Pages

Thursday, October 21, 2010

PM Malaysia Tentang Debat Ras "Destruktif"

Kuala Lumpur (ANTARA News/AFP) - Perdana Menteri Najib Razak Kamis bertindak untuk menenangkan perdebatan tentang hak-hak mayoritas Malayu, dengan mengatakan perdebatan semacam itu dapat menyebabkan konflik rasial yang dapat menghancurkan prestasi negara itu.

Najib mengangkat momok pembasmian etnis di Bosnia dan Rwanda, dan Holocaust (bencana-red) di Eropa, saat dia memperingatkan pengungkapan pandangan yang menghasut di negara yang mengalami kerusuhan rasial mematikan pada 1960an.

"Jika kita membuka masalah-masalah ini untuk diperdebatkan, kita khawatir bahwa hal itu akan menyebabkan kembalinya insting primodial dalam hubungan antar berbagai ras," katanya dalam pidato utama pada kongres tahunan partainya yang berkuasa.

Malaysia yang multikultur didirikan setengah abad silam berdasarkan pada kesepakatan bahwa Muslim Malaysia dan suku-suku pribumi akan diberi hak-hak istimewa sebagai ganti kewarganegaraan bagi etnis China dan India.

"Kontrak sosial" yang secara efektif mengakui Melayu menguasai pemerintahan, dan kebijakan diskriminasi positif yang diberlakukan kemudian untuk mendekatkan kesenjangan kekayaan dengan China yang mendominasi ekonomi, semakin dibenci.

Namun Najib, yang sedang mempersiapkan pemilu yang diperkirakan tahun depan, menyerukan dihentikannya debat yang dia katakan telah "melukai" Melayu.

"Jika kita mempertanyakan kesepakatan ini maka kita akan menghancurkan kepercayaan dan rasa hormat yang kita masing-masing punyai pada satu sama lain," katanya kepada delegasi United Malays National Organisation (UMNO).

"Ini sangat berbahaya, saya ulangi, sangat berbahaya untuk sebuah negara multi etnis seperti Malaysia karena hal itu memiliki potensi untuk menghancurkan semua yang telah dicapai dalam 50 tahun terakhir," katanya.

"Apakah kita suka atau tidak, kita harus menghormati kesepakatan ini yang dicapai karena hal itu merupakan kunci bagi kelangsungan hidup bangsa kita," katanya kepada delegasi partai yang memadati aula.

Koalisi UMNO yang dipimpin Barisan Nasional, yang telah memerintah Malaysia sejak kemerdekaan, sedang berjuang untuk menjawab kekalahan pada pemilu 2008 yang memperlihatkan minoritas berbondong-bondong ke oposisi.

Koalisi kini menghadapi kehilangan semakin banyak orang Melayu -- lapisan dasar politiknya -- terhadap partai Islam konservatif PAS yang merupakan bagian dari aliansi oposisi.

Najib, yang mempunyai tugas sulit merayu kembali dukungan dari baik Melayu maupun minoritas sementara tidak mengasingkan keduanya melalui retorika yang kuat, mengakui bahwa UMNO perlu mereformasi agar memenuhi kebutuhan semua warga Malaysia.

"Kita telah meraih apa yang kita miliki bersama dengan berbagai ras untuk membangun bangsa ini," katanya.

Perdana Menteri mempertahankan kebijakan diskriminasi positif kontroversial bagi Melayu, yang memberi mereka manfaat dalam pendidikan, perumahan dan pekerjaan, namun mengakui bahwa penerapannya belum banyak yang bisa diraih.

"Apa gunanya kuota, cadangan dan perijinan jika semuanya disia-siakan. Apa gunanya kesempatan jika dipertaruhkan untuk kemanfaatan jangka pendek?" katanya disambut tepuk tangan audiens.

"Saya sebagai presiden UMNO, bersama dengan para pemimpin partai lain, akan tidak senang melihat ras Melayu menjadi ras pengemis. Kami tidak menginginkan itu."

Kebijakan aksi persetujuan diberlakukan sesudah kerusuhan rasial 1969 dalam upaya untuk mempersempit kesenjangan kekayaan yang dipersalahkan karena memicu kekerasan.

Namun, sejumlah manfaat terbesar adalah berupa entreprener Melayu yang merealisasikan serangkaian manfaat tambahan termasuk diskon pembelian properti dan proyek pemerintah yang dialokasikan secara khusus. (ANT/K004/TERJ)
 
ANTARA

Korea Selatan Target Ekspor Alutsista

T-50 GE Yang Gagal Merambah Singapura dan UEA

SEOUL,Pemerintah Korea Selatan ingin memperluas ekspor peralatan pertahanan sebesar $ 4 milyar pada tahun 2020. Dewan Presiden memprioritaskan Masa Depan dan Visi telah meletakkan sebuah draft tentang bagaimana mengembangkan industri pertahanan berorientasi ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan mempromosikan penelitian dan pengembangan.

Tujuan adalah untuk mencapai $ 10 miliar pada produksi tahunan dan $ 4 miliar pada ekspor tahunan, menciptakan 50.000 pekerjaan di industri, dan menjadi salah satu top dunia tujuh negara di bidang teknologi pertahanan dan ekspor pada tahun 2020.

Dewan mengusulkan menyerahkan R & D untuk semua senjata kecuali senjata strategis seperti rudal, perangkat perang cyber, dan satelit pengintai kepada perusahaan swasta pada tahun 2015. Saat ini, pertahanan Korea Selatan R & D telah didominasi oleh Badan Pengembangan Pertahanan, yang mendistribusikan pesanan produksi kepada kontraktor swasta.

Dewan mengatakan anggaran R & D untuk teknologi inti harus diperluas dan prioritas yang harus diberikan untuk menyusun langkah-langkah rinci - termasuk pemotongan pajak - untuk mendukung perusahaan pertahanan. Sebuah badan konsultatif yang dipimpin oleh menteri pertahanan juga akan menyusun rencana untuk meningkatkan ekspor pertahanan.

Ekspor persenjataan korea hanya sebesar $ 2,5 milyar dalam tahun 2008, akuntansi hanya 0,5 persen dari $ 55000000000 pasar dunia, meskipun upaya Pertahanan Akuisisi Administration untuk meningkatkan pangsa negara pasar ini. Masalahnya adalah biaya relatif tinggi peralatan Korea.

Korea gagal untuk mengekspor T-50 Golden Eagle jet supersonik traning canggih ke Singapura dan Uni Emirat Arab karena biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan jet Italia serupa. K2 Korea Black Panther tank dilengkapi dengan meriam utama 120mm dan perangkat elektronik mutakhir, tetapi lebih mahal daripada pesaing AS, Inggris dan Jerman.

Sumber: Defense Aerospace

AS: Iran Inginkan Bank di Negara Muslim Untuk Hindari Sanksi

Washington (ANTARA News/AFP) - Iran telah berupaya untuk mendirikan bank di negara-negara Muslim guna mengelakkan sanksi yang dimaksudkan untuk mengekang ambisi nuklirnya.

"Tidak mengejutkan, sesungguhnya, kita pernah melihat mereka melakukan ini sebelumnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Toner, Kamis, saat menjawab wartawan ketika diminta untuk mengkonfirmasi laporan di Washington Post.

"Saya tahu mereka telah berupaya," ujar Toner menambahkan.

"Sesungguhnya, itu sesuatu yang menjadi topik pembicaraan dengan sekutu dan mitra kami di kawasan tersebut dan sekeliling dunia. Dan bagi kami itu indikasi, sebetulnya, bahwa sanksi telah berpengaruh," kata Toner.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan AS dengan sekutu dan mitranya dimaksudkan sebagai upaya "untuk membuat mereka menyadari situasi ini".

Ia tidak memberikan perincian, tapi beberapa pejabat AS seperti dikutip oleh Washington Post mengatakan bahwa Iran telah berusaha untuk mendirikan bank di Irak dan Malaysia.

Koran itu mengatakan mereka telah menggunakan nama model dan strukur kepemilikan samaran guna menghindari sanksi.

Dewan Keamanan PBB telah menerapkan sanksi keempat Juni lalu dalam upaya untuk memaksa Iran memenuhi permintaan internasional agar menghentikan program pengayaan uraniumnya.

AS, Uni Eropa, Jepang, Kanada dan Australia telah menerapkan sanksi tambahan sepihak.

Barat cemas Iran dengan diam-diam berupaya untuk membuat bom nuklir. Iran membantah tuduhan itu dengan mengatakan tujuan program nuklirnya sepenuhnya damai. (S008/K004)
COPYRIGHT © 2010

ANTARA

Pangdam Ingatkan Kemungkinan Skenario Asing di Indonesia

Pontianak (ANTARA News) - Panglima Komando Daerah Militer XII Tanjungpura Mayjen TNI Moeldoko mengingatkan kemungkinan terjadinya berbagai konflik di beberapa daerah bagian dari skenario asing untuk memperburuk citra Indonesia di mata dunia.

"Termasuk beredarnya rekaman penyiksaan terhadap seorang warga Papua yang seolah-olah dilakukan oleh aparat TNI," kata Moeldoko di Pontianak, Kamis.

Hal itu diperburuk dengan gencarnya media dalam negeri yang cenderung memberitakan hal-hal yang negatif sehingga dunia ikut-ikutan menyoroti setiap persoalan bangsa Indonesia.

"Ada indikasi pihak asing untuk memperkeruh suasana dengan tujuan membuat Indonesia semakin lemah sehingga bisa dimanfaatkan," kata Moeldoko.

Pangdam XII Tanjungpura mengimbau, agar seluruh masyarakat Indonesia meningkatkan kewaspadaannya agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh provokator-provokator yang menginginkan terganggunya keamanan Indonesia.

"Mari kita galang persatuan dan kesatuan, tingkatkan kewaspadaan dan jangan mudah tergiring oleh situasi yang ingin memperkeruh keadaan," ujarnya.

Menurut dia, kenapa kasus video pemukulan oleh oknum TNI terlalu dibesarkan, padahal belum tentu itu benar. "Kalaupun terbukti, silakan proses secara hukum terhadap oknum pemukulan tersebut," katanya.

Moeldoko menyesalkan, tindakan media yang memberitakan tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya.

"Kalau sekarang dunia terlanjur mempercayai video itu karena telah diberitakan meskipun belum tentu kebenarannya," kata Pangdam.

Bisa video itu rekayasa, karena Organisasi Papua Merdeka (OPM) pernah merampas senjata milik TNI, karena pelaku pemukulan badannya kekar dan berambut cepak lalu langsung dituding anggota TNI.

"Masyarakat saya minta berhati-hati, apalagi sekarang sudah didukung teknologi tinggi, sehingga bukan tidak mungkin hanya rekayasa yang ingin menyudutkan TNI," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, adanya video penganiayaan terhadap seorang warga Papua yang diduga dilakukan oleh oknum TNI harus dibuktikan kebenarannya.

"Harus dipastikan dulu apa yang terjadi. Kalau memang ada prajurit yang salah, maka akan ditindak sesuai aturan yang ada," katanya.

Video yang menyudutkan anggota TNI muncul di Youtube. Dalam tayangan video berdurasi 1 menit dan berjudul "Indonesian army attacking West Papuan civilians in highland region" itu terlihat sejumlah orang yang memakai seragam TNI melakukan kekerasan pada warga Papua. (ANT-089/K004)
COPYRIGHT © 2010

ANTARA

Para Analisis India Menyarankan Pembelian F-35


19 Okt @010, Situs resmi Departemen Pertahanan India diterbitkan oleh Ajay seorang analis pertahanan India - dalam artikel tersebut bahwa Pemerintah New Delhi untuk meniadakan multi-peran tempur jarak menengah program pengadaan pesawat, perubahan pembelian dari US. Lockheed Martin mengembangkan tempur siluman F-35 "Lightning II".

