Pages

Friday, October 22, 2010

Publikasi Wikileaks ancam pasukan AS


BBCIndonesia.com - detikNews

Situs Wikileaks
Wikileaks berencana mempublikasikan dokumen rahasia hari Jumat (22/10)

Militer Amerika mengatakan penerbitan sejumlah dokumen rahasia di situs Wikileaks dapat membahayakan pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dan warga sipil Irak.

Situs pembocor rahasia ini diperkirakan akan memasang ratusan ribu dokumen militer Amerika mengenai perang Irak.

Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengatakan bocoran itu akan memiliki "dampak sangat negatif bagi keamanan".

Seorang juru bicara departemen pertahanan Amerika mengatakan dokumen itu mengenai "berbagai kegiatan penting" yang dilaporkan oleh berbagai unit militer.

Pentagon sudah membentuk tim beranggotakan lebih dari 100 ahli untuk bersiap-siap memeriksa dokumen-dokumen yang diperkirakan akan diterbitkan di situs tersebut hari Jumat (22/10).

Juru Bicara Departemen Pertahanan Amerika Geoff Morrell mengatakan dokumen "curian" itu harus dikembalikan untuk menghindari potensi merusak informasi yang akan dirilis itu.

"Dengan membeberkan informasi sensitif seperti itu, Wikileaks masih terus mengancam keselamatan pasukan kami, para mitra koalisi mereka dan orang-orang Irak dan Afghanistan yang bekerja sama dengan kami," kata Morrell.

Dia mengatakan dokumen-dokumen itu hanyalah "potongan-potongan dari berbagai kejadian yang tragis dan biasa, dan tidak memberikan gambaran menyeluruh."

(bbc/bbc)

BBCIndonesia.com - detikNews 

Salut! Pelajar Indonesia Kembali Ukir Prestasi Internasional

Dua siswa SMP Indonesia, yaitu Novana Nisrina Wicaksana (SMP Islam Terpadu Nurul Fikri Depok) dan Rana Fitri Athaya (SMP Al Azhar 6 Bekasi) meraih medali emas dalam karya ilmiahnya telah mengkombinasikan kajian sains dan kreativitas tentang batik. Mereka memenangkan hadiah pertama dalam ‘'2010 World Creativity Festival (WCF-2010)" yang diselenggarakan pada 15-18 Oktober 2010 di Daejeon, Korea Selatan. Mereka bersaing dengan 37 tim peserta lainnya dari berbagai negara, seperti Indonesia, Thailand, Korea, Cina, Taiwan, Singapore, Arab Saudi, dll.
WCF merupakan acara tahunan ASEAN + 3 yang diselenggarakan Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) dan The Korean Society for the Gifred (KSG).

Para siswa yang berbakat dalam bidang sains melakukan kompetisi secara ketat, dengan kajian memperpadukan iptek dan karya tradional seperti batik yang bersumber lokal untuk tujuan menduniakannya (global).
Misi WCF antara lain menyajikan kegiatan berkelas dunia bagi Siswa Berbakat dan Berkecerdasan Istimewa (CIBI) dalam bidang iptek dan memberikan inspirasi bagi para guru dan para pihak lain untuk mengembangkan program pembelajaran sains dan teknologi yang menantang bagi mereka.
Selain mereka, Indonesia juga mengirimkan 4 pelajar SMP lainnya, yaitu Daris Imandar dan Deasy Juliana Permatasari (SMP Lab School Rawamangun Jakarta), Arsila Chairunnisa (SMP 252 Jakarta), dan Saqfi Rabbani (SMP Thariq Bin Ziyad, Bekasi). Tim dibawah supervisi PP-IPTEK Hemi Prasetyo dan guru pengamat SMP 6 Al Azhar Bekasi Totok Supriyoto.
Para siswa sebelumnya melakukan training terlebih dahulu secara intensif dengan beberapa nara sumber di Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) - TMII sebagai pusat pembelajaran sains dan teknologi utama bagi masyarakat luas.
Nyssa Skilton, berdarah Indonesia Australia sebagai salah satu nara sumber dari AYAD Program Australia yang sedang bertugas di PP-IPTEK, JRE Kaligis serta Hendra Suryanto menyatakan bahwa di sini mereka mempelajari ketrampilan penting yang harus dimiliki seorang ilmuwan, seperti kecakapan mengobservasi, menganalisis dan tentu saja kreativitas.

