Menhan Pertimbangkan Usia Pakai Hibah F-16
F-16 yang digunakan oleh Air National Guard, Amerika (photo : Wiki)
JAKARTA (SINDO) – Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, usia pakai (life time) merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Indonesia untuk menerima hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat.
Menurut Purnomo, usai pakai minimal yang sedang diperhitungkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI yaitu sampai tahun 2020. Dengan asumsi, ujarnya, saat itu Indonesia sudah dapat memproduksi pesawat tempur KFX yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5. Saat ini, jelasnya, pengembangan dan penelitian pesawat tersebut sedang dilakukan bersama Korea Selatan. ”Jadi, pertimbangan itu antara baru sebanyak enam unit atau tidak baru sebanyak 24 unit yang telah di upgrade dengan budget yang sama dan memiliki kemampuan deterrence. Itu sedang ditimbang-timbang.
Kata kuncinya di life time,” tegas Purnomo seusai menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel di Kantor Kemhan,Jakarta,kemarin. Karena itu, ujarnya, Kemhan akan melakukan pengecekan struktur pesawat-pesawat tersebut. Sebab, impian Kemhan, adalah mencari bracing squadron yang bisa digunakan sampai tahun 2020. “Jadi, pilih beli baru atau hibah dengan upgrade yang kemampuannya bisa diandalkan dan mendukung sampai pesawat KFX bisa produksi. KFX adalah pesawat tempur generasi 4,5. Kalau F-16 itu generasi 4,” tegasnya. Menhan juga menyebutkan, terkait hibah ini, telah datang tim dari Amerika Serikat untuk membicarakan hal-hal teknis dengan TNI Angkatan Udara.
Purnomo menjelaskan,hibah ini merupakan salah satu bagian dari program Excess Defense Article (EDA) Amerika Serikat.“Amerika Serikat kan kelebihan pesawat. Kalau dilepas dengan program EDA juga akan mengurangi anggaran pertahanan mereka,”paparnya. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono sebelumnya mengaku, TNI sangat senang menerima rencana pemberian hibah pesawat tempur dari Amerika Serikat tersebut.Dia pun mengungkapkan, kondisi pesawat tersebut masih layak pakai sampai tahun 2025. (pasti liberti)
(Seputar Indonesia)
Baca Juga :
TNI AU Prioritaskan Pesawat Angkut
24 November 2010
Perbandingan KFX dengan F-16 dan pesawat generasi 5 lainnya (image : kjclub)
Boyolali (Espos)–TNI AU akan memprioritaskan pengadaan pesawat angkut ketimbang pesawat jenis lain. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi Indonesia rawan bencana.
Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Imam Sufaat SIP seusai melantik 159 perwira pada acara Pelantikan dan Penyumpahan Perwira TNI AU Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Angkatan ke-13 Tahun 2010 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Selasa (23/11).
“Bila melihat kondisi Indonesia rawan bencana semacam ini, kemungkinan pengadaan pesawat angkut cukup masuk akal. Kemungkinan pesawat itu sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menuturkan hibah pesawat F-16 dari Amerika Serikat dilakukan atas dasar permintaan TNI AU.
“Pengadaan pesawat F16 ini adalah permintaan kami. Karena ada pesawat milik AS yang tidak dipakai. Oleh karena itu, kami mengajukan permintaan. Selain Indonesia, Thailand telah mendapat hibah pesawat itu,” imbuhnya.
Masih menurut Imam, Indonesia mendapat alokasi 30 pesawat. Tetapi, Indonesia mengambil 24 pesawat dan sisanya nanti. Pesawat-pesawat itu akan diletakkan di Madiun.
“Kami meletakkan pesawat di sana (Madiun-red) karena fasilitas dan perawatan sudah tersedia lengkap. Lagi pula bila membuat lokasi baru membutuhkan biaya besar dan itu tidak mungkin,” ujarnya.
Lagipula, bila Indonesia mendapat hibah pesawat itu sangat menguntungkan karena dapat menghemat jutaan dolar. Selain itu, TNI AU pun menyiasati dengan memilih pesawat dengan jam terbang 200 jam. Padahal, maksimal jam terbang sebuah pesawat adalah 4.000 jam.
“Jadi, masih dapat digunakan 5-30 tahun. Kalau kami beli baru harga berkisar US$55 juta-US$60 juta. Pesawat itu bisa langsung dipakai. Tetapi tetap perlu di-update, seperti sistem senjata, navigasi dan lainnya,” pungkasnya.
(Solopos)
BACA JUGA:
-
▼
2010
(1649)
-
▼
November
(354)
- Geger, Amerika Punya Nuklir di Belanda!
- Megawati Diusulkan Jadi Utusan Khusus Perdamaian K...
- ADMM Berupaya Perkuat Kerja Sama Pertahanan
- Penerbang TNI AU-Singapura Tempur di Udara
- Indonesia-Singapura Uji Kemampuan Tempur Udara
- "Indonesia Teman Sejati Jepang"
- WikiLeaks : AS Anggap Ahmadinejad Sebagai Hitler
- Arab Saudi Terobsesi Ancaman Iran: Wikileaks
- AS Sesumbar Senapan Barunya Adalah Senjata Pamungkas
- Indonesia Mempercepat Modernisasi Militer
- AS Minta Pelaksanaan Sanksi Lebih Ketat Terhadap K...
- Mayoritas Warga Korsel Ingin Korut Dihajar
- TNI AL Pererat Hubungan Kerja Sama dengan US Navy
- Kerja Sama Alutsista RI-Korsel bisa Terganggu
- 17 BMP-3F Perkuat Marinir TNI AL
- Semenanjung Korea, Diantara Kobaran Perang Dan Dip...