Angkatan Udara India saat ini mengagarkan miliaran dolar utnuk membeli 126 pesawat jarak menengah multi-peran tempur, tetapi analis pertahanan India Suke La New Delhi telah mengusulkan penghapusan dari proyek pengadaan pesawat tempur, untuk membeli F-35 Dari US. Dia mengatakan cara ini, ketika pesawat tempur F-35 memasuki Angkatan Udara India akan memiliki penilaian yang lebih positif dari pesawat tempur yang baik.

Su kela mengatakan bahwa tes saat pesawat Angkatan Udara India 6 - 6 pesawat, termasuk F/A-18 Boeing "Super Hornet", Lockheed Martin F-16IN "supersnake" fighter, Dan Dassault Perancis "Rafale", MiG-35 pesawat Rusia , pesawat tempur Saab Swedia "Gripen" dan Eurofighter merupakan pesawat tempur generasi ke generasi keempat.

Sebaliknya, pesawat tempur F-35 merupakan pesawat tempur generasi kelima. F-35 pesawat tempur siluman mempunyai kemampuan mengunci sasaran, dan tidak terlihat oleh radar. karena kedua sisi radar udara untuk "melihat" satunya alat masing-masing, dan F-35 dapat mendeteksi rudal musuh untuk mendeteksi dan melumpuhkan sebelum datangnya pesawat tempur lain. Selain itu, target wilayah musuh untuk melancarkan serangan, kekuatan pesawat tempur F-35 stealth juga memainkan peran penting, ketika musuh terdeteksi, sudah terlambat. Selain itu, Tak perlu dikatakan, di medan perang, 1 F-35 Bisa melumpuhkan 3-4 Pesawat musuh.

Karena Angkatan Udara India menyadari hal ini, pesawat tempur F-35 mengapa tidak muncul di pesawat tempur tawaran-range multi-peran di dalamnya? Untuk masalah ini, Su kela mengatakan, karena 126 dirilis pada tahun 2003 dalam tender spesifikasi tempur , Angkatan Udara India menetapkan spesifikasi memiliki dampak deteren terlalu rendah, sementara pesawat tempur F-35 dari "standar terlalu tinggi." Selain itu, Kementerian Pertahanan India ingin menghindari kontroversi yang potensial, jadi sambil memperkenalkan sejumlah penawar berpartisipasi dalam penawaran proyek pengadaan pesawat tempur. Jika Angkatan Udara India untuk pertimbangan jangka panjang, meminta kemampuan pesawat tempur generasi kelima, itu hanya akan F-35 pesawat tempur untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Su kela mengatakan bahwa dalam spesifikasi penelitian Angkatan Udara India, Lockheed Martin Corporation - 2003-2004 secara tidak langsung untuk penyelidikan dari empat pemasok pesawat Air Force India - dipilih memenuhi persyaratan dari F-16 India berpartisipasi dalam penawaran. Dalam pandangannya, pilih ukuran terlalu tinggi, mahal F-35 pesawat tempur sehingga India tidak berpartisipasi dalam penawaran pengertian bisnis : Menurut ketentuan pembelian India, bahkan jika spesifikasi untuk pesawat dan tidak ada poin tambahan di luar itu. Menurut India, "Prosedur Pengadaan Pertahanan," untuk memenuhi persyaratan teknis dan harga penawaran terendah untuk memenangkan Kamar India kontrak pembelian senjata otomatis.

Su kela mengatakan harga yang hanya Lockheed Martin F-16 dipilih untuk tawaran faktor. Pada saat itu, prototipe F-35 belum ada uji terbang, F-35 uji terbang pertama pada tahun 2006 - jadi jelas Lockheed Martin F-35 di Angkatan Udara India tidak bisa ditentukan dalam jadwal uji terbang. Pejabat senior percaya bahwa Angkatan Udara India, Lockheed Martin telah membuat keputusan strategis: pilih F-16 jarak menengah multi-peran tempur pesawat tempur dalam upaya lagi setelah Angkatan Udara India tidak berpartisipasi dalam F-35. Namun, harapan perusahaan mungkin India dan Rusia telah memutuskan untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur generasi kelima.

Su kela mencatat bahwa situasi telah berubah sekarang. Proyek F-35 telah memasuki tahap produksi, bisa keluar dipasang berlaku segera. Selain itu, Lochmaben Dingxi De pejabat senior Amerika Serikat dikonfirmasi dengan senang hati untuk menjual India F-35. Sementara itu, semakin yakin Kementerian Pertahanan India juga membuktikan bahwa, dalam sistem Amerika Serikat lebih unggul dari pesaing lain, pembelian nya sistem canggih AS memiliki keberanian politik.

Pensiunan dan pejabat senior aktif terhadap pengadaan Udara India Angkatan Angkatan Udara India F-35 pesawat tempur ada dua alasan utama: Pertama, setelah penghapusan akuisisi pesawat tempur proyek jarak menengah multi-peran,Kementerian Pertahanan India akan mengevaluasi pembelian pesawat F-35 ; Kedua, Departemen Pertahanan kemungkinan untuk membeli pesawat tempur F-35 karena kesulitan keuangan.

Namun, Su kela mengatakan bahwa pandangan ini tidak benar. Pesawat C-130J transportasi dan C-17 "Globemaster" merupakan pesawat angkut merupakan strategi pengadaan pesawat untuk membuktikan bahwa Kementerian Pertahanan India memiliki keberanian untuk bertindak tegas. Selain itu, ia juga menunjukkan bahwa dari pemikiran Pakistan sentris, India terhadap Cina mulai fokus untuk membangun serangan yang handal dan kemampuan pertahanan, yang pasti akan enggan ke Cina di masa depan harus dikeluarkan untuk membeli pesawat tempur generasi kelima seharga miliaran dolar.

Isu lain yang memprihatinkan Angkatan Udara India , pesawat tempur F-35 masih dalam tahap pengembangan. namun, Israel baru-baru ini mengumumkan pengadaan 20 pesawat tempur F-35 (tetapi mereka juga bisa membeli lain 75 plus) hal untuk menghilangkan beberapa kekhawatiran. Harga unit F-35 Sekitar $ 96.000.000, bila dibandingkan Eurofighter dan Rafale harganya tidak jauh berbeda. Israel akan menerima F-35 antara 2015-2017, dan beberapa jarak menengah multi-peran pesawat tempur, para peserta lelang yang sama juga perlu waktu untuk dikirim ke India pesawat Angkatan Udara.

Patut dicatat, analis pertahanan percaya bahwa Israel telah izin Washington, seluruh Israel mungkin akan diintegrasikan ke dalam sistem sensor dan senjata pada pesawat tempur F-35. Bahkan, Amerika Serikat pada awalnya enggan untuk melakukannya, karena hal ini berkaitan dengan source code perangkat lunak Israel. Su kela percaya bahwa, dengan pesanan pesawat 126-200, India juga bisa mendapatkan konsesi dari Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Su kela mencatat bahwa, mengingat lingkungan keamanan yang semakin memburuk di India, India harus membuat armada tempur generasi kelima, masih dalam dua tahun ke depan untuk mempertahankan posisi dominan mereka di Asia Selatan. Meskipun India dan Rusia memulai riset bersama dan pengembangan telah menjadi pesawat tempur generasi kelima. Adapun masalah impor F-35, Su kela mengatakan bahwa dari pertimbangan politik, membatalkan jarak menengah multi-tujuan pesawat tempur proyek pengadaan, untuk membeli F-35 harus dilakukan oleh inisiatif AU India, yang diperlukan untuk memastikan bahwa Departemen Pertahanan India Proses ini akan menunda batas waktu untuk minimum.

Sumber: xinhuanet

Wednesday, October 20, 2010

RI Siapkan 120 Hektar Lahan untuk Kerjasama Perkapalan dengan Cina 0diggsdigg

Pembuatan Kapal Digalangan Kapal PT.PAL

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Direktur PT Daya Radar Utama, Amir Gunawan mengatakan Indonesia sudah menyiapkan lahan 120 hektar di Jawa Timur dalam kerjasama bidang perkapalan dengan Jiangsu Eastern Heavy Industri. Sedangkan, Jiangsu akan menyiapkan modal untuk joint venture. "Modalnya akan disiapkan dari sini, tahap awal bisa produksi kapal ukuran 30 ribu DWT," ujarnya usai penandatangan nota kesepahaman di St Regin Hotel, Rabu (20/10).