Kegiatan ini akan terus menjadi salah satu unggulan kegiatan PP-IPTEK melalui Program Sanggar Inovasi IPTEK Nasional.
Ini kali kedua PP-IPTEK bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengirimkan delegasi anak-anak berbakat ke ajang WCF. Kreativitas berperan vital dalam inovasi iptek, dan festival ini memberikan kesempatan kepada para pelajar dan guru-guru untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikirnya di masa depan.
WCF merupakan salah satu titik awal bagi PP-IPTEK dalam merealisasikan aspirasi generasi muda atau para siswa untuk berperan aktif dalam aktivitas internasional di masa yang akan datang. PP-IPTEK berupaya keras menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kemampuan inovasi sains dan teknologi berstandar dunia dan membangun network dengan para ahli pendidikan lintas dunia.
Sebagai bagian dari kompetisi, para siswa melakukan penelitian beragam budaya dan makna yang terkandung di dalamnya. Mereka menyebut dirinya sebagai tim "Batik Lovers" atau "Kami Pencinta Batik" dan menyajikan materi presentasi tentang batik sebagai kekayaan budaya Indonesia yang dikemas bernuansa iptek.
Mereka menunjukkan bagaimana batik telah meluas dan populer lintas dunia. Pata tokoh politik dunia banyak yang mengenakan batik, dan juga selebritis dunia, seperti bintang film Jessica Alba memakainya. Para siswa bermimpi bisa menyebarluaskan Batik lebih jauh lagi.
Dalam upaya memfusikan budaya, para siswa mengkombinasikan batik dengan pakaian tradional Korea "hanbok". Hanbok memiliki karakter warna-warna kuat/tebal dan garis sederhana tanpa memiliki kantung. Para siswa bahkan telah memikirkan tentang bagaimana mempromosikan busana baru tersebut, termasuk penampilan khususnya pada acara yang sangat terkenal dalam stasiun TV terkenal "Oprah Show" dengan bintang selebriti Indonesia Anggun C. Sasmi dan selebriti Korea Koo Hye Sun.
Novana dan Rana mengatakan bahwa mencintai batik berarti kita menghargai budaya kita sendiri. "Kami dapat memasukan unsur dan mengkombinasikan batik kedalamnya menjadi budaya dunia" ujar mereka. (Ristek, wcfestival.or.kr)
IRIB

Litbang TNI AU Ujicoba Payung Udara Barang

KALIJATI (Pos Kota) – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU (Dislitbangau) yang berkantor di Bandung mengadakan pengujian terhadap salah satu produknya berupa Payung Udara Barang (PUB) di landasan Lanud Suryadarma.

Kegiatan yang dinamakan uji dinamis tersebut melibatkan Pesawat Herkules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma sebagai sarana dropping parasut PUB yang membawa barang dengan berat 800 kg.

Menurut Kadislitbangau, Marsekal Pertama TNI Basuki Purwanto, di lokasi seusai penerjunan, tujuan uji dinamis adalah melihat secara nyata hasil di lapangan terhadap produk Dislitbangau setelah sebelumnya melalui uji laboraturium dan uji statis. Melalui uji dinamis akan diketahui tingkat keamanan, keselamatan dan daya kerja PUB produk Dislitbangau sekelas G12E buatan Amerika tersebut, sehingga akhirnya layak apa tidak untuk di perbanyak.

Ditambahkan Kadislitbangau, PUB produk Dislitbangau merupakan program penelitian untuk industri pertahanan yang didanai Kementerian Riset dan Teknologi. “Melalui kerjasama antara Dislitbangau dan CV Maju Mapan ini diharapkan upaya kemandirian terhadap industri pertahanan di tanah air dapat direalisasikan’, ujar Kadislitbangau.

Penerjunan PUB di Lanud Suryadarma dengan ketinggian 900 feet tersebut dilaksanakan sebanyak empat kali (run), penerjunan pertama PUB I membawa beban pasir 800 kg, penerjunan kedua PUB II membawa air seberat 800 kg, ketiga PUB low cost (bahan murah) membawa air 200 kg dan terakhir PUB membawa helly box seberat 20 kg. Dari keempat penerjunan tersebut setelah diadakan rapat evaluasi di ruang rapat Base Ops Lanud Suryadarma yang dihadiri pula Kadislambangjaau Marsekal Pertama TNI M.Z Djamhari M.Sc., menyimpulkan secara umum PUB produk Dislitbangau tersebut baik dan layak untuk diperbanyak karena memenuhi berbagai aspek seperti aspek kontruksi dan perlengkapan, aspek kemampuan, aspek operasional, aspek pemeliharaan dan aspek insani. “Produk PUB Dislitbangau tersebut nilai akhirnya 97,00 berarti layak diperbanyak,” ujar Letkol Sus Bambang Setiaji Z., Kepala Pelaksana Kegiatan.