- Paspampres Latihan Penyelamatan Presiden dan VVIP
- Radar Surveilance di Kutai Timur Siap Diserahkan k...
- Menghapus Keangkeran Kopassus...
- Ada Pesawat Tempur Tak Dikenal Masuk Jakarta
- Korea Utara Ancam Pembalasan Tanpa Ampun Jika Ada ...
- Korsel Tolak Proposal China
- Palestina Membalas, Israel Dihantam Roket
- Tentara Israel Lukai Empat Warga Gaza
- Korsel: Bukan Waktunya Untuk Berunding
- Australia Desak Korea Selatan Tahan Diri
- Venezuela Beli Senjata Rusia
- Catatan Perimbangan Militer di Semenanjung Korea
- Rusia Beri Pinjaman ke Venezuela untuk Beli Senjata
- Presiden Lee Periksa Tindak Lanjut Pascaserangan K...
- Korsel Kirim Balon Propaganda ke Korut
- Korsel Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan
- Marinir Korsel Siap Balas Dendam
- AS Sebut Latihan Perang Bersama Korsel Tak Ditujuk...
- Indonesia Perlu Waspadai Konflik Korea
- Apel Kesiapan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat...
- Panglima TNI: Pertumbuhan Penduduk Tinggi Ancam St...
- Kopassus akan Perbarui Persenjataan
- 90% Kebutuhan nonalutsista produk dalam negeri
- Hibah F-16 Menunggu Kesepakatan Suku Cadang Dan Al...
- Hibah F-16 Tak Pengaruhi Anggaran Pembelian Sukhoi
- Ditawari AS Beli F16 Bekas, RI Masih Pikir-pikir
- Korut Peringatkan AS dan Korsel "di Ambang Perang"
- Hubungan RI-Uni Eropa Perlu Ditingkatan Jadi Kemit...
- Presiden: Cegah Eskalasi Ketegangan Semenanjung Korea
- Rusia Harapkan Pernyataan PBB Mengenai Serangan Korut
- BAE Systems Delivers Hornets Ahead Of Schedule
- AU Thailand Pesan Lagi 6 Gripen
- Paskhas Gelar Latihan Pertahanan Udara
- 17 Unit Tank BMP-3F Rusia Tiba Jumat Malam
- Si Bengal Korea Utara Cari Perhatian Via Senjata
- 2014 PAL Mendapatkan Kontrak 2 Kapal Selam, 2 PKR,...
- Prajurit Paskhas Latihan Tembak
- Korsel Tingkatkan Kekuatan Tempur di Kepulauan Barat
- AS Luncurkan Satelit Mata-mata Terbesar di Dunia
- Kasad Terima Kunjungan Athan China
- CN 235 Pesanan KCG Terbang Perdana
- Pengeran Benhard Terlibat Perdagangan Senjata pada...
- Menhan Pertimbangkan Usia Pakai Hibah F-16
- AS Minta Klarifikasi soal Papua
- DPR Tindak Lanjuti Pembahasan Alutsista TNI
- AS Kirim Kapal Induk ke Korsel, Latihan Perang 28 ...
- MENHAN RI: Indonesia Jepang Upayakan Tingkatkan Ke...
- Kekuatan TNI Belum Dimanfaatkan Secara Optimal
- Jet Tempur TNI AU Berseleweran di Udara Jakarta
- DPM Teo Calls on Australian Prime Minister
- China Prihatin Pemboman di Semenanjung Korea
- Kanada Minta Serangan Korut Kali Ini Adalah Yang T...
- Para Pejabat Penting AS Bertemu, Bicarakan Seranga...
- Sekjen PBB Serukan Dua Korea Kendalikan Diri
- Amerika, China Desak Dua Korea Menahan Diri
- Korut Ancam Serangan Lanjutan
- Republik Indonesia Prihatin Atas Baku Tembak Korut...
- Rusia Khawatir Aksi Militer
- Korsel Ancam Lakukan Pembalasan
- Korut Tembakan Artileri ke Korsel
- LAPAN UJI TERBANG LIMA BUAH ROKET EKSPERIMEN
- Castro: NATO "Mafia", Obama "Penjinak Ular"
- Alutsista yang dimiliki TNI ke depan harus multifu...
- Panglima TNI: Jangan Abaikan Wilayah Udara
- 2014 Jangkauan Roket Buatan Lapan Lebih 400 Km
- Super Hornet Back on Agenda
- Turki Tawarkan Produksi Tank
- U.S. Delta IV rocket with secret satellite blasts off
- Russia's second 5G-fighter to fly before yearend1 ...
- Smith Confident of Fighter Jets Delivery
- Pembelian Kapal Selam Harus Satu Paket
- SAF Conducts HIMARS Live-Firing Exercise in the US
- Pakistan Borong Radar dan Rudal Untuk JF-17 Thunder
- Pentagon Akui Insiden Internet China
- Pentagon Akui Insiden Internet China
- Insiden Internet China Bahayakan Pentagon?
- EMB-314 Super Tucano, Pengganti Si Kuda Liar (III)
- Russia, India 'likely' to sign 5G fighter contract...
- Amerika Desak Pakistan Ijinkan Eskalasi Operasi Pe...
- NATO: Target Penarikan Pasukan dari Afghan Realistis
- Perang Afghanistan Picu Perpecahan NATO
- Modernisasi Kompleks Senjata Nuklir
- Ahmadinejad: NATO Tidak Berarti Bagi Kami!!!
- Presiden Rusia: Jangan Halangi Program Nuklir Iran !
No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK