Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Wednesday, December 14, 2011

PARLEMEN BELANDA MENOLAK PENJUALAN TANK KE INDONESIA



Egidius Patnistik | Kamis, 15 Desember 2011 | 08:16 WIB
Dibaca: 13759
|
Share:
modelbrouwersTank Leopard
DEN HAAG, KOMPAS.com — Hari Rabu (14/12), Parlemen Belanda menyetujui mosi penolakan rencana penjualan tank kepada Indonesia. Rencana penjualan sejumlah tank Leopard oleh Kementerian Pertahanan ditolak Parlemen Belanda karena Belanda tidak ingin terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Demikian laparan Radio Nederland, kemarin.

Mayoritas anggota parlemen menyetujui mosi yang diajukan Partai Kiri Hijau (GroenLinks). Hanya partai CDA (Kristen Demokrat) dan VVD (Liberal Konservatif) yang menentang penolakan ini. Pengaju mosi, Arjan El Fassed, mengatakan, track record Indonesia berperan kuat dalam pengambilan keputusan ini.

"Keputusan penolakan berkaitan erat dengan track record Indonesia. Kita tahu mereka telah memorakporandakan Aceh, Timor Timur. Baru-baru ini juga terjadi kerusuhan di Papua," ujar El Fassed.

Menurut anggota parlemen dari GroenLinks ini, penjualan tank kepada Indonesia berisiko besar terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Tank kemungkinan besar bisa dipergunakan untuk menghabisi para demonstran.

"Kami di Eropa sudah menyepakati kriteria penjualan senjata dan alat-alat perang. Menjaga HAM adalah salah satu kriteria. Kami tidak ingin berpartisipasi jika kami merasa bahwa ada kemungkinan penyimpangan hak asasi manusia. Melihat situasi Indonesia saat ini, bagaimana mereka melecehkan hak asasi manusia, menurut kami sangatlah tidak bijaksana untuk menjual tank kepada Indonesia."

Akhir November lalu, Menteri Pertahanan Belanda Hans Hillen mengatakan kepada parlemen, Pemerintah Indonesia berminat membeli sejumlah tank Leopard Belanda. Kementerian Pertahanan Belanda berniat menjual 60 tank Leopard lamanya kepada Indonesia sebagai bagian dari langkah penghematan drastis.

Menurut parlemen, penjualan alat utama sistem persenjataan (alusista), dalam hal ini tank, harus memenuhi kriteria internasional: penghormatan hak asasi manusia, patuhnya negara calon pembeli pada kewajiban internasional, serta pada kondusifnya situasi politik dan kondisi keamanan negara.

Pengamat militer Indonesia, Dr Salim Said, menyatakan sangat terkejut dengan keputusan yang dikeluarkan Parlemen Belanda. Dia menyatakan baru mengetahui minggu ini rencana TNI membeli tank buatan Jerman itu dari Pemerintah Belanda.

"Saya pikir tidak ada masalah. Tetapi, ketika saya dengar Tweede Kamer (parlemen) Belanda menolak, nah ini berita yang mengejutkan. Lebih lagi, saya merasa hubungan kedua negara baik-baik saja. Menurut saya, selama ini tentara Indonesia sudah bereformasi. Para pemimpinnya juga sudah generasi muda. Ini, kan, sudah lebih dari sepuluh tahun," kata Salim Said kepada Radio Nederland.

Penolakan, menurut Salim Said, bisa berakibat kurang sedap bagi hubungan kedua negara. Apalagi, menurut dia, beberapa waktu lalu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sampai harus membatalkan kunjungannya ke Belanda.

"Pasti akan berdampak. Apalagi di tengah situasi Papua yang lagi menghangat. Banyak kecurigaan di Indonesia bahwa ada elemen-elemen Belanda yang masih bermain di Papua sana yang mempersulit Indonesia dan pembatalan kunjungan SBY kemarin. Saya tidak terlalu tahu seberapa jauh dampak itu. Mudah-mudahan tidak terlalu jauh."

Lebih jauh, Salim Said mengomentari penolakan parlemen atas dasar situasi politik dan keamanan Indonesia yang tidak kondusif sebagai "hal yang ajaib". "Indonesia aman-aman saja," ujarnya.

Ekor Papua

Salim Said tidak setuju jika alasan pelanggaran HAM di Indonesia menjadi alasan penolakan penjualan tank. Itu masa lalu. Kalaupun sekarang ada, tidak lagi seserius masa lalu karena tentara sudah tidak terlibat.

"Bahwa ada pergolakan, ada demonstrasi tiap hari di berbagai kota, itu, kan, ciri khas dari sebuah demokrasi. Di Belanda pun sering terjadi begitu. Lagian, semua urusan demonstrasi adalah urusan kepolisian. Militer sudah menarik diri dari semua urusan keamanan dalam negeri dan dari campur tangan politik."

Menurut dia, ada kemungkinan informasi yang didapatkan Pemerintah Belanda tidak akurat. Memang benar saat ini terjadi pergolakan di Papua, tetapi ini seharusnya dilihat sebagai campur tangan Belanda.

"Sejak KMB (Konferensi Meja Bundar), Belanda selalu campur tangan terhadap integrasi Papua ke Indonesia. Ekornya sampai sekarang."

Sebanyak 60 tank ingin dibeli Indonesia dari Belanda. Perlukah sebanyak itu? Ya, menurut Salim. "TNI lemah sekali persenjataannya. Lama sekali tidak dilakukan pembelian. Ini tujuannya untuk upgrade, pembaruan. Kita tidak agresif, kita menjaga negeri kita. Demikian Salim Said kepada Radio Nederland.

KOMPAS

12 komentar:

Anonymous said...

belanda bilang menjungjung tinggi HAM, tengok aja pembantaian massal waktu menjajah Indonesia? mau nutupi bangkai...tetep aja bau. bravo Indonesia!!!!!!!

Anonymous said...

"Saya pikir tidak ada masalah. Tetapi, ketika saya dengar Tweede Kamer (parlemen) Belanda menolak, nah ini berita yang mengejutkan. Lebih lagi, saya merasa hubungan kedua negara baik-baik saja. Menurut saya, selama ini tentara Indonesia sudah bereformasi. Para pemimpinnya juga sudah generasi muda. Ini, kan, sudah lebih dari sepuluh tahun," kata Salim Said kepada Radio Nederland."

Saya kira tidak usah kita bersedih n menggauntungkan pemekaran alutsista kita kepada negara yang pernah menginjak-injak harkat dan martabat kita...n sekarang berkoar-koar sok memperhatikan HAM.... GO TO HELL with your tank. Sudah saat nya Para petinggi ABRI dan Pemerintah berpaling ke China.... RUsia... Dan negar lainnya... LEBIH BAGUS LAGI...BERDAYAKAN SEMUA SUMBER DAYA yang ADA DI NEGARA KITA, KITA SEBENARNYA BISA MEMBUAT RANPUR MACAM TANK ITU... TIDAK USAH KITA MENGEMIS SAMA BELANDA...LAGIAN TANK SUDAH KARATAN NGAPAIN KITA HARUS NANGISSSS.... AYOOOOO MAJULAH INDONESIA KU...KITA PASTI BISAAAAAA.....!!!!

doni said...

Jangan beli senjata dari Amerika dan antek anteknya ( Eropa Barat) mendingan beli T90 dari Rusia yang tidak akan mengaikatkan pembelian dengan mau diapakan senjata tersebut. Belajarlah dari sejarah embargo senjata Amerika terhadap TNI dan jangan mempercayai Amerika dan antek anteknya. Mereka tidak suka melihat Indonesia kuat.

abe said...

Mudah mudahan ga di kasih ma belanda biar indonesia bisa mandiri dalam alutsista.padahal buat apa beli banyak2 beli dikit aja langsung bedah dan biar Pindad ma industry lainnya beljar dalemanya,gimana bisa maju ni negara pengen enaknya aja ga mau belajar

Anonymous said...

lalu bagaimana dengan penjajahn kompeni, pembantaian di sulawesi oleh KNIL Belanda, penghancuran kesultanan banjarmasin, palembang dan makasar, enak betul bilang HAM!

Parlemen Belanda harus belajar dari sejarahny sendiri, bagaimana dengan kasus pelanggaran HAM mereka selama Operasi GAGAK, mau kemana muka belanda.

Ronald said...

jangan berurusan lah sm si penjajah ini yg jelas2 membantai rakyat indonesia di karawang. emang selain belanda ga ada lagi yg jual tank. ntar di embargo baru nyaho deh.!!!

Anonymous said...

pola pikir parlemen Belanda ,elihat indonesia masih pake sudut pandang 1990-an ke bawah, g tau TNI sudah bereformasi.

sudahlah, ga usah beli ke belanda, g ada gunanya sebab sampai hari ini mereka masih menganggap kita sebagai bagaian dari Nederland Indie, lebih baik cari yang lain saja.

Anonymous said...

Terbukti Belanda tidak punya itikad baik kepada Indonesia..mereka bisa jadi di belakang masalah Papua dan juga di balik pergolakan di Ambon baru-baru ini..Ini momen industri pertahanan dalam negeri..segera berbenah, tingkatkan kemampuan untuk kemandirian bangsa.

khetep said...

KITA BUAT TANK SENDIRI....BIAR DUNIA TAHU...KITA BISA..ATAU BELI TANK DARI NEGARA IRAN, KORUT, RUSIA, CHINA

wirabhumi said...

sudah basi yg kayak gituan meneeerrrrr.... indonesia bisa maju dan sukses tnpa mesti bertele2 menyembah2 kpd negara2 barat macam belanda... we are more be better withaut you..!!

wirabhumi said...

we'll be better without you, holland..!! maju terus kekuatan militer indonesia jgn pedulikan negara2 yg suka mendikte kita dgn alasan HAMlah..inilah..itulah..bla..bla..bla... we can be best in south asia area...

Anonymous said...

INGAT 35O TAHUN TELAH MENJAJAH NEGERI KAMI. KAMU BELANDA TRLAH MERAMPOK, MEMBUNUH, MEMBANTAI RAKYAT INDONESIA. APA YANG TELAH KAMU (BELANDA) KEPADA INDONESIA HANYALAH KEHANCURAN TOTAL.
TAPI MENGAPA SAMPAI SAAT INI KMU BELANDA TIDAK TAHU MALU APALAGI MINTA MAAF KEPADA INDONESIA ATAS APA YANG TELAH KAMU PERBUAT PADA JAMAN DULU WAKTU MENJAJAH KAMI...ANJING KAMU, ANJING KAMU,,,,,,

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK