Pages

Monday, April 23, 2012

Terbangkan Pesawat VIP, TNI AU Rekrut Pilot Sipil


Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nahattands menunjukkan foto pesawat kepresidenan Boeing 737-800 Business Jet 2 yang masih berbentuk "Green Aircraft" saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/2). Lambock menjelaskan pemerintah telah membeli pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-800 Business Jet 2 dalam bentuk "Green Aircraft" (pesawat tanpa interior dan sistem keamanan) seharga 58,6 juta dollar AS. Saat ini sedang dilakukan lelang terbuka untuk pengadaan interior dan sistem keamanan, dengan anggaran sebesar 27 juta dollar AS untuk interior dan 4,5 juta dollar AS untuk sistem keamanan dengan target selesai pada Agustus 2013. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/mes/12)

23 April 2012, Jakarta: TNI Angkatan Udara mengangkat tiga pilot sipil dari Garuda Indonesia untuk ikut bertugas dalam penerbangan militer. Ketiga pilot itu diberikan pangkat militer tituler sebagai Letnan Kolonel Tituler.

Penyematan tanda pangkat dilakukan di Gedung Serba Guna Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (23/4). Ketiga pilot itu adalah Letkol Tituler Vira Nugraha Parantha Soemakno, Letkol Tituler Hilman Nugraha, dan Letkol Tituler Dody Darmawan. "Ketiganya diharapkan bisa menjalin komunikasi dan koordinasi secara optimal dengan seluruh personel Skuadron udara 17," kata Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A Adang Supriyadi di Jakarta, Senin (23/4).

Menurutnya, ketiga pilot tersebut dapat memberikan kemampuannya yang baik, handal, dan profesional dalam mendukung tugas-tugas kenegaraan di lingkungan militer. "Khususnya bagi penerbangan VIP maupun VVIP yang dilaksanakan oleh Skuadron Udara 17 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma," katanya.

Adang menjelaskan, pemberian pangkat Letkol Tituler ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor/157/III/2012 tanggal 15 Maret 2012 tentang pemberian pangkat Militer Tituler. Selain itu, Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/416/IV/2012 tanggal 11 April 2012, dengan ketentuan penggunaan pangkat militer tituler ini adalah hanya digunakan pada waktu melaksanakan tugas.

Turut hadir dalam penyematan pangkat ini para Kepala Dinas, Komandan Skuadron, Kepala Seksi dan Perwira jajaran Lanud Halim Perdanakusuma. Sebelumnya Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, TNI AU tengah memprogramkan penambahan penerbang karena jumlah yang ada sekarang masih kurang. Padahal, pengadaan pesawat TNI AU terus dilakukan.

Sumber: Jurnas

PT. Kaltim Nitrate Indonesia Resmi Berproduksi


JAKARTA - PT. Kaltim Nitrate Indonesia sebagai salah satu perusahaan industri strategis serta merupakan perusahaan baru dan terbesar di Indonesia yang memproduksi bahan baku peledak ammonium nitrate telah selesai pembangunannya di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik yang baru dibangun ini diproyeksikan untuk melayani kebutuhan ammonium nitrate di dalam negeri dan telah mulai berproduksi pada 19 April 2012 yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT. Kaltim Nitrate Indonesia Ir. Antung Pandoyo, saat melaporkan perkembangan PT. Kaltim Nitrate Indonesia kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Senin (23/4) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT. Kaltim Nitrate Indonesia sekaligus juga mengundang Menhan untuk meresmikan PT. Kaltim Nitrate Indonesia pada bulan Juni 2012 mendatang.

Lebih lanjut Direktur Utama PT. Kaltim Nitrate Indonesia menjelaskan, status dari proyek pembangunan PT. Kaltim Nitrate Indonesia sudah 100 % selesai. Proses dari pelaksanaan proyek pembangunan pabrik ini mencapai prestasi yang luar biasa dengan tingkat kecelakaan kerja yang sangat kecil.

Untuk selanjutnya, PT. Kaltim Nitrate Indonesia saat ini sedang berusaha memantapkan kualitas dan volume dari produksi. Dalam enam bulan, PT. Kaltim Nitrate Indonesia yakin d$ngan dukungan teknologi, mesin serta tenaga kerja terampil dari dalam negeri sebanyak 200 orang akan mampu memproduksi produk ammonium nitrate yang berstandar dunia.

Sumber : DMC

Pakistan Tawarkan Kerjasama Industri Pertahanan


JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (20/4), menerima kunjungan kehormatan Chairman of Pakistan Ordnance Factories Board Muhammad Ahsan Mahmood di Kantor Kemhan, Jakarta.

Kedatangannya kali ini adalah untuk menjajaki kerjasama di bidang industri pertahanan dan pengadaan Alutsista. Chairman of POF mengundang Menhan untuk mengunjungi Pakistan untuk melihat sendiri potensi industri pertahanan di Pakistan untuk melihat kemungkinan kerjasama yang dapat dikembangkan dari kedua negara.

Menhan Purnomo Yusgiantoro menyambut baik tawaran kerjasama tersebut dan menunjuk Sekjen Kemhan untuk mengevaluasi kemungkinan pengembangan kerjasama antara kedua negara.

Saat menerima Mr Muhammad Ahsan Mahmood yang didampingi Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Mr Sanaullah, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Sekjen Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto, Ses Baranahan Laksma TNI Ir Antonius Djoni Gallaran MM, dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin.

Sumber : DMC

Russia to Deliver More Air Defense Systems to Belarus


19:20 18/04/2012
 (RIA Novosti)
Russia will continue deliveries of Tor-M2 air defense systems to Belarus in 2012, Defense Minister Anatoly Serdyukov said on Wednesday.
The Tor-M2 (SA-15 Gauntlet) is a low- to medium-altitude, short-range surface-to-air missile system designed for intercepting aircraft, cruise missiles, precision guided munitions, unmanned aerial vehicles and ballistic targets.
“We will continue the deliveries of Tor-M2 air defense systems to Belarus on preferential terms,” Serdyukov said at a meeting of the Russian and Belarusian senior military officials in Minsk.
The Russian-made systems are being deployed in the 120th Missile Brigade in western Belarus.
Minsk is planning to have a full-size air defense battalion equipped with Tor-M2 systems by late 2013.
The first Tor-M2 battery was delivered at the end of 2011.
Russia is looking for ways to counter the potential threat to its national security from the European missile defense system whose elements are being placed close to the Russian borders.
Moscow and Minsk signed an agreement on the joint protection of the Russia-Belarus Union State's airspace and the creation of an integrated regional air defense network in February 2009.
The network is expected to comprise five Air Force units, 10 air defense units, five technical service and support units and one electronic warfare unit.

SUMBER : RIA NOVOSTI

KRI Dewaruci gelar Malam Indonesia di AS


Senin, 23 April 2012 12:45 WIB | 950 Views
Jakarta (ANTARA News) - Awak KRI Dewaruci, Kamis lalu (19/4), menggelar Malam Indonesia ketika berlabuh di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat, dengan dihadiri pejabat tinggi, pengusaha, profesional, dan tokoh penting setempat.

"Dewaruci menunjukkan kebesaran Indonesia sebagai bangsa maritim dan negara kepulauan terbesar kepada masyarakat dunia, dengan prajurit angkatan lautnya yang kuat, ulet, dan handal," Konsul Jenderal RI di Houston Al Busyra Basnur dalam sambutannya seperti dikutip dalam pernyataan pers dari Konsulat Jenderal RI Houston, Senin.

Kunjungan KRI Dewaruci ke New Orleans memiliki makna strategis dalam membangun hubungan persahabatan Indonesia dan AS, khususnya masyarakat New Orleans dan sekitarnya, kata Al Busyra.

KRI Dewaruci berada di New Orleans 17-23 April 2012 dalam rangka mengikuti festival kapal layar yang diselenggarakan pemerintah Amerika Serikat.

Pengunjung yang hadir disuguhkan makanan khas Indonesia seperti sate, bakso, dan lainnya. Karena keterbatasan tempat, kapal hanya bisa menampung 150-180 undangan.

Selain pameran promosi, pada Malam Indonesia di atas kapal KRI Dewaruci itu juga ditampilkan berbagai pertunjukan seni tari Indonesia, yaitu Indang, Rampak, Reok Ponorogo serta tari Remo yang dibawakan oleh prajurit TNI Dewaruci.

Meskipun undangan yang naik ke kapal terbatas, pertunjukan kesenian Indonesia itu disaksikan oleh lebih dari 400 orang karena banyak penonton yang berdiri di sepanjang dermaga tempat KRI Dewaruci berlabuh.

Acara diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI Houston, bekerja sama dengan KRI Dewaruci dan masyarakat Indonesia di Louisiana yang tergabung dalam Indonesian American Community Association (IACA) dan Asia/Pacific American Society of New Orleans.

Festival kapal layar itu diikuti juga oleh kapal dari beberapa negara lain, seperti Perancis, Inggris, Kanada, Equador dan Amerika Serikat.


SUMBER : ANTARA

Russia Signs $35-Mln Missile Contract with Malaysia


Russia Signs $35-Mln Missile Contract with Malaysia
15:56 19/04/2012
KUALA LUMPUR (Malaysia), April 19 (RIA Novosti)
Russia and Malaysia have signed a $35-million contract on the delivery of RVV-AE air-to-air missiles for the Malaysian air force, state-run arms exporter Rosoboronexport said on Thursday.
The deal was inked at the Defense Services Asia-2012 arms show currently under way in Malaysia.
“Russia will deliver the first batch of missiles by the end of 2012,” Rosoboronexport’s Deputy General Director Nikolai Dimidyuk said.
Malaysia has 16 MiG-29N Fulcrum and 18 Su-30MKM Flanker fighters in its combat aircraft fleet.
RVV-AE (AA-12 Adder) is a medium-range active radar-guided missile similar to the American AIM-120 AMRAAM.
It has been in service since 1994.

SUMBER : RIA NOVOSTI

Korps Baret Merah temu kangen di Grup 2 Kopassus TNI-AD

Minggu, 22 April 2012 12:42 WIB 
.... Kami yang tua-tua ini bangga dengan peningkatan Kopassus saat ini. Kami berharap kemampuan itu semakin meningkat bagi generasi penerus...
Berita Terkait

Surakarta (ANTARA News) - Temu kangen ratusan personel aktif dan purnawirawan dari segala posisi dan pangkat Korps Baret Merah terjadi di Markas Komando Grup 2 Komando Pasukan Khusus TNI-AD, di Kandang Menjangan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu.
"Ini bagian dari rangkaian HUT ke-60 Kopassus TNI-AD. Banyak yang bisa dipetik dari temu kangen ini, di antaranya penanaman jiwa dan semangat pengabdian, berbagi pengalaman, sampai silaturahmi dengan warga Korps Baret Merah," kata Komandan Grup 2 Komando Pasukan Khusus, Letnan Kolonel Infantri Suhardi.

Satuan yang dia pimpin menjadi tuan rumah temu kangen yang secara keseluruhan dihadiri 1.200 personel itu. Banyak pensiunan yang mengalami masa-masa operasi militer di Tanah Air juga hadir, di antaranya Tukiran (73), yang kini bermukim di kawasan Gumpang, Surakarta.

Pada masa mudanya, dia menjalani berbagai operasi tempur di Tanah Air. "Kami yang tua-tua ini bangga dengan peningkatan Kopassus saat ini. Kami berharap kemampuan itu semakin meningkat bagi generasi penerus," katanya.

Secara khusus, dia berharap semangat dan kualitas keprajuritan personel Kopassus TNI-AD bisa makin meningkat dari masa ke masa. Puluhan pensiunan berusia sebaya dia juga menyaksikan penampilan prajurit-prajurit muda Kopassus TNI-AD.

Selain berkangen-kangenan, acara itu juga dipadukan pelestarian lingkungan berupa penghijauan atau penanamann pohon. Hal ini dilakukan Suhardi, Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro, Brigadir Jenderal TNI Sunindyo, Bupati Sukoharjo, Kolonel Infantri (Purnawirawan) Sukiman, dan beberapa yang lain. 

Yang tidak kalah mengharukan adalah pembukaan bebat mata atas para pasien yang kemarin dioperasi katarak. 102 orang menjalani operasi mata katarak secara bebas biaya atas kerja sama Kopassus TNI-AD, RS Gatot Subroto, dan beberapa mitra. 
 
SUMBER : ANTARA

Sunday, April 22, 2012

Denzipur Bangun Tiga Bandara di Perbatasan RI-Malaysia



Jurnas.com | PANGLIMA Daerah Militer VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subekti mengatakan pihaknya akan mengerahkan Detasemen Zeni Tempur Kodam VI membangun dan menambah panjang landasan tiga bandar udara di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur.

"Membangun dan menambah panjang landasan itu agar pesawat Hercules bisa mendarat di bandara-bandara tersebut," kata Panglima Daerah Militer (Pangdam) Subekti di Balikpapan, Senin (23/4).

Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, Krayan, Nunukan, dengan panjang landasan pacu 900 meter lebar 23 meter; Bandara Long Ampung di Kayan Selatan, Malinau dengan panjang landasan 850 meter lebar 23 meter; Bandara Datah Dawai di Long Lunuk, Long Pahangai, Kutai Barat dengan panjang landasan 750 meter lebar 23 meter.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga akan jadi pengelola ketiga bandara tersebut, kata Pangdam.

Pesawat pengangkut pasukan bersenjata lengkap dan kargo udara Hercules C130 yang kapasitas penuhnya mencapai 70 ton memerlukan panjang landasan 1.093 meter untuk lepas landas maupun mendarat.

"Jadi, landasan yang ada sekarang kami akan perpanjang hingga dua kali lipatnya, hingga minimal 1.600 meter," papar Pangdam Subekti.

Bandara Long Bawan yang sedang dikerjakan saat ini panjang landasannya sudah 1.100 meter dengan lebar 30 meter.

Pengembangan bandara di perbatasan ini, menurut Pangdam, sejatinya adalah program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan dukungan anggaran dari APBD Kaltim. Adapun besarnya anggaran, yakni Bandara Long Bawan sebesar Rp120 miliar, Bandara Long Apung Rp130 miliar, dan Bandara Datah Dawai Rp150 miliar.

Ia menjelaskan pelibatan TNI itu karena ketiga bandara juga memiliki posisi strategis pertahanan keamanan. "Bukan kebetulan kami TNI punya prajurit zeni yang selain jago bertempur juga piawai membangun," kata Pangdam.

Selain itu, kata dia, karena kondisi geografis yang sulit dicapai melalui transportasi darat dan harga-harga material yang berkali-kali lipat h rGa normalnyaa, pengembangan bandara tersebut kesulitan mendapat kontraktor pengerjaan.

Hercules menjadi patokan selain karena pesawat militer, C130 ini sesungguhnya pesawat besar atau berbadan lebar yang paling pendek kebutuhan landasan lepas landasnya.

Dalam keadaan setengah kosong atau dalam bobot 36 ton, pesawat itu hanya perlu lebih kurang 450 meter untuk take off dan landing.

"Jadi, kami tidak hanya bisa menerjunkan pasukan di perbatasan, tetapi juga bisa menjemput mereka," kata Pangdam.

Hercules, lanjut dia, juga mampu mendarat di landasan rumput atau tanah begitu saja tanpa disiapkan secara khusus.

Peningkatan kapasitas bandara di perbatasan ini akan memperlancar distribusi barang serta orang. Kelancaran itu diharapkan akan menekan harga barang di perbatasan serta mengurangi keterisoliran dari dunia luar. Proyek ini, kata dia, dijadwalkan selesai seluruhnya pada tahun anggaran 2013.

Anggota Komisi V DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, kenyamanan untuk ukuran masyarakat sipil juga jangan dilupakan meskipun bandara dibangun oleh militer.

"Pada awalnya bandara itu untuk melayani masyarakat sipil. Dan, pasti apa yang nyaman buat sipil, pasti enak juga buat tentara," katanya. 
 
sumber : JURNAS

Friday, April 20, 2012

Brunei Interested in T-90MS MBT


20 April 2012

T-90MS Main Battle Tank (photo and images : Army News)

Brunei became interested in Russian air defense and marine equipment

KUALA LUMPUR (Malaysia)- RIA Novosti. One of the new possible importers of Russian weapons - Brunei - expressed interest in acquiring a Russian air defense (AD) and marine equipment, Deputy Director General of "Rosoboronexport" Nicholas Dimidyuk told reporters on Thursday.

"Brunei needs protection from air and sea. It's not just coastal defense complexes "Bal", but also high-speed boats ("Molniya" and "Mirazh"), which could hit targets at great distances," - he said on the results of defence exhibition DSA-2012.

Dimidyuk said that Brunei would also be interested in air defense systems "Buk" and "Tor." He stressed that the missile is being developed for the "Tor", not only can hit targets 10 kilometers away as now, but can reach up to 20 km.


The deputy head of "Rosoboronexport" added the Minister of Defence of Brunei became interested in the possibility of purchase of Russian T-90MS. Interactive presentation which was held specifically for the Brunei delegation.

According to him, Malaysia also interested in this tank. "After the presentation of the upgraded T-90MS, commander in chief of the armed forces of Malaysia has set the task to hold it (the presentation) for its staffs. They will watch and study, they observed a very high quality of Russian heavy armored vehicles," - said the deputy director.

He stressed that the characteristics of the T-90MS far beyond the capabilities of the Polish tank "Twardy," which is a modernization of the Soviet T-72 (formerly Malaysia bought 48 of these machines).

"We talked about their modernization," - said Dimidyuk. He pointed out that if there is agreement on the part of Polish, Russian specialists are ready to upgrade the tanks to the level of T-90.

(RIA Novosti)

Thursday, April 19, 2012

PT DI Bersiap-Siap Rakit CN-295


19 April 2012

7 dari 9 pesawat CN-295 pesanan Kementrian Pertahanan akan dirakit di PT DI (photo : PT DI)
JAKARTA: PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan merakit pesawat CN295 di Bandung mulai akhir 2013.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi Santoso mengatakan perakitan akhir 7 dari 9 pesawat rancangan Airbus Military (AM) CN295 pesanan Kementerian Pertahanan akan dikerjakan di pabrik PTDI.

Dia menjelaskan perakitan 7 pesawat tersebut akan dimulai setelah lini produksi PTDI di Bandung bisa memenuhi standar produksi yang ditetapkan AM.

Revitalisasi dan modernisasi sistem produksi pesawat PTDI, jelasnya, direncanakan selesai dalam 18 bulan sejak penandatanganan kerjasama strategis antara PTDI, AM dan Perusahaan Pengelola Aset (Persero) di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Setelah itu, seluruh pesanan pesawat CN295 di Asia Pasifik tidak lagi diproduksi di Spanyol. Semua diproduksi di Indonesia, begitu juga C-212,” kata Budi.

Direktur Aerospace PTDI Andi Alisjahbana mengatakan kesepakatan yang ditandatangani di depan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menandakan tercapainya syarat awal teaming agreement antara PTDI dan AM yang terbentuk Juni tahun lalu.

“Syaratnya ketika itu, PTDI membantu CN295 terjual. Itu sudah tercapai. Kesepakatan baru ini menandakan seluruh rencana rencana restrukturisasi yang disusun PTDI bersama AM masih berjalan tepat waktu,” katanya.

Kontrak pembelian 9 unit CN295 oleh Kementerian Pertahanan diumumkan pada awal tahun ini dengan nilai mencapai US$325 juta.

Menhan menjelaskan pembelian 9 unit pesawat tersebut adalah bagian dari rencana pencapaian kemampuan angkatan bersenjata minimal (minimum essential force) pemerintah sampai 2015.

Andi memaparkan mulai pertengahan tahun ini AM mulai memberi bantuan tenaga ahli, perangkat peralatan dan permesinan, serta sistem informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi sistem produksi pesawat PT DI.

Salah satu di antaranya adalah memperpendek waktu produksi PT DI dari 6—9 bulan per unit pesawat menjadi 6 pekan per unit pesawaat.

“Seluruh investasi restrukturisasi sepenuhnya merupakan investasi PTDI. AM akan memberi bantuan know how,” jelas Andi.

Direktur Utama PPA Boyke Mukijat mengatakan PTDI mengajukan proposal anggaran senilai Rp2,055 triliun untuk proses restrukturisasi perusahaan termasuk pembangunan lini produksi CN295 yang rencananya beroperasi pada 2013.

Dia menjelaskan PPA memberi dukungan pendanaan senilai Rp675 miliar sampai seluruh permintaan anggaran pemerintah untuk dana restrukturisasi PTDI disetujui oleh DPR.

“Juga ada dana pinjaman dari perbankan. Kami juga mengawasi pembelanjaan dan apa kerjasama ini fair,” tambah Boyke.

Senior Vice President AM Ignacio Alonso mengatakan kerjasama kedua perusahaan akan mencakup aspek industri dan komersial.

Selain membentuk kerjasama pemasaran dan pusat produksi, jelasnya, kedua perusahaan akan membangun pusat servis yang memberikan pelayanan logistik, pemeliharaan dan pelatihan awak pesawat untuk seluruh produk PTDI dan AM untuk wilayah Asia Tenggara.
Pesawat AIRBUS A400M produk terbaru Airbus Military setibanya di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (18/4). Airbus Military A400M yang untuk pertama kalinya mendarat di tempat itu adalah pesawat angkut militer yang bisa memuat hingga 37 ton dalam jarak tempuh hingga 3.300 kilometer atau hingga 6.400 kilometer dengan muatan seberat 20 ton. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/Spt/12)
“Hasil kerjasama sejauh ini sangat baik yang memungkinkan kita untuk terus memperluas lingkup visi jangka panjang kerjasama, yang mungkin akan mencakup pesawat A400M,” kata Alonso.

Hari ini, AM menghadirkan pesawat kargo A400M yang bisa mengangkut muatan seberat 30 ton dengan jarak tempuh maksimal sejauh 8.700 kilometer di Bandara Halimperdanakusuma, Jakarta.

Purnomo mengatakan pesawat kargo tersebut bisa menjadi alternatif pengganti pesawat Hercules C-130 yang selama ini diandalkan TNI AU.

AM mengklaim A400M mampu mengangkut beban 2 kali lebih berat dengan jarak tempuh yang setara atau jarak tempuh 2 kali lebih jauh dengan beban yang setara jika dibandingkan dengan C-130.

Namun, Menhan menegaskan pembelian A400M baru bisa direncanakan dalam anggaran pemerintah setelah 2015. (sut)

RI Beli Tank, Malaysia Borong Rudal Rusia

Rudal anti tank Kornet dan rudal anti pesawat udara Igla menjadi incaran negeri jiran itu.

Rabu, 18 April 2012, 07:29 WIB
Igla, rudal anti pesawat Rusia (en.rian.ru)

VIVAnews - Tak hanya Indonesia yang gencar berburu peralatan militer ke Rusia. Negara Jiran, Malaysia, diberitakan tengah bernegosiasi dengan Rusia untuk mendapat sejumlah persenjataan.

Laman Ria Novosti, Selasa 17 April 2012, melaporkan Malaysia akan menandatangani kontak pembelian sejumlah rudal dari perusahaan militer Rusia, Rosoboronexport.

Rudal anti tank Kornet dan rudal anti pesawat udara Igla menjadi incaran negeri jiran itu. Selain itu, Malaysia juga diberitakan berhasrat membeli rudal kendali dan kapal patroli dari Rusia.

Wakil Kepala Rosoboronexport, Viktor Komardin, mengatakan Rusia siap menjual lisensi pembuatan Molniya--kelas kapal rudal--dan Mirazh--kelas kapal patroli--ke Malaysia.

"Malaysia tertarik dengan Kapal Molniya dan Mirazh kami," kata Komardin seperti dikutip Ria Novosti. Dia menambahkan, Malaysia ingin membuat kapal ini di galangan lokal. Komardin juga menilai pembuatan kapal di Malaysia juga cukup bagus.

Sementara itu, Indonesia hampir dipastikan membeli tank ringan, BPM-3F, dari Rusia. Saat ini, proses negosiasi pembelian ini tengah berjalan. "Ini masih preaudit, lalu teken kontrak, baru diketahui berapa unityangkita beli," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Hartind Asrin kepada VIVAnews. "Preaudit kira-kira dua minggu lagi selesai."

Namun, Hartind mengaku belum tahu berapa unit BMP-3F yang akan dibeli Indonesia. Ria Novosti melaporkan, Indonesia akan membeli 37 unit BMP-3F dengan harga sekitar US$100 juta.

sumber : VIVA NEWS

Negeri Jiran Beli Rudal Udara-ke- Udara Rusia



19 April 2012, Kuala Lumpur: Rusia dan Malaysia meneken kontrak pembelian rudal udara-ke-udara RVV-AE senilai 35 juta dolar untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), diumumkan Wakil Direktur Rosoboronexport Nikolai Dimidyuk, Kamis (19/2).

