Pages

Wednesday, October 27, 2010

KRI Soeharso Batal ke Wasior Menuju Mentawai



27 Oktober 2010, Surabaya -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso batal berangkat ke Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, setelah mendapatkan perintah untuk mengalihkan arah tujuan ke Mentawai, Sumatera Barat.

"Hari ini (27/10), kapal itu seharusnya berangkat ke Wasior, namun semalam ada perintah dari Panglima TNI melalui KSAL agar keberangkatannya dibatalkan dan diarahkan menuju Mentawai," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Rabu.

Kapal dari unsur Koarmatim bernomor lambung 990 itu akan bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya, pada Kamis (28/10) pukul 10.00 WIB.

Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung itu akan bertugas menjalankan misi kemanusiaan di lokasi gempa Mentawai selama satu bulan.

"Sebelumnya kapal itu diproyeksikan berada di Wasior selama satu bulan. Makanya, tugasnya di Mentawai juga sama dengan proyeksi di Wasior," kata Yayan.

Kapal itu berangkat ke Mentawai dengan mengangkut bantuan logistik berupa makanan dan minuman serta obat-obatan yang sebelumnya diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang di Wasior.

Selain itu, kapal buatan Korea Selatan yang sudah berpengalaman menangani korban bencana di Tanah Air itu membawa personel TNI-AL yang ditambah dengan 22 dokter dan perawat.

Mereka memiliki keahlian di bidang anestesi (bius), bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, kesehatan umum, saluran pencernaan, saluran pernapasan, malaria, hipertensi, diabetes, dan kejiwaan.
Koarmatim masih menunggu perintah dari Panglima TNI dan KSAL untuk mengirimkan armada tambahan ke Mentawai. "Untuk sementara satu unit KRI ini dulu, karena di sana juga sudah ada KRI dari Koarmabar (Komando Armada RI Kawasan Barat)," katanya.

Sementara itu, di Wasior sampai saat masih terdapat lima unit KRI dari unsur Koarmatim, termasuk KRI Kalakay yang mengangkut bantuan logistik dari Manokwari.

ANTARA News

TNI-AU Perlu 10 Skuadron

TNI-AU Perlu 10 Skuadron
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Sangata (ANTARA News)- TNI AU membutuhkan 10 skuadron atau 160 pesawat hingga 2024 untuk memperkuat pertahanan negara. "Sesuai dengan strategi TNI-AU kedepan sampai 2024 kita membutuhkan 10 Skuadron atau 160 buah pesawat tempur," kata Kepala Staf TNI-AU Marsekal Imam Syufaat, di Sangata, Rabu.

Menurut KASAU Imam Syufaat, mulai tahun 2011 TNI-AU akan mendatangkan pesawat intai tanpa awak sebanyak 4 unit dan juga pesawat tempur Sukhoi. Pengadaan itu masih diproses di Departemen Pertahanan.

"Pesawat jenis F.16 dan Sukhoi dibutuhkan untuk mendukung diplomasi kita," kata KASAU Marsekal Imam Syufaat menjawab pertanyaan wartawan usai menyaksikan kegiatan puncak kegiatan TNI-AU yang dilaksanakan di Sangata.

"Untuk menghadapi kondisi dan geografis yang butuhkan adalah jenis pesawat berbadan besar seperti Hercules dan tentunya kita masih membutuhkan pesawat seperti Sukhoi," katanya.

Ia menambahkan bahwa standar Alutsista TNI-AU memiliki peralatan yang sedang menuju ke 60 persen. "Karena anggaran kita sejak tahun 2008 kecil sekali sehingga pesawat kita sangat minim.Tahun 2010 ini lumayan besar," kata KASAU.
(KR-ADI/M027)
 ANTARA

China Merambah Timor Leste, Australia Iri

China Merambah Timor Leste, Australia Iri
Presiden Timor Timur, Jose Ramos Horta. (ANTARA)
Dili (ANTARA News) - Sebuah batu giok bermotif gajah tersimpan anggun di sudut ketika para pengunjung menyantap burger dan ayam goreng di salah satu dari tiga rumah makan cepat saji ala Amerika di Timor Leste yang semuanya dimiliki dan dioperasikan warga keturunan Cina.

Mata uang yang digunakan mungkin saja sama --dolar AS digunakan sebagai salah satu mata uang resmi Timor Leste-- dan makanan boleh murah, tapi restoran Brothers Burger di ibukota Dili yang berdebu itu lebih dari sekedar tiruan dari aslinya di AS sana.

Di satu ruangan restoran itu ada toko mainan kecil berisi games, gadget dan binatang mainan impor yang tentu saja dari China.

Di dinding lainnya berjejer perhiasan imitasi dari plastik yang juga buatan China.

Dan jika sewaktu-waktu pengunjung restoran ingin cepat pergi keluar Timor Leste setelah makan di restoran ini, maka mereka bisa membuat pasfoto untuk paspor di sebuah booth buatan China di belakang salah satu pintu restoran itu.

Manajer Priscilla Soh mengatakan sang pemilik restoran, Brothers Enterprises yang berbasis di China, mempunyai spesialisasi dalam "memasok semuanya" sehingga tak heran rumah makan berumur dua tahun itu disandingkan dengan sampingan-sampingan lainnya.

"Jika Anda berani datang dan berani mengambil risiko, maka Anda bisa mendapat untung. Saya sangat mendorong teman-teman Barat-ku yang ingin ke sini dan berinvestasi di sini," katanya.

Tetapi untuk teman-teman Cina-nya, dia berkata, "Ini tidak mudah karena sudah terlalu banyak orang Cina di sini."

Usaha burger ini membentuk kelas investor menengah China di Timor Leste, yaitu negeri yang alamnya kaya dan berpenduduk hanya satu juta orang serta tergantung pada bantuan asing.

Dari permukaan mereka hanya kelompok usaha rumahan yang dikendalikan keluarga, namun di sisi lain usaha mereka adalah kepanjangan tangan dari negara China.

Beijing telah memberikan jutaan dolar AS untuk membangun istana kepresiden baru, kantor kementerian luar negeri, dan markas besar militer Timor Leste.

Ketiga bangunan itu adalah struktur bangunan baru yang paling impresif di Dili, dan membuat Australia berkerut keningnya, apalagi negeri satu ini menganggap Timor Leste ada dalam jangkauan pengaruhnya.

Profesor Hugh White dari Pusat Studi Strategis dan Pertahanan pada Universitas Nasional Australia (ANU), berkata pada radio ABC bulan lalu bahwa kepentingan China di Timor Leste mesti diawasi Australia.

"Orang Australia selalu sangat sensitif terhadap kekuatan-kekuatan besar yang memproyeksikan kekuatannya ke bagian dari dunia kita... " katanya.

Bagian yang paling disorot media Australia adalah pembelian kapal patroli kelas Shanghai buatan 1960an oleh Timor Leste seharga 25 juta dolar AS, yang dikhawatirkan Australia sebagai meningkatnya kerjasama militer Beijing dan Dili.

Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta adalah teman Australia, tapi secara terbuka dia mengejek ketakutan Australia itu.

"Saya bisa menjamin Australia bahwa Timor Timur dan China tidak akan membangun pangkalan angkatan laut dan udara untuk menginvasi Australia," kata Horta kepada AFP.

Seraya mengejek para analis pertahanan di Canberra, Horta berkata, "Australia bisa terus hidup damai, mereka tak perlu terburu-buru belajar bahasa Mandarin."

Peraih Nobel ini menegaskan bahwa mitra utama kerjasama militernya adalah Australia, namun mengeluhkan standard ganda Australia karena mengkhawatirkan pengaruh China di Timor Leste.

"Australia tidak pernah begitu khawatir ketika mereka menjual apa saja ke China... tapi ketika kami membeli sejumlah kecil barang dari China mereka marah, sepertinya mereka cemburu," kata Horta.

Presiden Timor Leste ini menambahkan bahwa kalau mau Chinalah yang untung, setelah Timor Leste memberinya kontrak perdagangan besar dengan satu perusahaan China untuk membangun sebuah pembangkit listrik di luar kota Dili.

"Ini proyek senilai 400 juta dolar yang dibiayai secara eksklusif oleh kami, sehingga bantuan apapun yang diberikan China dalam 10 tahun terakhir Anda bisa lipatkan 10 kali dari itu tidak akan pernah mencapai perjanjian bisnis yang telah kami tandangani dengan mereka," demikian Ramos Horta. (*)

Rusia Inginkan Kesamaan Dalam Perisai Rudal NATO


0diggsdigg

Perisai Rudal Nato

Berlin (ANTARA News) - Rusia terbuka pada pembicaraan mengenai perisai rudal Eropa yang direncanakan, tapi ingin memainkan peran yang sama dalam pembangunannya, demikian Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov kepada mingguan Jerman Der Spiegel.

"Hal paling penting bagi kami adalah pertama-tama untuk menetapkan apa ancaman sebenarnya terhadap Eropa, dan kedua adalah melihat Rusia membuat pijakan yang sama sebagai peserta," kata Serdyukov dalam wawancara yang direncanakan dipublikasikan secara penuh, Senin.

"Hanya dengan demikian sistem pertahanan anti-rudal itu dapat diterapkan dengan cara yang memuaskan setiap orang," ia menekankan kepada mingguan Jerman itu.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev akan menghadiri pertemuan puncak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bulan depan di Lisabon dan mengatakan, Selasa, bahwa Moskow telah bersiap untuk membicarakan perisai anti-rudal yang diusulkan aliansi itu.

Rencana Amerika Serikat (AS) sebelumnya untuk mengerahkan sitem anti-rudal di beberapa bekas negara satelit bekas Uni Soviet di Eropa Timur telah membuat marah Kremlin, tapi NATO sekarang mengharapkan untuk mengurangi keraguan dengan memasukkan Moskow ke dalam perencanaan sistem yang lebih luas.

Washington bersikeras perisai itu adalah untuk menjaga diri dari ancaman dari "negara-negara jahat" seperti Iran, dan tidak ditujukan untuk mengganggu pengelakan nuklir Rusia.

"Kami akan memeriksa gagasan mengenai usul ini secepat," kata Medvedev setelah pembicaraan di tempat peristirahatan Deauville di Prancis dengan Presiden Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

"Tapi saya pikir NATO sendiri harus memutuskan bagaimana mereka melihat Rusia ikut sistem ini, apa yang negara ini akan berikan, bagaimana perjanjian mungkin dicapai dan bagaimana bekerja lebih lanjut."

"Hanya setelah menguji proposal ini kami akan dapat memberikan jawaban seperti bagaimana kami akan bekerja selanjutnya dalam hubungan dengan pertahanan rudal Eropa."

"Untuk sementara, taruhan dan ancaman dianggap berbeda," ujar Serdyukov kepada mingguan Der Spiegel.

"Kami tidak menyetujui semua pendapat Barat mengenai kapasitas program nuklir Iran," tegasnya.

Medvedev telah lama mengajukan apa yang ia perkirakan akan menjadi strategi keamanan bersama Eropa yang menyatukan benua itu yang pernah terpisah antara blok Barat dan blok Soviet.

Prancis, Jerman dan negara besar lain Barat telah setuju untuk membicarakan hal itu, tapi juga tetap terikat pada visi NATO mengenai pakta Atlantik-Eropa yang mencakup AS dan Kanada, dengan dewan NATO-Rusia melekat padanya.

Namun Serdyukov mengatakan bahwa dalam waktu dekat kedua bekas saingan Perang Dingin itu akan melihat satu sama lain jauh lebih sebagai mitra.

Sumber: ANTARA

Indonesia Layak Masuk Kelompok BRIC


0diggsdigg

JAKARTA--MICOM: PT Bank Mandiri Tbk menilai Indonesia bisa masuk ke dalam jajaran negara berkembang yang paling berpengaruh, yaitu kelompok Brasil, Rusia, India, dan China atau biasa dikenal dengan BRIC.

Indonesia dinilai memiliki karakteristik yang sama dengan BRIC secara kapasitas ekonomi.

"Dengan luas wilayah lebih dari 3 juta kilometer persegi dan penduduk di atas 100 juta dan memiliki kapasitas ekonomi yang tinggi ditinjau baik dari sumber daya maupun potensi pasar, serta membukukan kinerja ekonomi yang istimewa, yaitu pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun, Indonesia layak disejajarkan dengan BRIC, ungkap Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi, Rabu (27/10).

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki semua prasyarat yang harus dimiliki untuk masuk ke dalam jajarang BRIC. Maka menurutnya tidak ada alasan Indonesia masuk ke dalam jajaran BRIC.

Indonesia akan masuk ke dalam BRIC dengan menambahkan akronim tersebut dengan huruf menjadi BRICI,katanya.

Untuk bisa sejajar dengan BRIC, Indonesia harus meningkatkan daya saingnya.

Sumber: MEDIA INDONESIA

RI-Vietnam Tandatangani MoU Kerjasama Pertahanan


0diggsdigg

Hanoi (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Vietnam menandatangani nota kesepahaman di bidang penguatan hubungan pertahanan kedua negara dalam kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Hanoi, Vietnam, Rabu.

"Saling kunjung tentara, latihan, dan patroli keamanan laut," kata Presiden Yudhoyono mengomentari kerja sama itum seusai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan menteri pertahanan kedua negara.

Presiden mengatakan, kerja sama bidang pertahanan penting dan strategis karena Indonesia dan Vietnam memiliki perbatasan langsung di Laut China Selatan.

Komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerjasama pertahanan di berbagai tingkatan dan lebih luas sesungguhnya telah terungkap dalam pertemuan antara Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, di sela-sela penyelenggaraan pertemuan ke-4 menteri pertahanan se-ASEAN (ASEAN Defence`s Minister`s Meeting/ADMM) di Hanoi, Vietnam 11-13 Mei.

Pada kesempatan itu PM Dung mengatakan, kerja sama pertahanan kedua negara akan semakin meningkat dilandasi hubungan dan kerja sama tradisional antara kedua pihak yang telah berlangsung baik.

Ia menambahkan, kerja sama pertahanan kedua negara ke depan juga akan semakin meningkat melalui pertukaran informasi dan pengalaman kedua pihak dalam kerja sama pertahanan non tradisional sesuai dengan tingkat ancaman yang dihadapi kedua negara.

Dalam kunjungan kehormatannya pada PM Dung, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro menyampaikan beberapa hasil pembicaraan dengan mitranya Menhan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh yang tertuang dalam nota kesepahaman kerja sama pertahanan kedua negara.

Presiden Yudhoyono tiba di istana itu pada pukul 08.30 waktu Hanoi. Tidak ada perbedaan waktu antara Hanoi dan Jakarta.

Kepala Negara bersama Ibu Ani Yudhoyono disambut langsung oleh Presiden Nguyen Minh Triet.

Kedua kepala negara lantas menempati podium kehormatan. Kemudian, lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan.

Kunjungan kenegaraan itu juga dilakukan dalam rangka peringatan 55 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam yang akan jatuh pada 30 Desember 2010.

Sumber: ANTARA

Dialihkan ke Mentawai, KRI Soeharso Batal ke Wasior


0diggsdigg


REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso batal berangkat ke Distrik Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, setelah mendapatkan perintah untuk mengalihkan arah tujuan ke Mentawai, Sumatera Barat. "Hari ini (27/10), kapal itu seharusnya berangkat ke Wasior, namun semalam ada perintah dari Panglima TNI melalui KSAL agar keberangkatannya dibatalkan dan diarahkan menuju Mentawai," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Letkol Laut (Kh) Yayan Sugiana di Surabaya, Rabu.

Kapal dari unsur Koarmatim bernomor lambung 990 itu akan bertolak dari Dermaga Ujung, Surabaya, pada Kamis (28/10) pukul 10.00 WIB. Kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit terapung itu akan bertugas menjalankan misi kemanusiaan di lokasi gempa Mentawai selama satu bulan. "Sebelumnya kapal itu diproyeksikan berada di Wasior selama satu bulan. Makanya, tugasnya di Mentawai juga sama dengan proyeksi di Wasior," kata Yayan.

Kapal itu berangkat ke Mentawai dengan mengangkut bantuan logistik berupa makanan dan minuman serta obat-obatan yang sebelumnya diperuntukkan bagi korban bencana banjir bandang di Wasior. Selain itu, kapal buatan Korea Selatan yang sudah berpengalaman menangani korban bencana di Tanah Air itu membawa personel TNI-AL yang ditambah dengan 22 dokter dan perawat.

Mereka memiliki keahlian di bidang anestesi (bius), bedah tulang, bedah umum, kesehatan gigi, kulit dan kelamin, mata, THT, penyakit dalam, kesehatan umum, saluran pencernaan, saluran pernapasan, malaria, hipertensi, diabetes, dan kejiwaan.

Koarmatim masih menunggu perintah dari Panglima TNI dan KSAL untuk mengirimkan armada tambahan ke Mentawai. "Untuk sementara satu unit KRI ini dulu, karena di sana juga sudah ada KRI dari Koarmabar (Komando Armada RI Kawasan Barat)," katanya.

Sementara itu, di Wasior sampai saat masih terdapat lima unit KRI dari unsur Koarmatim, termasuk KRI Kalakay yang mengangkut bantuan logistik dari Manokwari.


Sumber: REPUBLIKA

BERITA POLULER