Pages

Friday, October 1, 2010

RI juga Korban Virus Israel Penyerang Nuklir Iran?


0diggsdigg

INILAH.COM, Jakarta – Virus komputer yang menyerang fasilitas nuklir Iran dicurigai berasal dari Israel. Virus itu dilaporkan juga telah menyerang fasilitas vital Indonesia.

Seperti dilaporkan The Telegraph seorang peneliti Jerman Ralf Langner mengklaim Unit 8200 yang merupakan lengan pasukan pertahanan Israel adalah pelaku serangan virus komputer yang menyusup ke dalam stasiun tenaga nuklir Bushehr Iran.

Ahli komputer itu telah menghabiskan waktu panjang menelusuri asal dari worm bernama Stuxnet itu.

Sepotong perangkat lunak canggih tapi berbahaya tersebut bisa menginfeksi sistem operasi yang dibuat oleh Siemens dari Jerman di seluruh dunia.

Virus Stuxnet kemungkinan besar masuk ke Iran lewat flashdisk oleh salah satu perusahaan Rusia yang membantu membangun fasilitas Bushehr.

Disebutkan, perusahaan yang sama memiliki proyek di Asia, termasuk India dan Indonesia yang kemungkinan juga diserang.

Sementara Iran diduga telah menderita 60 persen dari serangan.

Ahli keamanan cyber mengatakan bahwa Israel kemungkinan besar adalah pelaku serangan itu dan telah menargetkan Iran. Tetapi negara itu tidak mengakui perannya itu pada sekutu-sekutunya.

"Tidak ada yang bersedia menerima tanggung jawab untuk khasus perangkat lunak berbahaya ini yang merupakan senjata kompleks dan hebat," kata seorang pakar Whitehall.

Pihak berwenang Iran mengakui worm telah menyerang Bushehr dan mengakui fasilitas itu akan mulai beroperasi pada Januari, dua bulan terlambat dari yang direncanakan.

Sumber: INILAH

Iran Upgrade Radar Militer



02 Oktober 2010 -- Militer Iran telah merancang dan membuat radar yang dapat melacak pesawat terbang dengan Radar cross section (RCS) rendah, ucap seorang perwira Angkatan Udara, kutip kantor berita MEHR Kamis (30/9).

Iran juga merencanakan merancang sistem radar S dan L band, ungkap Brigadir Jenderal Hamid Arjangi.

S band mempunyai range frekuensi 1.55 sampai 5.2 GHz, digunakan oleh sistem radio satelit Digital Audio Radio Satellite (DARS). L band mempunyai range frekuensi antara 390 MHz dan 1.55 GHz, digunakan oleh komunikasi satelit dan komunikasi terrestrial antara perangkat satelit.

MEHR/Berita HanKam

First Serial Su-30M2 Completed Test Flights



28 September 2010, Moscow -- Sukhoi Company has completed factory flight tests for the first serial multi-role double seater Su-30M2 fighter jet. The tests occurred at the flight test station of the Komsomolsk-on-Amur aircraft production association named after Yuri Gagarin (KnAAPO).

At the present time the Su-30M2 is getting ready for the certification test.

The state contract for four Su-30M2 aircraft was signed with the Russian Ministry of Defense at the international aerospace show MAKS-2009. During the air show, the Ministry of Defense also signed contracts for 48 Su-35S multi-function super-maneuverable fighters and 12 upgraded Su-27SM fighter jets.

The Su-30M2 is a long-range strike aircraft based on the Su-30 fighter design optimized for precision strikes on ground and naval targets.

Sukhoi Company

AL AS Borong 124 Jet Tempur Senilai 5,3 Milyar Dolar


EA-18G Growler mendarat pertama kalinya di Naval Air Station Whidbey Island, 9 April 2007. Growler dikembangkan menggantikan armada EA-6B Prowler.(Foto: USN/Mass Communication Specialist 1st Class Bruce McVic)

02 Oktober 2010 -- Angkatan Laut Amerika Serikat membeli 124 jet tempur dari perusahaan dirgantara raksasa Boeing, bagian dari kontrak senilai 5,3 milyar dolar, diumumkan Boeing dan Naval Air Systems Command (NASC).

Boeing akan mengirimkan 66 F/A-18E/F Super Hornets dan 58 EA-18 Growlers dari 2012 hingga 2015, diumumkan Boeing, Selasa (28/9).

AL AS akan memiliki 515 Super Hornet dan 114 Growler hingga akhir tahun fiskal 2013, diumumkan AL AS.

F/A-18 ditempatkan di 11 kapal induk AL dan direncanakan dioperasikan hingga 2035, menurut NASC.

EA-18 Growlers, varian F/A-18 merupakan jet tempur serang elektronik dimana ditambahkan perangkat jamming terbaru. Dijadwalkan Growler pertama dijadwalkan dioperasikan akhir tahun ini, menurut Boeing.

Stripes
/Berita HanKam

Panglima TNI: Kedepan Tugas TNI Semakin Berat


0diggsdigg

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara juga akan meningkat. Hal itu tentunya akan membuat tugas TNI menjadi lebih berat.

Hal itu dituturkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang pagi ini baru saja menerima jabatan tersebut dari Jenderal Djoko Santoso, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (02/10/2010).

Dalam surat keputusan presiden No 51 TNI 2010, dijelaskan bahwa Jenderal Djoko Santoso diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Panglima TNI, dan mengangkat Laksamana TNI Agus Suhartono sebagai panglima yang baru.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko Santoso, mengakui bahwa apa yang ia telah kerjakan belumlah seluruhnya sempurna, dan masih meninggalkan banyak tugas. Oleh karena itu, menurutnya militansi prajurit dan alutsista yang memadai diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut.

"Militansi prajurit adalah keunggulan moral pantang menyerah, dan bersatu dengan rakyat, Saya berharap TNI mampu senantiasa menjaga kesatuan bangsa," ujarnya.

Selama ia menjabat, berharap kekuatan TNI dapat menjadi sesuatu yang ia sebut Trisula TNI, yaitu sebagai kekuatan yang militan dan profesional, sebagi kekuatan kultural dan sebagai kekuatan kesatuan bangsa.

Hal itu menurutnya adalah salah satu upaya dalam melakukan reformasi internal di tubuh TNI, sehingga dapat mempererat kesatuan TNI dan rakyat, serta mengatasi permasalahan rakyat.

Sumber: TRIBUN

Laksamana Agus Janji Lanjutkan Perjuangan Jenderal Djoko Santoso

Jakarta - Jenderal TNI Djoko Santoso resmi menyerahkan jabatan sebagai Panglima TNI kepada Laksamana Agus Suhartono. Agus pun berjanji untuk meneruskan apa yang telah dilakukan Djoko untuk mewujudkan militer yang tangguh dan profesional.

"Saya akan meneruskan apa yang dirinci oleh beliau, dan apa yang telah dibangun oleh beliau, sehingga visi TNI untuk membangun pertahanan yang tangguh dapat terwujud," ujar Agus usai upacara di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (2/10/2010).

Agus menjelaskan pembangunan kekuatan TNI akan dilakukan secara bertahap. TNI juga akan fokus pada daerah-daerah perbatasan dan pulau terluar.

"Itu fokus lima rahun ke depan," terang jenderal bintang empat ini.

Sedangkan dalam pemberantasan teroris, menurut Agus, tugas TNI sesuai undang-undang adalah menyiapkan pasukan antiteror TNI untuk diperbantukan pada Polri.

"Kapasitas kita adalah melatih pasukan khusus, kalau memang diperlukan, pasukan kita siap," tutup Agus.

Sertijab Panglima TNI ini dihadiri oleh jajaran pejabat TNI dan Polri, sejumlah perwakilan negara sahabat dan para pejabat negara.



detik

TNI Siapkan Tiga Detasemen Khusus Atasi Teror


0diggsdigg

Semarang (ANTARA News) - Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan tiga detasemen khusus untuk mengatasi aksi teror serta ancaman yang dilakukan oleh pihak tertentu dan dapat menimbulkan keresahan masyarakat Indonesia.

"Tiga detasemen khusus tersebut adalah Detasemen Bravo 90 TNI Angkatan Udara, Detasemen 81 Penanggulangan Teror TNI Angkatan Darat, dan Detasemen Jala Mengkara TNI Angkatan Laut," kata Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro, di Semarang, Jumat malam.

Ia mengatakan, ketiga detasemen khusus tersebut selalu berlatih bersama baik dengan prajurit negara tetangga atau sejumlah negara yang lebih maju dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan serta kemampuan yang dimiliki.

"Hasil latihan bersama yang telah dilakukan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan dan kemampuan yang dimiliki TNI cukup baik dibandingkan dengan beberapa negara lain," ujarnya.

Menurut dia, ada empat penanganan teror yaitu pencegahan kegiatan-kegiatan teror, melindungi aset-aset penting milik negara, eksekusi pelaku teror yang saat dilakukan oleh Polri, dan deradikalisasi.

Dalam proses deradikalisasi, kata dia, pihaknya akan mengikutsertakan tokoh-tokoh agama dan masyarakat dalam memberikan kesadaran kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menumbuhkembangkan persatuan dan kesatuan serta kesadaran bela negara.

Mengenai upaya yang dilakukan Polri menggandeng TNI dalam penanganan terorisme di Indonesia, ia mengatakan bahwa aturan yang ada terkait dengan hal tersebut sudah cukup jelas.

"Aturan itu diantaranya adalah harus ada permintaan dari Polri kepada TNI yang hingga saat ini belum dilakukan kecuali koordinasi di bidang intelijen dengan berbagai pihak terkait," katanya.

Terkait dengan terjadinya pertikaian dan kerusuhan di berbagai daerah di Indonesia, Purnomo tidak bersedia mengungkap secara transparan penyebabnya karena menyangkut permasalahan intelijen.

"Kami akan berupaya mencegah dan menangani hal tersebut semaksimal mungkin serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar situasi menjadi aman terkendali," ujar Purnomo Yusgiantoro.

Sumber: ANTARA

BERITA POLULER