Indonesia menempati ranking enam dalam Freedom Barometer Asia 2010 dengan total nilai 58,52, turun dari total nilai pada tahun 2009 yaitu 63,47. (ANTARA News/Lukisatrio)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menempati ranking enam dalam Freedom Barometer Asia 2010 dengan total nilai 58,52, turun dari total nilai pada tahun 2009 yaitu 63,47.

"Indonesia berada di posisi terbaik setelah Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Mongolia," demikian siaran pers Friedrich Naumann Stiftung yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam kategori kebebasan politik, dengan skala 1-10, untuk pemilihan umum yang jujur dan terbuka, Indonesia memperoleh nilai 8,57.

Untuk kategori kebebasan pers, Indonesia memperoleh nilai 7,25.

Sayangnya, pada penilaian mengenai kuatnya pengaruh militer dan kehadiran kekuatan lain diluar proses demokrasi, Indonesia hanya memperoleh nilai 5.

Rendahnya perolehan dalam kategori penegakan hukum dan penanganan korupsi serta intervensi pengaruh di luar proses demokrasi, membuat nilai Indonesia untuk tahun 2010 terpaut cukup jauh dengan Singapura.

Sebaliknya, terjadi peningkatan nilai pada kategori kebebasan ekonomi, baik dalam hal perdagangan internasional, peraturan kredit, perburuhan maupun hak kepemilikan.

Freedom Barometer merupakan inisiatif kantor regional Asia Tenggara dan Asia timur Friedrich Naumann Stiftung yang mengukur tingkat kebebasan di negara- negara Asia baik di bidang politik, ekonomi, dan penegakan hukum.

Secara terpisah masing-masing negara di Asia Tenggara dan Asia Timur dianalisa terkait dengan peringkat mereka terhadap kebebasan dengan menggunakan berbagai sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi internasional.

(ANTARA/S026)
Editor: Suryanto

ANTAARA