Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Sunday, July 17, 2011

PTDI Ajak Swasta Produksi Pesawat N-250

Pesawat N-250 diciptakan untuk merebut pasar di kelas 50-70 penumpang.


Antique, Iwan Kurniawan
Pesawat N-250 (IPTN)

 
VIVAnews - Masa depan produksi pesawat Nusantara 250 atau N-250, yang merupakan pesawat karya PT Dirgantara Indonesia (PTDI), masih belum jelas semenjak pendanaannya dihentikan pemerintah Indonesia atas perintah International Monetery Fund (IMF) 1998 lalu.

N-250 merupakan pesawat kedua PTDI, setelah sebelumnya pesawat CN-235 yang diluncurkan sejak 1980 hasil kerja sama dengan perusahaan dirgantara asal Spanyol, Cassa.

Menurut Direktur Aerostructure PTDI, Andi Alisjahbana, pesawat N-250 diciptakan untuk merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya.

"Hingga sekarang, N-250 merupakan pesawat termodern di kelasnya. Kita lihat pesawat sejenis yang digunakan Wings Air, MA-60 yang mengambil desain dari Antonov dan ATR-72 didesain pada 80-an. Sedangkan N-250, pesawat yang dibuat tahun 90-an," ujar Andi saat ditemui di Bandung, Rabu 16 Maret 2011.

Menurut Andi, pesawat N-250 membutuhkan riset selama lima tahun dan sudah ada dua prototype. Namun, proyek ini berhenti karena pada 1998 lalu karena IMF memerintahkan kepada pemerintah Indonesia menghentikan bantuan dana untuk pengembangan proyek pesawat buatan PTDI tersebut.

"Test pesawat N-250 tidak pernah selesai, karena distop IMF pada 1998 lalu. Sehingga N-250 tidak bisa dijual tanpa sertifikat," katanya.

Jika ingin melanjutkan proyek ini, lanjut Andi, masih dibutuhkan dana hingga ratusan juta dolar agar ujicoba berhasil dan N-250 dapat tersertifikasi.

Andi mengakui, bila pemerintah ataupun pihak swasta berminat mendanai proyek N-250, dijamin hanya membutuhkan waktu dua tahun lagi agar seluruh riset N-250 terselesaikan.

"Sejak 1998 hingga sekarang belum ada komitmen baru dari pemerintah sehingga kita tidak mendapatkan dana. Kalau mau dilanjutkan, butuh dua tahun lagi agar N-250 bisa terbang," ujar Andi.
VIVAnews

0 komentar:

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK