INDONESIA DEFENCE BLOG ADALAH BLOG TENTANG INFO ALUTSISTA TERKINI DI DUNIA

Wednesday, June 22, 2011

Manila: AS Wajib Bantu Pasukan Pilipina Hadapi China di Spratly



PDF Cetak Email
Manila, (Analisa).
 Kapal induk AS USS Carl Vinson berlabuh di lepas Manila
PDF

Manila, (Analisa)
Pasukan AS berkewajiban membantu mempertahankan pasukan, kapal atau pesawat Pilipina berdasarkan Pakta Pertahanan Bersama tahun 1951 jika mendapat serangan di kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut China Selatan, demikian dikatakan para pejabat Pilipina, Rabu (22/6).
Kepulauan Spratly yang kaya gas dan minyak sudah lama dianggap sebagai salah satu pusat konflik Asia. China, Pilipina dan Vietnam saling mengajukan protes diplomatik dan somasi belum lama ini terkait klaim wilayah itu, sehingga menyulut ketegangan. Bagian-bagian wilayah itu juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Pilipina, Taiwan dan Vietnam.
Pakta Pertahanan Bersama yang ditandatangani para pejabat AS dan Pilipina pada 30 Agustus 1951 menyeru masing-masing negara membantu mempertahankan satu sama lain andaikata agresor menyerang wilayah mereka atau kawasan Pasifik.
Departemen Urusan Luar Negeri Pilipina mengatakan dalam dokumen kebijakan bahwa pakta tadi mengharuskan Washington membantu membela pasukan Pilipina andaikata mereka diserang di Spratly, berdasarkan surat diplomatik AS yang menetapkan kawasan Pasifik berdasarkan pakta itu meliputi Laut China Selatan. Laut China Selatan secara khusus tidak disebutkan dalam pakta tersebut.
Pada perkembangan lain dilaporkan, China mendesak Amerika Serikat, untuk tidak melibatkan diri dalam sengketa Laut China Selatan, dengan mengatakan keterlibatan AS membuat situasi bisa lebih buruk.
Ketegangan di Laut China Selatan meningkat dalam bulan belakangan ini menyangkut sikap China yang lebih agresif dalam klaimnya atas perairan itu.
Wakil Menteri Luar Negeri China Cui Tiankai mendesak Amerika Serikat menjauhkan diri dari sengketa itu dan mengatakan China sangat cemas akan provokasi-provokasi yang sering dilakukan negara-negara lain di Laut China Selatan.
China mengklaim jauh lebih luas atas sebagian besar wilayah perairan seluas 1,7 juta km persegi termasuk kepulauan-kepulauan Paracel dan Spratly. (AP/es/Ant/Rtr)

Harian Analisa

0 komentar:

Post a Comment

DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK