Pages

Saturday, October 16, 2010

RI-Korsel Kerja Sama Produksi Alutsista


0diggsdigg

Pesawat Tempur KFX

JAKARTA (SINDO) – Indonesia memperkuat kerja sama bidang militer dengan Korea Selatan (Korsel),Vietnam,dan Rusia.Kerja sama RI-Korsel sudah dijajaki melalui joint production, termasuk untuk alat utama sistem senjata (alutsista).

Kemungkinan besar yang akan masuk dalam joint production itu adalah pembuatan pesawat tempur dan kapal selam karena kedua negara sudah lama membahas hal tersebut. “Tapi belum ada nilai karena baru mau dibicarakan. Kalau Korsel lebih fokus pada joint production,” tutur Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Istana Merdeka kemarin. Rencana tersebut akan dibahas dalam pertemuan bilateral di selasela KTT ASEAN di Hanoi pekan depan.Kerja sama itu masih dalam tahap pembahasan sehingga angkanya belum bisa dipastikan.Menurut dia, Indonesia berkeinginan keras agar kerja sama joint production tersebut dibangun di Indonesia. Selain membuka lapangan kerja,joint production di Indonesia akan memberi keuntungan di bidang ekonomi.

“Kalau di Indonesia, kita bisa menggerakkan ekonomi dalam negeri dan membuka lapangan pekerjaan,”paparnya. Di samping kerja sama joint production dengan Korsel, Indonesia juga berencana memperkuat kerja sama bidang pertahanan dengan Vietnam.Kerja sama tersebut akan difokuskan pada angkatan laut. Kerja sama antarangkatan laut sangat diperlukan karena kedua negara memiliki titik wilayah perbatasan yang sama.“Dengan Vietnam lebih pada penguatan pertahanan perbatasan dua negara di mana akan lebih ditekankan pada angkatan laut,”ujarnya. Masih terkait isu kerja sama militer,Purnomo mengatakan bahwa Indonesia juga akan terus menjalin kerja sama dengan Rusia.

Kerja sama ini akan ditekankan pada pengadaan striking force untuk alutsista tentara.Setelah membeli tiga Sukhoi baru jenis SU27/30 pertengahan September silam, Indonesia berencana membeli enam Sukhoi baru yang nilainya mencapai Rp 6 triliun.“MI 35 itu kan multi-purpose.Itu bisa untuk menyerang, tapi juga bisa membawa pasukan untuk operasi kemanusiaan. Bisa juga untuk darurat, logistik, dan sebagainya,” katanya.

Sumber: SINDO

Ratusan Anak Terpesona Pesawat Tempur Rusia


0diggsdigg

MIG 25 Buatan Rusia Yang Dipamerkan Di PT DI

BANDUNG, TRIBUN - Pesawat tempur buatan Rusia MiG 25 yang dipamerkan untuk umum di hangar Dirgantara ITB menarik perhatian ratusan anak-anak, Sabtu (16/10). Anak-anak mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar ini sengaja datang untuk melihat langsung pesawat tempur yang kini hanya tinggal 3 buah di Indonesia.

Reindhart Albert, Kadiv Materi Open Hangar ITB, mengatakan, sejak dibuka untuk umum Sabtu (16/10), sudah 300 anak-anak mulai tingkat TK dan SD datang ke hangar Dirgantara ITB untuk melihat langsung fisik pesawat tempur yang diproduksi oleh duo Mikoyan-Gurevich, warga Rusia ini.

"Di Indonesia pesawat tempur MiG 25 ini hanya 3, dua di museum dan satu di ITB. Karena itu, kenepa kita tidak open hangar saja agar masyarakat khususnya generasi muda tahu kalau dulu saat masa Soekarno, Indonesia pernah punya pesawat yang cukup canggih pada masa itu," terang Reindhat ditemui di acara Open Hangar di hangar Dirgantara ITB, Sabtu (16/10).

Para pengunjung anak-anak ini tidak saja diberikan informasi seputar pesawat tempur Rusia ini, namun mereka juga diperkenankan melihat kondisi pesawat bahkan menyentuhnya. Tidak itu saja, panitia juga memberikan souvenir seperti pesawat buatan dari gabus, balon, serta beragam minuman ringan.

"Wah pesawatnya besar, tapi ngga jalan. Bagus, bagus," kata Yassera (6), salah seorang pengunjung yang datang ke hangar bersama kedua orangtuanya.

Sumber: TRIBUN

Indonesia Pernah Beli 20 Pesawat MiG-21


0diggsdigg

illustrasi

BANDUNG, TRIBUN - Bisa jadi tidak banyak yang tahu bahwa pada 1962, saat Soekarno masih menjabat sebagai Presiden RI, Indonesia pernah membeli dan memiliki 20 pesawat tempur MiG-21. Namun dengan adanya acara Open Hangar ITB, pengunjung yang datang bisa tahu sejarah kepemilikan pesawat buatan Rusia ini.

Menurut Reinhardt Albert, Kadiv Materi Open Hangar ITB, pesawat MiG-21 dibuat oleh Rusia tahun 1959. Saat itu pesawat karya duo Mikoyan-Gurevich ini laris manis. Penjualan mencapai 15.000 unit di empat benua. Indonesia sendiri sempat membeli 20 unit Pesawat MiG-25 pada tahun 1962, yakni pada masa kepresidenan Soekarno dengan kabinet Ali Sastroamidjojo.

"Namun sayang, Indonesia hanya sempat merasakan memiliki pesawat ini selama kurang lebih 6 tahun. Sejak kepemimpinan Soeharto, pesawat-pesawat ini tidak digunakan, bahkan dijual ke AS dan Belgia. Bahkan pesawat yang ada di hangar ITB ini hanya sempat terbang 10 jam, sangat disayangkan," kata Reinhardt, saat ditemui di Open Hangar ITB di Hangar Dirgantara ITB, Sabtu (16/10).

Alasan menjual pesawat-pesawat tersebut diduga karena alasan politik. Padahal pesawat tempur ini termasuk pesawat tempur canggih pada masa itu bahkan disebut-sebut mampu mencegat pesawat-pesawat milik mata-mata musuh.

Sumber: TRIBUN

Media Korsel: China Meluncurkan Rudal HQ-9 untuk Mencegat F-22


0diggsdigg

Rudal HQ-9 Buatan China

LONDON Oktober 16: Menurut Chosun Ilbo, melaporkan bahwa PLA baru-baru ini mengadakan latihan simulasi untuk mencegat pesawat tempur siluman F-22.

Menurut media Jepang, Jepang dan Amerika Serikat akan mengadakan latihan bersama pada bulan November tahun ini, disimulasikan " untuk memberikan kejutan pendudukan Cina Kepulauan Diaoyu, Kepulauan Diaoyu, Amerika dan pasukan Jepang memulai perang kembali" skenario.

Laporan ini juga mengatakan Kapal induk AS bertenaga nuklir "George Washington" dengan F-22 pesawat tempur "Raptor" akan ikut berpartisipasi dalam latihan bersama AS-Jepang.

bahwa setelah laporan ini diterbitkan pada tanggal 5, satu brigade Chengdu Daerah Militer Angkatan Udara menembakkan rudal HQ-9 anti-rudal pesawat terbaru untuk mencegat F-22 didalam target tersebut.

Menurut laporan media Cina mengatakan radar untuk peluncuran rudal informasi lokasi yang diberikan oleh pejuang stealth, rudal HQ-9 diluncurkan, dalam waktu sekitar 40 detik, F-22 hancur.

Sepuluh tahun yang lalu, Cina mulai memperkenalkan rudal HQ-9 . Hal ini diyakini bahwa setelah sepuluh tahun penelitian dan pengembangan pada periode. Rudal HQ-9 mirip dengan Rudal Pencegat "Patriot" Milik US. Rudal dengan sistem radar hampir sama S-300 yang dimiliki Rusia.

Rudal HQ-9 memiliki jangkauan maksimum sekitar 100 km dan berat 1,3 ton, dilengkapi dengan "active homing head". Saat ini, China juga mengekspor rudal HQ-9 pertahanan udara dengan nama FD 2000.

Dilaporkan bahwa militer China sebagian besar dilengkapi dengan sistem rudal pertahanan udara mobile. Biasanya, Jajaran Angkatan Darat mempunyai rudal HQ-9 dimana terdiri (termasuk kendaraan komando dan empat untuk komunikasi dan pemeliharaan truk), enam batalyon (batalion masing-masing dilengkapi dengan kendaraan kontrol rudal, positioning kendaraan radar , sebuah kendaraan radar dan delapan peluncur rudal, peluncur rudal setiap kotak memiliki rudal peluncuran 4 rudal.

Sumber: SINA NEWS

AS Awasi Kontrak Nuklir Rusia-Venezuela

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya akan memantau kesepakatan Rusia untuk membangun dan mengoperasikan reaktor nuklir pertama Venezuela.
Sebagaimana dilansir AFP dari Washington, Jumat (15/10), Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley mengatakan, "Masalah ini merupakan sesuatu yang kita awasi dengan sangat teliti."
"Hal ini tentu merupakan hak setiap negara untuk memiliki energi nuklir sipil, tapi hak itu memiliki sejumlah tanggung jawab," tambah Crowley.
"Kami berharap Venezuela dan Rusia atau negara lain yang ingin memiliki teknologi semacam itu untuk memenuhi semua kewajiban internasional," tegasnya.
"Setiap program nuklir atau aktivitas baru harus dilakukan sesuai dengan standar tinggi non-proliferasi, keselamatan, keamanan dan pengawasan IAEA," tambah Crowley.
Perjanjian nuklir antara Karakas dan Moskow ditandatangani dalam kunjungan Presiden Venezuela Hugo Chavez ke Rusia.
Kedua pihak belum memberikan rincian lebih lanjut tentang waktu atau biaya pembangunan reaktor itu, namun Presiden Dmitry Medvedev mengatakan diversifikasi sumber energi adalah prioritas Rusia bahkan untuk sebuah negara yang kaya energi seperti Venezuela.
Sementara itu, Kepala Rosatom, Sergei Kirienko, baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya akan membangun reaktor air berat untuk Venezuela. Menurutnya, pembangunan itu bisa memakan waktu sepuluh tahun atau lebih awal dari itu.
Lebih lanjut, Kirienko mengatakan, kerjasama nuklir praktis akan segera dimulai termasuk pelatihan staf untuk sektor nuklir Venezuela dan membantu menyusun undang-undang baru yang sesuai dengan aturan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
(IRIB/RM/PH)

