Sunday, November 7, 2010
Songsong Obama, Personel TNI & Polri Bersenjata Disebar di Penjuru UI
Fitraya Ramadhanny - detikNews
Jakarta - Pengamanan Kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, ditingkatkan menjelang kedatangan Presiden AS Barack Obama. Pengamanan ini dilakukan oleh personel TNI dan Polri bersenjata lengkap yang disebar di penjuru kampus.
Pantauan detikcom, pengamanan mulai terasa sejak gerbang utama Kampus UI. Di sini, anggota TNI bersenjata laras panjang sudah siaga di sudut jalan. Di antara mereka juga tampak polisi dari Brimob Polda Metro Jaya.
Peningkatan keamanan ini semakin terasa di sekitar gedung Rektorat dan Balairung UI. Di sekitar Balairung UI ini tampak sejumlah truk TNI dan 2 mobil water cannon milik Brimob. Beberapa anggota TNI juga terus menyisir jalanan dan kebun sekitar Balairung. Di antara mereka juga kelihatan anggota TNI/Polri berpakaian preman.
Pemkot Depok pun ikut sibuk. Tampak 2 mobil pemadam kebakaran dan 2 mobil ambulans ikut berjaga di sekitar Balairung. Meski demikian, pemeriksaan personal terhadap pengunjung kampus belum dilakukan. Perkuliahan tetap seperti biasa.
Obama dijadwalkan berada di Jakarta pada Selasa-Rabu 9-10 November. Menurut rencana, selain bertemu SBY, Obama juga akan berpidato di Masjid Istiqlal, meletakkan karangan bunga di TMP Kalibata dan berpidato di tempat terbuka, yang belakangan disebut bertempat di kampus UI. Saat ini Obama masih berada di India, dalam rangka tur ke Asia selama 10 hari.
(asp/nrl)
detik
Jelang Obama Datang, Gedung Putih Terus Koordinasi dengan UI
Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Menyambut kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia, pihak Gedung Putih terus berkoordinasi dengan kampus Universitas Indonesia (UI). Mereka meminta pendapat UI tentang lokasi kuliah umum dan faktor lainnya.
"Beberapa kali pihak White House koordinasi dengan kami. Mereka meminta masukan apabila kuliah umum di tempat terbuka bagaimana. Tapi karena melihat cuaca tidak menentu, pihak UI menyarankan supaya di tempat tertutup. Takutnya di tengah pidato tiba-tiba hujan," kata staf Humas UI, Devie Rachmawatie, saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/11/2010).
Meski demikian, pihak Gedung Putih tetap memeriksa seluruh penjuru UI. Namun, pihak Gedung Putih yang terdiri dari staf keamanan, media hingga event organizer. "Bagi UI, siapa pun tamunya akan kami sambut. Untuk pelaksanaan, kami cuma sebagai tempat saja, selebihnya negara antar negara," tambah Devi.
UI hingga saat ini belum bisa memastikan kedatangan Obama ke kampus tersebut. Pihak UI baru akan diberitahu kepastian kehadiran di UI setelah Obama mendarat di Jakarta. Setelah itu baru akan ada sterilisasi kampus guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sampai saat ini masih normal, kegiatan kampus masih seperti biasa. Tapi kalau sudah oke datang, pasti ada sterilisasi. Apakah datang atau tidak, bagi UI, digosipin saja sudah senang," ujar Devi.
Obama dijadwalkan berada di Jakarta pada Selasa-Rabu 9-10 November. Menurut rencana, selain bertemu SBY, Obama juga akan berpidato di Masjid Istiqlal, meletakkan karangan bunga di TMP Kalibata dan berpidato di tempat terbuka, yang belakangan disebut bertempat di kampus UI. Saat ini Obama masih berada di India, dalam rangka tur ke Asia selama 10 hari.
(asp/nrl)
DETIK
AS Gelar Pesawat Predator di Yaman
Washington, (Analisa)
Pemerintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggelar pesawat-pesawat tanpa awak ‘Predator’ di Yaman untuk memburu mata-mata al-Qaeda yang semakin aktif di negara Arab itu, kata suratkabar The Washington Post, Minggu (7/11).
Tetapi mengutip para pejabat senior AS yang tidak disebutkan nama mereka, suratkabar itu memberitakan militer AS dan mata-mata intelijen tidak menembakkan rudal-rudal dari pesawat itu karena tidak memiliki laporan intelijen yang solid tentang keberadaan para gerilyawan.
Bulan lalu, dua paket yang dialamatkan ke gereja kaum Yahudi di Chicago berisikan bahan peledak PETN yang disembunyikan dalam kotak tinta printer ditemukan di Dubai dan Bandara East Midlands Inggris, yang memicu kegusaran internasional.
Hari Jum’at (5/11), cabang al-Qarda Yaman mengaku bertanggung jawab atas persekongkolan itu dan atas jatuhnya sebuah pesawat kargo September lalu.
Kelompok al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) mengirim pesan itu di laman internet "jihaddis" dan menyerukan pengiriman lebih banyak paket bahan peledak untuk "memperluas targetnya dengan melibatkan pesawat sipil di Barat serta pesawat kargo"
Para pejabat AS mengatakan pesawat-pesawat Predator telah melakuan patroli di udara Yaman selama beberapa bulan untuk mencari para pemimpin dan mata-mata al-Qaeda, kata berita itu.
Tetapi setelah serangkaian serangan pasukan Yaman dan rudal-rudal jelajah AS awal tahun ini, para pemimpin al-Qaeda Yaman ingin menghentikan serangan, kata suratkabar itu mengutip seorang pejabat senior pemerintah Obama.(Ant/AFP)
HARIAN ANALISA
Pemerintah Presiden Amerika Serikat Barack Obama menggelar pesawat-pesawat tanpa awak ‘Predator’ di Yaman untuk memburu mata-mata al-Qaeda yang semakin aktif di negara Arab itu, kata suratkabar The Washington Post, Minggu (7/11).
Tetapi mengutip para pejabat senior AS yang tidak disebutkan nama mereka, suratkabar itu memberitakan militer AS dan mata-mata intelijen tidak menembakkan rudal-rudal dari pesawat itu karena tidak memiliki laporan intelijen yang solid tentang keberadaan para gerilyawan.
Bulan lalu, dua paket yang dialamatkan ke gereja kaum Yahudi di Chicago berisikan bahan peledak PETN yang disembunyikan dalam kotak tinta printer ditemukan di Dubai dan Bandara East Midlands Inggris, yang memicu kegusaran internasional.
Hari Jum’at (5/11), cabang al-Qarda Yaman mengaku bertanggung jawab atas persekongkolan itu dan atas jatuhnya sebuah pesawat kargo September lalu.
Kelompok al-Qaeda di Jazirah Arab (AQAP) mengirim pesan itu di laman internet "jihaddis" dan menyerukan pengiriman lebih banyak paket bahan peledak untuk "memperluas targetnya dengan melibatkan pesawat sipil di Barat serta pesawat kargo"
Para pejabat AS mengatakan pesawat-pesawat Predator telah melakuan patroli di udara Yaman selama beberapa bulan untuk mencari para pemimpin dan mata-mata al-Qaeda, kata berita itu.
Tetapi setelah serangkaian serangan pasukan Yaman dan rudal-rudal jelajah AS awal tahun ini, para pemimpin al-Qaeda Yaman ingin menghentikan serangan, kata suratkabar itu mengutip seorang pejabat senior pemerintah Obama.(Ant/AFP)
HARIAN ANALISA
Menhan Gates: Militer AS di Asia Tidak Ditujukan kepada China
Melbourne, (Analisa).
Menlu AS Hillary Rodham Clinton, bersiap mengadakan hening cipta bersama saat upacara peletakan karangan bunga di Shrine of Remembrance Minggu (7/11) di Melbourne, Australia.
Upaya militer Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat kehadirannya di Asia tidak ditujukan untuk menghadapi China, kata Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Minggu (7/11).
Sebuah suratkabar Australia menyiarkan laporan yang mengatakan, Australia akan memberikan izin militer AS untuk memperluas penggunaan pangkalan-pangkalannya, namun seorang pejabat pertahanan AS dengan hati-hati mengatakan bahwa keputusan apapun seperti itu mungkin memerlukan waktu sedikitnya beberapa bulan lagi.
Gates mengatakan, tinjauan strategi kekuatan militer AS tidak termasuk pangkalan-pangkalan baru di Asia.
"Sejauh tinjauan postur, kami tidak memandang menambahkansetiap pangkalan atau apa, suatu pangkalan baru di Asia. Tapi (bukannya berfokus pada hal itu) benar-benar bagaimana kita meningkatkan hubungan yang sudah kita bina," katanya kepada wartawan sebelum ia mendarat di Melbourne.
Gates akan melakukan berbagai pembicaraan di Melbourne bersama Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, yang telah sejak dua pekan melakukan kunjungan regional, yang didominasi oleh keprihatinan AS mengenai ketegangan China dengan tetangganya.
Washington dan sekutu-sekutunya di Asia-Pasifik telah makin waspada terhadap niat China, yang menghabiskan banyak dana untuk memodernisasi militernya, dan pengiriman angkatan laut yang menegaskan bahwa kedaulatan atas Laut China Selatan diperebutkan.
Gates mengatakan, militer AS "mencari cara untuk memperkuat dan mungkin membuat lebih kuat keberadaan kami di Asia".
Tapi dia menekankan bahwa pergerakan AS di kawasan, termasuk agenda kebijakan di Australia, tidak merespon terhadap tindakan Beijing.
"Tidak, ini sama sekali bukan tentang China," kata Gates, menunjuk peningkatan hubungan dengan negara-negara di kawasan itu atas kepentingan bersama seperti kontra-terorisme, kontra-pembajakan dan bantuan bencana.
"Ini lebih tentang hubungan kita dengan negara Asia lainnya daripada tentang China. Kami telah benar-benar meningkatkan keterlibatan kami selama 18 bulan terakhir atau lebih."
Dia menunjuk kunjungannya ke Vietnam bulan lalu untuk menghadiri pertemuan kepala pertahanan Asia-Pasifik dan untuk Clinton partisipasi pada KTT Asia-Pasifik di Hanoi pekan lalu sebagai contoh keterlibatan itu.
Analis memantau ketat friksi regional tentang friksi dengan China di kedua peristiwa, terutama mengingatkan sengketa antara Beijing dan Tokio atas kepulauan Diaoyu, yang disebut Senkaku di Jepang.
Para pejabat AS mencatat Australia sebagai salah satu sekutu Washington terdekat.
Australia telah berperang bersama pasukan AS di setiap konflik besar sejak Perang Dunia I, termasuk di Afghanistan, di mana Australia tercatat sebagai pendukung di luar NATO terbesar dengan sekitar 1.550 tentara.
Penjualan peralatan militer AS ke Australia juga meningkat menjadi 1,45 miliar dolar di tahun 2010 dari $ 162. 500.000 pada tahun 2001.
Sementara itu Senat AS telah mencapai perjanjian perdagangan alat-alat pertahanan bulan lalu yang memungkinkan peningkatan perdagangan bilateral pertahanan mereka.
Gates mengatakan, pembicaraan di Melbourne akan mencakup pertahanan rudal dan cyber teknologi, dan menyebutkan agenda pembicaraan sebagai "cantik tapi ambisius". (Ant/Rtr)
HARIAN ANALISA
Obama Harus Buktikan Atensinya
Presiden Barack Obama Berbincang Dengan Presiden SBY pada Waktu G-20 Di AS
Jakarta (ANTARA News) - Dua anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi dan Paskalis Kossay, mengingatkan Barack Obama untuk membuktikan atensinya memperkuat kerjasama militer Indonesia-AS, khususnya di bidang pendidikan.
Keduanya mengungkapkan itu secara terpisah di Jakarta, Minggu, menyambut rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat ke Indonesia pada 9 dan 10 November, setelah tertunda dua kali.
"Peningkatan kerjasama pendidikan dan pelatihan (militer) tanpa `embel-embel` harus dibuktikan. Maksudnya, agar jangan lagi ada upaya mengutak-atik masalah HAM dan lain sebagainya sebagai prasyarat. Karena itu sangat tidak obyektif," ujar Fayakhun Andriadi.
Sementara itu bagi Paskalis Kossay, bagaimana pun AS amat berkepentingan dengan kekuatan militer RI yang mumpuni di kawasan Asia Pasifik.
"Omong kosong jika mereka (AS) banyak dalih. Sebab, bila (militer) RI tak kuat, keseimbangan pertahanan kawasan berpotensi terganggu, karena AS tentu inginkan kita bisa mengimbangi (militer) Tiongkok yang kini mulai masuk kelas `super`," katanya.
Selain kerjasama (pendidikan dan peatihan) militer, Fayakhun Andriadi juga mengeritisi implementasi `free trade agreement` (FTA) RI-AS, sebagaimana juga telah dilakukan Indonesia dengan Tiongkok (FTA RI-RRT).
"Ini sangat krusial, agar jangan lagi ekspor impor kita via Singapura yang telah membuat negeri kota itu untung besar selama bertahun-tahun," katanya.
Pada hal lain, Paskalis Kossay juga mengajak Barack Obama punya sikap yang pas terhadap berbagai masalah di Tanah Papua.
Sumber: ANTARA
Korvet Pertama Proyek Milgem Segera Selesai
TCG Heybeliada (F-511). (Foto: trdefence)
08 November 2010 -- Korvet pertama kelas Ada Angkatan Laut Turki TCG Heybeliada (F-511) yang dibangun di galangan kapal AL Turki Golcuk dekat Istanbul mendekati penyelesaian pemasangan sensor, persenjataan dan instrumen lainnya oleh para teknisi Turki.