Dalam uji dinamis PUB produk Dislitbangau tersebut dihadiri pula oleh perwakilan dari instansi terkait sekaligus sebagai penilai antara lain Litbang Srenum TNI, Litbang TNI AD dan TNI AL, perwira terkait dari Mabes TNI AU, Koharmatau, Korpaskhas dan lainnya. Malam hari menjelang penerjunan PUB tersebut diadakan pula selamatan oleh Dislitbangau di Ruang Rapat Base Ops Lanud Suryadarma.

Sumber: POS KOTA

Presiden Meminta Kementerian dan Lembaga Negara Lakukan Efisiensi Anggaran


Minimum Essential Force (MEF) TNI

Bogor: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta seluruh kementerian dan lembaga negara untuk mengefisienkan pembelanjaan anggran negara. Presiden juga telah menugaskan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Kepala BPKP, dan Mendagri Gamawan Fauzi untuk merumuskan langkah optimasi pada jajaran pemerintahan pusat maupun daerah. Presiden mengatakan hal ini pada bagian lain pengantarnya ketika membuka Sidang Paripurna Kabinet di Istana Bogor, Kamis (21/10) siang.

Menurut Presiden, lembaga kepresidenan sejak tahun 2005 sampai tahun 2009 selalu mengembalikan anggaran mulai dari yang paling rendah Rp 50 miliar sampai yang paling tinggi Rp 80 miliar per tahun. "Atas dasar pengalaman itu, saya meminta Mensesneg bersama-sama dengan elemen yang ada di lembaga kepreidenan, coba dilihat pembelanjaan yang riil, apa bisa kita lakuan penghematan secara signifikan," ujar Presiden.

Dengan pengalaman 5 tahun ini, Mensesneg Sudi Silalahi hari ini melaporkan kepada Presiden SBY bahwa anggaran lembaga kepresidenan bisa menghemat 10,47 persen atau setara dengan Rp 200 miliar lebih untuk tahun anggaran 2011. "Saya yakin kementerian dan lembaga yang saudara pimpin ini pun bisa melakukan hal yang sama. Saya yakin di daerah-daerah, di provinsi , kabupaten, dan kota bisa juga melakukan hal yang sama," Presiden SBY menjelaskan.

Apabila semua bisa betul-betul dioptimalkan, efisien, misalnya 10 persen saja, maka penghematan APBN bisa mencapai sekitar Rp 1.100 triliun lebih. Ini termasuk penghematan anggaran kementerian lembaga dan daerah yang akan mencapai Rp 60 triliun. "Rp 60 triliun inilah yang bisa kita gunakan untuk banyak hal, yang selama ini barangkali kita tutup dengan utang. Kalau itu menyangkut alutsista TNI, kita tutup dengan kredit ekspor, yang itu juga utang," kata SBY. "Inilah barangkali selama ini angka defisit kita menjadi tidak turun-turun," SBY menambahkan.

Sumber: PRESIDEN RI

Polisi Sita 6.980 Detonator dari WN Malaysia

illustrasi Detonator

Jakarta - Polisi berhasil menyita ribuan detonator dari tangan warga negara Malaysia. Saat ini detonator itu masih dalam proses penyelidikan apakah berkaitan dengan teroris.

"Bahwa WN Malaysia tersebut sedang ditangani. Ada 6.980 an detonator yg mereka bawa," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Iskandar Hasan kepada wartawan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2010).

Iskandar mengatakan, ribuan detonator itu masih dalam proses investigasi Polres Pare-pare. Sementara pelaku bernama Mohd Nawawi bin Malong, warga Malaysia yang beralamat di Jl Bunga Raya, Tawau, Malaysia sudah diamankan, Rabu, 20 Oktober lalu.

"Itu kan bahan peledak, nantinya kita kenakan pasalnya UU Darurat. Nanti bisa kita tahan dia dengan UU Darurat. Kemarin baru satu WN Malaysia. Baru satu orang, mudah-mudahan bisa berkembang," jelas Iskandar.

Menurut Iskandar, polisi masih menyelidiki apakah detonator itu terkait teroris atau bukan. Bisa saja, detonator itu digunakan sebagai bahan peledak bom ikan.

"Kalau kita lihat sejak tahun 2000-an saya pernah juga menangkap itu waktu saya pernah di Bareskrim. Itu memang, kita lihat dulu. Kalau merk-nya IDL itu dari India. Saya nggak tahu merk apa yang ini," imbuhnya.

Kalau bermerk IDL, Iskandar memastikan detonator itu barang selundupan. Biasanya dipakai untuk bom ikan.

"Tapi sekarang digunakan untuk yang lain. Intinya tahun 2000-an itu pernah digunakan untuk terorisme. Tahun 2000-an, saya temukan itu di Medan. Jenisnya sama," tukasnya.

Iskandar menjelaskan, detonator itu mudah digunakan sebagai bahan meledakkan bom. Baik bom ikan maupun bom dalam ukuran besar.

Kalau jumlahnya 6.000 apakah mungkin untuk meledakkan ikan?

"Itulah yang akan kita investigasi. Untuk meledakkan ikan pun nggak boleh. Itu merusak lingkungan bisa dikenakan UU Lingkungan Hidup," tegasnya.

Sumber: DETIK

Athan Australia Kunjungi Lanud Adisutjipto

Komandan Wing Pendidikan Terbang Kolonel Pnb F. Indrajaya mewakili Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Hadiyan Sumintaatmadja menerima kunjungan Colonel Nick Bracknell di Wing Dik Terbang, Kamis (21/10). Turut mendampingi Kolonel Pnb F. Indrajaya dalam penerimaan tamu Australia ini Letkol Pnb Ramot C. Sinaga dan Mayor Pnb Dedi.

Kunjungan Atase Pertahanan Udara Australia beserta satu orang staf ke Mako Wing Dik Terbang ini menurut Kolonel Pnb F. Indrajaya untuk membahas rencana kedatangan team aerobatik Australia ke Lanud Adisutjipto.

Selain itu, lanjut Kolonel Pnb F. Indrajaya kunjungan ini juga untuk membahas rencana kedatangan Kepala Staf Angkatan Udara Australia di Lanud Adisutjipto dalam rangka melihat secara langsung dua penerbang TNI AU yang telah selesai melaksanakan pendidikan di Australia.

Sebelum ke Lanud Adisutjipto, kedua tamu tersebut terlebih dahulu mengunjungi Akademi Angkatan Udara

Sumber: TNI AU

Analis : Meningkatnya Alutsista Indonesia


INDONESIA merayakan ulang tahun ke-65 TNI pada tanggal 5 Oktober dengan memamerkan pesawat tempur sukhoi dari rusia, yang merupakan pesawat terbaru.

Itu terlihat dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono yang sangat gembira, yang ikut melihat parade saat sukhoi tersebut terbang rendah di langit Jakarta.

Hanya beberapa hari sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan rencana meningkatkan kemampuan militer Indonesia dengan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi sampai tahun 2024, dimana saat ini ada 10 Su-30MKs dan Su-27s yang dimiliki TNI AU. Menhan Yusgiantoro mengatakan ingin melakukan peremajaan alutsista dalam waktu 1 dekade kedepan karena peremajaan alutsista akan berjalan sesuai dengan kemampuan ekonomi.

Tetapi kesenangan jelas pada prospek menggantikan alutsista yang sudah tertingal dan pertikaian antara tentara dan warga sipil dalam misi masa depan angkatan bersenjata Indonesia (TNI).

Indonesia berencana akan fokus memperkuat kekuatan maritim yang akan berlanjut memperkuat angkatan daratnya, ada perselisihan tentang prioritas internal TNI dan mendefinisikan ancaman di masa depan. Ini sekaligus menghadapi tekanan atas peran domestik dan dari tumbuh tantangan eksternal, dari ancaman kejahatan transnasional dengan munculnya China dan India sebagai kekuatan baru militer di kawasan regional.

Juwono Sudarsono, mantan menteri pertahanan, berpendapat ini akan memerlukan perombakan secara menyeluruh untuk TNI dan menyediakan anggaran untuk "meningkatkan kesejahteraan prajurit" dan menyetarakan kemampuan semua mantra angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara". Pada tahun lalu anggaran TNI sekitar $ 3400000000, anggaran TNI kecil dibandingkan dengan negara tetangga dan tidak sesuai dengan APBN.

Yang pertama sejauh mana harus mundur dari keamanan dalam negeri, belasan tahun setelah lengsernya presiden Soeharto yang menyebabkan TNI melepas dwifungsi TNI.

Ancaman seperti terorisme dipandang sebagai kesempatan utama untuk memulihkan sebagian peran domestik TNI dan menjaga perbatasan yang sangat luas.

TNI berada di bawah tekanan untuk keluar dari kegiatan bisnis; perdebatan terus berlangsung tentang apakah tentara harus dipulihkan hak untuk memilih dalam pemilu dan ada tekanan untuk memerangi terkait korupsi militer, khususnya industri sumber daya sekitarnya.

Ada juga perdebatan atas sifat dari ancaman eksternal. Perdamaian panjang di Asia sejak akhir Perang Vietnam telah mendorong ancaman non-tradisional yang disebut, seperti kejahatan transnasional dan ekstraksi sumberdaya secara ilegal, bukan perang antar negara.

Agus Widjojo, seorang pensiunan letnan umum dan rekan senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Jakarta, memperingatkan untuk mendorong kembali TNI ke pusat keamanan internal, menyusul pemisahan polisi nasional dari struktur komando militer pada tahun 1999, merupakan resiko yang harus ditanggung.

"TNI harus mengutamakan pengembangan alutsista dalam negeri," kata Letnan Jenderal Widjojo dalam sebuah wawancara. "Itu tidak berarti TNI tidak harus terlibat dalam keamanan internal, tapi itu bukan misi utama. Dalam waktu damai, kita harus membangun postur pertahanan kita harus siap untuk melakukan pertahanan dari ancaman."

Ada perbedaan pendapat, juga, di bidang strategis. Indonesia memprioritaskan pembangunan angkatan udara disisi lain Indonesia juga ingin melakukan "Green Water" didalam angkatan laut dengan kapal selam baru, peluru kendal,kapal generasi baru, kapal patroli, kapal penjelajah (cruisers).

Selain itu, mengingat anggaran pertahanan yang belum sesuai operasi dan mempersenjatai sistem senjata, semua pembicaraan tentang kemampuan yang lebih besar membutuhkan keberanian yang kuat.

Dari kutipan The Jakarta Globe pada ulang tahun TNI, Muh Taufiqurrohman, dari Institut Studi Strategis Indonesia, menetapkan kasus bagi TNI untuk memprioritaskan pembelian peralatan untuk melindungi perbatasan yang luas dan berpori dari jaringan kriminal, seperti teroris, pembalak liar dan ilegal nelayan, yang menyebabkan Indonesia rugi miliyaran dolar.

Namun Indonesia telah memiliki pengalaman terbaru dari kegunaan senjata konvensional, ketika menghadapi ketegangan antara Malaysia atas Kepulauan Ambalat yang disengketakan di laut yang kaya akan minyak di lepas pantai timur Kalimantan. Indonesia sangat menyadari keunggulan maritim Malaysia. Jelas bahwa perencana strategis Indonesia mendukung peningkatan kemampuan pasukan konvensional untuk menghadapi ancaman konvensional.

Seperti yang dikutip dari Juwono, Menteri Pertahanan Indonesia di saat krisis Ambalat, mengatakan peningkatan pertahanan bangsa dengan pembelian seperti Sukhoi dan kapal perang baru akan memastikan "alih teknologi" agar bisa seimbang dengan "Malaysia, Singapura dan Australia".

Semua orang asia tahu, munculnya Cina sebagai kekuatan militer yang berdampak sangat signifikan di kawasan regional. Tapi Mr Juwono mengatakan ketakutan terhadap Cina bisa ekspansionis atau intervensionis, meskipun apa yang banyak lihat sebagai ketegasan yang tumbuh atas isu-isu seperti klaim teritorial di Laut Cina Selatan. Beijing baru-baru ini menyatakan bahwa daerah yang kaya sumber daya disengketakan merupakan kepentingan utama serta klaim atas Taiwan.

"Merupakan hal yang wajar bila kekuatan ekonomi meningkat untuk mencoba meningkatkan pengaruh baik secara politik dan militer di kawasan regional yang menarik di kawasan Asia Timur Laut dan Asia Tenggara," kata Juwono dalam sebuah wawancara. Dia menambahkan bahwa pembangunan militer China tidak akan dominasi keunggulan Amerika di kawasan" setidaknya 10 sampai 20 tahun mendatang.

Namun, Indonesia tampaknya akan mengambil celah. Ketika Presiden AS Barack Obama akhirnya melakukan kunjungan ke Indonesia, Dan ia berencana untuk menandatangani sebuah "kemitraan yang komprehensif" perjanjian kerjasama militer sebagai salah satu ketentuan kunci.

Namun hubungan China - Indonesia telah terus berkembang di bidang ekonomi, diplomatik dan militer.

Salah satu tanda bahwa kerjasama dengan Beijing yaitu pengiriman pilot sukhoi TNI AU yang sedang berlatih simulator di Cina.

Sumber: The Australiaan

BERITA POLULER