Pages

Monday, October 11, 2010

Indonesia Would Increase F-16 Jet to Two Squadrons


TNI-AU's F-16 (photo : Kusri Hatmoyo)

Indonesia to buy more Sukhoi, F16 jet fighters: president

JAKARTA (Xinhua) - Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono said on Monday that the government would increase the number of Sukhoi jet fighters to one squadron (16 units) and F16 jet fighter to two squadrons in next five years as an effort to boost security in the vast archipelago country.

Currently Indonesia has ten Russia-made Sukhoi planes and one squadron F16 (fighting falcon) planes, according to military.

"We will build significantly our weaponry system by the next five years. We will increase the number of Sukhoi planes to one squadron and F16 planes to two squadrons," he told the State Palace here.

Indonesia has over 17,500 islands, which are homed by over 238 millions people.

Terrorism, insurgency, and drug and human trafficking, are among the challenges faced by the country.

Purnomo berangkat ke Hanoi untuk menghadiri Pertemuan Pertahanan ASEAN


0diggsdigg

illustrasi

Berharap untuk ikut berperan mediasi dalam pertemuan pembicaraan keamanan dan pertahanan di ASEAN pekan ini, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro berangkat ke Hanoi pada hari Minggu dengan dua diplomat senior dan sejumlah ahli pertahanan yang ikut dalam rombongan.

Pada hari Selasa, seluruh pemimpin dibidang pertahanan dari 10 anggota ASEAN akan datang untuk pertama kalinya yang diikuti 8 negara diluar ASEAN Seperti Amerika Serikat, Cina, Jepang, Korea Selatan, Rusia, India, Australia dan Selandia Baru.

Beberapa ahli yakin menteri pertahanan tidak akan memunculkan klaim baru-baru ini atas China yang sangat kontroversial atas daerah yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan. Dan lain percaya pertemuan akan banyak perang kata-kata.

AS telah menyuarakan keprihatinan tentang ketegasan China di wilayah tersebut dan terutama klaim baru-baru ini atas daerah yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan, yang telah memicu ketegangan diplomatik dengan Vietnam dan Jepang.

Vietnam minggu ini meminta pembebasan tanpa syarat dari sembilan pelaut Vietnam yang ditangkap oleh Cina saat memancing dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan.

"Indonesia bisa memainkan peran mediasi. Hal ini dapat meredakan ketegangan untuk mencari solusi damai. Dalam hal ini, Indonesia dapat menunjukkan kepemimpinannya", yang dikutip oleh pengamat hubungan internasional Bara Hasibuan.

Untuk melakukan hal itu, Purnomo bersama Sabam Siagian seorang mantan duta besar Indonesia untuk Australia, dan diplomat senior Sumadi Brotodiningrat.

Bara setuju bahwa Sabam, yang juga koordinator studi keamanan internasional di Forum Duta Besar, dan Sumadi, seorang ahli studi Asia Timur, dapat membantu Purnomo dalam meningkatkan pengaruh diplomatik Indonesia di kawasan ini.

Masalah Laut Cina Selatan muncul ke permukaan ketika menteri luar negeri dari enam anggota ASEAN, serta Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, menyuarakan keprihatinan mereka bahwa Cina melebihi kewenangannya yang melampaui batas. Protes ini ditujukan kepada China.

ambisi teritorial China kembali menghebohkan ketika Beijing mengeluarkan ancaman dan menangguhkan pasokan logam ke Jepang setelah Jepang menahan kapten perahu nelayan Cina yang bertabrakan dengan sebuah kapal Jepang di dekat Kepulauan Senkaku yang disengketakan.

Menteri Pertahanan Cina Liang Guanglie dan Jepang rekannya Toshimi Kitazawa diharapkan untuk bertemu di sela-sela pertemuan pekan depan untuk mencoba memperbaiki hubungan bilateral negara-negara mereka, yang dibawa ke titik terendah baru-baru ini oleh peristiwa perahu nelayan.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates juga akan bertemu dengan Liang untuk melakukan pembicaraan pertama mereka sejak China merenggangkan hubungan militer dengan AS sebagai protes terhadap rencana penjualan senjata AS ke Taiwan.

Sumber: The Jakarta Post / MIK

Alutsista Kita Lengkap 4-5 Tahun Lagi


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia akan lengkap secara signifikan sekitar 4-5 tahun mendatang. Optimistisme ini muncul setelah SBY menggelar pertemuan informal dengan para pimpinan PT Dirgantara Indonesia, PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia dan PT Pindad, Minggu (10/10/2010).

"Saya melakukan pertemuan untuk menelaah secara lebih dalam kebutuhan riil, terutama alutsista yang saya sampaikan pada sidang kabinet beberapa waktu lalu dan tanggal 5 Oktober lalu saat hari ulang tahun TNI," ungkapnya di Kantor Presiden, Senin (11/10/2010).

Dari hasil pertemuan itu, SBY menyimpulkan dengan kalkulasi yang tepat, negara dapat menambah jumlah alutsista secara signifikan dalam 4-5 tahun mendatang dengan mengandalkan produksi dalam negeri dan joint production dengan negara-negara sahabat.

"Yang nyata-nyata bisa dilakukan di dalam negeri akan kita gerakkan tenaga kerja kita sehingga lebih efisien. Yang belum bisa kita buat sendiri, kita adakan joint production," katanya. SBY berharap hasil pertemuan kemarin dapat ditindaklanjuti dengan segera sebagai program penguatan dan modernitas alutsista secara riil.

Sumber: KOMPAS

Presiden : Indonesia Akan Beli 1 Skuadron Sukhoi Dan 2 Skuadron F-16


FOTO : BY RAHAKUN DINI (PEMNGAMAT MILITER), F16 TNI AU DAN SUKHOI TNI AU

JAKARTA, 11 OKT (Xinhua) Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintah akan menambah jumlah jet tempur Sukhoi untuk satu skuadron (16 unit) dan F16 tempur jet ke dua skuadron dalam lima tahun ke depan sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan di negara kepulauan yang luas.

Saat ini Indonesia telah sepuluh pesawat buatan Rusia Sukhoi dan satu skuadron pesawat F16 (fighting falcon), menurut militer.

"Kami akan membangun secara signifikan sistem persenjataan kita dengan lima tahun ke depan. Kami akan menambah jumlah pesawat Sukhoi ke satu skuadron dan pesawat F16 untuk dua skuadron," katanya pada waktu di Istana Negara.

Indonesia memiliki lebih dari 17.500 pulau, yang berpenduduk lebih dari 238 juta orang.

Terorisme, pemberontakan, dan narkotika dan perdagangan manusia merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh negara.

Sumber: XINHUA / MIK

TNI Get Brand New Panser 6x6 Pindad From President SBY


Panser Anoa 6x6 Pindad TNIPresident Susilo Bambang Yudhoyono delivers 40 units panser 6x6 Pindad to Commander of Indonesia Armed Forces / Panglima TNI in Hanggar CN 235 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Friday (10 / 7) morning.

The Pindad Panser Anoa APS (Angkut Personel Sedang) is a 6 x 6 armoured personnel carrier developed by Indonesia. The APS is named after the Anoa, which is a type of buffalo indigenous to Indonesia. The prototype Panser was first unveiled at the 61st anniversary of TNI on October 5, 2006 in TNI HQ at Cilangkap, south of capital Jakarta. It bears a resemblance to the French VAB.

Entourage of Head of State departs from private residence at Puri Cikeas Indah around 06.30, with cars, through a distance of 148 km. President Yudhoyono arrived in the central building management PT Dirgantara Indonesia around 08.30 and welcomed by West Java Governor Ahmad Heryawan.

Arriving at PT Dirgantara Indonesia, the President led the limited meeting for 1.5 hours. After symbolically submitted the 40 units panser 6x6 Pindad attended by the Minister of Defense Juwono Sudarsono, the President then do the review. Group of Head of State is scheduled to return to Cikeas at around 13:45 after Friday prayers.

Panser Anoa 6x6 Pindad TNI Specification
The Pindad Panser had been officially unveiled to the public at the Indo Defence & Aerospace 2008 exhibition on November 19, 2008 to November 22, 2008 after being shown in a TNI parade on October 5, 2008. As of August 30, 2008, 10 Pindad Pansers have been produced with the plan of having 150 Pansers to be produced for the Indonesian Army in time for their first deployment in 2009.


EQUAL LIFE

3 BUMN Produsen Alutsista akan Direstrukturisasi


Panser Anoa 6x6 Pindad TNIfoto:equal life

Nograhany Widhi K - detikFinance  Jakarta
Jakarta - Sebanyak 3 BUMN di sektor strategis produsen alat utama sistem senjata (alutsista) akan direstrukturisasi pemerintah, yaitu PT Dirgantara Indonesia (DI), PT PAL, dan PT Pindad. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah untuk memperbarui alutsista TNI.

"Memang kita akan melakukan satu restrukturisasi dalam 3 industri strategis itu. Kalau PT Pindad sehat, kalau PT PAL itu hanya memerlukan restrukturisasi, PT DI sama. Mereka punya tagihan, punya lainnya tapi terlambat mismatch," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Hal itu disampaikan Hatta di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2010).

Masa depan ketiga BUMN tersebut sangat bagus. Namun sering mengalami kesulitan modal kerja.

"Ada pesanan dikerjakan tapi APBN-nya terlambat. Katakanlah untuk membayar seperti pesawat Puma, CN-235 yang semuanya sedang dikerjakan. Kalau ini mengerjakan aliran dananya juga harus jalan," kata dia.

Prospek 3 BUMN tersebut seiring dengan rencana pemerintah mengadakan alutsista. Mengenai dana, Hatta optimis hal tersebut bisa dipenuhi. Apalagi, tingkat penerimaan APBN terus meningkat.

Sementara Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan BUMN strategis untuk 5 tahun ke depan adalah Rp 150 triliun. Sekarang sudah ada dana Rp 97 triliun.

"Nanti kurangnya dicari dengan cara lain. Ini sudah menjadi prioritas menteri BUMN untuk gerakkan BUMN strategis menyahut perintah Pak Presiden untuk memproduksi alutsista dengan mengutamakan bahan dan sumber daya dalam negeri," kata dia.

BUMN itu juga diusahakan membuat sistem untuk memperoleh kontrak multiyears dalam produksinya, sehingga lebih mempunyai kepastian modal produksi. Juga dukungan manajemen yang handal.

Sebelumnya Presiden SBY mengatakan memanggil para petinggi PT DI, PT PAL, dan PT Pindad, Panglima TNI serta Wamenhan Sjafrie Sjamsoedin pada Minggu kemarin. SBY dan para BUMN strategis itu mematangkan rencana untuk 5 tahun ke depan tentang modernisasi alutsista.

"Program corvet nasional dijalankan. Kalau cocok semuanya, kapal selam akan kita tambah dengan joint production, Pindad sudah bisa produksi Panser," jelas SBY.

detik finance

Pindad Produksi Panser Kanon

Panser kanon 90mm 6x6 rancangan Korea Selatan (photo : Doosan)
JAKARTA(SINDO) – PT Pindad akan memproduksi panser yang dipersenjatai dengan kanon 90 mm atau Panser Tarantula.Pembangunan panser tersebut bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dan Prancis.
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan rencana tersebut merupakan bagian penguatan industri pertahanan dalam negeri yang telah dicanangkan pemerintah. “Jika sebelumnya PT Pindad sudah bisa membangun Panser Anoa, nantinya akan dibangun juga Panser Tarantula yang dilengkapi dengan misil,”ujarnya seusai sidang pertama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, kemarin.

Sidang tersebut juga diikuti Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Suryapranata Seperti diketahui, PT Pindad telah berhasil memproduksi Panser APS-2 6x6 (Anoa) yang dipersenjatai dengan senapan mesin. Bahkan tahun 2008,Kementerian Pertahanan telah memesan 150 Panser Anoa kepada PT Pindad untuk memperkuat TNI AD dan digunakan pasukan TNI untuk misi perdamaian di Lebanon.

Purnomo melanjutkan, pemerintah sangat mendukung upaya industri pertahanan dalam negeri untuk mengembangkan kemampuan produksinya. Karena saat ini, lanjut Purnomo, pemerintah sedang berusaha melakukan revitalisasi industri pertahanan nasional untuk meningkatkan kemandirian, sistem persenjataan, serta perlengkapan dan peralatan pertahanan.

Selain upaya produksi Panser Tarantula oleh PT Pindad, lanjut Purnomo, untuk memperkuat industri pertahanan dalam negeri TNI AD juga sedang memesan produksi non-alutsista (alat utama sistem senjata) berupa payung terjun statis dari Tulung Agung untuk memperkuat divisi lintas udara. “Pembeliannya melalui pinjaman dalam negeri dan merupakan usaha kita untuk terus menggunakan produksi dalam negeri,”ujarnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu juga menyebutkan bahwa KKIP membahas pula rencana pembuatan undang-undang (RUU) revitalisasi industri strategis pertahanan keamanan nasional. Pendanaan terhadap komite ini akan masuk dalam undang-undang tersebut. “RUU ini belum final karena masih diproses, masih akan diajukan ke sekretariat negara dan diharmonisasi untuk diajukan dengan ampres. Itu pun harus masuk dulu ke prolegnas (DPR),”ujarnya.

Sementara itu,Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010–2014, total kebutuhan dana untuk perawatan dan pengadaan alutsista mencapai Rp150 triliun. Namun dana yang dialokasikan sekitar Rp100 triliun. “Ada kekurangan sekitar Rp50 triliun untuk digunakan lima tahun,”ujarnya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, lanjut Sjafrie, harus ada dasar hukum agar Kementerian Keuangan memiliki pijakan dalam mencari sumber pembiayaan alternatif. “Dari 50 triliun tersebut sudah diadakan pemilahan, untuk 2011 ditentukan 11 triliun. Nah inilah yang harus dicarikan legalitasnya agar Kemenkeu mempunyai dasar mencarikan anggaran. Legalitasnya dalam bentuk peraturan presiden.

Tapi itu porsinya Kemenkeu. Mereka yang mencari alternatif,” katanya. Namun dia menegaskan pendanaan pengadaan alutsista bertumpu pada pendanaan dalam negeri. “Presiden minta supaya setiap pengadaan alutsista itu tak selalu menggunakan kredit ekspor,”ujarnya. Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar menambahkan, dalam proses revitalisasi ini, subkontrak-subkontrak dihindari, kecuali untuk produk komponen yang spesifik.

Subkontrak-subkontrak yang tidak sehat dan berimplikasi pada penggelembungan anggaran tidak boleh ada lagi.Langkah ini untuk membuat industri pertahanan menjadi lebih kompetitif. “Yang akan menjadi perhatian ke depan akan dikoreksi secara radikal, tidak boleh ada lagi subkontak.Kita lebih memilih dengan mengambangkan joint operation,”tegasnya. (pasti liberti)


(Seputar Indonesia)

BERITA POLULER