Korvet kedua TCG Buyukada (F-512) dalam pengerjaan di galangan kapal yang sama.
Pemerintah Turki berencana membangun 12 korvet kelas Alda untuk AL Turki dibawah proyek Milgem (Milli Gemi atau kapal nasional) pada 8 Maret 2004, serta mengekspor ke negara anggota NATO atau bukan anggota NATO, seperti Pakistan tertarik mengakuisisi. Hampir 60 perusahaan Turki terlibat dalam perancangan dan konstruksi kapal.
Korvet kelas Ada dirancang sebagai pemburu kapal selam dan kapal pertama dilengkapi radar canggih buatan TUBITAK (Turkish Scientific and Technologic Research Foundation) dan ARMERKOM, untuk peperangan anti kapal selam dipersenjatai peluncur torpedo, subroc (submarine rocket, bom serta satu helikopter anti kapal selam. Sedangkan, untuk peperangan permukaan dibekali delapan peluncur rudal Harpoon, sepucuk meriam 76 mm, 21 sel peluncur rudal RAM dan dua senapan mesin dikendali secara otomatis
Korvet mampu melacak sasaran hingga radius 250 km dengan radar 3D SMART-S Mk2 buatan Thales. Kapal mampu menampung hingga 118 personil, termasuk para awak kapal.
TCG Heybeliada diharapkan beroperasi 23 April, setelah sukses uji pelayaran pada kwartal pertama 2011.
TRDEFENCE/Berita HanKam
Donasi Kemanusiaan untuk Bencana Gunung Merapi, Tsunami Mentawai dan Banjir Wasior
Posted on 02/11/2010 by hadiyanta
i
Rate This
Untuk Anda yang berkecukupan dan ingin membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah dan tertimpa bencana, Anda dapat menyalurkan donasi kemanusiaan melalui :

Gunung Merapi

Tsunami Mentawai

Banjir Wasior

Donasi Melalui SMS *811#
Bersama untuk kemanusian di era digital, mari berdonasi melalui layanan sms. Untuk para pengguna Telkomsel, silahkan ketik *811#, pilih PMI (2), lalu ikuti petunjuk selanjutnya.
Donasi Bencana Umum
1. Bank BCA, KCU Thamrin Jakarta, Nomor Rekening 206.300668.8, atas nama Kantor Pusat PMI.
2. Bank Mandiri, KCP JKT Krakatau Steel, Nomor Rekening: 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia.
3. BRI, KC Pancoran, Jakarta, Nomor Rekening: 0390-01-000030-30-3, atas nama Palang Merah Indonesia.
Donasi Menggunakan Mata Uang Dollar Amerika (USD)
Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma Baja, No. Rekening: 070-00-0584905-9, Atas nama: Palang Merah Indonesia.
Humas PMI +62.21.7992325
E Mail : pmi@pmi.or.id
http://www.pmi.or.id/ina/donation/
Medical Emergency Rescue Committee

Bank Syariah Mandiri (BSM),
Cabang Kramat. Swiftcode : bsmdidja
a.n Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek 128.0011.802 (amanah Kemanusiaan)*
Bank Central Asia (BCA),
Cabang Kwitang. Swiftcode : cenaidja
a.n Medical Emergency Rescue Committee
No. Rek 686.0099.339 (amanah Kemanusiaan)*
*MER-C akan menyalurkan donasi Anda sesuai dengan amanahnya.
Kirimkan bukti transfer via fax ke 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon agar kami dapat mengirimkan bukti tanda terima dana kepada Anda.
Terima kasih atas bantuan donasi dan menyalurkannya melalui lembaga-lembaga diatas.
http://www.mer-c.org/donasi.html
REKENING SATU UNTUK NEGERI tvOne
Silahkan langsung ke site tvOne
http://hadiyanta.com/2010/11/02/donasi-kemanusiaan-untuk-bencana-gunung-merapi-tsunami-mentawai-dan-banjir-wasior/
Subscribe to:
Comments (Atom)
BERITA POLULER
-
Rusia Jamin Indonesia Bebas Embargo Militer TEMPO.CO , Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander A. Ivanov, menyatakan pem...
-
Rencana kedatangan alutsista TNI 2010-2014 dengan anggaran pembelian US$ 15 Milyar : Renstra TNI 2010-2014 memberikan nuansa pelangi terhad...
-
T-90S Rusia (Main Battle Tank Russia) Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambah...




