Pages

Thursday, December 15, 2011

KSAL: Armada Laut Kuat Dukung Perekonomian Negara



 
Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal Nasional
Jurnas.com | KEPALA Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno mengatakan kehadiran armada angkatan laut suatu negara terkait erat dengan pengamanan terhadap jalur-jalur perdagangan yang diangkut oleh armada niaga dari berbagai gangguan dan ancaman keamanan di laut.

Oleh karena itu, kehadiran armada angkatan laut yang kuat menjadi kebutuhan mutlak suatu negara. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan bangsa dan negaranya serta memberikan rasa aman bagi para pengguna laut dalam melaksanakan aktivitasnya guna mendukung perekonomian suatu negara.

Demikian pendapat KSAL Laksamana TNI Soeparno Wakil dalam makalah tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Operasi KSAL, Laksamana Muda TNI Hari Bowo pada Seminar Nasional bertajuk "Keamanan Laut Untuk Kemandirian dan Kesejahteraan" yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) di gedung Graha Jala Puspita, Jakarta, Kamis (15/12).

jurnas
Soeparno berharap keberadaan TNI AL yang kuat diperlukan untuk melaksanakan tugas penegakan kedaulatan dan hukum di laut. Kekuatan angkatan laut juga diperlukan agar mampu melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa di wilayah perairan Indonesia. "Armada Angkatan Laut yang kuat akan berdampak positif dalam menciptakan kondisi yang aman dan terkendali dari berbagai bentuk ancaman kekerasan di laut," katanya.

Menurutnya, adanya jaminan keamanan akan memberi ketenangan serta rasa percaya bagi para pengguna laut. Selain itu, mampu menurunkan tarif transportasi antarpulau sehingga arus perdagangan antarpulau menjadi tinggi.

Juga mengurangi jurang perbedaan perekonomian antardaerah di Pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya. "Dampak lain dari kehadiran TNI Angkatan Laut adalah terjaganya keberadaan sumberdaya alam di laut dari ancaman kerusakan dan pencurian yang dapat merugikan negara," katanya.

Wajar Bila Tertinggal, 20 Tahun Alutsista Indonesia tak Dimutakhirkan


    


Kamis, 15 Desember 2011 22:34 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU - Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Makassar, Brigjend Hary Mulyono menyampaikan, sudah 20 tahun alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI tidak pernah dimodernisasi. Tidak mengherankan bila Indonesia tertinggal dari negara lain dalam sistem dan teknologi persenjataan

Saat menjadi pemimpin upacara pada peringatan Hari Juang Kartika yang dilaksanakan di anjungan pantai Manakarra, Mamuju, Sulbar, Kamis (15/12), ia menegaskan TNI akan melaksanakan modernisasi alutsista untuk tiga tahun kedepan.

"Perkembangan ekonomi Indonesia dewasa ini semakin baik, sehingga negara telah mengalokasikan dana cukup besar bagi TNI angkatan darat untuk melaksanakan modernisasi," ujarnya.

"Wajarlah jika negara telah memberikan alokasi anggaran yang besar untuk modernisasi alutsista untuk tiga tahun kedepan. Sebab, sudah 20 tahun alutsita tidak pernah dimodernisasi,"ucapnya. Ia mengatakan, pemberian anggaran untuk alutsista tersebut dituujukan agar TNI angkatan darat dalam penguasaan alutsista mempunyai kesamaan teknologi dengan negara-negara tetangga.

"Jika kita memiliki kesamaan teknologi maka TNI pun bisa mengikuti latihan bersama yang selama ini dilakukan para negara sahabat,"jelasnya. Kasdam juga menyampaikan jika di internal TNI telah melaksanakan reformasi. Keberhasilan itu ditandai dengan kehadiran TNI yang bisa diterima semua lapisan masyarakat.

"TNI adalah angkatan perang yang menjadi kebanggaan rakyat karena mampu melindungi kemerdekaan negara Indonesia dan menjamin keamanan rakyat," ucapnya.

republika

Wednesday, December 14, 2011

KAI KF-21 Boramae

KAI KF-21 Boramae

KAI KF-21 Boramae (sebelumnya dikenal dengan KF-X) adalah program pengembangan pesawat tempur Korea Selatan, bermitra dengan Indonesia, untuk menghasilkan pesawat tempur multiperan tingkat lanjut untuk Angkatan Udara Republik Korea dan Angkatan Udara Indonesia.] Badan pesawat ini memiliki fitur siluman bila dibandingkan dengan pesawat generasi ke-4 lainnya, tetapi tidak membawa persenjataan secara internal layaknya pesawat generasi ke-5, meskipun internal bays dapat diperkenalkan nantinya selama pengembangan.

Program ini dipimpin oleh pemerintah Korea Selatan yang berkontribusi sebesar 60% pembiayaan dana program. Dimana Indonesia berkontribusi sebesar 20% pada tahun 2010, dan sisa 20% lainnya ditanggung oleh mitra swasta termasuk produsen Korea Aerospace Industries (KAI). KAI KF-X sendiri merupakan program pengembangan pesawat tempur kedua Korea Selatan setelah FA/T-50.

Pada bulan April 2021, purwarupa pertama telah selesai dan ditampilkan dalam upacara rollout di fasilitas pusat KAI di Bandar Udara Sacheon. Dengan nama resmi Boramae (bahasa Korea: 보라매, berarti "elang muda" atau "elang tempur"). Uji coba terbang perdana dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2022, dimana produksi dijadwalkan dimulai pada tahun 2026. Setidaknya 40 unit pesawat direncanakan untuk siap dikirim pada tahun 2028, Korea Selatan sendiri berharap sebanyak 120 total pesawat telah hadir pada tahun 2032. Tersedia juga untuk pasar ekspor.

Di Indonesia, program pengembangan KF-X sering disebut sebagai program IF-X Menurut Jakarta Globe ketika pesawat tersebut telah selesai akan disebut sebagai F-33 Fighting Hawk.

sumber wiki pedia





TNI AL Siapkan Latihan Bersama Dengan US Navy




14 Desember 2011, Surabaya (Koarmatim): Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menyiapkan rencana latihan bersama dengan Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (USN) yang dibahas dalam rapat Initial Planning Conference (IPC) bertempat di hotel JW. Marriott Surabaya, Selasa (13/12). Rapat tersebut dihadiri oleh masing-masing delegasi dari Angkatan Laut kedua negara yaitu dari pihak TNI AL berjumlah 35 orang, dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Jan Rahir Simamora Paban III Lat Sopsal Mabesal. Sedangkan delegasi dari pihak US Navy berjumlah 17 orang, dipimpin oleh Lieutenant Commander Robert A. Hochstedler dari United States Command Logistic West Pacific (US COMLOG WESTPAC) pangkalan angkatan laut (AS) yang berada di Singapura.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT-2012) dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Rahmat Eko Raharjo yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Patroli (Dansatrol) Koarmatim. Guna menyamakan persepsi mengenai teknis dan taktis pelaksanaan Latma CARAT-2012 maka ditunjuk beberapa perwakilan perwira (AL) kedua negara untuk mengikuti rapat IPC tersebut. Penentuan lokasi, serta daerah latihan masih dibahas dalam forum diskusi dengan membentuk tim bersama antara perwira TNI AL dan US Navy. Hasil dari rapat IPC ini nantinya akan menjadi masukan untuk dibahas kembali dalam Final Planning Conference (FPC) yang akan datang.

Dalam sambutannya Paban III Sopsal menyampaikan beberapa hal mengenai latihan bersama tersebut diantaranya, Latihan bersama Cooperation Afloat Readiness And Training (CARAT) merupakan program latihan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali oleh TNI AL dan US Navy dengan melbatkan unsur-unsur laut berupa kapal perang, Marinir, pesawat udara dan helikopter. Kegiatan latihan secara umum meliputi manuvra dilaut (Sea Phase), patroli maritim melalui udara (Aviation), Komunikasi (Centrixs), pengamanan (Force Protection), simposium, pendaratan Marinir dan pertunjukan seni.

Tujuan latihan bersama ini untuk meningkatkan hubungan bilateral antara angkatan laut kedua negara dengan prinsip saling menghormati dan menghargai sebagai negara yang berdaulat. Selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL dalam melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Milter Selain Perang (OMSP). CARAT-2012 merupakan wahana untuk saling tukar menukar pengetahuan dan informasi mengenai doktrin peperangan laut yang selalu berubah mengikuti perkembangan jaman yang semakin kompleks.

Sumber: Koarmatim

Perwira Angkatan Laut Cina Berkunjung ke Koarmatim


/

Jurnas.com | SEBANYAK 30 pejabat Perwira Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (People Liberation Army/PLA-Navy) yang dipimpin oleh Laksamana Muda Wei Zongpei mengadakan kunjungan kehormatan ke Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Rabu (14/12).

Kunjungan delegasi perwira Angkatan Laut Cina ini diterima Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Ade Supandi, SE didampingi Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Djoko Teguh Wahojo dan pejabat teras Koarmatim lainnya.

Berdasarkan siaran pers Dinas Penerangan Koarmatim yang diterima Jurnal Nasional, kedatanganya ke Koarmatim ini merupakan rangkaian kunjungan selama berada di Indonesia, yang sebelumnya juga mengadakan kunjungan kehormatan kepada Kepala Staf Angkatan Laut di Mabesal Jakarta.

Selama kunjungan di Koarmatim, ditandai dengan pembicaraan resmi, pertukaran cindera mata dan pemutaran film sekilas profil Koarmatim. Dalam kesempatan tersebut, Laksamana Muda Wei Zongpei menyampaikan terima kasihnya atas sambutan ramah dan hangat selama berada di Koarmatim.

Sementara itu, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Ade Supandi, SE menyambut baik dan hangat kedatangan para delegasi pejabat Perwira Angkatan Laut Cina ini. Dalam kesempatan tersebut Pangarmatim juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan mengharapkan akan semakin mempererat hubungan kerjasama antara ke dua Angkatan Laut.

Dikatakan Pangarmatim, bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan bangsa Cina di Indonesia. Ke dua bangsa ini memiliki hubungan emosional yang erat.

“Hal ini dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan nilai sejarah, seperti keberadaan Laksamana Cheng Ho penyebar agama Islam pertama di Indonesia dari China, sehingga nama tersebut banyak digunakan sebagai nama Masjid di Indonesia. Dan banyak lagi nilai sejarah lainnya, yang menghubungkan perjalanan bangsa Indonesia dan Cina,” kata Pangarmatim.

Menurut Pangarmatim, hubungan erat antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut China sampai saat ini tetap berlangsung harmonis. Berbagai kerjasama dilakukan, diantaranya beberapa waktu lalu TNI AL membeli sekaligus melakukan uji coba Rudal C 802 buatan China.


JURNAS

KASAU resmikan mako lanud medan

Jakarta, 22:09 Wed, 14 Dec 2011
Jurnas.com | KEPALA Staf TNI Angkatan Udara (KSAU),
Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Markas Komando
Pangkalan Udara (Mako Lanud) Medan, Selasa (13/12) .
Menurut KSAU, Lanud Medan mempunyai arti yang sangat
strategis untuk Sumatera bagian utara. Karena itu,
keberadaannya akan dipertahankan sesuai kebijakan dari
Presiden RI.
Menurutnya, beberapa pertimbangan bahwa Mako Lanud
akan dipindahkan kedalam pangkalan, namun untuk
mempertahankan sejarah yang cukup panjang dimana
Lanud sebelumnya adalah kantor Pangkodau I (Panglima
Komando Daerah Udara) yang waktu itu membawahi
wilayah Sumatra.
Dengan adanya Minimum Essensial Force (MEF) sampai
tahun 2024, kata KSAU, kedepan Lanud Medan akan
ditingkatkan menjadi pangkalan operasi yang akan
ditempati Skadron Pengintai atau Skadron Angkut.
Sehinggga keberadaan Malanud dan fasilitasnya sangat
diperlukan. “Seperti di Amerika Serikat dan Rusia,
keberadaan landasan di tengah kota sangat diperlukan
untuk kebutuhan dalam keadaan-keadaan tertentu seperti
VVIP atau keadaan darurat,” ungkap KSAU seperti dilansir
dalam Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsma
TNI Azman Yunus yang diterima Jurnal Nasional, Rabu
(14/12).
Dikatakannya, jika Bandara Internasional Polonia sudah
pindah ke Kuala Namu, maka Polonia operasionalnya akan
berpindah ke TNI Angkatan Udara, sehingga operasi-
operasi yang penuh kerahasiaan dan keluasan bergerak,
maka Lanud ini dapat mendukung apa yang diinginkan.
Ia menjelaskan, pada peristiwa Tsunami di Aceh dan
Padang Sumatra Barat beberapa waktu lalu, keberadaan
Lanud Medan sangat penting untuk keadaan darurat di
daerah tersebut. Sebab seluruh pergerakan pesawat
bantuan dari negara-negara sahabat dilaksanakan melalui
Lanud Medan.

KASAU resmikan mako lanud medan

BERITA POLULER