
"NATO lebih memilih mengkonfirmasikan bahaya rudal beberapa negara ketimbang merinci masalah tersebut. Padahal kami menilai urgen membahas kondisi keamanan dunia dan membuat daftar negara-negara pemilik senjata pembunuh massal," protesnya.
Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen sebelumnya mengatakan bahwa ada kesepakatan luas di antara negara-negara anggota tentang perlunya sebuah sistem pertahanan rudal, yang akan dibahas pada pertemuan puncak di Lisbon pada 19-20 November mendatang.
Ia juga meminta partisipasi Rusia dan mitra-mitra lain NATO untuk membangun sistem pertahanan rudal Eropa. Dikatakannya, NATO harus memberikan peluang kerjasama dalam bidang ini kepada Rusia.
(IRIB/RM/PH)
No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK