Pages

Wednesday, October 13, 2010

RUU `Fasis` Israel Ancam Keturunan Arab

RUU `Fasis` Israel Ancam Keturunan Arab
(ANTARA/Lukisatrio)
Jakarta (ANTARA News)- Kabinet Israel telah menyetujui sebuah rancangan undang-undang yang mewajibkan semua warga non-Yahudi bersumpah setia kepada Israel sebagai sebuah 'negara Yahudi dan demokrasi'.

Langkah itu telah menyebabkan tuduhan diskriminasi terhadap warga Israel keturunan Arab. Salah seorang anggota kabinet Israel yang berbeda pendapat menyebut rancangan itu 'berbau fasis'.

Rancangan undang-undang itu pertama kali diusulkan oleh menteri luar negeri Israel yang berasal dari partai kanan, Avigdor Lieberman. Ia menjadikan isu kesetiaan pada negara sebagai cirikhas dari karir politiknya. Usulnya itu kemudian diterima oleh mayoritas anggota kabinet kecuali yang berasal dari Partai Buruh yang merupakan oposisi.

Sumpah setia akan diwajibkan kepada orang selain Yahudi yang ingin menjadi warga negara Israel, terutama bagi orang Palestina yang berasal dari Tepi Barat yang menikahi perempuan palestina yang telah menjadi warga negara Israel.

Meski harus mendapat pesetujuan dari dari Knesset, lembaga legislatif Israel, sebelum ditetapkan menjadi hukum, rancangan itu telah ditentang oleh warga arab Israel yang berjumlah 20 persen dari seluruh populasi negara itu. Menurut mereka rancangan itu provokatif dan rasis.

Warga Yahudi Israel juga menolak rancangan itu, termasuk beberapa yang menjadi anggota kabinet.

"Tercium aroma fasisme di pinggiran masyarakat Israel. Secara keseluruhan ini sangat mengganggu dan mengancam karakter demokrasi dari Israel. Kita sedang diterjang gelombang tsunami yang mengancam kebebasan... Kita akan membayar harga yang sangat mahal untuk ini,' kata Isaac Herzog, menteri urusan sosial Israel kepada radio angkatan bersenjata negara itu seperti yang dikutip Guardian, Senin (11/10).

Dalam pemiliha umum tahun lalu, Lieberman mengkampanyekan agar setiap orang Palestina yang menjadi warga Israel harus mengikhtiarkan sumpah setia.

"Menurut saya ini adalah kesempatan untuk melangkah ke depan. Jelas ini belum mengakhiri isu tentang kesetiaan bagi mereka yang menginginkan kewarganegaraan Israel. Tetapi ini adalah langkah yang penting," ujar Lieberman.

Selain oleh Lieberman, rancangan itu juga didukung oleh Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

"Israel adalah negara orang Yahudi dan negara demokratis tempat semua warga negara, baik Yahudi maupun non-Yahudi, menikmati hak yang setara... Siapa saja yang ingin bergabung harus mengakui kami," tegas Lieberman.

Sementara itu perwakilan Arab di Knesset terus menentang rencana itu dan menyebut pemerintah Israel sebagai abdi fasisme.

"Pemerintah Israel telah tunduk kepada Yisrael Beiteinu (Partai dari Lieberman) dan doktrin fasisnya," kata Ahmed Tibi seorang warga Arab duduk di kursi Knesset.

"Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang akan memaksa warga negaranya atau mereka yang ingin menjadi warga negara setempat untuk bersumpah setia kepada satu ideologi tertentu,' sesal Tibi.

Ketua Knesset, Reuven Rivlin, juga mengutuk rancangan itu.

"Hukum itu tidak akan membantu kita sebagai sebuah masyarakat maupun negara," tegas Rivlin.

"Sebaliknya akan mempersenjatai musuh dan lawan kita di dunia untuk mendukung separatisme dan bahkan menggunakan isu rasisme di dalam Israel," ucap Rivlin.

Anggota Partai Likud, partai Benyamin Netanyahu, seperti Dan Meridor, Benny Begin, dan Michael Eitan menolak rancangan undang-undang itu.

