Kedua, mengganti panel-panel kuno dikokpit dengan avionik layar kaca berupa tiga MLD (Multifunction Liquid-crystal Displays) serta HUD (Head-Up Displays) Ketiga, peningkatan sistem navigasi yang terintegrasi dengan sistem satelit GLONASS dan NAVSTAR. Keempat, penggunaan RWR (Radar Warning System) untuk memandu rudal antiradiasi KH31P. Peningkatan IRST (Infrared Search and Track Devise) dengan penjejak laser untuk melepaskan rudal laser-beam riding juga dilakukan.Kelima, peningkatan kemampuan bawa senjata sehingga Su-27 SKM dilengkapi rudal air to air RVV-AE active radar homing, rudal air to ground Kh-29T(TE), Kh-29L, Kh-31P, Kh-31A, serta bom berpemandu KAB-500Kr dan KAB-1500Kr. Semua persenjataan ini dibawa dalam 10 cantelan (external stores). Untuk konfigurasi combat load, persenjataan Su-27 SKM mencakup 6 rudal RVV-AE, empat rudal air to ground atau empat bom berpemandu masing-masing 500 Kg atau satu bom berpemandu dengan bobot 1.500Kg. Su-27 SKM juga tetap membawa beragam persenjataan (rudal maupun roket) yang diaplikasikan pada Su-27 SK.
Keenam, peningkatan yang cukup signifikan pada Su-27 SKM adalah dilengkapinya pesawat dengan alat pengisian bahan bakar di udara (refuelling system). Dengan adanya perangkat ini SU-27 SKM yang berkursi tunggal itu bisa terbang lebih lama lagi dan menjelajah lebih jauh.
ANGKASA

No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK