Pages

Thursday, October 7, 2010

Russia's Bulava missile hits target in test

Topic: Bulava missile: test-launch history

Bulava submarine-launched ballistic missile
12:59 07/10/2010
© Сollage by RIA Novosti 
 
A test warhead from a Bulava submarine-launched ballistic missile successfully hit its target on the Kura test range in Russia's Far East Kamchatka region, the Defense Ministry said on Thursday.
The missile was fired from the Dmitry Donskoy submarine in the White Sea.
Bulava test launches were put on hold after a failed launch on December 9, 2009, which was caused by a defective engine nozzle.
The Bulava (SS-NX-30), a three-stage liquid and solid-propellant submarine-launched ballistic missile (SLBM), has officially suffered seven failures in 13 tests.

MOSCOW, October 7 (RIA Novosti)

TNI AL Kirim KRI Kalakay-818 ke Wasior

0diggsdigg

Liputan6.com, Jakarta: TNI Angkatan Laut mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kalakay-818 untuk membantu korban banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Kapal perang dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur itu sudah merapat di Wasior, Rabu (6/10).

"KRI Kalay-818 yang menggerakkan bantuan-bantuan logistik serta logistik cair," kata Kadispen TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Herry Setianegara, melalui pesan singkat yang dikirim ke redaksi Liputan6.com, Kamis (7/10).

Menurut informasi dari Komando Armada RI Kawasan Timur, kapal itu mengangkut personel tim kesehatan dari Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari, satu peleton Komando Intai Para-Amfibi TNI-AD, empat personel RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), lima anggota Pramuka, tiga wartawan, dan seorang pejabat Pemkab Teluk Wondama.

Kapal itu juga mengangkut alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum setempat, yang akan digunakan untuk membantu pembersihan puing-puing bangunan yang hancur diterjang banjir bandang.

Sumber: YAHOO

Ukraine, Russia Plan to Build 13 Modernized An-70 Military Transport Planes



Antonov An-70 engine (photo : aviation.ru)
KIEV, (Itar-Tass) -- Ukraine and Russia plan to build 13 upgraded An-70 short take-off and landing tactical military transport aircraft, the president and chief designer of Ukraine’s Antonov state enterprise told Itar-Tass on Saturday.

According to Dmitry Kiva, An-70 flight tests will soon be over, static tests are underway, and the enterprise is getting ready to launch mass production in Kiev. The new version of the plane has been profoundly modernized to be equipped with an upgraded power unit, a new generation secondary power unit, an electronic display system, an electronic environment control system, new aircraft instrumentation, a new radar complex and a fly-by-wire system. All these modifications, Kiva said, will help the An-70 retain its competitive advantages, since in every aspects it is superior to the European A-400M military transport plane.

Antonov An-70 heavyweight transport aircraft (photo : Airliners) According to Antonov experts, the An-70 market capacity is estimated at 700 planes.
Currently, the enterprise is building first two modernized An-70 planes to the order from the Ukrainian Ministry of Defence. The first plane is expected to be turned out in 2011, the second one – in 2012.
It is planned to build two more An-70 aircraft in 2013, fourt – in 2014, and five – in 2015.
The Antonov-70 is a new propfan powered medium-size wide-body short take-off and landing transport aircraft designed as a replacement for the An-12 ‘Cub.’ The aircraft is capable of delivering 20-35 tons of cargo over the range of 5,000-6,600 kilometers at cruising speed of 750 kilometers per hour.


Indonesia Minta 2025 Senjata Nuklir Sudah Dihapuskan

New York (ANTARA News) - Indonesia yang mewakili negara-negara Gerakan Non-Blok (GNB) menargetkan tahun 2025 senjata nuklir sudah dihapuskan dari muka bumi.

Keinginan itu diungkapkan Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Hasan Kleib, pada sesi pembukaan persidangan Komite I Majelis Umum PBB, Senin waktu setempat.

Sidang komite itu membahas pelucutan senjata dan keamanan internasional

Saat menyampaikan pernyataan atas nama GNB di persidangan, Dubes Hasan Kleib menekankan bahwa penghapusan secara total senjata nuklir adalah satu-satunya jalan untuk memerangi ancaman adanya penggunaan senjata nuklir.

Karena itu, kata Hasan, GNB menekankan pentingnya dunia untuk memulai perundingan sesegara mungkin pada Konferensi Pelucutan Senjata tentang program bertahap bagi penghapusan senjata nuklir dengan kerangka waktu yang rinci, termasuk adanya Konvensi Persenjataan Nuklir.

"Yang harus menjadi target adalah persenjataan nuklir pada tahun 2025 harus dihapuskan secara total," ujarnya menegaskan.

Selain mengenai senjata nuklir, Hasan juga menegaskan agar senjata kimia secara penuh dimusnahkan oleh negara-negara yang telah menyatakan kepemilikannya sesuai dengan komitmen mereka atas traktat Konvensi Senjata Kimia untuk mewujudkan dunia bebas senjata kimia mulai tahun 2012.

Dubes Hasan Kleib menyatakan bahwa doktrin menyangkut senjata nuklir yang dimiliki oleh aliansi-aliansi militer seperti NATO merupakan konsep yang salah dan mengganggu perdamaian dunia.

Konsep tersebut dianggap menghambat upaya penghapusan senjata nuklir secara total.

Terkait dengan upaya terwujudnya Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Timur Tengah, Indonesia atas nama GNB mendesak dan menuntut Israel segera menjadi pihak pada traktat anti-penyebaran nuklir (NPT) dan menempatkan seluruh fasilitas nuklir yang dimilikinya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

GNB juga meminta Sekjen PBB pada tahun 2012 menyelenggarakan pertemuan, guna membahas dan mendorong terciptanya Kawasan Bebas Senjata Nuklir di Timur Tengah.

Indonesia saat ini merupakan Koordinator Kelompok Kerja Pelucutan Senjata GNB.

Dengan demikian, Indonesia memimpin dan mengkoordinasikan posisi-posisi 119 negara anggota GNB, terkait dengan isu-isu pelucutan senjata.

Selama persidangan Komite I yang akan berlangsung hingga November 2010, Indonesia akan memimpin negosiasi dan mengajukan rancangan enam Resolusi Majelis Umum PBB.

Rancangan resolusi (Ranres) yang dimaksud adalah Pengaturan lebih lanjut senjata biologi sesuai dengan Protokol Jenewa tahun 1925; Pentingnya masyarakat internasional memberikan perhatian kepada masalah uranium yang dapat digunakan sebagai senjata.

Selain itu, Pentingnya melihat kaitan antara upaya-upaya pelucutan senjata dan pembangunan.

Tiga Ranres lainnya yaitu Pentingnya mematuhi norma-norma lingkungan hidup dalam perumusan dan implementasi perjanjian di bidang pelucutan senjata; Pengembangan pusat-pusat diseminasi informasi terkait perdamaian dan pelucutan senjata; serta Perlunya Sesi Khusus ke-4 Majelis Umum PBB mengenai pelucutan senjata untuk menjaga momentum upaya pelucutan senjata, khususnya senjata nuklir.

Komite I Majelis Umum PBB merupakan salah satu forum utama yang dimiliki PBB dalam membahas dan menyepakati berbagai langkah untuk pelucutan senjata dan mencegah penyebaran persenjataan yang dapat membahayakan keamanan dan perdamaian dunia.
(TNY/B010)

ANTARA

Lebanon Sambut Ahmadinejad


Lebanon Sambut Ahmadinejad
Kfar Kila, Lebanon  (ANTARA News) - Masyarakat Lebanon bagian selatan sangat gembira mengenai kabar kedatangan Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad, yang diperkirakan akan mengunjungi perbatasan musuh bebuyutannya, Israel, untuk menunjukkan pembangkangannya.

"Saya tidak sabar menunggu Ahmadinejad mendekat ke kawat berduri dan menunjukkan Israel bahwa mereka itu musuh yang kecil," ujar seorang warga, Abdullah (nama samaran), yang tinggal di perbatasan desa Kfar Kila dan tidak ingin disebutkan namanya, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Bisa anda bayangkan? Dia berdiri beberapa meter dari Israel dan hal itu amat simbolis," ujar Abdullah yang memiliki restoran di Gerbang Fatima yang berada di dekat perbatasan kedua negara.