"Kenanglah hari ini. Ini adalah hari ketika Israel mengubah karakternya. Mulai sekarang kita akan hidup dalam negara yang secara resmi etnokratis, teokratis, nasionalistik, dan sekaligus rasis," sindir Gideol Levy, seorang tokoh liberal Israel, dalam artikelnya yang dimuat di harian Haaretz.
(Ber/A038/BRT)
 ANTARA

Menteri Pertahanan Cina Membahas Hubungan Dengan Indonesia Dan Singapura


0diggsdigg

HANOI, Oktober 12 (Xinhua) - Penasihat Negara Cina dan Menteri Pertahanan Liang Guanglie bertemu dengan menteri pertahanan Indonesia dan Singapura Selasa di sela-sela Rapat hubungan militer bilateral ASEAN pertama Menteri Pertahanan-Plus (ADMM-Plus).

Pada pertemuan dengan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro, Liang mengatakan militer Cina berdiri siap untuk bekerja sama dengan militer Indonesia untuk memperluas kerjasama dan mengangkat hubungan militer bilateral yang lebih modern.

Purnomo mengatakan Indonesia ingin memperkuat kerjasama dengan China dalam konsultasi pertahanan, pelatihan militer, bantuan kemanusiaan dan isu-isu regional dan internasional lainnya.

Ketika pertemuan dengan Singapura Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Teo Chee Hean, Liang mengatakan Cina dan Singapura mengalami kemajuan dalam kerjasama pertahanan dalam dua dekade terakhir.

China bersedia untuk memperkuat pertukaran dan berkoordinasi dengan Singapura dalam kerangka ADMM-Plus dan berkontribusi untuk perdamaian dan stabilitas regional.

Teo mengatakan Singapura dan China telah mendorong kerjasama dalam pertukaran militer yang lebih maju, dialog kebijakan dan bidang lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Singapura diharapkan kedua belah pihak untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan untuk memperluas kerjasama, dan terus memajukan hubungan militer bilateral, katanya.

Sumber: Xinhua / MIK

TNI Perlu Dilengkapi Pesawat Intai dan Pemukul


0diggsdigg

Pesawat Sukhoi TNI

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI, Fayakhun Andriadi, mengatakan selain pembangunan armada laut yang tangguh berupa pengadaan kapal-kapal selam modern dan kapal perang mutakhir, TNI sangat memerlukan pesawat-pesawat intai, pemukul, serta angkut pasukan.

"Pembangunan TNI Angkatan Udara pertama-tama difokuskan pada kebutuhan pesawat angkut sejenis Hercules. Saat ini yang layak terbang hanya sekitar 10 unit, padahal kebutuhannya minimal 45 unit sebagai tulang punggung logistik," ungkapnya di Jakarta, Kamis.

Selain pesawat angkut sejenis Hercules, menurut dia, juga pengadaan pesawat intai perbatasan, dan pesawat tempur pemukul yang terdiri atas minimal tiga hingga lima skuadron, merupakan kebutuhan urgen.

"Dan saya optimis PT Dirgantara Indonesia (DI) mampu memproduksi sejumlah kebutuhan TNI AU, dengan bekerjasama dengan pemegang merek pesawat-pesawat yang dimaksud," ujar politisi muda Partai Golongan Karya (Golkar) ini.

Pembangunan kekuatan gatra udara ini, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan di dua gatra lainnya (laut dan darat).

"Khusus di laut, saya pernah nyatakan urgensi pengadaan kapal-kapal selam dan kapal-kapal perang modern yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengawal wilayah Nusantara sebagai `archupelagic state` (negara kepulauan terbesar) di dunia," katanya.

Di gatra darat, Fayakhun Andriadi menunjuk kebutuhan mendesak pengadaan roket-roket maupun Rudal canggih untuk melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sekaligus untuk memberi efek getar kepada setiap lawan," katanya menambahkan.

Ia juga mengharapkan pemberian kepercayaan kepada semua industri strategis domestik berperan domionan dalam pemenuhan kebutuhan alat utama sistem persenjataan utama (Alutsista) TNI.

"PT PAL, PT Koja Bahari dan beberapa yang lain untuk kebutuhan gatra laut. Lalu PT DI untuk kebutuhan gatra udara, serta PT Pindad dan PT Krakatau Steel buat gatra darat. Kita sanggup kok," ujarnya.

Dengan pemenuhan semua kebutuhan tadi, ia optimistis, tujuan Swasembada Alutsista bisa tercapai pada akhir Rencana Strategis (Renstra) 2015.

"Bahkan, setelah itu harus mampu memasuki babak baru, yaitu mengekspor ke negara-negara sahabat. Apalagi saya sudah mendengar bahwa Vietnam, Kamboja, Filipina, Brunei, dan Thailand juga sangat berminat dengan produk-produk yang bisa diproduksi PT DI maupun PT Pindad tersebut," ujarya.

Fayakhun Andriadi juga optimistik, industri pertahanan Indonesia bisa menjadi BUMN yang prospektif dan memiliki keunggulan kompetitif di regional ASEAN.

Sumber: ANTARA

JK Melihat Kota Ramallah

GB
Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla melihat Kota Ramallah, Palestina dari Markas Pusat Palestina Red Crescent. (Humas PMI).
 
GB
Selain menghadiri pertemuan tahunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Palestina, JK juga berencana mengunjungi kamp pengungsi di Nablus dan Ramallah. (Humas PMI).
 
DETIK FOTO
 

Ahmadinejad Dielu-elukan Warga Libanon


Beirut - Kedatangan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ke Beirut, Libanon disambut meriah. Berdiri tegak di atas kendaraan terbuka yang membawanya dari bandara menuju istana kepresidenan, Ahmadinejad disambut sorak-sorai warga yang telah menanti di pinggir jalan. Banyak warga yang bahkan telah menunggu berjam-jam untuk melihat pemimpin berumur 53 tahun itu.

Di Beirut selatan, tempat markas kelompok Hizbullah pimpinan Hassan Nasrallah, Ahmadinejad dielu-elukan banyak orang.

"Dia orang yang hebat dan menyenangkan," kata Zynab Sharara, pelajar SMA. "Dia dicintai rakyat di sini karena dukungan yang diberikannya pada kami selama perang 2006," tutur gadis berumur 16 tahun itu.

Menurut Ali Moussa (39), ini merupakan salah satu hari terpenting dalam sejarah Libanon. "Dia simbol perlawanan kami terhadap musuh Israel," cetus Moussa. "Dia mempermalukan dunia Arab yang meninggalkan Libanon selama perang Juli 2006," cetusnya.

"Dia orang yang akan membantu merebut kembali tanah Palestina untuk rakyat Arab. Dia pahlawan dan dia layak mendapatkan penyambutan ini. Saya berdoa untuk orang ini," katanya.

Namun tidak semua orang menyambut hangat kedatangan Ahmadinejad. Sebuah surat terbuka yang ditandatangani 250 politikus, dokter, guru dan wartawan menuding Ahmadinejad mencampuri politik Libanon.

"Anda mengulangi apa yang telah dilakukan oleh orang lain sebelum Anda dengan mengintervensi urusan dalam negeri kami," demikian bunyi surat tersebut.

Dalam kunjungannya selama 2 hari di Libanon, Ahmadinejad bertemu sejumlah pejabat termasuk Presiden Michel Suleiman.

DETIK

China: Kami Bukan Ancaman bagi Tetangga

0diggsdigg



BEIJING, KOMPAS.com - China bukan merupakan ancaman militer bagi tetangganya, kata menteri pertahanan negara itu Liang Guanglie dalam forum para menteri pertahanan Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Rabu.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, pada forum yang sama di Veitnam, Selasa, memberikan sentilan ringan tentang ketegangan di kawasan itu, merujuk pada sengketa teritorial dan agresivitas, tapi menghindari kritik langsung terhadap China. "Amerika Serikat tidak berpihak pada persaingan klaim teritorial, seperti di Laut China Selatan," kata Gates. "Persaingan klaim harus diselesaikan secara damai, tanpa kekerasan atau paksaan, melalui proses diplomatik kolaboratif, dan sesuai dengan hukum internasional," tambahnya sebagaimana dilaporkan CNN.

Beijing mengatakan, sebagian besar wilayah Laut China Selatan milik China. Konflik terkait teritori perairan dan pulau-pulau, serta sumber daya alam yang terkandung di dalammnya merupakan sumbu konflik di wilayah Asia-Pasifik. "China menerapkan kebijakan pertahanan yang defensif terkait dengan alam," kata Liang Guanglie.

"Pengembangan pertahanan China tidak bertujuan untuk menantang atau mengancam siapa pun, tetapi untuk memastikan keamanannya sendiri dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas internasional serta regional."

Pernyataan Liang itu muncul di tengah perselisihan diplomatik dengan Jepang atas penangkapan seorang kapten ikal China, September lalu. Kapten itu ditahan di Kepulauan Diaoyu, di Jepang di sebut Senkaku, yang disengketakan, di Laut China Timur. Penangkapan tersebut menyulut perselisihan yang meningkat menjadi ancaman diplomatik oleh Beijing, yaitu berupa pembatalan pembicaraan diplomatik dan perjalanan antara bangsa-bangsa. Jepang akhir bulan lalu membebaskan kapten kapal ikan tersebut, yang disambut sebagai pahlawan saat kembali ke China.

Sumber: KOMPAS

Rusia Siap Bantu Indonesia Kembangkan Nuklir

0diggsdigg

Beberapa perusahaan di Rusia siap mengadakan perundingan dengan Indonesia.

VIVAnews - Pemerintah Rusia menginginkan peningkatan kerjasama dengan Indonesia di bidang energi, khususnya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun pembangkitnya.

Wakil Ketua Parlemen Rusia, Yasev Valery, mengutarakan soal itu dalam pertemuan bilateral dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie.

Yasev mengatakan, pemerintah Rusia berkomitmen mendanai reaktor nuklir apabila pemerintah Indonesia ingin mengembangkan teknologi nuklir. "Beberapa perusahaan di Rusia siap mengadakan perundingan dengan Indonesia. Saat ini, Rusia telah memenangi tender di China sebanyak empat reaktor nuklir, di Vietnam dua reaktor nuklir," kata Yasev dalam pertemuan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 13 Oktober 2010.

Dia menambahkan, Rusia juga siap mensosialisasikan soal energi nuklir kepada masyarakat Indonesia. "Kami siap diundang untuk mensosialisasikan energi nuklir kepada masyarakat dalam menyongsong abad ke 21. Kami akan mensosialisasikan bahwa nuklir tersebut aman," ujar Yasev.

Menyinggung proyek tender pembangkit listrik di Indramayu, dia mengatakan investor Rusia telah mengikuti tender namun sampai sejauh ini masih belum ada kejelasan siapa pemenang tender pembangkit tersebut.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, hubungan kedua negara baik dari sisi parlemen, pemerintah akan semakin meningkat seiring era globalisasi saat ini, karena tidak ada negara yang ingin menutup diri dalam berhubungan dengan negara lain. "Kita mengucapkan terimakasih atas dukungan Parlemen Rusia atas partisipasinya selama ini sehingga seluruh rapat berjalan baik dan lancar," katanya.

Terkait proyek pembangkit tenaga listrik di Indramayu, Marzuki meminta pertanyaan diberikan tertulis, yang nantinya Menteri ESDM akan memberikan jawaban tertulis juga agar jawaban tersebut dapat lebih tepat dan akurat. "Karena tidak semua persoalan dapat di update setiap saat oleh Parlemen."

Parlemen, ujar dia, harus dapat memprioritaskan tugas-tugas kedewanan. Pada prinsipnya, Indonesia memberikan kesempatan sebesar-besarnya masuknya investor asing termasuk di bidang energi karena tidak mungkin negara mengandalkan dari pendanaan dalam negeri saja.

Untuk itu, kata Marzuki, pihak Rusia harus mencari mitra lokal dalam menunjang bisnis supaya dapat mengupdate perkembangan setiap saat dan mendapatkan informasi dengan cepat terkait kondisi pasar. "Kerjasama di berbagai bidang harus melibatkan partner lokal sehingga dapat memperoleh informasi lebih update," katanya.

Menurut Marzuki, persoalan nuklir di Indonesia masih harus disosialisasikan lebih maksimal karena sebagian masyarakat menganggap nuklir berbahaya sehingga mereka menolak energi nuklir di daerahnya.

Pemahaman masyarakat Indonesia masih rendah, karena itu masih banyak yang menolak. Indonesia masih perlu waktu untuk mensosialisasikan energi nuklir tersebut. Namun, keinginan Rusia kerjasama nuklir dengan Indonesia akan menjadi catatan. "Nanti pemerintah yang akan meninjau sejauh mana kerjasama yang telah ditandatangani sebelumnya."

Sumber: VIVA NEWS

BERITA POLULER