Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Tuesday, May 22, 2012

Menteri Purnomo Duga Trimarga Dipilih Rusia



23 Mei 2012, Jakarta: Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menduga PT Trimarga Rekatama ditunjuk sebagai agen penjualan pesawat komersial Sukhoi Superjet 100 di Indonesia oleh pihak Rusia. "Saya kira bukan pembeli Indonesia yang menunjuk mereka (Trimarga), tapi pihak Rusia yang menunjuk mereka," kata dia di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2012.

Dugaan Purnomo didasarkan pada pengalaman Kementeriannya saat membeli enam unit pesawat tempur Sukhoi jenis 30-MK2 dari Rusia beberapa waktu lalu yang sempat diduga terjadi mark-up dalam pembeliannya. Saat itu, Trimarga Rekatama juga menjadi agen pembelian Sukhoi tempur tersebut. "Sebenarnya Trimarga Rekatama tidak ditunjuk (sebagai agen) oleh Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Menurut Purnomo, Trimarga ditunjuk menjadi agen penjualan Sukhoi oleh Rosoboron Export. Rosoboron Export merupakan pabrikan Sukhoi yang ditunjuk oleh pemerintah Rusia untuk penjualan produk pesawat tempur itu.

"Dalam pembelian Sukhoi, hubungan kami itu dengan Kementerian Pertahanan Rusia dan Kementerian Pertahanan Rusia menunjuk Rosoboron Export," ucapnya. "Soal Rosoboron kemudian menunjuk siapa (sebagai agen), itu adalah diskresi dari mereka, bukan kami." Purnomo menjelaskan pembelian Sukhoi tempur sama sekali tidak bersinggungan dan berhubungan dengan Trimarga.

Soalnya, dalam pembelian pesawat itu Kementerian Pertahanan hanya berhubungan dengan Rosoboron Export. "Kontrak kami pun ditandatangani dengan Rosoboron Export," katanya. "Jadi, secara de facto dan de jure hubungan kami dengan Rosoboron Export." Ia menduga dipilihnya Trimarga oleh Rosoboron Export semata-mata ditujukan untuk kepentingan Rosoboron, misalnya dalam melakukan representasi dan proses administrasi penjualan Sukhoi.

Alasannya, Rosoboron mungkin tidak terlalu mengerti dengan sistem yang berlaku di Indonesia secara umum. "Beberapa produsen asing dan pabrikan asing itu kan tidak premier dengan Indonesia," kata Purnomo.

Purnomoe~ggan mengomentari kemungkinan adanya kedekatan antara Trimarga dan pemerintah Rusia. "Itu mesti ditanyakan ke mereka (Trimarga). Yang perlu ditanyakan ke mereka adalah mengapa mereka (Trimarga) bisa mendapat surat keagenan itu," kata dia.

Sumber: TEMPO

1 komentar:

Anonymous said...

yang jelas kami sebagai blogersista ingin melihat TNI mempunyai pesawat tempur jenis SU-27 & SU-30 sebanyak 96 unit, lalu ditambah SU-35 24 unit, lalu ditambah F-16 Blok 52 sebanyak 72 unit, ditambah IFX sebanyak 120 unit, belum lagi pesawat tempur ringan semacam T-50 dari korea 24 unit, super tucano 16 unit, UAV Israel 24 unit, UAV buatan anak bangsa 48 unit, heli tempur apache 72 unit, Rudal AS-17C Krypton dari Rusia 200 unit, Rudal AIM-Sid 9 dari AS 200 unit, Rudal AIM-Sid 120 dari AS 200 unit, tank leopard sebanyak 300 unit, panser anoa 6x6 Pindad sebanyak 500 unit, Roket R-Han Pindad 2000 unit, Rudal S-300 Rusia sebanyak 100 unit, kapal penjelajah 15 unit, kapal PKR dari PT.PAL 48 unit, Freegat all-class 100 unit, korvet all-class 150 unit, KCR 100 unit, kapal surveilenc 5 unit, Kapal selam dari korea 3 unit, kapal selam Kilo 6 unit, kapal selam PT.PAL 6 unit, kapal selam tanpa awak buatan anak bangsa 12 unit, heli seasprite 48 unit, Rudal C-705 Pindad 200 unit, Rudal C-802 China 300 unit, Rudal yakhont Rusia 272 unit, dan tentunya Rudal Jelajah buatan anak bangsa 1000 unit. Apa mungkin kurang atau bahkan akan lebih dari hayalan saya hehehe ...

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK