Pages

Thursday, October 8, 2026

POLEMIK JET TEMPUR GADO GADO, PILIH MANA GADO GADO ATAU TIDAK BISA TERBANG SAMA SEKALI SAAT DI EMBARGO

F16 TNI AU

 Ahir - ahir ini banyak pengamat alutsista memperhatikan pengadaan jet tempur RI ( TNI AU ) gado gado ada dari AS,Rusia, Ingris, Korea Selatan, Prancis , Bahkan menyusul Turki, Itali dan Cina.

Banyak Yang Bilang :

1. Akan menambah keragaman struktur dukungan penerbangan Indonesia. Kondisi tersebut berarti TNI AU harus menangani dokumentasi teknis, peralatan khusus, serta pelatihan personel yang berbeda dari armada yang sudah digunakan.

2. Akan Menambah beban pemeliharaan Jet tempur tesebut

3. Beragamnya Rantai Pasok suku cadang akan membuat pengadaan suku cadang jadi lambat dan memakan biaya yang lebih tinggi.

4.Standar Pelatihan yang Beragam: Penerbang dan teknisi harus menguasai doktrin, avionik, dan sistem kendali yang berbeda untuk tiap tipe pesawat

Sukhoi TNI AU

terlepas dari itu semua Pengadaan jet tempur "gado-gado" atau campuran dari berbagai negara dan blok (seperti Rafale dari Prancis, F-16 dari AS, Su-27/30 dari Rusia, KF-21/KAAN dari Korea Selatan/Turki, hingga minat pada JF-17 Pakistan-China) dan itali memberikan beberapa manfaat strategis bagi Indonesia

Manfaat Utama 

• Menghindari Ketergantungan pada Satu Negara: Indonesia tidak mudah lumpuh jika suatu negara pemasok memberlakukan embargo militer, sanksi politik, atau penolakan suku cadang.

• Bebas Hambatan Politik (Non-Blok): Fleksibilitas diplomasi memungkinkan Indonesia membeli alutsista dari blok Barat maupun Timur tanpa harus terjebak dalam kepentingan politik satu pihak.

• Daya Gentar (Deterrence) yang Kompleks: Musuh akan sulit memperhitungkan taktik dan sistem pertahanan udara Indonesia karena dihadapkan pada campuran teknologi tempur yang beragam.

Rafale TNI AU


Yah Pilih mana kalau kita pilih satu sumber dengan banyak ragam manfaat tapi ketika kita di embargo kita mati kutu maju kena mudur kena akibatnya pertahan kita lemah.  Alhasil Kita bisa di dikte dan di tekan oleh negara lain yang kuat .   yaa kita pilih Pertahan udara kita kuat walaupun dengan pengadaan gado gado..

Untuk pelatihan personel tentunya TNI AU lah yang tau kita percayakan kepada TNI AU kita , kita yakin TNI AU mampu mencetak penerbang unggul.

Beban Pemeliharaan tinggi ? ya jelas tinggal meminimalisir biaya anggaran dengan cara mengutamakan kebutuhan prioritas TNI AU.. dan itu TNI Aulah yang tau.

Mengenai beragam rantai pasok memang harus ada penerapan Supply Chain Management (SCM) yang ketat . dan kita yakin sudah di siapna oleh pihak TNI AU.

Terahir kita harus pilih jet tempur kita hidup untuk menggebug musuh di udara yang coba coba melanggar batas wilayah udara NKRI.... majulah indonesi...majulah TNI AU..Barakallahufik

sumber berbagai sumber

Indonesia DEfence


BERITA POLULER