Namun, lanjut dia, yang menjadi hambatan bila gelombang laut di Mentawai meningkat karena akan menyulitkan personilnya untuk mendistribusikan bantuan yang diterjunkan itu.
Sementara itu, untuk wilayah di Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta, TNI AD sudah mengerahkan sekitar 2.000 personil dari empat penjuru mata angin, yakni Timur, Barat, Utara dan Selatan untuk membantu mengevakuasi para korban meletusnya Gunung Merapi pada (26/10).
"Pasukan di Gunung Merapi lebih banyak dikerahkan dibanding di Mentawai karena lokasinya sulit dijangkau," katanya.
Kadis Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Sunaryo Widjonarko, menambahkan, pasukan dari empat penjuru mata angin itu sudah masuk ke wilayah Gunung Merapi, Sleman, Yogyakarta untuk membantu evakuasi para korban dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi.
Tsunami yang terjadi di Mentawai, Sumbar itu menyebabkan sekitar 300 orang lebih meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang, sementara jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) petang bertambah menjadi 29 orang.
(ANT/A024)
Antara
Awasi Perairan Yang Disengketakan, China Perkuat Armada Angkatan Laut Beijing, (Analisa)
China meluncurkan kapal-kapal Angkatan Laut baru untuk memperkuat patroli di perairan yang disengketakan dengan Jepang, demikian menurut media pemerintah China, Rabu (27/10).
Hubungan antara China dan Jepang, dua negara ekonomi Asia terbesar, tegang bulan lalu setelah nakhoda kapal penangkap ikan China ditahan oleh penjaga pantai Jepang setelah kapal mereka bertabrakan dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur.
“Ini akan menjadi sangat signifikan dan bermanfaat dalam memperkuat kapasitas peralatan patroli maritim China,” kata Li Lixin,direktur regional urusan Laut China Selatan dari Badan Kelautan Negara China mengenai kapal-kapal baru itu, demikian menurut kantor berita Xinhua.
China memiliki sekitar 260 kapal pengintai samudra, termasuk 200 kapal penjaga pantai kecil, kata seorang pejabat di badan pelaksana kelautan nasional kepada Reuters.
Jepang memiliki 421 kapal patroli dan 13 kapal pengintai, kata seorang jurubicara Penjaga Pantai Jepang, dengan menambahkan tidak semua kapal-kapal ini difokuskan pada kawasan-kawasan yang juga diklaim China.
Bersamaan sengketa yang berlangsung lama mengenai pulau-pulau sengketa, Jepang cemas China mulai menahan pengiriman logam-logam langka, vital dalam pembuatan barang-barang elektronik dan suku cadang mobil.
China menyangkal menghentikan pengiriman ke Jepang karena alasan-alasan politik,dan mengatakan pihaknya membatasi produksi menyeluruh dan ekspor logam-logam langka untuk menghindari habisnya cadangannya dan menyebabkan kerusakan pada lingkungan. (Rtr/hr)
HARIAN ANALISA
TNI AL Kirim Bantuan Korban Gempa Mentawai
Seorang anggota Airud Polda Sumbar bersama ABK KM.Muci mengangkat bantuan beras untuk dimuat kedalam kapal di pelabuhan Bungus Padang, Sumbar, Rabu (27/10). (ANTARA/Maril Gafur)
Medan (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL)mengerahkan sedikit-dikitnya lima unit kapal perang dan mengirim sejumlah bantuan kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.
"TNI-AL mengerahkan sedikitnya lima unit kapal perang untuk membantu korban gempa di Mentawai," kata Panglima Armada RI Kawasan Barat, Laksamana Muda TNI Marsetio, usai memimpin upacara serah terima Komandan Pangkalan Utama TNI-AL I dari Laksamana I Syarif Husaini kepada Laksamana I Amri Husaini di Belawan Medan, Rabu.
Sebanyak lima unit kapal itu termasuk kapal rumah sakit telah diberangkatkan dari beberapa dermaga TNI-AL di wilayah operasi Armada RI Kawasan Barat menuju Kepulauan Mentawai.
Salah satu dari lima unit kapal, itu di antaranya KRI Teluk Cirebon telah diberangkatkan dari dermaga Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) I Belawan hari Rabu.
Kapal perang jenis kapal pendaraT itu mengangkut bantuan kemanusian seberat 200 ton lebih yang berasal dari sumbangan spontanitas para donatur yang dihimpun usai acara serah terima jabatan Komandan Lantamal I Belawan.
KRI Teluk Cirebon direncanakan tiba di Mentawai sekitar Sabtu (30/10) pagi.
Marsetio menambahkan, TNI-AL telah membentuk dan memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan korban gempa dan tsunami di Mentawai.
"Bila masih diperlukan tambahan kapal kami akan mengerahkan beberapa unit lagi kapal untuk mendukung satuan tugas operasi penanggulangan bagi korban gempa di Mentawai," ujarnya.
Disebutkannya, satuan tugas (Satgas) TNI-AL telah mendirikan Posko di beberapa titik lokasi perkampungan warga korban gempa dan tsunami di Kabupaten Mentawai.
Posko gempa dan tsunami TNI-AL tersebut siap menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan yang dibutuhkan warga setempat.
Pengoperasian armada kapal TNI-AL di Kepulauan Mentawai diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan bagi para korban gempa dan tsunami di kabupaten yang memiliki puluhan pulau kecil tersebut.
Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan barat daya Kecamatan Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Senin (25/10) malam telah menimbulkan tsunami dengan ketinggian satu sampai tiga meter.
Data sementara menyebutkan musibah gempa dan tsunami itu telah mengakibatkan 112 orang tewas, 502 hilang, dan 4.000 kepala keluarga mengungsi.
(T.ANT-197/F002/P003)
ANTARA
KRI Dewaruci Pererat Hubungan TNI-AL Dengan India
KRI Dewaruci (ANTARA News)
Surabaya (ANTARA News) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci membawa misi memperat hubungan kerja sama antara TNI Angkatan Laut (AL) dengan Angkatan Laut India.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut Yayan Sugiana di Surabaya, Rabu, mengatakan, peningkatan hubungan kerja sama itu terlihat dari singgahnya KRI Dewaruci di Pelabuhan Mumbai, India, dalam perjalanan pulang dari muhibah ke sejumlah negara di Eropa.
"Bahkan, para perwira AL India merasa tersanjung dan terkagum-kagum saat Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Suharto membawakan lagu India berjudul "Kuch-Kuch Hota Hae"," katanya.
Para perwira AL India tidak menyangka komandan KRI Dewaruci itu mampu menyanyikan lagu India yang pernah populer di Tanah Air pada awal 2000-an.
"Ini malam yang indah dan spesial dalam hubungan kerja sama kami dengan TNI-AL," kata Leutenant Commander S.B. Nath, perwira AL India sebagaimana ditirukan Yayan.
Sementara itu, Panglima Armada Barat AL India, Laksamana Madya Pradeep Chauhan, menekankan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini.
"Tidak hanya melalui Operasi Indindo (India-Indonesia), tapi juga melalui pertukaran pelatihan kadet dan budaya, seperti kunjungan KRI Dewaruci ini," katanya dalam siaran pers yang dikirimkan Dispen Koarmatim itu.
Kedua negara memiliki hubungan historis dalam armada lautnya. Bahkan, nama Dewaruci dan semboyan TNI-AL, "Jalesveva Jayamahe" berasal dari Bahasa Sansekerta yang merupakan bahasa ibu masyarakat India.
Selama berada di Mumbai, awak KRI Dewaruci menyuguhkan beberapa tari tradisional, seperti Tari Perang (Papua), Tari Rantak (Sumatera Barat), Tari Saman (Aceh), Reog Ponorogo, dan Rampak Gendang.
Mumbai menjadi kota ke-28 dari 29 kota yang dikunjungi KRI Dewaruci pada Sail 2010 ini. Sebelum kembali ke Tanah Air, KRI Dewaruci akan singgah di Kolombo, Sri Lanka.
Sesampainya di Tanah Air, Komandan KRI Dewaruci Letkol Suharto akan menyampaikan pesan kepada pimpinan TNI-AL bahwa dalam melakukan perjalanan muhibah ke luar negeri pada tahun-tahun mendatang, KRI Dewaruci sebaiknya mengambil jalur alternatif melalui negara-negara di kawasan Asia Selatan, seperti India, Oman, Arab Saudi, Pakistan, Iran, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Sri Lanka.
"Sebelumnya perjalanan muhibah selalu melalui Asia Tenggara dan Asia Timur Jauh. Padahal, negara-negara di kawasan Asia Selatan selalu menarik untuk dikunjungi," katanya. (M038/K004)
COPYRIGHT © 2010
ANTARA
Subscribe to:
Posts (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...