Pemimpin Iran akan mengunjungi Lebanon pada 13-14 Oktober atas undangan Presiden Lebanon, Michel Suleiman, yang merupakan kunjungan pertamanya ke negara kecil di Mediterania itu.

Kunjungan pertama pejabat itu diharapkan berlangsung dengan lancar. Bagian yang tidak resmi pada hari berikutnya adalah ketika Ahmadinejad melakukan persiapan perjalanan ke kawasan selatan dimana kelompok pejuang Shiah, Hezbollah, yang dianggap berpihak kepada Iran.

Para anggota parlemen Lebanon yang memihak Barat menilai hal tersebut sebagai sebuah provokasi karena hal itu dilaksanakan saat ketegangan yang memuncak akibat isu mengenai suatu pengadilan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghukum anggota Hezbollah atas dugaan pembunuhan ayah seorang perdana menteri pada 2005.

Pemerintah AS yang terlibat sengketa dengan Iran mengenai rencana pengadaan energi nuklir yang kontroversial, pada pekan ini juga menyatakan keprihatinannya atas kunjungan tersebut, dan Israel menyebutnya sebagai "Bos pemilik lahan yang mengunjungi hartanya."

Hezbollah tidak merincikan rencana kedatangan tersebut, namun persiapan penyambutan pahlawan itu dilaksanakan dengan meriah di kawasan yang dikendalikan oleh kelompok pejuang tersebut.

Sejumlah poster raksasa yang bergambar Ahmadinejad dengan pesan selamat datang dalam bahasa Arab dan Persia telah dipasang di jembatan sepanjang jalan raya yang mengarah ke Bandara Internasional Beirut. Sejumlah foto dirinya juga terlihat di markas Hezbollah di selatan Beirut.

Ahmadinejad diperkirakan akan mengunjungi desa Qana yang pernah diserang Israel dengan kejam pada 1996 dan 2006, serta sebuah benteng dan desa perbatasan Hezbollah, Bint Jbeil, yang dihancurkan saat perang antara Hezbollah dan Israel pada 2006.

Ia juga hadir untuk meresmikan sebuah taman hiburan bernama "Taman Iran" di dekat desa Marun Al Ras yang didanai oleh Iran serta termasuk replika kecil Masjid Al Aqsa di Yerusalem.
(ANT/A024)

ANTARA

KSAL: TNI AL Butuh Tambahan 151 Kapal Baru


0diggsdigg

ilustrasi

Jakarta - Agar bisa melakukan pengamanan ke seluruh wilayah laut Nusantara, TNI AL membutuhkan tambahan 151 unit kapal. Target minimal tersebut diharapkan bisa terpenuhi secara bertahap hingga 2014 mendatang.

"Diharapkan 2014 akan tercapai sebanyak 151 kapal," kata Kepala Staf KSAL Laksamana Madya, Soeparno, usai seminar bertajuk 'Membangun Negara Maritim dalam Perspektif Ekonomi, Sosial, Budaya, Politik dan Pertahanan'.

Kepada wartawan yang mencegatnya usai seminar di Balai Sartika, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/10/2010), itu, Soeparno menjelaskan Indonesia memiliki 17.499 pulau dengan garis pantai sepanjang 80.570 kilometer. Sementara luas wilayah perairan mencapai 5,9 juta kilometer persegi.

Dengan wilayah laut sedemikian luas, maka seluas itu pula wilayah yang harus TNI AL amankan. Untuk bisa mencakup seluruh pelosok laut Nusantara, maka TNI AL membutuhkan 151 unit pada 2014 nanti.

"Ada kapal patroli, kapal perang hingga kapal selam. Termasuk penggantian Kapal Dewa Ruci (kapal latih) yang berusia 60 tahun. Kapal usia 60 tahun di dunia sudah mati," jelas dia.

Mengenai kemajuan dari proses pengadaan 151 unit kapal tambahan itu, Soeparno menolak memberi jawaban yang jelas. Dia hanya memastikan bahwa prosesnya masih berlangsung.

"Pokoknya sekarang sedang diproses," jawabnya sambil tersenyum.

Sebelumnya KSAL yang baru dilantik pekan itu, menilai kebijakan pembangunan nasional masih lebih condong ke daratan. Padahal dengan luas wilayah laut Indonesia dua kali lipat lebih besar dibanding daratan, pembangunan laut tak boleh diabaikan.

"Selama ini kebijakan pemerintah masih ada kecenderungan ke daratan. Potensi di laut masih banyak yang belum tergali," ujarnya.

Sumber: DETIK

RI Harus Waspadai Perang Dunia Maya


0diggsdigg


INILAH.COM, Jakarta - Di ulang tahun ke-65 TNI harus mulai memikirkan medan pertempuran baru yakni dunia maya. China, Malaysia, Singapura dan Australia adalah negara yang berpotensi menyerang RI.

Setelah darat, laut, udara dan ruang angkasa, cyber atau dunia maya kini menjadi ancaman bagi suatu negara. Amerika, Iran dan Israel telah mengakui adanya serangan cyber yang menargetkan infrastrukturnya.

Negara-negara maju lain juga telah membangun pasukan khusus untuk berperang di dunia maya. Sementara Indonesia sendiri sudah biasa mendapat serangan.

Pengamat Intelejen Dynno Chresbon mengatakan Indonesia sudah sering menjadi target serangan cyber. Jaringan internet Kementrian Pertahanan, Mabes TNI dan Polri adalah beberapa langganan serangan.

Serangan cyber itu sendiri bagian dari operasi tertutup intelejen, baik dari organisasi ataupun institusi yang direkrut untuk terlibat di dunia maya. "Ini merupakan tren yang sering terjadi sejak fenomena industri cyber," kata Dyno saat dihubungi INILAH.COM, kemarin.

Pengamat telekomunikasi Budi Raharjo juga memiliki catatan menyangkut serangan cyber. Sejak 1998, Indonesia telah melakukan perang cyber dengan negara lain. Hal itu terkait masalah politik dan sosial yang terjadi.

Misalnya ketika terjadi kerusuhan rasial Indonesia berperang di dunia maya dengan para hacker dari China dan Taiwan. Sementara pada 1999 juga muncul kerusuhan di dunia maya antara Indonesia dan Portugal menyangkut kasus Timor-Timur.

"Kalau perang dengan Portugal, kita saling masuk sistem sehinga menghapus semua data. Di sisi lain, kerusuhan rasial hanya menunjukkan protes di web sehingga tidak sampai diformat," kata Budi.

Indonesia juga jadi korban pencurian data lewat teknologi. Menurut pakar telematika yang juga anggota DPR Roy Suryo, sejak belasan tahun lalu data satelit Palapa sudah sering dicuri negara lain.

"Di media Sydney Morning Herald Australia misalnya, mereka pernah melaporkan bukti adanya pembinaan tentara Timor-Timur oleh pejabat Indonesia. Ini hasil dari penyadapan data kita," katanya.

Namun Roy Suryo melihat tidak ada perang yang benar-benar merusak dan terorganisir. Karena selama ini tidak ada konflik spesifik dengan negara tertentu sehingga tidak sampai terjadi perang.

Dalam kasus ambalat, hacker dari Indonesia memang menyerang Malaysia. Tapi masih banyak unsur penting, hingga perang cyber dikatakan telah terjadi. Salah satunya penghancuran infrastruktur telekomunikasi milik lawan, baik perusahaan atau kelompok masyarakat dan pemerintah.

Meskipun begitu, Dyno Chresbon optimis bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk perang cyber. "Indonesia bisa melakukan antisipasi dengan baik. Tidak ada kasus lebih dari 6 jam untuk memperbaiki kegagalan yang berasal dari serangan cyber pada fasilitas negara," katanya.

Menurut Dyno, negara yang berpotensi melakukan serangan adalah China dan Malaysia, terkait dengan kepemilikan sumber daya minyak dan gas di Indonesia.

Sementara Roy Suryo menganggap Singapura dan Australia adalah 'musuh' karena negara itu yang paling banyak berseberangan kepentingan dengan Indonesia.

Budi Raharjo menilai meskipun ada badan intelejen atau pihak keamanan, Indonesia harus meningkatkan penjagaannya. Hal itu karena rendahnya infrastruktur keamanan cyber yang ada di Indonesia.

Sumber: INILAH

BERITA POLULER