Pages

INDONESIA DEFENCE adalah blog Berita,ulasan, artikel Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Perkembangan Alutsista terkini, serta perkembangan POLITIK DALAM DAN LUAR NEGERI.

BERITA TERKINI DI INDONESIA DEFENCE

Monday, September 26, 2011

Delegasi IT Kemhan RI Kunker ke Singapura dan Korsel


Jakarta, DMC - Delegasi IT (Information Technologies) Kementerian Pertahanan RI, Mabes TNI dan Mabes Angkatan Darat melaksanakan kunjungan Kerja ke beberapa negara pengguna IT terkemuka. Adapun tujuan kunjungan kerja tersebut adalah mempelajari tentang sistem pengamanan Jaring internal dan Eksternal di jajaran Kemhan dan TNI.

Delegasi mengawali kunjungan kerja selama lima hari (19-23 September 2011) tersebut dengan menghadiri Workshop  “ The IBM Smarter Defense” di IBM Singapura Pte Ltd 9 Changi Business Park Central I The IBM Place, Singapura Senin (19/9). Workshop tersebut menjelaskan tentang Defense Operation Platform yang digunakan dilingkungan Kementerian Pertahanan Amerika, Australia dan negara-negara barat lainnya.

Pada hari berikutnya Delegasi IT Kemhan Selasa, (21/9) melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya menujuHuneed Technologies di Incheon, Korea Selatan dan Pameran IT di CoexMall, Seoul Korsel.  Usai mengikuti pameran tersebut Rabu, (22/9) delegasi mengunjungi Microsoft Korea, Inc Seoul Korsel dan diterima oleh Direktur Public Sector, Mr. Woo Sung Lim. Saat berada di Microsoft Korea, Inc  rombongan menerima paparan tentang produk-produk terbaru yang dihasilkan Microsoft Korea diantaranya, Microsoft Link Communication serta menyaksikan demo teleconfrance.
Pada hari yang sama delegasi meneruskan kunjungan ke Bandara di Perbatasan Negara Korea Selatan dan Korea Utara. Seluruh rombongan juga berkesempatan menyaksikan sistem pengamanan Bandara dari dalam Bunker.  Keesokan harinya Kamis, (23/9) Delegasi melanjutkan perjalanan ke DMZ ( Demiliterized Zone) dan Tunnel no. 3 di Paju perbatasan Korsel dengan Korut.
Turut serta dalam Delegasi IT Kemhan dan TNI, diantaranya Kapusdatin Kemhan, Brigjen TNI Akhmad Buldan, M.A, Kapuskom Publik Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin, Waka Pusinfolahta TNI, Kolonel Arm. Royke Kaparang, dan Ses Disinfolahta, Kol. Caj Drs. Syarif Usman. 

5 komentar:

Anonymous said...

DENGAN INI SAYA NYATAKAN PERANG TERBUKA TERHADAP ANJING ANJING DAN IBLIS IBLIS KOLONIALIS AMERIKA SERIKAT. SAAT INI JUGA SAYA PERINTAHKAN PADA SELURUH PANGLIMA-PANGLIMA ARMADA BAIK KAWASAN BARAT DAN KAWASAN TIMUR, PANGLIMA-PANGLIMA TERITORIAL, KOMANDAN KOMANDAN SATUAN KHUSUS DAN PERTAHANAN BASIS MILITER AGAR SIAGA SATU MEMPERSIAPKAN SEGALANYA ATAS OPERASI DWIKORA MENYELAMATKAN BANGSA DAN SAUDARA KITA DI NEGARA IBLIS SINGAPURA.KEPADA SIAPAPUN BANGSA INDONESIA AGAR MEMBANTAI HABIS TAK BERSISA WARGA SINGAPURA YANG BERKELIARAN DIWILAYAH NKRI YANG TELAH BERUPAYA MENGHASUT, MEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN NKRI MELALUI MEDIA APAPUN TERHADAP AKSI-AKSI SEPARATISME DAN PENYIKSAAN PARA TENAGA KERJA INDONESIA DAN WARGA NEGARA INDONESIA YANG DIBANTAI DINEGARA SINGAPURA.
DENGAN INI SAYA NYATAKAN GEMPUR HABIS NEGARA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BANTAI MEREKA DAN JANGAN SISAKAN SEDIKITPUN WARGA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ATAS NAMA KEHORMATAN NKRI
PANGLIMA KOMANDO TEMPUR UTAMA
ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA
SEMAKI-JOGJAKARTA
1945-2012

Anonymous said...