Dia mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk pasar galangan kapal. Apalagi, kebutuhan galangan kapal yang cukup banyak terutama dengan memasok pemerintah, pertamina dan kebutuhan yang lain. Beberapa galangan kapal indonesia sudah mampu memproduksi kapal ukuran kecil (17.500 DWT). Kerjasama ini dalam rangka mendorong kemampuan industri galangan kapal nasional.

Dia mengungkapkan kerjasama itu akan dilakukan secara teknikal dengan kirim tenaga kapal yang sedang dibuat di Cina. "Kita juga akan siapkan SDM," ujarnya. Proyek kerjasama ini diharapkan bisa menarik tenaga kerja hingga 20 ribu orang.

Sedangkan, Jiangsu Eastern Heavy Industri merupakan industri pembuatan kapal terbesar di Cina. Jiangsu memiliki fasilitas pembangunan kapal ukuran 300ribu DWT dan mampu membangun 3 unit bulk Carier. Saat ini sedang membangun kapal tangker Pertamina ukuran besar 85 ribu DWT.

Selain itu, juga kerjasama PT Dok dan Perkapalan Surabaya dengan Trectebel Gas Enginerring sebuah perusahaan kontraktor untuk gas hadling and processing dan Shanghai Odely Marine Enginerring perusahaan desain dan engginering di bidang perkapalan.

Sumber: TEMPO

ASEAN Perlu Waspadai Prediksi Perang Pasifik II

Makassar (ANTARA News) - Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu mewaspadai prediksi yang memungkinkan terjadinya Perang Pasifik II.

Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ikrar Nusa Bhakti di Makassar, Rabu, mengatakan, dalam hal ini, ASEAN Security Community harus mampu menstabilkan kondisi hubungan internasional di kawasan Asia Timur, termasuk Australia.

"Pada tingkatan regional Asia Pasifik, tampak jelas bahwa betapa hegemoni Amerika Serikat semakin menurun, dan membuat sejumlah negara Asia Pasifik, seperti China, India, dan Australia semakin memperkuat kapabilitas pertahanan yang cukup tingi," terangnya.

Bahkan, kata dia, dalam Buku Putih Pertahanan Asutralia tahun 2009, sudah mengisyaratkan kesiapannya untuk membangun kekuatan pertahanan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Perang Pasifik II pada tahun 2030.

Negara-negara tersebut telah memiliki rencana strategis pembangunan militer dan cenderung membeli alutsista untuk tujuan-tujuan ofensif, seperti kapal induk, kapal selam, kapal perusak, dan pesawat tempur.

"Jika ASEAN Security Community tidak siap untuk membendung potensi ini, maka hal yang paling ditakutkan bisa saja terjadi," tuturnya.

Menurut dia, hal ini sudah menjadi konsekuensi dari perubahan arsitektur dunia yang baru.

Namun, ia menilai, ASEAN masih cenderung lamban bergerak untuk membahas isu mengenai keamanan tradisional, yang dikarenakan faktor sejarah dan perkembangan kerja sama internasional.

ASEAN sendiri masih terus berupaya membangun tiga komunitas, yaitu komunitas keamanan, komunitas ekonomi, dan komunitas sosial budaya dan satu lagi bangunan yang sedang berjalan yaitu East Asia Summit (EAS).

"Yang menjadi tugas berat saat ini adalah bagaimana Indonesia sebagai ujung tombak ASEAN bisa mengajak negara-negara anggota untuk mewujudkan cita-cita dalam tiga komunitas tersebut yang pada akhirnya mampu membendung prediksi Perang Pasifik II," ungkapnya.

Selain itu, ASEAN juga dapat menjadi pengarah dari berbagai pertemuan puncak regional Asia Timur yang tidak dikendalikan oleh negara besar di luar Asia Timur.

Sumber: ANTARA

BERITA POLULER