Rusia tak Mengerti Ajakan NATO

Rusia menilai tujuan NATO terbaru tidak dapat dipahami dan ambigu. NATO berencana menciptakan sistem pertahanan rudal di Eropa dan mengajak Rusia bergabung dalam program itu. IRNA melaporkan dari Moskow, Wakil Rusia di NATO, Dmitry Rogozin, Sabtu (16/10) mengatakan, NATO belum memaparkan spesifikasi teknis sistem itu, wilayah penembatan perangkat-perangkatnya, tujuan-tujuan program tersebut, dan kondisi ancaman rudal. Ditambahkannya, meski demikian NATO telah mengusulkan pembangunan sistem rudal Eropa dan partisipasi Rusia dalam program itu.
"NATO lebih memilih mengkonfirmasikan bahaya rudal beberapa negara ketimbang merinci masalah tersebut. Padahal kami menilai urgen membahas kondisi keamanan dunia dan membuat daftar negara-negara pemilik senjata pembunuh massal," protesnya.
Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen sebelumnya mengatakan bahwa ada kesepakatan luas di antara negara-negara anggota tentang perlunya sebuah sistem pertahanan rudal, yang akan dibahas pada pertemuan puncak di Lisbon pada 19-20 November mendatang.
Ia juga meminta partisipasi Rusia dan mitra-mitra lain NATO untuk membangun sistem pertahanan rudal Eropa. Dikatakannya, NATO harus memberikan peluang kerjasama dalam bidang ini kepada Rusia.
(IRIB/RM/PH)

Warga China Balas Protes Jepang

Beijing (ANTARA News) - Ribuan pemrotes China melakukan unjuk rasa di paling tidak tiga kota , Sabtu menyatakan kemarahan mereka terhadap Jepang setelah satu pertikaian menyangkut pulau-pulau yang disengketakan, kata media pemerintah dan para saksi mata.

Para pengunjuk rasa di kota-kota Xian, Chengdu dan Zhanzhou meneriakkan yel-yel yng mendukug kedaulatan China atas pulau-pulau yang disengketakan itu dan menyerukan pemboikotan barang-barang Jepang, kata kantor berita Xinhua.

Sejumlah pemrotes yang mengetahui tentang demonstrasi-demonstrasi yang direncanakan itu melalui internet dan ikut bergabung, katanya, tetapi menambahkan para pemrotes melakukan aksi itu secara damai dan diawasi dengan ketat oleh polisi yang digelar di sepanjang rute perjalanan mereka.

China menghentikan kontak-kontak dengan Tokyo bulan lalu setelah Jepang menahan seorang kapten kapal nelayan China yang menabrak dua kapal Penjaga Pantai Jepang dekat pulau-pulau yang disengketakan.

Kedua pihak mengklaim pulau-pulau di Laut China Timur yang di China dikenal sebagai Diaoyu dan Senkaku di Jepang.

Kedua negara mitra dekat perdagangan sejak itu pertikaian meningkat, tetapi protes-protes itu menunjukkan kemarahan publik terhadap Jepang tetap saja tidak mereda. China yang masih marah terhadap invasi kejam dalam Perang Dunia II yang dilakukan Jepang terhadapd daerah-daerah China.

"Sekitar 10.000 pemuda turun ke jalan-jalan dekat toko kami," kata seorang wanita yang bekerja di sebuah perusahaan di Zhengzhou, ibu kota provisi Henan, China ttengah kepada AFP melalui telepon.

"Mereka meneriakkan yel-yel `pertahankan Pulau-Pulaua Diaoyu` dan "boikot Barang-Barang Jepang," kata wanita itu yang menolak menyebut namanya.

Ia mengatakan ia melihat tidak ada aksi kekerasan.

Xinhua melaporkan paling tidak 2.000 orang melakukan unjuk rasa di Chengdu, ibu kota provisi Sichuan dan wilayah barat laut, membawa spanduk-spanduk dan meneriakkan yel-yel yang sama.

Di Xian, ibu kota provinsi Shaanxi, China barat laut, ribuan mahasiswa melancarkan aksi serupa, katanya.

Satu kelompok pemrotes yang jauh lebih kecil melakukan unjuk rasa di Beijing bulan lalu ketika sengketa pulau-pulau itu meletus, tetapi polisi melakukan pengawasan ketat aksi itu.(*)

ANTARA

BERITA POLULER