Pages

Friday, October 15, 2010

SBY Akan Berkunjung Ke Rusia

Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov

Para menteri luar negeri Rusia dan Indonesia akan membicarakan kunjungan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia mendatang, Ujar juru bicara menlu Rusia.

Menteri Luar Negeri Indonesia Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa akan ke Moskow yang merupakan kunjungan resmi pada 15-16 Oktober untuk membahas kerjasama dengan Sergei Lavrov dalam berbagai bidang.

"Perhatian khusus atas kunjungan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke Rusia mendatang. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama Rusia-Indonesia dan untuk memperluas hubungan bilateral dalam semua bidang," kata Andrei Nesterenko.

Agenda menteri 'untuk perundingan, katanya, termasuk diskusi tentang kerjasama di bidang energi, penerbangan sipil, telekomunikasi, kedokteran, pertanian, pariwisata serta sektor militer dan teknis.

Rusia menandatangani perjanjian dengan Indonesia pada September 2007 untuk memberikan batas kredit $ 1 milyar untuk negara Asia Tenggara untuk pembelian senjata Rusia.

Indonesia menjadi salah satu pelanggan utama senjata Rusia pada tahun 1999 ketika Amerika Serikat memperketat embargo penjualan senjata kepada negara atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sumber: RIA

Kapal Buatan PT PAL, Terbaik di Dunia


Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan

aloysius b kurniawan
Kapal DSBC 50.000 DWT Produksi PT PAL Indonesia berhasil diselesaikan dan kemudian diserahkan ke perusahaan Singapura

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal Double Skin Bulk Carrier (DSBC) Erlyne 50.000 Dead Weight Tonnage (DWT) produksi PT PAL Indonesia termasuk salah satu kapal terbaik di dunia untuk kelas kapal berbobot mati 50.000 ton. Kapal yang juga dikenal dengan nama "Star 50" sepanjang 189,840 meter dan lebar 30,50 meter ini sepenuhnya hasil rancang bangun putra-putri Indonesia.
"Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT adalah produk unggulan PT PAL Indonesia. Kapal ini menggunakan kandungan lokal 35 persen hingga 45 persen dengan bahan-bahan berkualitas tinggi," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar saat peluncuran Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT di Galangan Kapal Divisi Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (15/10/2010).
Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT dirancang untuk memenuhi persyaratan operasi dan didesain dengan menggunakan kelas Det Norske Verits (DNV Class). Menurut Direktur PT PAL Indonesia Harsusanto, dari desain, kecepatan Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT memiliki kecepatan maksimal 14,5 knot. Tapi, setelah diuji coba di lautan, kecepatan maksimalnya bisa mencapai 16,5 knot.
"Kualitas kehalusan bodi kapal ini tak kalah dengan kapal-kapal asing. Ini adalah salah satu kapal terbaik di dunia," kata Harsusanto.
Kapal jenis niaga ini adalah pesanan Azurite Invest Ltd, British Virgin ILand, Singapura . Kapal DSBC Erlyne 50.000 DWT adalah kapal kesembilan dari kapal kelas DSBC yang berhasil diekspor ke sejumlah negara. Beberapa negara yang pernah mengimpor kapal jenis ini adalah Hongkong (empat unit) , Jerman (dua unit), Turki (dua unit), dan Singapura (satu unit).

KOMPAS

TNI AL Gelar Latihan Evakuasi Medis Udara

0diggsdigg

Surabaya - Kondisi cuaca yang tak bersahabat tidak melunturkan semangat anggota TNI Angkatan Laut. Dengan ditemani hujan rintik-rintik dan kabut, mereka menggelar latihan Evakuasi Medis Udara (EMU) di Selat Madura.

Latihan kali ini melibatkan skenario kerja Tim gabungan EMU. Mereka bertugas mencari, mengamati dan menyelamatkan korban unsur KRI yang mengalami kebakaran di daerah perbatasan.

Tim gabungan EMU ini melibatkan KRI Teluk Banten-516, Satkopaska Koarmatim, Batalyon Taifib Pasmar 1, Pesaud Nomad, dua buah Heli NBell, Heli Bolkow, empat perahu karet, tim medis dari Diskermatin, Lantamal V, dan RSAL dr Ramelan.

"Pesawat Udara TNI Angkatan Laut merupakan salah satu komponen SSAT dalam rangka menyelenggarakan pertahanan keamanan dilaut, mengemban fungsi asasi Pengintaian Udara Taktis, Anti Kapal Selam, Anti Kapal Atas Air, Pendaratan Pasrat Lintas Heli, Dukungan Logistik Cepat dan Pengamatan Laut Terbatas," kata Kepala Dispenarmatim Letkol Laut Yayan Sugiana dalam rilis yang dikirim ke detiksurabaya.com, Jumat (15/10/2010)

Salah satu tuntutan kemampuan dan ketrampilan personel pesawat udara TNI AL adalah mampu memahami cara-cara dan prosedur dalam menghadapi segala permasalahan keadaan darurat, diantaranya dukungan evakuasi medis. Setiap peralatan dan persenjataan pun harus mencapai dan mampu mempertahankan kesiapan operasional yang berkualitas.

"Selain itu juga, setiap personel juga harus mempunyai fungsi tambahan SAR, Evakuasi Medis Udara dan bantuan Penanggulangan Bencana Alam," tandasnya.

Sumber: DETIK

Thursday, October 14, 2010

Hercules Siap Operasi 2013

0diggsdigg

Pesawat Angkut TNI AU

Malang, Kompas - Kementerian Pertahanan menargetkan tahun 2013 semua pesawat angkut Hercules C-130 siap dioperasikan. Untuk itu, Kementerian Pertahanan meminta TNI Angkatan Udara lebih cermat dan kreatif mengelola anggaran pemeliharaan.

”Kami sudah terima laporan bahwa saat ini ada satu batalyon (11 pesawat) C-130 yang siap mengudara. Diharapkan, pada 2013 kita sudah sanggup mengudarakan dua batalyon,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (14/10), dalam jumpa pers di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Menurut dia, saat ini Indonesia memiliki 21 pesawat Hercules C-130. Jadi, baru separuh dari jumlah tersebut yang siap mengudara. ”Untuk itu, kami akan meningkatkan anggaran pemeliharaan, baik lewat APBN maupun lewat cara yang sekarang dilakukan, yakni program retrofit,” ujar Sjafrie seusai melihat kondisi pesawat Hercules C-130 milik Skuadron 32 di Abdulrachman Saleh.

Program retrofit atau pemutakhiran pesawat angkut Hercules C-130 dahulu dilakukan di Singapura. Namun, kini retrofit sudah bisa dikerjakan di dalam negeri. ”Ada lima pesawat Hercules dari skuadron ini yang diretrofit di Bandung,” ujarnya.

Namun, kata Sjafrie, pemerintah berusaha keras agar bisa melakukan pengadaan pesawat. ”Penambahan pesawat ini tentunya lewat proses G to G (government to government). Ada beberapa negara sahabat yang telah menyampaikan keinginan mereka memberi hibah pesawat,” ujar Sjafrie.

Trimaran X3K Buatan PT. Lundin Pesanan TNI AL

Dari Malang, dengan menggunakan helikopter, Sjafrie menuju PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jatim. Di pabrik itu Sjafrie menyaksikan pembuatan kapal berbahan komposit untuk keperluan militer. Pekerja PT Lundin tampak sibuk mengerjakan beberapa unit kapal patroli tipe Catamaran.

Sebagian pekerja lain sibuk merapikan badan kapal tipe rigid-inflatable boat (RIB). Namun, perhatian rombongan tertuju pada pembuatan prototipe Kapal Cepat Rudal Trimaran yang dipesan TNI AL. Kapal tiga lunas ini bisa mengangkut satu kapal RIB. Pemilik PT Lundin, John Lundin, kepada Sjafrie menegaskan, perusahaannya bukan kompetitor PT PAL.

Sumber: KOMPAS

MENHAN:Target Terpenuhi

0diggsdigg

Jakarta, Kompas - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Kementerian Pertahanan telah memenuhi target sejak program 100 hari, yang dilanjutkan dengan agenda dari Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan atau UKP4.

Purnomo, yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengakui, tak seperti harga listrik dan bahan bakar minyak yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat, kebijakan di Kementerian Pertahanan tidak selalu berhubungan langsung dengan masyarakat. ”Kami melaksanakan pekerjaan rumah yang dibahas setiap retret. Rapor Kemhan selalu biru,” katanya di Jakarta, Kamis (14/10), menanggapi hasil jajak pendapat Kompas.

Menhan mendaftarkan berbagai agenda kerja yang tuntas, seperti tunjangan bagi prajurit di pulau terluar; undang-undang (UU) yang mengatur kerja sama dengan Brunei Darussalam, Rusia, dan Singapura; serta pembuatan Rancangan UU Keamanan Nasional dan UU Revitalisasi Industri Pertahanan.

Legislasi yang belum tuntas adalah RUU Peradilan Militer dan RUU Rahasia Negara. Namun, keduanya tidak masuk ke program UKP4. ”Memang remunerasi belum tuntas, tetapi masih jalan terus. Tunjangan di perbatasan juga tidak tertutup kemungkinan belum lancar,” papar Purnomo.

Salah satu agenda Kemhan yang banyak disorot, yaitu pengambilalihan aktivitas bisnis milik TNI, prosesnya sudah berjalan untuk bentuk yayasan, koperasi, dan badan usaha milik negara. Yayasan dan koperasi, misalnya, harus ikut UU yang berlaku. Mengenai masih banyaknya bisnis ilegal oknum militer yang dilihat masyarakat, ia menegaskan, hal itu bukanlah porsi kementeriannya.

Kemhan secara khusus memberikan perhatian pada masalah perbatasan pula. Dari 92 pulau terdepan, 12 pulau yang menjadi prioritas telah diberikan sarana yang lebih memadai.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan juga mengubah persepsi bahwa masalah perbatasan adalah kesejahteraan, selain pertahanan. ”Kesejahteraan kita lebih tinggi dibandingkan negara tetangga di perbatasan Papua Niugini dan Timor Leste. Namun, kami akui, dengan Malaysia, kita lebih rendah,” katanya.

Banyak pekerjaan Kemhan adalah kerja jangka panjang dan bertujuan untuk menggerakkan ekonomi. Dengan pembangunan industri pertahanan di dalam negeri, selain akan meningkatkan muatan lokal, hal ini juga akan menambah lapangan pekerjaan dan membuat roda ekonomi berputar dengan biaya dari dalam negeri. Pendanaan proyek itu dari perbankan dalam negeri.

Alat utama sistem persenjataan produksi Indonesia, seperti panser Anoa, senjata SS1, amunisi, dan pistol, semakin diminati negara lain, seperti Malaysia dan Brunei. PT Dirgantara Indonesia juga mendapatkan lisensi untuk membuat helikopter Bell 412 yang akan selesai tahun 2013. PT PAL juga sudah membangun kapal perusak kawal rudal. ”Ke depan, kita akan bikin fregat dan kapal selam,” kata Purnomo.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, menambahkan, ”Kinerja pertahanan tidak usah hanya dilihat tahun ini. Sejak lima tahun pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Kemhan sudah bisa meningkatkan kualitas yang berkaitan dengan TNI, kebijakan pertahanan, dan industri pertahanan.”

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menyatakan, Presiden Yudhoyono belum selesai menilai kinerja menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. ”Belum lengkap penilaian kinerjanya,” katanya kepada Kompas saat mendampingi Presiden Yudhoyono meninjau bencana banjir Wasior di Manokwari, Papua Barat, Kamis.

Menurut Sudi, jika sudah lengkap, tentu akan ada tindak lanjut dari Presiden.

Sumber: KOMPAS

Tentara Malaysia Pukuli WNI di Perbatasan

Metrotvnews.com, Tarakan: Seorang warga kecamatan Krayan, kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur dianiaya tentara Diraja Malaysia diwilayah desa Bakalalan, perbatasan Indonesia dan Malaysia saat pulang berbelanja kebutuhan pokok di negara tetangga.

Warga Krayan bernama Lapinus Lasung, mengalami luka dalam dan luka di kepala cukup serius, akibat sebab di hantam dengan batu dan kayu oleh tentara Diraja Malaysia hingga tak sadarkan diri.

Menurut pengakuan Lapinus, dia dikejar dua tentara Malaysia yang berjaga di desa Bakakalan, sebuah wilayah yang menghubungakan jalan tikus Krayan dan Malaysia, saat warga di Krayan hendak berbelanja sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Saat Lapinus melewati pos penjagaan tersebut, tiba-tiba ia dikejar oleh tentara Malaysia lalu menganiaya, tanpa tahu kesalahan yang dilakukan.

Permohonan ampun juga tidak di indahkan tentara Malaysia. Anehnya pasukan TNI penjaga perbatasan yang terdapat di wilayah tersebut bukannya menolongnya, namun menurut pengakuan korban salah seorang dari TNI tersebut ikut menganiaya dirinya.

Karena luka dalam dan sering muntah, Lapinus pun di terbangkan ke RSUD Kota Tarakan menggunakan pesawat Susi Air, untuk menjalani perawatan intensif.

Menurut warga Krayan penganiayaan tentara Diraja Malaysia sudah sering terjadi di wilayah Bakakalan saat WNI di perbatasan tersebut berbelanja ke Malaysia. Butuh empat jam berjalan kaki warga di Krayan untuk tiba di sebuah pasar kecil tempat berbelanja sembako di Malaysia.

Sumber: METRONEWS
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/10/14/31440/Tentara-Malaysia-Pukuli-WNI-di-Perbatasan/

Vietnam akan Tingkatkan Kerjasama Militer dengan India Keputusan itu dibuat dalam pembicaraan antara Menteri Pertahanan India A.K. Antony dan Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh.

Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh baru menyepakati peningkatan kerjasama militer dengan India.
Foto: ASSOCIATED PRESS
Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh baru menyepakati peningkatan kerjasama militer dengan India.
India dan Vietnam telah sepakat untuk meningkatkan kerjasama militer, termasuk dengan latihan bersama personil pertahanan.

Keputusan itu dibuat dalam pembicaraan antara Menteri Pertahanan India A.K. Antony dan Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Phung Quang Thanh. Antony berada di Hanoi untuk menghadiri pertemuan para menteri pertahanan kawasan itu sebelumnya pekan ini.

Kedua menteri menyatakan rasa puas mereka pada hari Rabu, akan kemajuan mereka berkenaan dengan memorandum kerjasama pertahanan yang ditandatangani November lalu. Mereka menyatakan ingin mempererat hubungan tersebut.

Kemungkinan kerjasama tersebut mencakup berbagi informasi teknologi yang berhubungan dengan pertahanan dan bantuan India untuk Vietnam dalam hal keterampilan bahasa Inggris.


VOA

BERITA POLULER