
Meningkatnya ketidakamanan, produksi dan penyelundupan narkotika serta meluasnya ekstrimisme dan terorisme, termasuk di antara isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Kedua pejabat menggarisbawahi perlunya pemulihan keamanan dan stabilitas di Afghanistan dan menyerukan kerjasama yang lebih antara negara regional dan negara-negara anggota SCO untuk membantu memperbaiki situasi di negara itu.
Seraya menyatakan perlunya solusi regional atas krisis tersebut, mereka mengungkapkan keprihatinan terhadap kinerja Amerika Serikat dan NATO di Afghanistan.
Pada kesempatan itu, Fathollahi dan Borodavkin juga membahas hubungan bilateral serta perkembangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Fathollahi mengunjungi ibukota Rusia, Moskow, untuk menghadiri pertemuan para wakil menteri luar negeri Organisasi Kerjasama Shanghai terkait keamanan di Afghanistan.
Dalam pertemuan satu hari pada Selasa, anggota SCO sepakat untuk meningkatkan volume penjajakan politik guna membantu menemukan solusi krisis Afghanistan.
Dalam pidatonya di pertemuan itu, Fathollahi mengatakan bahwa kehadiran pasukan asing di Afghanistan selain tidak memperbaiki keamanan regional, tapi malah menciptakan ketidakamanan, peningkatan produksi dan penyelundupan narkotika, dan penyebaran terorisme di negara itu.
Sepuluh tahun pasca invasi pasukan koalisi pimpinan Amerika ke Afghanistan, negara itu masih bergulat dengan rasa tidak aman, kemiskinan dan produksi narkotika serta penyelundupan.
Meski NATO dan Amerika telah menempatkan hampir 150.000 tentara di Afghanistan, namun ketidakamanan terus meningkat di negara tetangga Iran itu. (IRIB/RM/MF)
IRIB
No comments:
Post a Comment
DISCLAIMER : KOMENTAR DI BLOG INI BUKAN MEWAKILI ADMIN INDONESIA DEFENCE , MELAINKAN KOMENTAR PRIBADI PARA BLOGERSISTA
KOMENTAR POSITIF OK