Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Monday, September 19, 2011

Latihan Penyergapan dengan Heli



(Foto: Koarmatim)

19 September 2011, Surabaya (Koarmatim): Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy Seal melaksanakan latihan penyergapan dengan Helly ( Air Assault Force), yang bertempat di Tower Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya, Jumat (16/9). Latihan ini merupakan rangkaian kegiatan Latihan Bersama (Latma) Flash Iron 11-02 JCET yang digelar selama 27 hari mulai tanggal 12 September sampai dengan 07 Oktober 2011.

Operasi penyergapan dengan Helly dilaksanakan dalam latihan Fast Roping dan Rappling melalui Tower kantor Basarnas Surabaya. Dalam operasi tempur yang sesungguhnya Fast Rope dapat digunakan di medan yang sulit ditembus melalui media lain seperti hutan belantara, kapal serta gedung-gedung yang tinggi. Sedangkan dalam operasi peperangan laut khusus (Naval Special Warefare) Maritime Interdiction Operation (MIO) Fast Rope dilakukan oleh Tim Visit Boarding Search And Seizure (VBSS) untuk dropping pasukan secara cepat ke atas kapal yang dikuasi oleh musuh.

Dalam situasi tertentu Kopaska menggunakan teknik Rappling jika medan yang dihadapi berupa ketinggian Vertikal seperti tebing dan gedung. Rappling dapat dilaksanakan dengan Helly maupun melalui gedung atau tebing yang tinggi. Teknik ini dilakukan secara diam-diam untuk menghancurkan lawan yang berada di dalam gedung. Dropping pasukan dengan senyap tersebut dapat memberi efek kejut yang tinggi, sehingga dapat melemahkan jantung pertahanan musuh. Guna mengikis sisa-sisa kekuatan musuh dilaksakan operasi lanjutan berupa pertempuran dalam ruang tertutup Close Quarters Combat (CQC) dan pertempuran jarak dekat Close Quarters Battle (CQB).

Latihan Rappling dan Fast Roping dilaksanakan oleh personel Kopaska TNI AL dan US Navy Seal baik bersenjata maupun tanpa senjata. Latihan ini bertujuan untuk memantapkan kemampuan danmengasah naluri tempur sebagai Naval Special Warfare. Selain itu juga untuk saling mempelajari dan tukar menukar ilmu serta tehnik yang digunakan oleh kedua Pasukan Khusus tersebut.

Sumber: Koarmatim

0 komentar:

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK