Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Thursday, March 24, 2011

Satelit Telkom-3 dukung Sistem Pertahanan & Keamanan Indonesia


JAKARTA - Satelit Telkom-3 senilai total sekitar 200 juta dollar AS sedang disiapkan di pabrik satelit ISS-Reshetnev, Rusia. Selain untuk keperluan komersial, satelit ini juga dimaksudkan meningkatkan kapasitas dan kualitas infrastruktur ICT, serta mendukung sistem pertahanan dan keamanan (militer) Indonesia.

”Telkom-3 akan memperkuat jaringan kami untuk mengatasi kebutuhan saluran yang belum terjangkau jaringan teresterial serat optik,” kata Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication Telkom pada sharing session Satelit Telkom 3 dengan para pengguna layanan Satelit Telkom di Jakarta, Kamis (24/3).

Satelit yang akan diluncurkan dengan roket Proton M-breeze itu menggunakan subsistem komunikasi buatan Thales Aleniaspace Perancis. Menurut rencana, Telkom-3 akan diluncurkan akhir tahun 2011. Adapun kapasitasnya setara 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz standar C-band, 8 transponder @54 MHz ext C-band, dan 4 transponder @36 MHz + 6 transponder @54 MHz Ku-Band. Cakupan geografis untuk standar C-band Indonesia dan ASEAN, ext C-band Indonesia dan Malaysia, sedangkan Ku-Band Indonesia.

Sekitar 40-45 persen kapasitasnya (sekitar 20 transponder) akan dikomersialkan, sedangkan sisanya menambah kapasitas seluruh layanan Grup Telkom. Sebelumnya, Telkom mengoperasikan Telkom-2 yang diluncurkan 12 November 2005 dengan roket Ariane-5 milik perusahaan Ariane Space di Kouroue, Guyana, Perancis.

Kerjasama Dengan Lapan

PT Telkom awal tahun 2010 lalu menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) lewat penandatangan nota kesepahaman di bidang pengembangan dan pemanfaatan teknologi satelit dengan menyertakan personilnya ke Rusia.

Personil Lapan yang dikirim ini dimaksudkan untuk mengikuti program pemanfaatan telemetry tracking and command (TT&C) untuk operasi pengendalian dan pemanfaatan Telkom-3.

Telkom bersama Retshesnev, sejak 2008 membangun satelit Telkom-3 dengan investasi 200 juta dolar AS. Keputusan Telkom mengikutsertakan LAPAN dan program internship Satelit Telkom-3, selain merupakan kontribusi Telkom dalam meningkatkan kemampuan nasional khususnya di bidang penguasaan teknologi satelit dan luar angkasa, sekaligus memberikan manfaat bagi pertahanan nasional.

Sumber : KOMPAS

Panglima TNI tutup Konferensi Regional PBB ke-3

 
tnI_pbb_3rdJakarta, Seruu.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., secara resmi menutup Lokakarya Konferensi Regional PBB Ke-3 (The 3rd UN Regional Conference Workshop), di Hotel Sultan Jakarta, Rabu (23/3).  Konferensi yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini akan mengarah pada suatu kerja sama diantara negara-negara pengirim pasukan (TCC/Troops Cotributing Countries) dan negara-negara donor, mengingat landasan kerjasamanya telah terbentuk sebagai hasil dari kolaborasi dan teamwork yang dilakukan oleh para peserta dan pembicara dalam kelompok kerja.
Dalam amanat tertulisnya Panglima TNI menyatakan bahwa dewasa ini bentuk ancaman telah bergeser dari ancaman militer menjadi ancaman non militer. Paradigma perang juga telah bergeser dari bentuk perang  konvesional menjadi perang tersendiri yang unik, yakni perang dalam segala aspek kehidupan.  Hal ini ditandai oleh timbulnya konflik bersenjata di antara anak bangsa seperti yang terjadi di berbagai tempat di dunia. Sejalan dengan perubahan paradigma dalam merespon tantangan dan ancaman, utamanya berkaitan dengan Operasi Militer selain Perang (OMSP), maka lokakarya konferensi semacam ini dilaksanakan sebagai sarana untuk menemukan solusi paling tepat bagi negara-negara cinta damai untuk terus dapat memberikan andilnya terhadap perwujudan tatanan dan perdamaian dunia.
Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaran Konferensi Regional PBB ke 3 untuk wilayah Asia adalah atas pertimbangan kredibiltas serta peran dan partisipasi aktif Indonesia dalam misi pemelihara perdamaian PBB. Hingga saat ini Indonesia menempati peringkat 16 Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries), dengan jumlah personil sebanyak 1.692. Saat ini Indonesia terlibat aktif di 7 misi perdamaian PBB (UNPKO) yang tersebar di 6 negara yaitu Lebanon, Sudan, Congo, Leberia, Nepal dan Haiti. Selain itu, Indonesia memiliki kredibilitas dan image yang sangat baik dalam semua misi tersebut. Kontingen Garuda Indonesia juga diakui oleh pihak PBB sebagai pasukan perdamaian yang dapat diterima oleh banyak pihak dan senantiasa dekat di hati penduduk setempat. Prestasi-prestasi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi.
Selesai menutup lokakarya, di tempat yang sama Panglima TNI menerima kunjungan Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Australia Letnan Jenderal David Hurley dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi perdamaian (USG UNDPKO), Mr. Alain Le Roy. Pada acara tersebut, Panglima TNI didampingi oleh Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E., Ka PMPP TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC dan Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Y. Prayitno. [ir]

seruu

Panglima TNI terima Petinggi PBB New York


tni_pbbJakarta, Seruu.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan Mr. Alain Le Roy, Under Secretary General For United Nations Departement of Peace Keeping Operations (USG UN DPKO) atau Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Misi Perdamaian, didampingi oleh Letjen Sabacar Gaye Asisten Sekjen PBB untuk Urusan Militer (Assistant-Secretary General for Military Affairs) dan Letkol Chb Iroth Sonny Edhie (Asisten Penasehat Militer RI New York), di Hotel Sultan, Rabu (23/3/2011).
Kunjungan petinggi PBB ini bertujuan untuk bertukar pikiran dan mendapatkan masukan dari negara-negara utama penyumbang misi perdamaian PBB (Troop Contributing Countries) guna mendukung operasi misi perdamaian PBB di seluruh dunia.  Merupakan suatu kebanggan bagi Indonesia, karena tidak semua negara mendapatkan kunjungan kehormatan ini. Indonesia dipilih menjadi salah satu negara yang dikunjungi  Mr. Alain Le Roy karena dinilai memiliki peran signifikan dan prestasi menonjol di dalam mendukung operasi perdamaian PBB.
Hingga saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 20 negara terbanyak (top twenties) yang menyumbangkan pasukan dalam operasi misi perdamaian PBB. Indonesia sekarang berada pada peringkat 16 Negara Penyumbang Pasukan (Troops Contributing Countries), dengan jumlah personel sebanyak 1.692 orang. Saat ini Indonesia terlibat aktif di tujuh misi perdamaian PBB yang yang tersebar di enam negara yaitu Lebanon, Sudan, Congo, Liberia, Nepal dan paling terbaru, Haiti.  Selain itu, Indonesia memiliki kredibilitas dan image yang sangat baik dalam semua misi tersebut. Kontingen Garuda Indonesia juga diakui oleh pihak PBB sebagai pasukan perdamaian yang memiliki profesionalitas yang tinggi serta dekat di hati masyarakat setempat.
Menanggapi kunjungan tersebut, Panglima TNI menyambut baik dan berterimakasih atas dukungan USG UN DPKO selama ini terhadap TNI, khususnya terkait misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Lebih lanjut, Panglima TNI berharap agar USG UN DPKO dapat terus mendukung dan meningkatkan peran TNI dalam semua misi PBB, baik di negara-negara yang tengah dilanda konflik maupun di Markas Besar PBB New York, khususnya di UN DPKO.
Turut hadir mendampingi Panglima TNI saat menerima kunjungan tersebut antara lain, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E., Ka PMPP TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha KY, PSC dan Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Y. Prayitno.
Selain bertemu dengan Panglima TNI, kedatangan Mr. Alain Le Roy dalam rangka menghadiri Konferensi Regional Misi Perdamaian PBB di Hotel Sultan dan menjadi Key Note Speaker pada acara Jakarta International Defence Dialog (JIDD) di JHCC pada tanggal 25 Maret 2011 dengan topic pembicaraan International Strategies and Models for success in Counter Terrorism, Peacekeeping,  Humanitarian Relief dan Disaster Response.

seruu.com

Panglima TNI Terima Kunjungan Pejabat Militer Negara Sahabat


tni_sahabatJakarta, Seruu.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. menerima kunjungan kehormatan beberapa pejabat militer negara sahabat yang terdiri dari Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan (Chairman Joint of Staff Committee Pakistan Armed Forces)  General Khalid Shameem Wynne HI,  Panglima Angkatan Bersenjata Selandia Baru (New Zealand Chief of Defence Force) Major General Rhys Jones, Kepala Departemen Hubungan Internasional Italia (Deputy Chief of International Relation Department of Italian Armed Forces Headquarters) Rear Admiral Paolo Sandalli dan mantan Menteri Pertahanan Republik Korea (Former Minister of National Defence Republic of Korea) Mr. Kim Tae-Yung, di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3/2011).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangkaian acara Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) yang dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.  JIDD diprakarsai Kementrian Pertahanan yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Universitas Pertahanan (UNHAN) Indonesia, bertujuan  untuk mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan sekitarnya dalam rangka memperkuat harmonisasi,  strategi prioritas keamanan dan  dialog serta keterlibatan antara pasukan pertahanan bagi stabilitas masa depan wilayah Asia Pasifik.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat militer negara sahabat yang telah hadir dalam acara JIDD serta secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada Major General Rhys Jones yang baru  dilantik sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Selandia  Baru.   Pertemuan dengan beberapa pejabat militer negara sahabat tersebut membicarakan masalah hubungan kerjasama militer dengan Tentara Nasional  Indonesia yang selama ini sudah berjalan baik untuk lebih ditingkatkan, baik  dalam hal latihan bersama maupun program pendidikan.  Pada pertemuan tersebut mantan Menhan Korea Selatan menawarkan transfer teknologi dalam pengadaan Alutsista TNI khususnya pengadaan kapal baik matra darat, laut dan udara.
Turut serta mendampingi Panglima TNI dalam acara tersebut antara lain Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara W., S.E., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Hambali Hanafiah, dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. [ir]

seruu.com

Sejumlah Negara Asia Tertarik Membeli Alutsista Buatan Indonesia


JAKARTA - Sejumlah negara tetangga, seperti Papua Niugini, Filipina, dan Brunei, menjajaki kemungkinan pembelian persenjataan serta memperoleh kredit ekspor dari Pemerintah Republik Indonesia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang ditemui di Jakarta, Kamis (24/3), menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan banyak permintaan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan dari sejumlah negara tetangga dalam Jakarta International Defense Dialogue (JIDD).

”Timor Leste sudah mendapat kredit ekspor 40 juta dollar AS untuk pembelian dua kapal patroli cepat (fast patrol boat/FPB), ternyata sejumlah negara juga mempertanyakan kemungkinan mendapat fasilitas serupa,” ujar Purnomo.

FPB yang dibuat PT PAL Surabaya itu memiliki dimensi panjang dari 15 meter, 30 meter, 40 meter, hingga 60 meter.

Seusai pertemuan dengan delegasi Papua Niugini, negara tetangga tersebut ingin mengunjungi PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia. Mereka telah mengoperasikan sejumlah pesawat CASA-Nurtanio (CN) buatan Indonesia.

Pemerintah Filipina menyiapkan dana 100 juta dollar AS (sekitar Rp 900 miliar) untuk membeli tiga kapal landing platform dock (LPD) bagi angkatan lautnya. ”Kita sedang merundingkan spesifikasi LPD yang sesuai dengan anggaran yang dimiliki Filipina,” kata Purnomo.

Brunei Minati SS-2

Selain itu, lanjut Purnomo, pemerintah Brunei juga berminat untuk membeli senapan serbu varian dua (SS-V2) buatan PT Pindad. Menurut dia, Pemerintah Brunei baru menyadari Indonesia telah memproduksi senjata jenis tersebut, yang merupakan produk Indonesia yang berbasis dari senapan Fabrique Nationale Belgia. Militer Brunei juga mengoperasikan perahu karet untuk satuan taktis yang dibuat di Bogor, Jawa Barat.

Sumber : KOMPAS

Simulasi Anti Teror Gegana Polri


SURABAYA - Sejumlah anggota Detasemen Gegana Satbrimobda Jatim, siaga sebelum melakukan penumpasan teroris dan penjinakan bom di salah satu gerbong KA Komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo, di Stasiun KA Kota Gubeng Surabaya, Kamis (24/3). FOTO ANTARA/Eric Ireng/Koz/mes/11.







SASTIND China dan Kemhan Tandatangani MoU Kerjasama Industri Pertahanan




JAKARTA - Kementerian Pertahanan RI dan State Administration for Science, Techonology and Industry for National Defence (SASTIND) sepakat meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan kedua negara. Hal tersebut dituangkan dalam naskah perjanjian (MoU) yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Kepala SASTIND, Chen Qiufa, pada Selasa (22/3) di Jakarta.

Kepada pers Sjafrie menjelaskan, SASTIND sepakat melakukan transfer teknologi dan produksi bersama peralatan militer dengan pabrik persenjataan yang ada di China. Ini merupakan salah satu butir dari nota kesepahaman tersebut. “SASTIND merupakan regulator peralatan-peralatan militer yang mau diekspor keluar. Dia yang mengatakan ya atau tidaknya peralatan boleh diekspor keluar negeri. Dia yang membawahi pabrik-pabrik yang memproduksi peralatan militer,”paparnya.

Menyinggung mengenai kerja sama pembuatan rudal dengan China, Sjafrie mengatakan Kemhan akan melakukan secara bertahap melalui transfer teknologi dan produksi bersama sampai nantinya Indonesia bisa mencapai kemandirian.

Wakil Menteri Pertahanan juga mengatakan, pembelian alutsista dari China, termasuk rudal anti kapal, akan diikuti dengan tahapan transfer teknologi serta proses produksi bersama. Peluru kendali ini dipakai untuk perlengkapan persenjataan kapal perang TNI Angkatan Laut. “Di samping kita beli, kita juga harus mengantisipasi dengan joint production,” tegasnya.

Sedangkan untuk teknis pelaksanaan kerja sama, menurut Sjafrie, akan dibahas oleh pejabat setingkat direktur jenderal, baik untuk pembelian serta proses transfer teknologi serta produksi bersama. “Untuk pembelian, nantinya akan diurus oleh Badan Sarana Pertahanan dan transfer teknologinya oleh Dirjen Potensi Pertahanan,”jelasnya.

Selain menandatangani naskah perjanjinan di bidang industri pertahanan, kedua pihak juga melakukan dialog atau kosultansi untuk mempercepat hubungan antar kedua negara khususnya pertahanan secara luas demi mencipatakan rasa saling percaya dan stabilitas kawasan yang lebih baik.

Sumber : DMC

Presiden RI Meyakini Dalam JIDD Akan Terjadi Diskusi Yang Produktif


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) dan PM Timor Leste Xanana Gusmao (kanan) menyalami Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Pangeran Mohamed Bolkiah (kiri) seusai meresmikan pembukaan Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) Tahun 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (23/3). JIDD Tahun ini mengambil tema "Strengthening Security and Stability" yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Negara dan akan berlangsung hingga 25 Maret. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/Spt/11)

24 Maret 2011, Jakarta -- (DMC): Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (23/3), didampingi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro membuka Jakarta International Defence Dialogue di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, yang berlangsung 23-25 Maret 2011. Saat membuka JIDD, Presiden RI mengatakan bahwa dengan daftar pembicara JIDD yang telah disiapkan, Presiden yakin akan terjadi diskusi yang produktif dalam JIDD ini.

Dalam pembukaannya, Presiden mengatakan, saat ini di dunia tengah terjadi banyak hal seperti konflik di Libya, bencana nuklir di Jepang , demonstrasi di jalanan negara Arab, pengungsi dari negara-negara yang sedang berkonflik yang semua tragedi ini berimplikasi terhadap situasi keamanan.

Dikatakan oleh Presiden, keamanan Internasional menjadi lebih saling terkait antar negara di dunia dan bukannya menjadi lebih mudah, melainkan lebih rumit. Presiden juga menganggap aksi-aksi terorisme semakin gigih, dan kapasitas kelompok teroris juga meningkat dan memberikan tantangan baru dalam penanganannya seperti paket bom yang sedang terjadi di Indonesia.

Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, jelas Presiden, saat ini sedang mencari keseimbangan baru yang dapat memastikan stabilitas keamanan yang lebih baik. Setiap komponen bangsa turut berperan dalam perubahan pandangan strategis yang memaksa kita untuk berfikir secara berbeda. Dirinya mencontohkan, seperti sekelompok kecil orang yang mengelola wikileaks dengan agendanya dapat menjadi masalah bagi pemerintah di berbagai negara dengan membawa implikasi politis dan keamanan.

Sementara itu, Menhan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan pembukanya mengatakan, JIDD diharapkan menjadi wadah bagi para ahli dan yang berkecimpung langsung di bidang keamanan dan pertahanan untuk saling berbagi pandangan dan saling bertukar pengetahuan serta pendapat dengan bebas sehingga tercipta dialog yang sehat. JIDD ini juga diharapkan dapat memperkaya dan melengkapi forum-forum serupa yang telah ada. Menhan sangat bangga karena total sekitar 300 peserta dialog berasal dari 34 negara. Meningkatnya keinginan dari komunitas internasional bekerjasama dalam hal strategi dan keamanan.

Di dalam JIDD ini, lanjut Menhan, diharapkan para ahli dibidang keamanan dan pertahanan dapat mengemukakan pemikiran-pemikirannya sehingga menjadi pelajaran bagi peserta dialog yang lebih muda. Menurut Menhan, even besar semacam JIDD ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang mengembangkan kerjasama bilateral antar negara maupun antara peserta JIDD.

JIDD yang bertemakan memperkuat keamanan dan stabilitas ini diselenggarakan memperingati Dies Natalis Universitas Pertahanan Indonesia yang ke-2 yang dihadiri pula Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Anggota DPR RI, Panglima TNI, Kapolri, Walikota Jakarta, serta pejabat Asean. JIDD ini juga diikuti oleh 34 negara partisipan, wakil-wakil dari generasi muda seperti Taruna Akademi Militer, perwakilan mahasiswa dari perbagai perguruan tinggi negeri dan swasta serta Sekolah-Sekolah Tinggi Negeri lainnya.

Menjadi pembicara dalam JIDD yang berlangsung selama tiga hari ini antara lain; Pangeran Ahmed Bolkiah dari Brunei, Menteri Strategi Keamanan Internasional dari Inggris Gerald Howard MP, Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean, dan Wakil Sekjen Operasional PBB Alain Le Roy.

Sumber: DMC

Waspada class Siap Dibawa ke Indonesia


24 Maret 2011

KDB Pejuang, satu dari dua kapal tipe FAC-M yang akan dialihkan ke Indonesia (photo : MyBeautifulSabah)

Cawak Eks Waspada Class Brunei Diberangkatkan

Sebanyak 100 orang calon awak kapal (cawak) tipe “Waspada Class” Brunei dan tim Basic Maintenance Training (BMT) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) diberangkatkan dari lapangan terbang Halim Perdana Kusuma menggunakan pesawat Hercules A.1319 milik TNI Angkatan Udara menuju Brunei Darussalam.

Sebelum diberangkatkan para cawak tersebut telah medapat pembekalan yang dilaksanakan Komando Latihan Koarmabar (Kolatarmabar) selama tiga minggu dengan materi terkait data teknis, pengoperasian kapal dan perencanaan navigasi penyeberangan serta keselamatan personel dan material.

Awak kapal diberangkatkan ke Brunei (photo : Armabar)

Para cawak tersebut nantinya akan mengawaki dua kapal tipe Eks “Waspada Class” yang masing-masing bernama KRI Salawaku – 642 dengan Komandan Mayor Laut (P) Komaruddin dan KRI Badau – 643 dengan Komandan Mayor Laut (P) Alferd Daniel Matthewd.

Pameran Peralatan Pertahanan di Jakarta Convention Cente

23 Maret 2011, Jakarta -- (ANTARA News): Seorang pengunjung melintas di depan stan milik Polri pada pameran peralatan pertahanan di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3). Pameran yang berlangsung 23-25 Maret 2011 tersebut menampilkan produk alutsista dalam negeri. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Sejumlah pengunjung mengamati peralatan keamanan dan persenjataan di salah satu stan. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Seorang pengunjung mengamati senapan serbu produksi PT Pindad. (Foto: ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/ama/11)

Sumber: ANTARA News

Wednesday, March 23, 2011

Obama Berjuang Cegah Serangan Balik Soal Libya



Rabu, 23 Maret 2011 21:13 WIB | 981 Views

Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjuang membendung pukulan politik atas peran tentara Amerika Serikat di Libya dan menghadapi pertanyaan tajam atas cara negara adidaya itu menyaring dirinya dari perang lain.

Obama kembali ke Washington dari Amerika Latin beberapa jam lebih awal dari yang direncanakan pada Rabu, memerlukan peredaan kecaman, yang meningkat selama ketidakhadirannya, karena lawatan lima hari ke luar negeri, dimulai pada hari peluru kendali Amerika Serikat dikirim ke Libya, demikian Reuters melaporkan.

Banyak dari sesama Demokrat-nya dan beberapa dari Republiken mengeluh tidak secara memadai diajak berembuk sebelum serangan pimpinan Amerika Serikat terhadap pasukan Muammar Gaddafi itu dimulai dan mempertanyakan dasar hukum kemelut tersebut.

Anggota parlemen itu menuntut jawaban tentang tujuan sebenarnya gerakan tersebut, waktu diperlukan dan biayanya, serta kepentingan utama keamanan negara adidaya itu.

"Terserah mereka mau sebut apa ini. Kita berperang, sementara masih bergerak di dua medan lain, yang membutuhkan sumber daya hakiki untuk jangka waktu lama," kata wakil rakyat John Larson, ketua kaukus Demokrat di DPR, dalam tanggapannya di CNN.com.

"Seluruh Kongres seharusnya lebih mendapat penjelasan dan terlibat dalam keputusan itu," katanya.

Masing-masing dari 161 peluru kendali jelajah ditembakkan ke Libya pada Selasa malam berharga satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar sembilan miliar rupiah), mahal untuk dipakai saat pemotongan anggaran sedang dirundingkan di Washington dan Obama mencoba meredakan perang panjang dan mahal di Irak dan Afghanistan.

"Ini akan menjadi bencana lain. Kita harus berhenti menghabiskan harta Amerika Serikat dalam petualangan tentara itu dan mulai mengurus hal di sini, di dalam negeri," kata anggota liberal Demokrat di DPR Dennis Kucinich kepadda Fox News.

Obama membela gerakan itu pada temu wartawan di San Salvador.

"Amerika Serikat, dengan kemampuan khas kami, harus menanggapi peristiwa di seluruh dunia sebagai pemimpin dalam masyarakat dunia," katanya.

Kegemparan itu tampaknya membuat pemerintah lengah dan Obama di luar kedudukan untuk memberikan dalih tandingan.

Obama dan pembantunya berusaha meyakinkan rakyat Amerika Serikat bahwa peran negara itu akan terbatas dalam cakupan dan waktu, pasukan darat tak akan diturunkan, dan Amerika Serikat akan mengalihkan peran utama kepada sekutunya dalam hitungan hari.

Tapi, pengecamnya mempertanyakan apakah Amerika Serikat dapat benar-benar surut ke belakang seperti keinginan Obama, terutama jika pemimpin Libya Muammar Gaddafi tetap berkuasa.

Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya tidak menuntut ia pergi, dan sementara Obama mengatakan ia ingin Gaddafi digulingkan, itu bukan tujuan tindakan tentara tersebut.

"Presiden harus membuat beberapa jalan keluar untuk membawa kami keluar dari kekacauan ini," kata pensiunan Jenderal Barry McCaffrey kepada MSNBC, "Apa tujuan politiknya? Apa yang kita lakukan di sana? Apa akhir dari permainan itu?"

Rakyat Amerika akan mendukung selama peran Amerika Serikat jangka pendek, kata pakar strategi Demokrat Bud Jackson.

"Sekarang, kebanyakan orang Amerika melihat ini sebagai upaya terbatas dan terancang baik dengan harapan menyelamatkan nyawa. Jika ini berlarut-larut, saya pikir tingkat kecemasan rakyat akan naik," katanya. (B002/Z002/K004)


ANTARA

Sekjen PBB Kutuk Serangan Gaza


Rabu, 23 Maret 2011 10:03 WIB | 1185 Views
Sekjen PBB Ban Ki-moon. (FOTO ANTARA/AFP PHOTO)
Berita Terkait
 
PBB (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengutuk keras pembunuhan pada Selasa oleh militer Israel terhadap empat warga sipil Palestina, dua di antara mereka anak-anak, di Jalur Gaza.

Ban "sangat prihatin pada meningkatnya situasi di Gaza dan Israel selatan - dan dia mengulangi pernyataan serta kecamannya terhadap serangan roket oleh kelompok garis keras Palestina di Gaza, termasuk di daerah-daerah berpenduduk, terhadap sasaran-sasaran sipil di Israel selatan," kata Sekjen PBB dalam pernyataan.

"Dia menyerukan kepada semua untuk menghormati kewajiban mereka menurut hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia."

Sebelumnya, Selasa, delapan warga Palestina - di antara mereka empat gerilyawan - tewas dalam dua serangan Israel secara terpisah di bagian timur Kota Gaza.

Dalam salah satu serangan, empat korban sipil tewas ketika sebuah meriam Israel menghantam sebuah rumah keluarga di Shejaiya, kata petugas medis.

Lonjakan pertumpahan darah tersebut terjadi setelah beberapa hari kekerasan di lintas-perbatasan meningkat, yang kemudian memicu ketegangan antara Israel dan Hamas sebagai penguasa Gaza kembali, serta menimbulkan kekhawatiran terjadinya serangan besar-besaran militer Israel.
(H-AK/A023)


ANTARA

Enam Kapal Perang NATO Memulai Patroli di Libya

Kamis, 24 Maret 2011 05:11 WIB | 396 Views
ilustrasi(FOTO ANTARA/AFP PHOTO / MARINE NATIONALE)
Berita Terkait
 
Brussels (ANTARA News/AFP) - Enam kapal perang NATO yang didukung oleh sebuah pesawat Rabu mulai berpatroli di perairan internasional di lepas pantai Libya untuk melaksanakan embargo senjata PBB terhadap rezim Muamar Gaddafi.

"Kapal-kapal perang dan pesawat NATO telah memulai patroli dekat pantai Libya sebagai bagian dari Operation Unified Protector," kata NATO di laman Internetnya.

Kapal-kapal itu telah di berada perairan di lepas pantai Libya, sementara sebuah pesawat patroli dan jet-jet tempur menuju ke tempat itu "untuk melakukan pengamatan jarak jauh dan mencegat yang diduga penerbangan-penerbangan yang membawa senjata ke Libya," kata aliansi tersebut.

"Kapal-kapal itu akan tetap di perairan internasional dan tidak akan masuk ke perairan wilayah Libya," jelasnya.

Jendral aliansi itu Pierre St-Amand dari Kanada sebelumnya memberitahukan bahwa enam negara NATO telah menjanjikan 16 kapal untuk operasi itu, termasuk tiga kapal selam.

Sekutu NATO sepakat untuk melancarkan operasi itu Selasa malam.(*)

(Uu.S008/M014)


ANTARA

Pembuatan Rudal Dilakukan Bertahap


24 Maret 2011



Rudal anti kapal C-705 buatan China mempunyai jangkauan 75 km, namun dengan tambahan mesin pendorong kedua mampu melesatkan hingga mencapai 170 km (photo : ClubChina)
JAKARTA – Kerja sama pembuatan peluru kendali jenis C 705 dengan Republik Rakyat China akan dilakukan secara bertahap melalui transfer teknologi dan produksi bersama sampai nantinya Indonesia bisa mencapai kemandirian.
Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) dari China, termasuk peluru kendali jenis C 705, akan diikuti dengan tahapan transfer teknologi serta proses produksi bersama.Peluru kendali ini dipakai untuk perlengkapan persenjataan kapal perang TNI Angkatan Laut. “Di samping kita beli, kita juga harus mengantisipasi dengan joint production,” tegas Sjafrie yang ditemui di sela-sela Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Jakarta kemarin. Dengan tahapan tersebut, ujarnya, dalam kurun waktu tertentu Indonesia akan mampu memasuki posisi kemandirian dalam memproduksi alutsista jenis rudal.

“Dengan transfer of technology dan joint production, kita akan bisa memasuki kemandirian. Begitulah tahapannya,”jelasnya. Tahapan yang sama, jelas Sjafrie, juga dilakukan saat akan melakukan produksi panser Anoa oleh PT Pindad. “Seperti pada proses panser Pindad. Dulu kan kita tidak bisa membuat. Makanya, kita beli, didukung oleh tim litbang untuk pengembangannya dan akhirnya kita bisa membangun. Yang sekarang masih diimpor yakni gear box dan mesinnya saja,”paparnya. Sedangkan untuk teknis pelaksanaan kerja sama, menurut Sjafrie, akan dibahas oleh pejabat setingkat direktur jenderal, baik untuk pembelian serta proses transfer teknologi serta produksi bersama. “Untuk pembelian, nantinya akan diurus oleh Badan Sarana Pertahanan dan transfer teknologinya oleh Dirjen Potensi Pertahanan,”jelasnya.

Sjafrie melanjutkan, kesepakatan untuk melakukan transfer teknologi dan produksi bersama peralatan militer dengan pabrik persenjataan yang ada di China merupakan salah satu butir dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Badan Negara Urusan Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional Republik Rakyat China (SASTIND) di Jakarta pada Selasa (22/3). “SASTIND ini merupakan regulator peralatan-peralatan militer yang mau diekspor keluar. Dia yang mengatakan ya atau tidaknya peralatan diekspor keluar negeri. Dia yang membawahi pabrik-pabrik yang memproduksi peralatan militer,”paparnya.

Secara terpisah, peneliti alutsista PT Pindad Bandung, Wien Intarto, mengatakan, pembuatan peluru kendali memerlukan kerja sama antarindustri pertahanan. “Jadi, tidak bisa dilakukan oleh Pindad saja atau PT DI saja,”paparnya. Dia menambahkan, PT Pindad bisa disiapkan untuk memproduksi badan rudal, peluncur, mekanik, serta war head, sedangkan pengendali tetap harus diserahkan pada industri pertahanan lainnya.


(Seputar Indonesia)

TNI Kirim 2 Urban SAR ke Jepang

urban_sar
Jakarta, Seruu.com - Untuk membantu penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang, TNI mengirimkan 2 orang personelnya yang memiliki kualifikasi Urban SAR yang tergabung dalam SRC PB (Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana).
Kedua orang personel TNI tersebut tersebut adalah Letkol Inf Mohamad Shokir, Kesatuan Divisi 1/Kostrad, Kualifikasi Urban SAR sebagai Komandan Tim  dan Kapten Psk Sigit Sasongko, Kesatuan Yon-467 Paskhas, Kualifikasi Urban SAR.
SRC PB beranggotakan 15 personel dan telah berangkat ke Jepang pada tanggal 17 Maret 2011 untuk melaksanakan penugasan selama 14 hari dengan dukungan biaya dari BNPB, dengan tugas membantu mencari dan menyelamatkan WNI yang hilang akibat gempa bumi dan tsunami di Jepang.
Pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada Pemerintah Jepang berupa uang tunai sebesar US$ 2.000.000 dan selimut 10.000 lembar. Upacara pemberangkatan dilaksanakan di Kemenko Kesra dengan Irup Menko Kesra didampingi Menlu RI. [ir]

SERUU.COM

Indonesia Jual 2 Kapal Patroli ke Timor Leste


22 Maret 2011
Kapal patroli cepat 57m buatan PT. Pindad (photo : TNI AL)

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia menjual kapal patroli laut (fast patrol boat) ke Timor Leste. Kapal buatan PT PAL Indonesia ini panjangnya 30-40 meter. Timor Leste membeli dengan pertimbangan tidak perlu kapal besar dalam menjangkau teritorialnya.

"Mereka mau pesan dua kapal," kata Purnomo seusai jamuan santap siang Presiden Yudhoyono dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Negara, Selasa (22/3).
Purnomo mengatakan dalam pembelian kapal itu Timor Leste mengajukan kredit ekspor kepada Indonesia. Pemerintah Indonesia pun menyanggupi dan siap memberikan kredit ekspor lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia (LPEI). Dalam transaksi ini, Indonesia menjual kapal patroli per unitnya US$ 20 juta atau sekitar Rp 175 miliar.

Indonesia juga mendapat pesanan tiga kapal Landing Platform Dock, yang bisa didarati helikopter, dari Filipina. Kapal ini tidak hanya digunakan untuk pengangkutan pasukan tetapi juga untuk operasi penanggulangan bencana. Pembelian ini melalui fasilitas kredit penandatanganan pemerintah dengan pemerintah. "Tapi, sekarang belum," ujarnya.

Selain membeli kapal, Filipina juga akan membeli senjata dari PT Pindad. Brunei Darussalam juga memberi senjata dari PT Pindad.

Indonesia, kata Purnomo, juga menawarkan pesawat CN-235 kepada Filipina, Brunei, dan Vietnam. "Beberapa sudah kita kirimkan, Korea pun akan membeli CN-235," katanya.

Pemerintah juga menawarkan amunisi, senjata SS dan panser Anoa. "Malaysia telah memesan Anoa," katanya.

Pemerintah berharap industri pertahanan berjalan dengan baik. "Ini tahapnya masih incorporated untuk mendorong terus membaik. Jadi targetnya belumestablish," ujarnya.

Chinook RSAF Singgah di Lanud Supadio

23 Maret 2011, Kubu Raya -- (ANTARA News): Seorang anggota Brigade Anjing Satuan Polisi Militer TNI-AU bersiaga di sekitar helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF), yang singgah di Lanud Supadio, Kab. Kubu Raya, Kalbar, Selasa (22/3). Dua Helikopter Chinook berpenumpang 28 personil militer itu akan kembali ke negaranya setelah melaksanakan Latihan Bersama Penanggulangan Bencana Alam ARF DIREx di Manado, Sulawesi Utara. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/Spt/11)

Beberapa personil helikopter Chinook CH 47SD milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) mencek mesin heli ketika singgah di Lanud Supadio. (Foto: ANTARA/Jessica Wuysang/Koz/Spt/11)


SUMBER ANTARA

Kolinlamil Diperkuat Dua Kapal Perang Baru



23 Maret 2011, Jakarta -- (Pelita): Komando Lintas Laut Militer diperkuat dengan bertambahnya unsur kapal perang baru jenis Landing Platform Dock (LPD) produksi dalam negeri, yaitu KRI Banda Aceh-593.

Dengan bertambahnya kapal baru tersebut saat ini Kolinlamil telah diperkuat dua unsur kapal perang jenis LPD produksi dalam negeri yaitu KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593; kata Kadispen Kolinlamil Letkol Laut (Kh) Drs Agus Cahyono, Selasa (22/3).

Selama ini Kolinlamil mengoperasikan unsur kapal perang seperti Teluk Ratai-509 Teluk Manado-537, KRI Mentawai-959, dan KRI Tanjung Kambani-971.

Untuk membina kesiapan unsur-unsur kapal perang tersebut dalam pembinaan dilaksanakan oleh Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta dan Satlinlamil Surabaya.

Bertambahnya unsur kapal perang baru tersebut memperkuat tugas-tugas Kolinlamil dalam melaksanakan kegiatan operasi pergeseran pasukan, material, dan logistik dalam rangka mendukung tugas pengamanan pulau-pulau terluar dan daerah rawan konflik di seluruh wilayah Indonesia serta bantuan angkutan laut dalam rangka penanggulangan bencana.

Sumber: Harian Pelita

Sub Skimmer Ditampilkan di JIDD


JAKARTA - Pernah melihat sebuah kapal yang bisa bergerak di atas dan di bawah permukaan air? Jika belum, cobalah datang ke pameran Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Senayan, Jakarta Pusat pada 23-25 Maret ini. Kapal yang dibuat TNI AL tersebut dipajang di sana.

Acara dan pameran ini digelar oleh Kementerian Pertahanan bekerjasama dengan seluruh Kementerian Pertahanan dari beberapa negara undangan. Sejumlah produk militer Tanah Air pun dipajang. Mulai dari senjata buatan PINDAD, teknologi jaringan keamanan, hingga produk-produk hasil pengembangan TNI.

Nah, khusus produk pengembangan dari TNI AL, ada produk unggulan buatan dalam negeri bernama Sub Skimmer. Kapal kecil yang terinspirasi dari produk Inggris ini diklaim sebagai produk yang bisa berfungsi untuk operasi penyusupan.

"Kelebihannya bisa di gunakan di atas permukaan dan dibawah air. Ada engine untuk di atas dan motor transfer untuk di bawah air. Alat ini kita buat di Pondok Labu-Jakarta Selatan pusat litbang kita," ujar Letkol A Syahroni, salah seorang anggota Litbang TNI AL kepada detikcom, Rabu (23/3).

Menurut Syahroni, kapal ini didesain dengan peredam khusus agar tak terdeteksi musuh. Kecepatannya bisa mencapai 25 knot di atas permukaan air, sementara saat menyelam mampu melaju hingga 4 knot.

"produk ini aslinya kita copy dari Inggris, tapi buatan kita lebih stabil dari produk mereka. Dan sudah 3 kali kita ujicoba," sambungnya.

Sub Skimmer bisa digunakan untuk menampung 6 orang pasukan khusus. Di dalam kapal, ada juga peralatan penunjang seperti alat selam dan tabung oksigen. "Biaya pembuatan untuk satu produk berkisar mulai Rp 2,5-3 miliar," lanjutnya.

Jika sudah sempurna, produk ini rencananya akan dibuat seara masif. Dan tidak menutup kemungkinan negara lain yang tertarik akan kita ditawarkan. "Tapi sementara ini kita gunakan buat pasukan kita dulu," terangnya.

Sumber : DETIKNEWS.COM

TNI AU Ujicoba Radar Mobile 'Smart Hunter'


MADIUN - Tak hanya QW-3, Smart Hunter kini telah juga dimiliki Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhasau), pada kesempatan tersebut di uji coba di main appron Lanud Iswahjudi yang diperagakan oleh personel Paskhasau, Rabu (23/3).

Rudal QW-3 yang memiliki jarak tembak efektif 6000 meter tersebut kini dilengkapi dengan peralatan Smart Hunter, semacam radar mobile dengan jarak jangkau sejauh 20-30 kilo meter.

Dalam pengoperasianya alat buatan Cina tersebut dapat dioperasikan oleh lima personel Paskhasau dan dapat berpindah-pindah tempat.



Smart Hunter yang diperagakan yaitu digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi pesawat musuh, sehingga memudahkan bagi ”Gunner” untuk melakukan penembakan dengan menggunakan Rudal QW-3.

Dalam uji coba yang disaksikan oleh pejabat dari Mabesau, Makor Paskhasau, Lanud Iswahjudi dan Depohar 60 tersebut menggelar peralatan Smart Hunter untuk mengetahui efektifitas peralatan tersebut serta mengetahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk menggelar Smart Hunter tersebut. Selanjutnya uji coba penembakan/peluncuran Rudal QW-3 akan dilaksanakan di Pacitan pada Kamis (24/3) besok.

Sumber : DISPENAU

Jakarta International Defense Dialogue Dibuka


JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama PM Timor Leste Xanana Gusmao (kanan), Wakil PM dan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean (tengah) dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (belakang kanan) memasuki ruang pembukaan acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (23/3). JIDD Tahun ini mengambil tema "Strengthening Security and Stability" yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Negara dan akan berlangsung hingga 25 Maret. FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/Spt/11.






Indonesia - China Produksi Bersama Rudal C-802




JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan termasuk produksi bersama rudal.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI I Wayan Midhio di Jakarta Selasa (22/3) mengatakan, penjajakan produksi bersama rudal itu telah dilakukan kedua pihak.

Ditemui usai menghadiri penandatangan nota kesepahaman kerja sama teknis pertahanan RI-China ia mengatakan, Indonesia telah menggunakan rudal anti kapal C-802 buatan China itu untuk mempersenjatai beberapa kapal perangnya.

"Kedepan kita sepakat untuk memproduksi bersama rudal tersebut, yakni dengan menggandeng PT Pindad," ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan industri nasional pertahanan China, Chen Qiufa.

Nota kesepahaman itu mencakup lima poin yakni pengadaan alutsista tertentu yang disepakati kedua pihak dalam kerangka "G to G".

Kedua, alih tekonologi peralatan militer tertentu yang antara lain mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, up grade dan pelatihan.

Tiga poin lainnya adalah kerja sama produk peralatan militer tertentu, pengembangan bersama peralatan militer tertentu serta pemasaran bersama dalam dan di luar negara masing-masing, kata I Wayan Midhio.

Sumber : ANTARA

Tuesday, March 22, 2011

Belanda Sediakan 6 Jet Tempur F-16 ke Misi NATO Libya



"Kami telah memutuskan untuk menyumbang pada eksekusi Resolusi 1973 PBB," Perdana Menteri Mark Rutte menerangkan kepada wartawan di Den Haag setelah pertemuan khusus kabinet yang diminta untuk membicarakan keputusan NATO melaksanakan embargo senjata yang diperintahkan PBB terhadap Libya.

"Sumbangan kami akan terdiri atas enam F-16, satu pesawat tanker DC-10 dan satu kapal pemburu ranjau," kaatanya memerinci. "Sumbangan kami dimaksudkan untuk melaksanakan embargo senjata terhadap Libya."

Menteri Pertahanan Hans Hillen mengatakan pada konferensi pers itu bahwa sekitar 200 tentara Belanda akan mengambil bagian dalam misi tersebut.

Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen sebelumnya menyatakan organisasi yang beranggota 28 negara itu telah setuju bahwa pasukan mereka akan memantau, melaporkan dan jika perlu "menghalangi kapal yang diduga membawa senjata gelap atau tentara bayaran".

Blok itu juga sepakat untuk mendukung rencana operasional untuk membantu melaksanakan zona larangan terbang di atas Libya, setelah Turki menghentikan keberatannta, tapi masih harus memutuskan apakah akan mengaktifkannya.

"Jika demikian yang diputuskan oleh NATO, kami dapat memberikan bantuan untuk menerapkan zona larangan terbang," kata Rutte.

Hillen mengatakan sumbangan Belanda pada misi itu akan berlaku tiga bulan, tapi dapat diperpanjang dengan perjanjian NATO. Militer Belanda memiliki semuanya 87 jet tempur F-16.(*)

(Uu.S008/M016)


ANTARA

Pesawat Tempur Italia Lumpuhkan Radar Libya


Selasa, 22 Maret 2011 22:26 WIB | 1029 Views
Kapal penjelajah dengan misil kelas Ticonderoga USS Leyte Gulf ditarik di samping kapal induk USS Enterprise saat melaksanakan operasi terbang di Laut Merah. (FOTO ANTARA/REUTERS/US Navy/Mass Communication Specialist Seaman Jesse L. Gonzalez/Handout )
Roma (ANTARA News/KUNA-OANA) - Sejumlah pesawat Italia berhasil melumpuhkan sistem radar pemerintah Libya tanpa menembakkan satu pun peluru, demikian  Angkatan Udara Italia, Selasa.

Satu skuadron jet tempur Tornado berhasil menyelesaikan misi dalam mengganggu dan melumpuhkan jaringan radar pemerintah Tripoli.

Perdana Menteri Silvio Berlusconi menjelaskan bahwa pasukannya tidak akan menembak rakyat Libya.

Roma mendesak sekutunya dari Barat untuk memberi otoritas penuh Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk memimpin operasi.

Berlusconi telah menyatakan "rasa prihatinnya" atas kejadian menyedihkan di Libya dimana Italia terlibat dalam pemberlakuan kawasan larangan terbang di atas Libya yang sejalan dengan resolusi 1973 Perserikatan Bangsa-Bangsa.(*)

KR-BPY/M016

ANTARA

Pesawat Prancis Lakukan Pengintaian di Atas Libya

Rabu, 23 Maret 2011 01:38 WIB | 658 Views
ilustrasi(FOTO ANTARA/AFP PHOTO / ECPAD/ SEBASTIEN DUPONT)
Paris (ANTARA News/Xinhua-OANA) - Sejumlah jet tempur Tornado milik Prancis dari kapal induk Charles de Gaulle melaksanakan operasi pengintaian di atas wilayah udara Libya untuk pertama kalinya pada Selasa, kata militer Prancis.

Juru bicara staf umum Prancis, Thierry Burkhard mengatakan bahwa misi tersebut melibatkan dua jet tempur dan keduanya telah kembali ke kapal induk dengan selamat.

Media Prancis melaporkan bahwa satu dari pesawat tersebut dilengkapi dengan peralatan khusus yang dapat mengirimkan pencitraan pengintaian yang sedang terjadi sementara Tornado lainnya melakukan misi pengawalan.

Armada tempur Prancis yang terdiri atas Kapal Induk Charles de Gaulle, satu kapal selam serang dan empat kapal perang meninggalkan pangkalannya di Prancis selatan untuk bergabung dengan operasi militer melawan Libya.

Kapal induk tunggal milik Prancis dapat mengangkut lebih dari 20 pesawat tempur termasuk delapan Tornado.(*)
(Uu.KR-BPY/M016)


ANTARA

Prancis dan AS Sepakat Mengenai Peran NATO di Libya

Rabu, 23 Maret 2011 05:27 WIB | 471 Views
ilustrasi(FOTO ANTARA/REUTERS/US Navy/Mass Communication Specialist Seaman Jared M. King/Handout)
Berita Terkait
Paris (ANTARA News/AFP) - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan timpalannya dari Amerika Serikat, Barack Obama, Selasa sepakat mengenai bagaimana struktur komando NATO akan digunakan untuk mendukung koalisi di Libya, kata kantor Sarkozy.

Kepresidenan Prancis mengatakan dalam satu pernyataan bahwa kedua presiden itu telah berbicara melalui telpon untuk mendiskusikan situasi di Libya.

Keduanya "sepakat mengenai bagaimana struktur komando NATO akan digunakan untuk membantu koalisi" di Libya, kata pernyataan itu tanpa merinci.

"Kedua presiden itu mengatakan dengan kepuasan bahwa operasi yang dilakukan oleh koalisi telah membatasi jumlah korban pada penduduk sipil dan mengurangi kemampuan Kolonel (Muamar) Gaddafi untuk menggunakan pasukannya terhadap rakyatnya sendiri," kata pernyataan tersebut.

"Mereka setuju mengenai perlunya untuk mengejar upaya guna menjamin pelaksanan sepenuhnya resolusi 1970 dan 1973," kata pernyataan itu.

Sebelumnya Gedung Putih mengumumkan bahwa Obama, Sarkozy dan Perdana Menteri Inggris David Cameron telah sepakat bahwa NATO akan memainkan peran penting dalam struktur komando misi Libya.

Juru bicata Gedung Putih Ben Rhodes mengatakan mereka setuju bahwa "NATO akan memainkan perang penting dalam struktur komando ke depan".(*)


ANTARA

Pesawat F-15 AS Jatuh di Libya



F-15.

Berlin (ANTARA News) - Sebuah jet tempur Amerika Serikat F-15 jatuh di Libya, Senin malam, dan para awaknya melompat dengan menggunakan kursi lontar dengan seorang anggota ditemukan selamat dan seorang lagi sedang dicari, kata seorang juru bicara komando Afrika Amerika Serikat kepada AFP, Selasa.

"Kedua awak itu melompat," kata juru bicara itu, Karin Burzynski, dari markas besar komando itu di kota Stuttgart, Jerman bagian barat.

"Seorang awak ditemukan dan operasi untuk mencari seorang lainnya sedang dilakukan."

Pasukan Barat menggempur pangkalan-pangkalan pemimpin Libya Muammar Gaddafi untuk malam ketiga sesuai dengan satu resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengizinkan dilakukan tindakan yang diperlukan untuk menghentikan pasukan Gaddafi membunuh dan mencederai warga sipil ketika mereka memerangi pemberontakan itu.

(SYS/H-RN/B002)  


ANTARA








credit to : the telegraph

Ini beritanya :
A US F-15E Eagle fighter jet crashed in Libya during a third night of air strikes against Libyan forces. These exclusive first pictures from The Telegraph, show us what appears to be a crashed-and-burned F-15E.

First photos of US fighter jet crash in LibyaAccording to the spokesman there was no indication the F-15E Eagle had been brought down by hostile fire. Both crew members ejected safely after what was believed to be a mechanical failure.


The Independent
SUMBER foto :http://www.kaskus.us/showthread.php?p=391043048

Indonesia Sosialisasikan ASEAN di Rusia

3 Februari 1950
Rabu, 23 Maret 2011 06:38 WIB | 272 Views
London (ANTARA News) - Indonesia sebagai ketua dari anggota ASEAN memang belum begitu dikenal di kalangan umum Rusia, untuk itu Indonesia melakukan sosialisasi ASEAN dikalangan akademisi di Rusia dalam berbagai kegiatan.

Seiring dengan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini, KBRI Moskow menggandeng ASEAN Centre of Russia mengelar `Indonesia Day` di Universitas Hubungan Internasional paling maju di Moskow, MGIMO.

Penanggungjwab Pensosbud dan Pendidikan KBRI Moskow, M. Aji Surya dalam keterangannya yang diterima Antara London, Rabu mengatakan walaupun kemasannya adalah Indonesia Day, namun lebih mengedepankan soal-soal ASEAN.

Dalam acara Indonesian Day yang dibuka Dubes Hamid Awaludin diawali dengan diskusi `live on air` bersama Direktur ASEAN Centre of Russia di Moskow, Prof. Victor Sumky beserta Wakil Sekjen ASEAN, Dirjen ASEAN Kemlu dan Dubes Rusia di Jakarta dipandu RRI Pusat dan disiarkan secara nasional diikuti kalangan mahasiswa dan dosen di MGIMO.

"Saya bersama para Dubes ASEAN di Moskow melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Rusia tentang ASEAN, "ujar Dubes Hamid.

Sementara di sisi lain, KBRI juga terus memperkenalkan diri kepada khalayak ramai dalam suguhan budaya, kuliner dan diskusi

Dalam diskusi berjarak 9800 km tersebut menyimpulkan bahwa hubungan ASEAN dan Rusia perlu mendapatkan perhatian lebih dan ditingkatkan di kemudian hari.

Banyak sektor yang mesti digarap, seperti perdagangan, ilmu pengetahuan serta investasi. Pada tataran permukaan semua tampak mudah, namun dalam detailnya perlu penanganan yang lebih serius.

"Potensi yang ada belum tereksploitasi secara maksimal,"ujar pendengar diskusi di ruangan ASEAN Centre, Moskow.

Dalam rangkaian itu pula, Dubes Hamid bersama Wakil Rektor MGIMO meresmikan pameran foto Indonesia di hall univesitas seluas 500 meter persegi.

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa dan juga kalangan diplomatik itu mengetengahkan 67 foto karya seorang fotografer Rusia, Sergey Kovalchuk tentang aneka sisi kehidupan Indonesia. Mulai keindahan Candi Borobudur, kehidupan petani hingga preman di Jakarta.

"Saya percaya pameran ini akan memperkenal salah satu negara ASEAN kepada mahasiswa kita yang berjumlah ribuan, "ujar Victor Sumsky, Direktur ASEAN Centre of Russia.

Dikatakannya mereka perlu memahami satu persatu negara ASEAN yang berjumlah 10 itu meskipun hanya melalui gambar. Apa yang dilakukan Indonesia ini diharapkan dapat diikuti negara ASEAN lainnya

Acara hari itu ditutup dengan kuliah Dubes di hadapan 150 mahasiswa dan akademisi MGIMO dipandu Wakil Rektor Hubungan Internasional MGIMO itu membahas kohesifitas ASEAN, peran Rusia di masa datang serta berbagai persoalan yang dihadapi ASEAN saat ini.

Beberapa waktu sebelumnya, mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad, juga menyampaikan kuliah umum serupa.

"Kita di ASEAN mengucapkan terima kasih kepada rakyat Rusia yang mengkonsumsi produk ASEAN seperti teh, coklat dan kelapa sawit. Teruslah mengkonsumsi produk kita, agar kita bisa juga terus membeli pesawat tempur Rusia, "ujar Dubes Hamid yang disambut dengan tepuk tangan meriah hadirin.

Menurut M. Aji Surya, Counsellor KBRI Moskow, pameran foto-foto Indonesia di hall MGIMO akan berlangsung dalam kurun waktu dua minggu dan diperpanjang bila diperlukan.

KBRI Moskow juga akan kembali mesosialiasikan ASEAN di kalangan akademisi dan `think tanks` di Rusia di waktu-waktu mendatang.(*)



ANTARA

Tidak Minta Persetujuan Kongres Soal Libya, Obama Hina Konstitusi AS

Tidak Minta Persetujuan Kongres Soal Libya, Obama Hina Konstitusi AS
Reuters

Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama banjir kritikan karena telah menyetujui aksi militer terhadap Libya. Bahkan sejumlah anggota Kongres dari Partai Republik menyebut penyerangan ke Libya merupakan penghinaan atas konstitusi AS karena Obama tidak lebih dulu meminta persetujuan Kongres.

"AS tidak punya militernya Raja. Pilihan sepihak Presiden Obama untuk menggunakan kekuatan militer AS di Libya merupakan penghinaan akan konstitusi kita," cetus anggota Kongres, Roscoe Bartlett kepada majalah Hill seperti dilansir Telegraph, Selasa (22/3/2011).

Bartlett termasuk di antara anggota Kongres lainnya yang menyebut aksi militer di Libya tidak konstitusional.

Ketua DPR AS John Boehner juga mengkritik Obama karena kurangnya konsultasi. Namun politikus Partai Republik itu mendukung intervensi militer di Libya.

Sebelumnya Obama telah mengirimkan surat ke anggota-anggota Kongres pada Senin, 21 Maret waktu setempat. Surat itu sebagai upaya untuk meredakan kritikan terhadap dirinya atas tidak adanya konsultasi dengan Senat dan DPR sebelum menyetujui aksi militer di Libya.

Dalam suratnya, Obama mencoba menjawab kritikan bahwa dirinya tidak memberikan penjelasan ataupun mendiskusikan keputusannya secara detail dengan Partai Demokrat dan Republik. Sesuai konstitusi AS, persetujuan Kongres diperlukan untuk deklarasi perang.

Dalam suratnya kepada Kongres, Obama menegaskan bahwa aksi militer terhadap Libya merupakan operasi militer terbatas sebagai bagian dari koalisi.

(ita/nrl)

detik

Presiden Rusia Kecam Putin Atas Statemen 'Perang Salib' di Libya


Nurul Hidayati - detikNews



Presiden Rusia Kecam Putin Atas Statemen 'Perang Salib' di Libya
Medvedev dan Putin/AFP

Moskow - Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan PM Vladimir Putin untuk pertama kalinya "berantem" karena berbeda pendapat tentang Libya. Medvedev menyebut statemen Putin yang membandingkan serangan Sekutu pada Libya dengan perang salib abad pertengahan adalah "tidak bisa diterima."


Demikian lapor kantor berita RIA Novosti, Selasa (22/3/2011). Pada hari Senin (21/3), Putin menyatakan, resolusi DK PBB yang diadopsi Kamis lalu, yang memaksakan zona larangan terbang di Libya dan langkah-langkah untuk melindungi warga sipil, adalah "tidak sah dan cacat" dan 'mengingatkan pada panggilan untuk perang salib pada abad pertengahan."

Medvedev dengan cepat menolak komentar itu, suatu peristiwa perselisihan yang langka. "Tidak dalam kondisi apa pun bisa diterima untuk menggunakakan ekspresi yang pada dasarnya mengarah pada benturan peradaban, seperti 'perang salib' dan sebagainya," kata Medvedev.

"Itu tidak bisa diterima.  Jika tidak, semuanya mungkin berakhir lebih buruk dibandingkan dengan apa yang terjadi sekarang. Setiap orang harus ingat itu," imbuhnya.

Medvedev menambahkan, "Rusia tidak menggunakan (kuasa veto) untuk satu alasan: Saya tidak menganggap resolusi ini salah. Selain itu, saya percaya bahwa resolusi ini umumnya mencerminkan pemahaman kita tentang apa yang terjadi di Libya," ungkapnya.

Dalam sidang voting DK PBB di New York pada Kamis (17/3), 10 negara anggota DK PBB menyetujui resolusi tentang Libya. Sementara lima negara: Rusia, China, Brasil, Jerman dan India abstain. Namun Rusia dan China tidak menggunakan hak vetonya.
(nrl/vta)

DETIK

Kemenhan Pesan Satu Unit Kapal Perusak dari PAL


(Foto: Berita HanKam)

21 Maret 2011, Surabaya -- (Bisnis Jabar): Kementerian Pertahanan akan memesan satu unit kapal perusak kawal rudal (PKR) guna menopang kekuatan TNI AL, dimana industri galangan domestik dilibatkan dalam pembuatan kapal perang tersebut.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan pengadaan kapal PKR itu merupakan bagian dari rancangan mencapai kekuatan pokok TNI (Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara) pada 2024.

“Pemerintah sudah menyetujui [pembangunan kapal PKR] dan bujetnya pun sudah ada, tapi perwujudannya masih tunggu waktu sebab nanti joint production galangan domestik dan mancanegara. Project officer-nya TNI AL,” ujarnya di sela-sela serah terima kapal landing platform dock (LPD) 125 meter di PT PAL Indonesia, hari ini (Senin, 21/3).

Kapal LPD 125 meter yang diberi nama KRI Banda Aceh-593 itu merupakan kapal sejenis kedua yang dibuat PAL guna memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan, melalui main contractor Daewoo International Corporation. Kapal pertama KRI Banjarmasin-592 telah diserahkan PAL pada akhir November 2009.

Purnomo menambahkan dalam pembuatan kapal PKR harus terjadi proses alih teknologi dari galangan mancanegara kepada galangan domestik.

Kerja sama dalam memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu juga mencakup rencana pembuatan kapal selam.

Menurut dia, rancang bangun kapal selam perlu dilakukan secara hati-hati, karena disesuaikan dengan kondisi perairan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Tentu kita senang kapal selam dibangun di Indonesia, tetapi pembuatannya tidak bisa grusa-grusu (gegabah),” tandas Purnomo.

Dirut PT PAL Indonesia (Persero) Harsusanto Soenarwan menyatakan kesiapannya membangun kapal PKR, mengingat BUMN industri strategis itu telah menguasai teknologi pembuatan kapal perang seperti kapal patroli cepat, kapal LPD dan lainnya lagi.

“Untuk rencana pembuatan kapal PKR, kami siap bekerja sama dengan galangan asal Belanda. Kami berharap joint production ini bisa direalisasikan pada 2014 mendatang,” tuturnya.

Sumber: Bisnis Jabar

Timor Leste Ingin Beli Senjata dari RI


Senapan serbu produksi PT. PINDAD. (Foto: Berita HanKam)

22 Maret 2011, Jakarta -- (Bisnis Jabar): Pemerintah Timor Leste menyatakan keinginannya untuk membeli sejumlah membeli peralatan militer dari Indonesia.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan minat Timor Leste untuk membeli sejumlah alat militer tersebut.

“Keinginan pemerintah Timor Leste membeli peralatan terkait militer. Pemerintah [Indonesia] siap,” kata Teuku pada pers usai penekenan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara RI dan Timor Leste yang disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Merdeka hari ini.

Teuku mengatakan keinginan tersebut dituangkan dalam MoU bidang ekonomi yang menjadi bagian dari 5 MoU dan 1 LoI yang diteken antara pemerintah Timor Leste dan Indonesia.

Di samping keinginan membeli senjata, untuk MoU bidang ekonomi juga ada juga kerja sama ekonomi pembangunan infrastukur , perdagangan, sektor pariwisata.

Sementara itu, di bidang investasi, pemerintah Timor Leste menawarkan Indonesia untuk menanamkan investasi di sektor minyak dan gas.

“[Indonesia] pelajari prospek [investasi di sektor migas di Timor leste,” katanya.

Sementara itu, untuk kerjasama bidang politik dituangkan komitmen pemerintah Timor Leste dan Indonesia untuk menyelesaikan masalah perbatasan, serta mendorong kerja sama hubungan masyarakat.

Sumber: Bisnis Jabar

Menhan: Pengadaan Kapal Selam Tak Perlu Buru-Buru


ROK Lee Okg SS-071, kapal selam kelas Chang Bogo ke-9 milik AL Korsel. Korsel menawarkan pembuatan Chang Bogo di Indonesia. KASAL terdahulu menolak kapal selam kelas Chang Bogo, karena kemampuannya dibawah kapal selam milik angkatan laut di kawasan. Australia cemas setelah TNI AL berencana membeli 12 kelas Kilo dari Rusia. Diberitakan sebelumnya, tender hanya menyisakan Kilo dan Chang Bogo, tetapi kepastian pembelian menjadi tidak menentu setelah tender dibatalkan. (Foto: USN)

21 Maret 2011, Surabaya -- (ANTARA News): Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa pengadaan kapal selam untuk memperkuat armada TNI Angkatan Laut tidak perlu dilakukan dengan terburu-buru.

"Mengadakan dan membangun kapal selam tidak perlu 'grusa-grusu' (terburu-buru). Perlu pertimbangan yang matang," kata Menhan usai meresmikan KRI Banda Aceh di Divisi General Engineering PT Pal Indonesia, Surabaya, Senin.

Menhan menjelaskan bahwa pengadaan kapal selam harus disesuaikan dengan kondisi geografis, terutama perairan laut di Indonesia dengan mempertimbangkan dua basis kekuatan TNI-AL di wilayah barat dan wilayah timur.

"Perairan di wilayah barat termasuk laut dangkal, sedangkan di wilayah timur tergolong laut dalam. Ini yang menjadi pertimbangan kami," katanya di atas geladak helikopter KRI Banda Aceh itu.

Ia optimistis PT Pal mampu membangun kapal selam. "Saat ini kita sudah menyaksikan semua bahwa Pal mampu membangun kapal jenis LDP seperti KRI Banda Aceh. Oleh karena itu, kami yakin Pal mampu membangun kapal selam, meskipun secara bertahap, baik melalui 'joint production' maupun 'joint operation," katanya.

Sumber: ANTARA News Jatim

Twitter dan Facebook Ikut Dipantau BIN


binJakarta, Seruu.com - Maraknya kejahatan yang terjadi lewat situs jejaring sosial yang meresahkan masyarakat, membuat Badan Intelejen Negara (BIN) kini ikut memata - matai situs yang kini kerap digunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi.
Kepala BIN, Sutanto mengaku pihaknya akan ikut memantau situs jejaring sosial, Twitter dan Facebook. Nantinya jika dinilai ada sesuatu yang mencurigakan akan dikoordinasikan pihak BIN dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).
"Yang membahayakan pasti kita pantau, yang arahnya teror dan subversif juga kita pantau," terang Kepala BIN Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
Sutanto mengatakan, setelah mendapatkan data yang diduga subversif pihaknya kemudian akan menyerahkan data - data itu kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Kita hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait, misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat Departemen terkait supaya bisa berfungsi lebih kuat" jelasnya.
Lebih jauh, Sutanto menuturkan, meskipun pada hakikinya jejaring sosial digunakan sebagai alat berkomunikasi oleh masyarakat, namun, lanjutnya, mesti terus mendapatkan pengawasan. "Karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu," pungkasnya. [ir]

seruu.com

Konferensi Regional PBB ke-3 di Jakarta


  
konfrrensi_pbbJakarta, Seruu.com - Indonesia mendapatkan kepercayaan dunia sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan Lokakarya Konferensi Regional PBB Ke-3 (3rd UN Regional Conference Workshop) selama 3 (tiga) hari, mulai 21 s.d 23 Maret 2011 di Hotel Sultan - Jakarta dan dibuka oleh Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Hotma Marbun mewakili Panglima TNI, Senin (21/3).
Konferenesi regional pertama untuk kawasan Afrika dilaksanakan di Negeria pada Agustus 2010, sedangkan yang kedua untuk kawasan Amerika di selenggarakan di Buenos Aires, Argentina, Desember 2010.  Pada konferensi regional ketiga kali ini mengangkat isu Penangkalan, Penggunaan Pasukan dan Kesiapan Operasi (Detterence, Use of Force and Operational Readiness) sebagai tema utama.
Konferensi ini adalah kegiatan  yang diselenggarakan oleh Office of Military Affairs (OMA) United Nations Departement Peace Keeping Operations (UNDPKO), New York, diikuti oleh 22 negara yang mengirimkan pasukan pada misi PBB (Troops Contributing Countries) antara lain Amerika Serikat, Australia, Prancis, Inggris,Indonesia, Jepang, Malaysia, Brunai dan Filipina. Adapun outcome dari kegiatan ini berupa konsep dan strategi yang efektif dalam penggelaran misi perdamaian internasional guna menjawab setiap tantangan yang tertuang dalam mandat PBB.
Pada pembukaan acara tersebut dibacakan amanat Panglima TNI yang antara lain mengamanatkan bahwa dunia saat ini sedang mengalami situasi yang kurang kondusif yang diwarnai oleh kejahatan lintas negara, aksi teror, penyelundupan senjata dan manusia, separatisme, tindakan pemisahan wilayah, perubahan iklim, pemanasan global, perompakan pembajakan di laut, bencana alam,  krisis kelangkaan makanan dan enerji, yang telah membahayakan keamanan hidup manusia. Di berbagai belahan dunia, sejumlah konflik internal dan antar negara, juga telah mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat dunia, sehingga mereka pergi bermigrasi, dan meninggalkan kampung halamannya sebagai pengungsi demi mempertahankan keselamatan jiwanya.
Keinginan untuk menurunkan pemimpin negara yang sah dari tampuk kekuasaan, dorongan masyarakat akan pemerintahan yang baru, serta kolaborasi yang mungkin diciptakan oleh kelompok oposisi yang bekerja sama dengan asing guna memperoleh dukungan dana dan politis, akan memperkeruh situasi dalam negeri dari negara yang terkena masalah. Kondisi semacam itu akan semakin keruh dengan kenyataan di lapangan bahwa kelompok oposisi menggunakan senjata untuk menggulingkan pemimpin negaranya. PBB sebagai salah satu organisasi tertinggi dunia berkewajiban meredakan suasana keruh tersebut di lapangan dengan mengerahkan pasukan perdamaian dan mengembalikan negara yang bertikai tersebut menjadi normal kembali. Dengan demikian, kehidupan masyarakat setempat akan terbebas dari rasa takut dan dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari dengan baik.
Konferensi ini dihadiri oleh para petinggi PBB yang bermarkas di New York, seperti Asisten Sekjen/Military Advisor UNDPKO Letjen Babacar Gaye, Kepala Staf Urusan Militer, Departemen Pasukan Misi Perdamaian PBB Brigjen Jean Baillaud. Sedangkan dari Indonesia turut hadir Wakil Menlu RI, Bapak Triyono Wibowo dan Kepala PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI Brigjen TNI I Gede Sumertha K.Y, PSc. [puspen/is]

seruu.com