DENGAN INI SAYA NYATAKAN PERANG TERBUKA TERHADAP ANJING ANJING DAN IBLIS IBLIS KOLONIALIS AMERIKA SERIKAT. SAAT INI JUGA SAYA PERINTAHKAN PADA SELURUH PANGLIMA-PANGLIMA ARMADA BAIK KAWASAN BARAT DAN KAWASAN TIMUR, PANGLIMA-PANGLIMA TERITORIAL, KOMANDAN KOMANDAN SATUAN KHUSUS DAN PERTAHANAN BASIS MILITER AGAR SIAGA SATU MEMPERSIAPKAN SEGALANYA ATAS OPERASI DWIKORA MENYELAMATKAN BANGSA DAN SAUDARA KITA DI NEGARA IBLIS SINGAPURA.KEPADA SIAPAPUN BANGSA INDONESIA AGAR MEMBANTAI HABIS TAK BERSISA WARGA SINGAPURA YANG BERKELIARAN DIWILAYAH NKRI YANG TELAH BERUPAYA MENGHASUT, MEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN NKRI MELALUI MEDIA APAPUN TERHADAP AKSI-AKSI SEPARATISME DAN PENYIKSAAN PARA TENAGA KERJA INDONESIA DAN WARGA NEGARA INDONESIA YANG DIBANTAI DINEGARA SINGAPURA.
DENGAN INI SAYA NYATAKAN GEMPUR HABIS NEGARA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BANTAI MEREKA DAN JANGAN SISAKAN SEDIKITPUN WARGA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ATAS NAMA KEHORMATAN NKRI
PANGLIMA KOMANDO TEMPUR UTAMA
ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA
SEMAKI-JOGJAKARTA
1945-2012

Anonymous said...

DENGAN INI SAYA NYATAKAN PERANG TERBUKA TERHADAP ANJING ANJING DAN IBLIS IBLIS KOLONIALIS AMERIKA SERIKAT. SAAT INI JUGA SAYA PERINTAHKAN PADA SELURUH PANGLIMA-PANGLIMA ARMADA BAIK KAWASAN BARAT DAN KAWASAN TIMUR, PANGLIMA-PANGLIMA TERITORIAL, KOMANDAN KOMANDAN SATUAN KHUSUS DAN PERTAHANAN BASIS MILITER AGAR SIAGA SATU MEMPERSIAPKAN SEGALANYA ATAS OPERASI DWIKORA MENYELAMATKAN BANGSA DAN SAUDARA KITA DI NEGARA IBLIS SINGAPURA.KEPADA SIAPAPUN BANGSA INDONESIA AGAR MEMBANTAI HABIS TAK BERSISA WARGA SINGAPURA YANG BERKELIARAN DIWILAYAH NKRI YANG TELAH BERUPAYA MENGHASUT, MEMECAH BELAH PERSATUAN DAN KESATUAN NKRI MELALUI MEDIA APAPUN TERHADAP AKSI-AKSI SEPARATISME DAN PENYIKSAAN PARA TENAGA KERJA INDONESIA DAN WARGA NEGARA INDONESIA YANG DIBANTAI DINEGARA SINGAPURA.
DENGAN INI SAYA NYATAKAN GEMPUR HABIS NEGARA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BANTAI MEREKA DAN JANGAN SISAKAN SEDIKITPUN WARGA SINGAPURA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

ATAS NAMA KEHORMATAN NKRI
PANGLIMA KOMANDO TEMPUR UTAMA
ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA
SEMAKI-JOGJAKARTA
1945-2012

Anonymous said...

Media di Singapura melaporkan seorang tenaga kerja Indonesia di sana menjadi korban perkosaan oleh tetangganya. Pelaku kemudian menyayat dan mencekik korban lalu melemparnya ke luar jendela dari apartemen di lantai dua.

Tenaga kerja Indonesia yang saat penyerangan berusia 26 berhasil selamat dari aksi sadis pelaku, meski mengalami berbagai luka serius. Koran Straits Times melaporkan fakta-fakta ini lewat sidang di Pengadilan Tinggi Singapura.

Identitas korban dan pelaku -- seorang bekas petugas keamanan berusia 44 tahun -- sengaja disembunyikan atas perintah pengadilan.

Menurut koran tersebut, peristiwa kriminal ini terjadi pada September 2009, saat korban keluar apartemen tempatnya bekerja untuk menyalakan kembali listrik yang mati lewat kotak sekering listrik.

Pelaku, yang tinggal di apartemen seberang, mendorong korban ke apartemen yang kosong lalu memperkosanya dua kali, menyayat korban dengan gunting, dan mencekik dengan seutas tali tipis.

Polisi menemukan korban terbaring di blok perumahannya, dengan luka serius, tapi masih hidup.

Menindaklanjuti kasus ini, Yahoo! Singapore mengontak Jolovan Wham, direktur eksekutif lembaga kesejahteraan pekerja migran HOME, untuk memberi tanggapan soal nasib pekerja rumah tangga di Singapura.

"Serangan seperti ini terkutuk dan pelakunya harus dihukum berat. Kehidupan pekerja rumah tangga menyebabkan mereka sangat rentan akan penyiksaan. Masalahnya adalah kurangnya perlindungan buat pekerja domestik migran dalam syarat dan ketentuan kerja mereka," kata dia.

Menurut Wham, jika ada pekerja yang terluka saat melakukan pekerjaannya, mereka berhak mendapat kompensasi menurut Undang-undang Kompensasi Kecelakaan Kerja. Jika pekerja terlindung dalam undang-undang ini, mereka berhak mendapat ganti rugi dari akibat penyerangan ini. Meski begitu, karena pekerja rumahan tidak tergolong dalam undang-undang ini, mereka akan pulang dengan tangan kosong, meski mungkin mengalami cacat permanen akibat penyerangan tersebut.

John Gee, mantan presiden organisasi nirlaba Transient Workers Count Too (TWC2), setuju dengan Wham.

Menurut Gee, pekerja rumah tangga dalam situasi tersebut bisa melapor ke polisi atau Kementerian Tenaga Kerja agar membantu mereka. Mereka juga dapat mengontak organisasi seperti TWC2 atau yang lainnya atau kedutaan besar negara masing-masing.

Gee sadar banyak perempuan dalam situasi tersebut yang akan merasa malu atau takut akan tanggapan dari keluarga mereka. Katanya, "Butuh upaya besar untuk menciptakan lingkungan yang mendukung buat mereka -- khususnya untuk mengatasi rasa bertanggungjawab mereka akan kesalahan orang lain."

Pelaku terancam menerima hukuman seumur hidup dan 24 kali cambukan atas tuduhan percobaan pembunuhan dan pemerkosaan.

Lebih dari 200 ribu perempuan, terutama dari Filipina dan Indonesia, bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura yang secara ekonomi lebih sejahtera daripada dua negara tersebut.

bluejungle said...

Saya pikir tdk masalah kemenhan kita sudy banding ke negara2 yg sistem dan teknologi militernya canggih macam singapura atau negara manapun itu sepanjang buat kemajuan TNI, klo kita mau jujur profil tentara kita msh spt tentara jaman PD II...contoh plg sederhana aja tentara2 negara maju dr sisi seragam aja mereka udah dibekali dgn gear kit yg bgs..byk pralatan canggih yg menempel di sragam tempur mereka disamping kevlar anti pelor jg helm yg tercover dgn warna senada seragam...sementara tentara kt masih aja pake kopelrim kuno, helm jg dibiarin telanjang tanpa cover...smentara baju seragam full dgn emblem dan tanda pngkat berwarna ngejreng...apa ga gampang terlihat musuh ntar hehehe....

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK