Jakarta, 24/2 (ANTARA) - Sebagai tindak lanjut perjanjian nota kesepakatan yang ditandatangani di Teheran Iran tahun 2005 lalu, Indonesia dan Iran hari ini sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Jihad Pertanian Republik Iran, H. E. Sadegh Khalilian di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan hari ini (23/2). Fadel mengungkapkan, dalam kunjungan kehormatan yang sekaligus juga sebagai pertemuan pertama Komite Teknikal Bersama (Joint Technical Committee), Sadegh Khalilian mengungkapkan keinginannya untuk mengimplementasikan kerjasama berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku pada dua negara.
     Peningkatan kerjasama dibidang kelautan dan perikanan melingkupi beberapa sektor yakni: (1) perikanan tangkap, termasuk peningkatan stok perikanan (2) perikanan budidaya, termasuk pembenihan dan pemijahan (3) konservasi perikanan laut dan pengelolaan pulau-pulau kecil, termasuk pengembangan hutan mangrove dan terumbu karang buatan. Selain itu peningkatan lingkup kerjasama juga akan meliputi: (4) penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pelatihan termasuk pertukaran ahli dan kunjungan lapangan (5) Pengembangan pasca panen dan pemasaran.
     Berdasarkan data perdagangan di pasar ekspor Indonesia, volume ekspor hasil perikanan Indonesia ke Republik Iran pada tahun 2009 berjumlah 2,02 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar USD 3,03 juta yang berasal dari tiga komoditas utama ekspor, yakni tuna, dan udang dan produk perikanan lainnya. Hal tersebut menunjukan bahwa Repubulik Iran merupakan salah satu negara yang prospektif untuk tujuan ekspor hasil perikanan dari Indonesia. Hal ini terlihat dari peningkatan ekspor produk perikanan Indonesia ke Iran yang mengalami peningkatan sebesar 280% dibandingkan tahun 2009 sebesar USD 7,4 juta pada tahun 2010. Produk utama yang diekspor adalah produk tuna (pre cooked loin tuna) sekitar USD 3,4 juta pada tahun 2010.
     Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Ir. Yulistyo Mudho M.Sc, Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan  (HP. 0811836967)
Editor:
COPYRIGHT © 2011
ANTARA