Penandatangan kontrak dilakukan di Defense Services Asia-2012 yang sedang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Rusia akan mengirimkan batch pertama rudal akhir 2012,” ucap Dimidyuk.

TUDM mengoperasikan 16 jet tempur MiG-29N Fulcrum dan 18 Su-30MKM Flanker.

Rudal jarak menengah R-77 RVV-AE (AA-12 Adder) sekelas dengan rudal buatan Amerika Serikat AIM-120 AMRAAM.

Malaysia juga diberitakan akan membeli sistem rudal anti-tank Kornet, rudal anti-pesawat Igla dan kapal patroli.

Wakil Pimpinan Rosoboronexport Viktor Komardin mengatakan Rusia siap menjual lisensi pembangunan kapal rudal kelas Molniya dan kapal patroli kelas Mirazh ke Malaysia.

Sumber: RIA Novosti

PT DI-Airbus Military Teken Kontrak Rp2,9 Triliun

Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia (PT
DI) akhirnya menandatangani kerja sama
dengan Airbus Military. Kontrak kerja sama
senilai US$325 juta (sekitar Rp2,98 triliun)
itu diharapkan membuat PT DI lebih
kompetitif dalam industri pesawat terbang.
“Bentuk kerja samanya business to
business. Pemerintah hanya regulator,” kata
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
usai penandatanganan kontrak kerja sama
kedua perusahaan di Halim
Perdanakusuma Jakarta, Rabu (18/4).
Menhan mendukung kerja sama ini karena
selama ini kerja sama yang dilakukan
dengan Airbus berjalan baik. “Kami puas
kerja sama dengan Airbus,” kata Purnomo.
Direktur Utama PT DI Budi Santoso
menjelaskan, melalui kerja sama dengan
Airbus Military ini PT DI akan mendapat
fasilitas up-grading assembling dan fasilitas
pembuatan komponen pesawat, baik untuk
pesawat milik Airbus Military, maupun
pesawat lainnya.
“Kami harapkan PT DI lebih kompetitif di
bidang komponen pesawat aerocraft,” kata
Budi. Dengan kerja sama ini pelaksanaan
final assembling dilakukan di Bandung
dengan mengembangkan metode yang
digunakan PT DI selama ini. PT DI
membutuhkan waktu 6-9 bulan untuk final
assembling pesawat. Sedangkan Airbus bisa
melakukannya hanya dalam waktu enam
minggu.
“Ini penghematan luar biasa baik dari SDM,
maupun keuangan. Karena modalnya cepat
klembali. Improvement ini kami harap
dapat menjadikan PT DI lebih kompetitif,”
kata Budi. Saat ini tim kerja sama kedua
perusahaan tengah mempersiapkan Pusat
Pengiriman CN295 di Bandung untuk
pesawat CN295 yang telah dibeli oleh
Kementerian Pertahanan Indonesia.

sumber jurnas

BAE System Tawarkan Peremajaan Pesawat Hawk TNI AU

BAE System Tawarkan Peremajaan
Pesawat Hawk TNI AU
Hawk 100 milik TNI AU (Foto:
notadriano@kaskus)
LONDON - Surat kabar Inggris "The Times"
melaporkan Indonesia secara informal
melobi Inggris mengenai kemungkinan
pembelian 24 unit pesawat jet multi-tempur
Eurofighter Typhoon. Penjualan itu, bila
terlaksana, akan bernilai sekitar £5 miliar
atau hampir Rp71 triliun.
Secara terpisah, perusahaan peralatan
militer Inggris, BAE Systems, juga
menawarkan untuk meremajakan jet
tempur Hawk 100/200 yang dimiliki
Indonesia. Dihubungi secara terpisah
Kepala Biro Humas Kementerian
Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio,
membenarkan adanya pembicaraan
mengenai peremajaan pesawat Hawk,
namun beliau membantah ada rencana
pembelian jet tempur Typhoon.
“TNI AU juga sedang mengkaji heli dari
Eurocopter. Tetapi masih harus dievaluasi
untuk dibahas di tingkat TNI AU, belum
dibahas di kementrian (pertahanan),” kata
Wayan Midhio.
Saat ini Indonesia masih mengoperasikan
peralatan tempur dari Inggris, termasuk
diantaranya pesawat latih lanjut Hawk dan
tank Scorpion.
Sebelumnya pemerintah Inggris di bawah
Partai Buruh pada tahun 1999 pernah
melarang penjualan peralatan pertahanan
atas dugaan untuk penyerangan warga sipil
di Timor Timur, Papua dan Aceh. Pada
tahun yang sama Kongres Amerika
menerapkan pelarangan penjualan senjata
kepada Indonesia atas alasan serupa, yang
baru dicabut secara resmi tahun 2010 lalu.
Sumber : POSKOTANEWS.COM

Komisi 1 DPR Tertarik Pada Produk Industri Persenjataan Ceko

CEKO - Delegasi Komisi 1 DPR RI
mengunjungi beberapa pabrikan senjata
Ceko, diantaranya: MPI Excallibur yang
memproduksi senjata artileri dan tank,
perusahaan radar Eldis yang produknya
digunakan beberapa bandara di Indonesia,
serta perusahaan senjata dan amunisi.
"Banyak alternatif alutsista dengan kualitas
dan harga bersaing bagi modernisasi TNI,"
kata Ketua Delegasi Agus Kartasasmita.
Selain itu, delegasi Komisi 1 meminta Ceko
memperhitungkan Indonesia dalam ekspor
strategis Ceko dan mengharapkan
dukungan terhadap upaya Indonesia
dicabut dari daftar negara yang wajib
memperoleh visa untuk masuk negara-
negara Eropa yang menggunakan visa
Schengen.
Delegasi juga berdialog dengan mahasiswa,
masyarakat dan diaspora Indonesia yang
tinggal di Ceko. "Perwakilan mahasiswa
yang pada awalnya mengkritik studi
banding tersebut akhirnya mengakui
pentingnya kunjungan Komisi 1 ke Ceko
dan mengapresiasi atas kinerja dan hasil-
hasil yang di capai selama kunjungan," kata
sekretaris Ketiga Ekonomi dan Penerangan
KBRI Praha Arif Sulaksono kepada Kompas.
Sumber : KOMPAS

Wednesday, April 18, 2012

Malaysia in Talks with Russia on SAM, AT Missiles, Gunboats


17 April 2012

Kornet E anti tank missile (photo : network54)

Malaysia is close to a contract with Russia on the delivery of Kornet anti-tank missile systems, Igla portable anti-aircraft missiles and is also negotiating a deal on Russian guided missile and patrol boats, Russian state-controlled arms exporter Rosoboronexport said on Tuesday.

Rosoboronexport deputy chief Viktor Komardin said Russia is ready to sell Malaysia a license to build Molniya-class guided missile boats and Mirazh-class patrol boats.

Igla SAM is currently operated by ATM (photo : green n black screen)
“Malaysia is interested in our Molniya and Mirazh boats,” he said.

“This refers to their construction under license at local shipyards as shipbuilding in Malaysia is well developed.”

Penerbal Jajaki Heli Anti Kapal Selam


 










BANDUNG - Komandan Pusat Penerbang TNI AL (Penerbal) Laksamana Pertama TNI Sugianto menyatakan masih terus menjajaki jenis helikopter anti kapal selam, Kaman SH-2G Super Seasprite, yang akan memperkuat jajaran TNI dalam melakukan pengawasan perairan Indonesia.

"Masih terus melakukan penjajakan jenis helikopter itu. Tahun ini diintensifkan, selain penjajakan juga mencoba sendiri keunggulannya," kata Sugianto disela uji coba Heli NBell-412EP di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Selasa (17/4).

Menurut Sugianto, saat ini dibutuhkan satu skadron heli anti kapal selam. Minimal dalam waktu dekat ini ada setengahnya atau enam unit sudah mencukupi kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan pengawasan perairan di Indonesia.

Namun tidak disebutkan dari negara mana helikopter mutakhir yang bisa mendeteksi kehadiran kapal selam dan bahkan menghancurkan di tengah lautan.

"Kita cek dulu, coba dulu keunggulannya, jangan sampai spesifikasinya tidak cocok dengan yang kita butuhkan," katanya.

Menurut Sugianto, pesawat-pesawat itu akan ditempatkan di KRI-KRI yang memiliki halipad. Kehadiran helikopter di KRI adalah merupakan kepanjangan mata dan telinga dari kapal TNI AL. Laut Indonesia yang luas tidak memungkinkan untuk dijangkau oleh KRI mengingat kekuatannya yang terbatas.

Helikopter anti kapal selam memiliki spesifikasi untuk manuver yang handal di lautan. Selain memiliki kemampuan terbang dengan kecepatan tinggi, juga harus mampu bermanuver saat menurunkan perangkat sonar pendeteksi kapal selam.

"Heli itu dilengkapi dengan alat pendeteksi kapal selam yang diturunkan ke laut, selanjutnya hasilnya dideteksi di pesawat untuk selanjutnya memastikan kehadiran kapal selam. Kemampuan manuvernya saat menurunkan alat pendeteksi sangat diprioritaskan," katanya.


Tambahan Tiga Heli NBell-412EP


Sementara itu dalam waktu dekat ini, TNI AL akan mendapat tambahan tiga pesawat heli NBell 412EP produksi PT Dirgantara Indonesia. Satu diantaranya sudah rampung, sedangkan dua lainnya dalam tahap penyelesaian.


NBell-412 (Foto: Armyrecognition.com)

"Ditargetkan pada HUT TNI AL pertengahan 2012 ini, NBell terbaru kami dipamerkan di sana," kata Sugianto.

Pesawat NBell 412EP memiliki keunggulan dibandingkan NBell pendahulunya, karena dilengkapi dengan Auto Pilot yang memungkinkan pesawat dikendalikan secara otomatis dan mengurangi beban pilot dalam mengoperasikannya.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Airbus Military Tawarkan Pesawat ke Indonesia


A400M mendarat di landasan kasar. (Foto: Airbus Military)

18 April 2012, Jakarta: Airbus Military, anak perusahaan Airbus, menawarkan pesawat transportasi militer A400M ke Indonesia. Pesawat ini diklaim merupakan pesawat angkut multifungsi dan cocok dengan karakteristik wilayah Indonesia. "Pesawat ini dirancang untuk menjawab kebutuhan angkutan udara strategis," kata Raul Tena, A400M Market Development Manager, Airbus Military, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 18 April 2012.

A400M diklaim mampu menjalankan misi taktis jarak pendek dan dianggap ideal untuk memenuhi kebutuhan militer, kemanusiaan, dan misi sipil. Dengan lebar 4 meter dan tinggi 3,85 meter, pesawat ini mampu mengangkut kargo dalam berukuran besar. Misalnya, helikopter NH90 atau CH-470 Chinook atau dua buah kendaraan pengangkut infantri Stryker.

Raul menyatakan A400M juga bisa mengangkut truk semitrailer dengan peti kemas berukuran 6,906 meter. "Pesawat ini juga dapat memuat mesin pengeruk atau mobile cranes yang dibutuhkan saat bencana alam," kata dia.

Pesawat ini, menurut Raul, cocok dengan geografi Indonesia yang terdiri banyak pulau. Pesawat ini memiliki 12 roda dan dirancang untuk bekerja di bebatuan, kerikil dan pasir. A400M juga bisa terbang dan mendarat di landasan pacu pendek, lembut atau kasar, sesuai standar CBR6 sehingga juga bisa digunakan untuk misi kemanusiaan.

A400M dirancang agar bisa terbang dengan kecepatan rendah. Hal ini bertujuan agar pesawat ini bisa menurunkan muatan kargo dari ketinggian rendah. Proses bongkar muat bisa berlangsung cepat karena tidak memerlukan peralatan khusus.

Menurut Raul, A400 didesain mampu terbang hingga 4700 mil laut dengan ketinggian jelajah 37.000 kaki dan kecepatan hingga Mach 0,72. Kemampuan ini setara dengan pesawat angkut bertenaga jet. Dengan kemampuan ini, A400M dinilai bisa menjadi tanker ideal untuk mengisi ulang pesawat jet militer pada kecepatan 300 knot indicate air speed di ketinggian 25.000 kaki. Namun, pesawat ini juga mampu mengisi bahan bakar saat terbang dengan kecepatan rendah.

Raul menjelaskan, perawatan pesawat A400M sangat mudah karena menggunakan teknologi baru yang terkomputerisasi. Pesawat ini membutuhkan waktu 84 hari perawatan terjadwal dalam 12 tahun. "Kami juga menyediakan pelatihan kepada konsumen," kata dia. Hingga hari ini, A400M sudah terjual sebanyak 1.000 unit di 65 negara dan 135 operator penerbangan. Pesawat yang terbang sejak Desember 2009 sudah menempuh lebih dari 4 juta jam penerbangan.

Sumber: TEMPO

Kembangkan Pasar Asia Pasifik, PT DI-Airbus Military Lakukan Kerja Sama

18 April 2012, Jakarta: PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Military melakukan peresmian kerja sama strategis jangka panjang. Kerja sama itu ditandatangani kedua perusahaan. Dalam kerja sama ini dipaparkan rencana revitalisasi PT DI dengan proyek-proyek kerja sama dan pengembangan bisnis yang spesifik.

“Kesepakatan ini patut ditandai sebagai tonggak revitalisasi PT DI karena akan memastikan semua target dalam rencana revitalisasi akan tercapai,”kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso sebelum menandatangani kesepatan kerja sama di Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (18/4).

“Dalam kesepakatan ini PT DI dan Airbus Military akan bekerja sama dalam mengembangkan pasar Asia Pasifik yang hasilnya akan memperkuat posisi produk PT DI dan Airbus Military,”tambahnya.

Dijelaskan Budi, PT DI juga telah menandatangani kontrak dengan Spirit UK/ Airbus dan Eurocopter untuk menjadi pemasok global komponen strukuralnya. Bersama Eurocopter, PT DI juga telah melakukan kontrak untuk melakukan kustomisasi serta pengiriman enam unit EC725.

“PT DI dan Airbus juga telah setuju mengembangkan lini perakitan akhir dan pusat pengiriman untuk CN295 di Indonesia, dan perakitan hidung pesawat A350 yang baru,”kata Budi.

PT DI, tambah Budi, secara serius tengah membangun diri sebagai sosok yang penting dalam dunia dirgantara di Asia Pasifik.

Sumber: Jurnas

Tuesday, April 17, 2012

Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi Latihan Tembak Sasaran


Wahyu Wening / Jurnal Nasional
Ilustrasi

Jurnas.com | TIGA pesawat tempur dari Lanud Iswahjudi, Jawa Timur, melakukan latihan menembak sasaran. Di atas ketinggian 4.000-4.500 kaki dengan kemiringan 10-30 derajat, memborbardir daerah Pulung Ponorogo, yang menjadi lokasi sasaran latihan tembak Air Weapon Range (AWR).

Kapentak Lanud Iswahjudi Mayor Sus Sutrisno dalam siaran pers yang diterima Jurnal Nasional, Selasa (17/4) menyebutkan, latihan penembakan tersebut merupakan ajang uji kemampuan bagi para penerbang tempur dalam ketepatan menembak atau menghancurkan sasaran sekaligus untuk meningkatkan kemampuan tempur yang andal dan profesional.

Sutrisno menyebutkan, tiga pesawat tempur yang melaksanakan latihan penembakan adalah pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, pesawat tempur F-5 Tiger dari Skuadron Udara 14 dan pesawat tempur Hawk MK-53 dari Skuadron Udara 15. "Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para penerbang dalam menghancurkan daerah sasaran penembakan, dengan menggunakan jenis bom latih asap BDU 33 dan roket FFAR 2.75 inci,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai pengawal kedaulatan NKRI di udara, latihan ini sangat penting dilakukan oleh para penerbang tempur. “Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dalam latihan ini adalah agar kemampuan para pengawal dirgantara nasional tersebut senantiasa terus meningkat hingga mencapai kemampuan andal dan profesional. Sehingga pada gilirannya nanti mereka selalu siap dalam setiap pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya," jelas Sutrisno.

sumber : Jurnas

ALUTSISTA RI: Menakar ambisi TNI AL membeli frigate dari Inggris

M. Munir Haikal
Rencana pembelian 3
kapal light multi role light frigate ragam
class
oleh TNI AL dari Inggris senilai US$380
juta sepintas sangat masuk akal.
Harga tersebut jelas lebih murah
dibandingkan harga korvet sigma class
yang dibeli oleh TNI AL dari galangan
kapal
Naval Schelde, Vlissingen
, Belanda dengan nilai mencapai total US
$680 juta untuk empat kapal.
Meski dimensi persenjataan kapal korvet
sigma class jelas lebih lengkap dengan
2x4 rudal anti serangan udara Mistral
Tetral, meriam Oto Melara 76 mm dek
depan dan samping kanan kiri 20 mm, 4
peluncur rudal permukaan Exocet MM40
Block II, 2 seluncur torpedo,
komputerisasi persenjataan Thales
Tacticos, radar 3 dimensi, radar pelacak
Lirod Mk2, Sonar Thales Kinglip aktif
pasif, sistem penghindar serangan Thales
DR3000, dan Therma SKWS.
Maklumlah, kapal frigat jenis ragam class
ini sebenarnya bekas dan semula dipesan
oleh Brunei Darussalam yang dibangun
di galangan
kapal BAE Systems Naval Ships
, Scotland pada 2001.
Namun, setelah muncul masalah legal
(versi lain menyebutkan terbatasnya
jumlah personel Tentera Laut Diraja
Brunei untuk mengoperasikan mesin
perang ini), negara yang dipimpin oleh
Sultan Hassanal Bolkiah tersebut
memutuskan batal menggunakan kapal itu
dan menjual kembali kapal perang
tersebut.
Kapal frigate ragam class merupakan
kapal yang memiliki kecepatan maksimal
30 knot yang dilengkapi sensor radar dan
avionik buatan
Thales
, Prancis.
Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan
satu meriam 76 mm, dua meriam
penangkis udara kaliber 30 mm, torpedo,
Thales Sensors Cutlass 22
, Rudal permukaan ke udara Sea Wolf,
rudal
Exocet MM40 Block II
yang berjangkauan 180 km, dan hanggar
yang mampu menampung satu helikopter
anti kapal selam jenis
Sikorsy S-70 Seahawk.
Kemampuan persenjataan yang
sebenarnya standar apalagi dibandingkan
sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI)
lama seperti
Frigate Kelas Van Speijk
yang dilengkapi dengan rudal Yakhont
buatan Rusia.
Maklumlah rudal tersebut sempat
membuat gempar kekuatan militer di
kawasan Asean setelah TNI AL sukses
mengintegrasikan sistem rudal tersebut
dengan sejumlah KRI yang dimilikinya dan
sukses menggelar uji coba pada April
tahun lalu.
Ada sejumlah poin penting yang perlu
diperhatikan dalam proses pembelian
kapal frigate jenis ragam class.
Pertama, pastikan Inggris tidak melakukan
campur tangan dalam penggunaan kapal
perang ini. Jangan sampai kejadian
penggunan Tank Scorpion dan
Panser Alvis Stormer
buatan
Alvis Vickers
, Inggris oleh TNI ketika terjadi konflik di
Aceh dipertanyakan dan bahkan dilarang
oleh produsennya.
Selain itu, penggunaan pesawat Hawk
MK-109 dan Hawk MK-209 buatan British
Aerospace System (BAe) juga sempat
mendapat hambatan dari Inggris ketika
TNI menggelar operasi penumpasan
Gerakan Aceh Merdeka.
Pengiriman pesawat Hawk ke Indonesia
juga sempat mengalami masalah ketika
terjadi konflik di Timtim yang saat itu
masih tergabung dengan Indonesia.
Kedua, memastikan TNI AL harus
memastikan berhak melakukan perubahan
terhadap kapal ini termasuk menginstalasi
sistem persenjataan baru ke kapal perang
tersebut.
Sistem persenjataan rudal yang ada di
frigate ragam class didesain untuk jenis
Exocet MM40 Block II. Tentu TNI AL
berhak untuk misalnya menginstalasi
sistem rudal Yakhont yang mempunyai
daya ledak yang kuat maupun jangkauan
yang lebih jauh.
Ketiga, harus dimaklumi apabila
pembelian ini direalisasikan hanya
bersifat solusi praktis terhadap keperluan
pengadaan kapal tempur milik TNI AL.
Sehingga jangan berharap ada proses alih
teknologi mengingat barangnya sudah
ada.
Artinya, terlepas dari proses pembelian
frigate ragam class, rencana pembuatan
korvet nasional tentunya harus segera
direalisasikan di
PT PAL
yang dilakukan melalui jalinan kerja sama
dengan perusahaan galangan kapal Naval
Schelde, Belanda.
Pembelian frigate ragam class jangan
sampai mengganggu perencanaan TNI AL
untuk membeli 4 kapal perusak kawal
rudal dari PT PAL, 16 kapal cepat rudal
jenis Trimaran dari galangan kapal lokal.
Selain itu terdapat rencana pembelian 2
kapal survei, 1 kapal latih pengganti
KRI Dewaruci
, 2 unit kapal survei hidro oseanografi
maupun 12 kapal pendarat tank (landing
ship tank).
TNI AL dan Kementerian Pertahanan
tentu harus menyiapkan sumber
pendanaan untuk pembelian kapal yang di
luar rencana ini. Terakhir, pembelian
dilakukan secara goverment to goverment
dan jangan melibatkan pihak ketiga yang
menimbulkan biaya tambahan yang tidak
diperlukan. Jales Veva Jaya Mahe.
(munir.haikal@bisnis.co.id)
sumber bisnis.com

Rosoboronexport Harapkan Kesepakatan Pembelian BMP-3F Terealisasi Akhir April

RUSIA - Rusia dijadwalkan akan
segera menandatangani kontrak
dengan Indonesia untuk pengadaan
37 unit kendaraan tempur amfibi
untuk Marinir TNI AL senilai lebih dari
$100 juta, demikian release berita
yang di lansir kantor berita Rusia, RIA
Novosti dari Rosoboronexport, pada
Selasa (17/4).
Rosoboronexport yang diwakili oleh
kepala Viktor Komardin mengatakan,
kesepakatan pengadaan ranpur
amfibi ini diharapkan bakal terealisasi
akhir bulan April ini.
Hingga kini, Marinir TNI AL telah
mengoperasikan 17 unit ranpur
BMP-3F sejak tahun 2011 lalu.
Pengadaan 37 unit tank amfibi
BMP-3F dari Rusia ini merupakan
program pengadaan 2012. BMP-3F
ditargetkan bisa dikirim ke Indonesia
mulai tahun 2012 ini.
Kadispenal Laksamana Pertama TNI
Untung Suropati pernah
mengungkapkan, pengadaan tank
amfibi tersebut merupakan bagian
dari strategi TNI AL berkaitan dengan
konsep pengembangan divisi marinir
TNI AL di Sorong.
Rencana penambahan divisi marinir
menjadi tiga divisi (dua divisi
sekarang di Surabaya dan Jakarta)
rencananya bakal diikuti dengan
penambahan alutsista baru. BMP-3F
merupakan tank terbaru yang dimiliki
marinir TNI AL.
Sumber : RIA-NOVOSTI

Monday, April 16, 2012

Pendidikan Teknisi Rudal QW-3

16 April 2012, Madiun: Alat Utama
Sistem Senjata (Alutsista) hari
demi hari terus berkembang
sesuai tuntutan jaman. Terkait
hal tersebut guna meningkatkan
kualitas sumber daya manusia
yang profesional dan berkualitas,
Komandan Depohar 60 Kolonel
Tek Ir. Sugeng Arianto, membuka
Pendidikan Binterampil Teknisi
Rudal QW-3 Angkatan ke - II di
Depohar 60, Senin (16/4).
Pada kesempatan tersebut,
Komandan Depohar 60 dalam
sambutannya mengatakan
bahwa, pendidikan Binterampil
Teknisi Rudal QW-3 merupakan
salah satu aspek pembinaan
dalam rangka meningkatkan
kualitas sumber daya manusia
khususnya bidang persenjataan,
sekaligus merupakan upaya
nyata, guna mengatasi
perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang semakin
pesat”
“Oleh karena itu upaya
peningkatan kemampuan dan
profesionalitas termasuk
kaderisasi selalu diprogramkan
secara terus menerus baik
langkah maupun tindakan
diantaranya melalui
penyelenggaraan pendidikan
Binterampil Teknisi Rudal QW-3”,
lanjut Dandepohar 60.
Pendidikan Binterampil Teknisi
Rudal QW-3 Angkatan II
direncanakan akan berlangsung
selama enam minggu dan diikuti
sebanyak 10 siswa yang berasal
dari Dari Depohar 60,
Makhorpaskhas Bandung,
Batalyon 463 Paskhas Lanud
Iswahjudi,dan Batalyon 467
Paskhas Halim Perdanakusuma,
Jakarta.
Sumber: TNI AU

Sunday, April 15, 2012

Tank Malaysia Siaga di Perbatasan Kalimantan

foto
Tank Leopard. worldwide-military.com
Tank yang di minati Yonkav TNI AD


TEMPO.CO, Balikpapan - Komando Daerah Militer VI Mulawarman menuturkan, di perbatasan Indonesia-Malaysia, sudah berjajar tank-tank jenis PT–91 buatan Polandia yang beratnya hingga 50 ton. Tank-tank milik Malaysia ini memang dipersiapkan untuk pengamanan perbatasan di sepanjang Kalimantan. “Tank-tank Malaysia sudah siap di perbatasan Kalimantan,” kata Panglima Kodam Mulawarman Mayor Jenderal Subekti, Selasa, 10 April 2012.

Bukan hanya itu. Malaysia, kata Subekti, juga membangun infrastruktur jalan penghubung di wilayahnya sendiri untuk memudahkan pergerakan pasukan dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan situasi seperti itu, Subekti memaklumi jika saat ini pemerintah melakukan pengadaan tank Leopard buatan Jerman yang bobotnya hingga 62 ton. Batalyon tank Leopard itu nantinya akan ditempatkan di perbatasan, baik di Bulungan, Sangata, serta Malinau. Secara total, batalyon tank Bulungan akan memiliki sebanyak 44 Leopard. Keseluruhan pengadaan perlengkapan dan sarana batalyon bisa dituntaskan pada Oktober 2013 mendatang.

Subekti mengatakan batalyon tank Leopard itu diperlukan untuk menjaga kedaulatan serta kewibawaan Indonesia di mata negara tetangga. Dia menilai tank tempur Kodam Mulawarman jenis AMX–13 dan panser Sarasin, Saladin, dan Perret, sudah ketinggalan zaman. “Bila dibandingkan tank Malaysia, seperti mainan saja tank TNI. Dalam kategori strategi militer, tank TNI sudah dianggap tidak ada, saking tuanya,” katanya.

Subekti memastikan keberadaan batalyon Leopard akan mampu meningkatkan kewibawaan Indonesia di mata negara-negara tetangga. Alat tempur darat tersebut mampu menyaingi persenjataan tank tempur Malaysia.

Selain batalyon Leopard, pengamanan perbatasan juga diperkuat oleh pembentukan skuadron helikopter tempur yang berpusat di Berau. Skuadron ini nantinya dilengkapi oleh 16 pesawat helikopter serang buatan PT Dirgantara Indonesia, Agusta 129 Mangusta dari Italia, dan Super Cobra buatan Amerika Serikat.

Super Cobra adalah helikopter buatan Bell, hasil pengembangan dari Huey Cobra yang berjaya di perang Vietnam. Senjatanya adalah senapan mesin gatling 20 mm, roket Hydra, rudal Sidewinder untuk pertempuran udara, dan rudal penghancur tank Hellfire.

TNI, kata Subekti, menginginkan Super Cobra sebagai pilihan utama, di samping juga heli serbaguna Agusta Westland buatan Italia. Bahkan, kalau dapat izin, ia juga menginginkan heli Apache buatan Amerika Serikat karena dianggap sangat cocok untuk pengamanan perbatasan.

Untuk pengamanan perbatasan di darat, akan dilakukan oleh tiga batalyon gabungan infanteri dan artileri yang memiliki persenjataan anti-tank yang dapat membidik tank dari jarak 6 kilometer serta multiple launch rocket system (MLRS) Astros II buatan Brasil. Kata Subekti, seluruh persenjataan dan personel baru ini akan tersedia secara bertahap mulai tahun 2012 ini.

Menurut Subekti, ketersediaan alat utama sistem senjata dan personel di perbatasan itu akan sangat berdampak pada perimbangan kekuatan Indonesia dengan negara tetangga, terutama dengan negara yang berbatasan langsung di Kalimantan. “Saat ini kita memang tidak memiliki musuh yang eksplisit, yang nyata. Tapi setiap hari kita dilecehkan di perbatasan dengan adanya patok yang digeser-geser,” ujarnya. 

sumber : Tempo.co

Saturday, April 14, 2012

TNI AL perlu perkuat jaringan dengan media

PWI : TNI-AL perlu perkuat jaringan
dengan media
Sabtu, 14 April 2012 01:48 WIB | Dibaca 1213
kali
Surabaya (ANTARA
News) - Ketua
Persatuan Wartawan
Indonesia Jawa Timur
Akhmad Munir mendorong TNI
Angkatan Laut untuk terus memperkuat
jaringan dan kerja sama dengan media
massa agar perannya dapat lebih
diketahui masyarakat.
Saat memberikan materi pembekalan
pada Latihan Keamanan Laut Wilayah
Timur 2012 di Koarmatim, Surabaya,
kemarin, ia mengatakan, media massa
memiliki peran besar dalam
mendorong kinerja TNI AL, sekaligus
dalam pembentukan opini.
"Selama ini kerja sama TNI AL dengan
media sudah berjalan dengan baik.
Banyak kegiatan TNI AL yang
diberitakan media, seperti pengamanan
patroli laut, penanganan penangkapan
ikan ilegal di perairan Indonesia dan
latihan tempur," katanya.
Dalam hal pembentukan opini publik,
lanjut Munir, media massa memiliki
peran tidak kecil saat memberitakan
personel Korps Marinir dalam
pengamanan unjuk rasa mahasiswa
besar-besaran di akhir era orde baru.
"Saat itu Korps Marinir banyak
mendapat simpatik dari mahasiswa dan
masyarakat, karena kesatuan TNI AL
tersebut mampu memberikan citra
bagus dan diekspos besar-besaran oleh
media massa," tambah Kepala Biro
LKBN ANTARA Jatim itu.
Terkait masalah sengketa wilayah
perbatasan, Munir berharap TNI AL
bersedia memberikan pemahaman
kepada media massa secara lebih utuh,
terutama terkait masalah hukum
internasional yang selama ini belum
banyak dipahami publik.
"Dengan begitu, diharapkan
pemberitaan media massa bisa lebih
objektif dan mementingkan nilai
nasionalisme," katanya.
Selain Ketua PWI Jatim, pembicara lain
yang tampil memberikan materi
pembekalan antara lain peneliti senior
CSIS Dr Eddy Prasetyono, Prof Dr Etty
R Agoes (Kementerian Luar Negeri) dan
Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan
HAM Jatim Drs Mashudi.
Kegiatan Latihan Keamanan Laut itu
dibuka Panglima Komando Armada RI
Kawasan Timur (Pangarmatim)
Laksamana Muda TNI Agung Pramono
di Pusat Latihan Kapal Perang
Kolatarmatim, Ujung, Surabaya, Rabu
(11/4).
Latihan yang diikuti seluruh komandan
satuan dan kapal perang di lingkungan
Koarmatim itu, dijadwalkan
berlangsung hingga Jumat (13/4).
(T.D010/I007)
sumber : antara

Kopassus Ikut dalam Ekspedisi katulistiwa

Kopassus Ikut
Berpartisipasi Dalam
Team Ekspedisi
Khatulistiwa
JAKARTA - Pengiriman tim Ekspedisi
Khatulistiwa ke Kalimantan bertujuan
untuk melatih naluri tempur prajurit
TNI AD, TNI AL, dan TNI AU di
perbatasan, gunung dan pegunungan
serta medan "Ralasuntai"(rawa, laut
sungai dan pantai).
"Hutan di Kalimantan memiliki medan
yang lebih sulit dibandingkan hutan di
Sumatera dan Jawa. Oleh karenanya,
kami kirim tim ekspedisi di Kalimantan
untuk melatih naluri tempur prajurit.
Jadi, kita bukan `show of force`
untuk menekan Malaysia di
perbatasan," kata Komandan Grup III
Komando Pasukan Khusus Kolonel
(Inf) Izhak Pangemanan usai lomba
menembak antarwartawan di Markas
Kopassus, Cijantung, Jakarta, Sabtu
(14/4).
Jumlah personel yang terlibat dalam
tim ekspedisi itu sekitar 977 orang,
yang terdiri dari prajurit TNI, peneliti,
pecinta alam, kelompok masyarakat,
instansi pemerintah dan lainnya.
Untuk prajurit Kopassus sendiri,
dikerahkan sekitar 200 personel.
Kegiatan yang bertajuk "Lestarikan
Alam Indonesia" ini akan berlangsung
hingga 17 Juli 2012.
Pasukan bergabung dengan
akademisi dan segenap elemen
masyarakat bertujuan juga untuk
mendata kekayaan alam, potensi
bencana, dan potensi konflik di
Kalimantan, ujarnya.
Hasil dari pendataan itu dilakukan
untuk memberikan masukan kepada
pimpinan TNI dalam mengambil
kebijakan pembangunan di
pedalaman Kalimantan.
"Kami melibatkan ahli geologi, flora
dan fauna untuk melakukan
pendataan tentang potensi bencana
dan kekayaan alam yang ada," ujar
Izhak.
Team Ekspedisi di bagi menjadi empat
koordinatorat wilayah, yang kemudian
dibagi lagi menjadi delapan
subkoordinatorat wilayah.
Tim koordinatorat wilayah barat
meliputi provinsi Kalimantan Barat,
Koordinatorat wilayah tengah adalah
provinsi Kalimantan Tengah dan
koordinatorat wilayah selatan adalah
provinsi Kalimantan Selatan.
Sementara koordinatorat wilayah
timur adalah provinsi Kalimantan
Timur. Sedangkan delapan
subkoordinatorat meliputi wilayah
Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu/
Putussibau, Murung Raya/Muara
Tewe, Nunukan, Malinau, Kutai Barat,
Hulu Sungai Tengah/Barabai.
Komandan koordinatorat wilayah
untuk Ekspedisi Khatulistiwa ini,
masing-masing dipegang oleh
Danrem. Sedangkan untuk komandan
subkoordinatorat wilayah dipegang
oleh Dandim.
Sumber : ANTARANEWS.COM

Thursday, April 12, 2012

Roket Korea Utara Jatuh di Laut

Moksa Hutasoit - detikNews
Jumat, 13/04/2012 07:52 WIB

Seoul Korea Utara akhirnya meluncurkan roket jarak jauhnya meski mendapat kecaman. Namun peluncuran itu tidak berjalan mulus. Roket tersebut jatuh di tengah laut.

Informasi yang dikutip dari Reuters, Jumat (13/4/2012), Menteri Pertahanan Jepang, Naoki Tanaka, memastikan roket tersebut memang sempat berada di udara selama satu menit. Tidak lama berselang, roket itu pun jatuh di laut.

"Tidak berdampak pada wilayah Jepang," kata Tanaka.

Sementara itu, pejabat-pejabat militer Amerika Serikat juga percaya kalau Korut sudah gagal dengan peluncuran roketnya. Korut meluncurkan roketnya dari stasiun peluncuran satelit Sohae di bagian utara negara itu, yang berdekatan dengan perbatasan Korea Utara dengan China. Demikian informasi yang diambil dari ABCnews.

Roket itu diluncurkan pada pukul 07:39 waktu setempat. Padahal wacana Korut ini sempat mendapat reaksi negatif dari dunia.
 

Kemhan dan TNI AU bantah soal pembelian Typoon


Eurofighter Typhoon
 
JAKARTA - Kementrian Pertahanan (Kemhan) dan TNI AU membantah kabar yang menyebutkan adanya rencana ataupun pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Inggris. Hingga saat ini, pembelian pesawat tersebut tidak masuk dalam rencana belanja alutsista TNI.

“Belum ada. Kami tidak ada rencana membelinya,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin di Jakarta, Kamis (12/4). Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma Azman Yunus.

Menurutnya, pembelian 24 unit Typhoon hanyalah isu yang tak bertanggung jawab. “Nggak benar isu itu,” kata Azman. Isu pembelian pesawat senilai 2 miliar pound sterling atau senilai Rp29,2 triliun itu muncul sejak tahun 2011 lalu.

Isu tersebut mencuat sejak setahun silam saat Dubes Inggris di Jakarta Mark Canning kembali membuka peluang kerja sama militer dengan Indonesia. Menurutnya Inggris sebelumnya telah dipercaya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan penting ke Indonesia, contohnya pesawat Hawk," katanya. Soal Eurofighter Typhoon, ia menyatakan berusaha menjual apa pun ia bisa.

Kini isu itu kembali menguat bersamaan dengan kedatangan PM Inggris Davic Cameron, siang tadi.

Sumber : JURNAS.COM

PT DI turut serta dalam rancang bangun AirBus A350

Jakarta (ANTARA News) - PT Dirgantara Indonesia
(Persero), Rabu, mencatat sejarah baru dan "naik kelas"
dengan menjadi mitra rancang bangun setara bagi Airbus,
dalam pembuatan A350. PT DI bukan lagi sekedar
pembuat komponen (manufacturing) seperti sebelumnya.
Langkah maju PT DI itu ditandai penandatanganan
memorandum kesepahaman antara PT DI dengan Airbus
Industrie di Jakarta, yang menjadi salah satu agenda dalam
kunjungan kenegaraan PM Inggris, David Cameron, yang
disertai 30 pebisnis utama Inggris, termasuk dari Airbus.
PT DI dalam penandatanganan yang berlangsung di Istana
Negara itu diwakili Direktur Teknologi dan Pengembangan
PT DI, Ardonni Jafri. Kini, selain mampu membuat
komponen untuk pesawat Airbus, PT DI dipercaya untuk
berkontribusi dalam rancang bangun pesawat Airbus
A350.
Bicara soal Airbus ini, konsep dan praktis pengendalian
pesawat terbang dua awak (two men cockpit) berbasis
sistem elektronika (fly by wire) jajaran pesawat komersial
A-300 buatan konsorsium penerbangan Eropa ini
diprakarsai tokoh kedirgantaraan nasional, Wiweko
Supomo.
Supomo, yang pernah menjadi direktur utama PT Garuda
Indonesian Airways (saat itu) juga sahabat kental
Nurtanio, pendiri PT DI, yang kemudian namanya sempat
diabadikan menjadi pusat unggulan industri
kedirgantaraan satu-satunya di Asia Tenggara itu.
Mengomentari perkembangan pesat PT DI itu, Direktur
Utama PT DI, Budi Santoso, menggarisbawahinya sebagai
langkah awal menuju status sebagai kontraktor rancang
bangun bagi Airbus.
"Pekerjaan rancang bangun ini akan menjadi langkah awal
sebagai kontraktor rancang bangun bagi pesawat-pesawat
Airbus," katanya.
Bukan hanya itu, Santoso yakin kesepakatan yang
ditandatangani pihaknya dengan Airbus juga berharap
PTDI menjadi pemasok tier-1 (tingkat 1) bagi Airbus.
Ardonni, mengatakan kesepakatan itu secara khusus
ditujukan dalam rancang bangun pengembangan pesawat
Airbus A350, jenis pesawat berbadan lebar berteknologi
masa depan, yang dimulai tahun ini juga.
Pesawat A350 itu sendiri kini masih dalam tahap
perancangan, dimana PT DI akan menyertakan para
insinyurnya sebagai pemikir-pemikir dan penghitung
bagian-bagian dari pesawat masa depan tersebut.
"Kami kini masuki tahapan kerja kerah putih, tak lagi kerah
biru," kata Ardonni.
Dia menambahkan, selain mengangkat nama bangsa
dalam teknologi rekayasa pesawat terbang, PT DI kini
mendapatkan nilai tambah 60 persen lebih besar dari hasil
pekerjaaan yang dilakukan para personilnya dalam proyek
rekayasa seperti itu.
Menurut dia, pengakuan Airbus tersebut bukan hal mudah
karena sebelum memutuskan menjadikan PT DI mitra
rancang bangun, Airbus telah turun ke PT DI di Bandung
dan mengaudit sistem yang digunakan PT DI guna
mengukur kemampuan rancang bangunnya.
Sebelumnya, sejak 2002 PT DI telah dipercaya membuat
berbagai komponen untuk struktur Airbus
A320/321/330/30/350 dan bahkan pesawat berlantai dua
dan terbesar di dunia A380 sejak tahun 2002 yang
diperoleh lewat Spirit (saat ini BAe System) dan juga dari
CTRM Malaysia.
(Antara )

BERITA POLULER