Pages

Thursday, April 12, 2012

Inggris menjual 24 unit pesawat tempur Eurofighter Typhoons senilai 2 miliar pound sterling ke Indonesia


 
 11 April 2012, Jakarta: Inggris menjual 24 unit pesawat tempur Eurofighter Typhoons senilai 2 miliar pound sterling ke Indonesia. Penjualan pesawat tempur senilai Rp 29,2 triliun itu telah disepakati oleh pemerintah Inggris dan Indonesia tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menjelaskan rencana itu sebelum terbang ke Jakarta. Rabu 11 April 2012, ia tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari. Kedatangannya ke Indonesia didampingi sejumlah pengusaha di bidang pertahanan di Inggris.

“Inggris membuat sejumlah perlengkapan pertahanan yang terbaik di dunia, dan ini tepat untuk Indonesia, yang kriterianya sama dengan yang kami terapkan pada rekan kerja di seluruh dunia,” kata Cameron.

Penjualan ini sekaligus menandai berakhirnya penerapan sanksi embargo militer terhadap Indonesia, yang diberlakukan selama lebih dari 10 tahun. Saat itu Partai Buruh mendorong pemberlakuan embargo sebagai protes atas penggunaan pesawat tempur Hawk, buatan Inggris, untuk mengebom warga sipil di Timor Timur (sekarang Timor Leste).

Eurofighter Typhoons merupakan pesawat tempur multifungsi. Pesawat ini setara dengan pesawat SU-27 Flanker buatan Rusia, atau F-15 Eagle bikinan Amerika Serikat. Awalnya, proyek Eurofighter merupakan kerja sama antara Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan Prancis untuk membuat pesawat tempur tersebut.

Cameron disambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka. Sejumlah menteri dan petinggi TNI turut mendampingi Yudhoyono. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar satu jam, Cameron menawarkan persenjataan, termasuk penjajakan peningkatan kerja sama lebih luas.

"Kerja sama yang lebih luas itu untuk angkatan bersenjata dan industri pertahanan kedua negara. Memberi Indonesia global expertise untuk memodernisasi aset militernya," kata Cameron.

Selain membahas perdagangan peralatan militer, pertemuan bilateral itu menyepakati pembelian 11 unit pesawat Airbus A330-300 senilai US$ 2,54 miliar, setara dengan Rp 23,3 triliun, oleh PT Garuda Indonesia. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Tom Williams dari Airbus.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai investasi, pendidikan, demokrasi, dialog lintas keyakinan, dan perubahan iklim.

Indonesia Jajaki Pembelian Alutsista dari Inggris

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia tengah menjajaki pembelian alutsista dari Inggris. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron pada hari ini, wacana tersebut sempat terlontar.

"Tadi ada sedikit menyinggung kerja sama pertahanan, tapi tentu kami akan melihat lebih jauh. Sebenarnya ada alutsista yang sekarang ini sedang kami bicarakan untuk dibeli dari Inggris," ujar Purnomo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/4).

Namun, Purnomo tidak dapat merinci lebih lanjut perihal jenis alutsista yang bakal dibeli dari Inggris. "Startrek (peluncur roket penangkis serangan udara) dan multi launcher rocket. Itu di antaranya. Tapi jumlahnya juga tidak begitu besar. Saya lupa (angkanya). Nilainya kecil kok," ucapnya.

Ditambahkan Purnomo, mengutip instruksi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai perlu adanya kerjasama produksi atau alih tekonologi dalam proses tersebut. Sebelumnya, lanjut dia, Indonesia juga pernah melakukan pembelian pesawat latih tempur Hawk buatan Inggris.

Rencana pembelian alutsista ini, menurut Purnomo, masih akan dibahas lebih lanjut diantara kedua pihak. "Ini kan business to business. Masih dibicarakan," katanya.

Sumber: Jurnas/Tempo

Britain sells weapons to Indonesia after 13 year hiatus

By Rowena Mason, Political Correspondent Last Updated: 10:50AM BST 11/04/2012

Search

Wed 11 Apr 2012 Updated 3 mins ago





British arms companies are to begin selling weapons and defence systems to Indonesia for the first time in 13 years, under plans to be discussed by David Cameron today.

The Prime Minister arrived in Jakarta today to “fly the flag” for British goods with an entourage of representatives from businesses including several defence companies such as BAE Systems.

Speaking on the runway as he was greeted by a military parade, Mr Cameron said he was visiting Indonesia because it "will be a top 10 economy and these are huge opportunities for British business".

"I think we need to recognise that so much of the power in the world is going to be to the south and to the east and we need to rebuild those relationships," he said.

Britain was once Indonesia’s biggest military supplier, during and after the Suharto dictatorship ended in 1998. However, Britain stopped selling it fighter jets 13 years ago, as the country was accused of bombing its own citizens using British-made planes in East Timor in 1999, and again in Aceh in 2003.

But the Prime Minister said that it was right to make British military equipment available to Indonesia now it was a “responsible” country.

“We have to be honest and straightforward about the problems in the past,” he said. “But both

Britain and Indonesia have made significant changes since then.

“In Britain we now have what is one of the most rigorous and careful arms licensing systems in the world, to ensure that arms do not fall into the hands of those who might misuse them. But at the same time we believe that democratic and responsible countries like Indonesia have a right to defend themselves, and to buy the equipment needed to do so.”

He added that the Indonesian military “no longer plays a role in politics”.

Mr Cameron is expected to urge Islamic countries to embrace democracy like Indonesia and Malaysia, where he is heading on the next leg of his trip. On Friday he is expected to go to Burma, becoming the first Western leader to visit the country since its military junta handed over to a quasi-civilian regime.

Mr Cameron is also likely to meet Aung San Suu Kyi, the campaigner for democracy, who was released from years of house arrest in November 2010 and has been elected to Burma’s parliament.

Mr Cameron’s whole tour is aimed at promoting British exports, starting in Japan, the world’s third largest economy.

He spent yesterday with Yoshihiko Noda, the Japanese prime minister.

Britain is making a big push to sell defence equipment in Japan, after it loosened its rules on building up military defences in December.

Mr Cameron also hailed a £336 million deal between Airbus, a European aircraft maker, and the Garuda Indonesia airline.

He said the sale of 11 A330 aircraft was "testament to the expertise of Airbus's British workforce" and would protect jobs in Bristol and Broughton.


SUMBER THE TELEGRAF

Tuesday, April 10, 2012

Airbus Military A400M akan Singgah di Jakarta


A400M. (Foto: airbusmilitary)

10 April 2012, Jakarta: Airbus Military A400M, pesawat angkut generasi terbaru untuk abad ke-21, akan mengunjungi Asia pada 14-20 April. Malaysia, yang adalah pelanggan A400M, menjadi tujuan pertama dan perhentian terlama dari tur di tiga negara Asia.

Dari Malaysia, Airbus Military A400M akan singgah di Jakarta, lalu Chiang Mai dan Bangkok (Thailand), sebelum kembali ke Eropa. Pihak Airbus, Selasa (10/4/2012) menyebutkan, kunjungan ini merupakan pertama kalinya di Asia, dan akan memberi kesempatan kepada pemerintah dan Angkatan Udara Malaysia untuk melihat pesawat tersebut secara langsung.

Pemerintahan Malaysia telah memesan empat pesawat baru ini, bersama dengan beberapa negara pelanggan lainnya, yaitu Belgia, Perancis, Jerman, Luxembourg, Spanyol, Turki, dan Inggris Raya. Pesawat yang akan diterbangkan pada tur Asia Pasifik ini adalah Grizzly 4, satu dari lima pesawat prototipe yang dikembangkan.

Pada 18 April, Grizzly 4 akan terbang ke Jakarta, dan tinggal selama satu hari di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. Para pejabat pemerintah dan tamu-tamu dari Angkatan Udara akan dapat melihat pesawat tersebut dan berpartisipasi dalam demonstrasi penerbangan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari kemampuan menakjubkan yang dimiliki oleh A400M.

Rekan lama Airbus Military di Indonesia yakni PT Dirgantara Indonesia, turut mendukung dan memfasilitasi kunjungan Grizzly ke Indonesia. Pada 19 April, pesawat tersebut akan berangkat ke Thailland dan mengunjungi Lapangan Udara Chiang Mai, untuk berpartisipasi pada perayaan ulang tahun ke-100 Angkatan Udara Thailand.

Pesawat A400M adalah pesawat angkut militer terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata abad ke-21. Berkat teknologinya yang maju, pesawat ini dapat terbang lebih tinggi, cepat, dan jauh, dengan tetap mempertahankan kemampuan bermanuver yang tinggi, kecepatan rendah dan kemampuan menggunakan landasan pendek, lunak dan juga kasar.

Pesawat ini menggabungkan kemampuan menjalankan misi taktis dan strategis, dan juga dapat digunakan sebagai pesawat pengisi bahan bakar. Dengan ruang kargo yang secara khusus dirancang untuk mengangkut peralatan besar yang dibutuhkan oleh misi militer dan bantuan kemanusiaan, pesawat ini dapat membawa kargo dengan cepat dan langsung menuju ke tempat yang paling dibutuhkan.

Sumber: KOMPAS

Pangdam Minta Dukungan Masyarakat Terkait Alutsista


MRLS Astros. (Foto: politicaexterna)

10 April 2012, Balikpapan: Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subekti kembali meminta dukungan masyarakat dalam hal pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

"Sebab persenjataan ini bukan untuk apa-apa, melainkan untuk mempertahankan kedaulatan kita," tegas Pangdam Mayjen TNI Subekti di Markas Kodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Soedirman, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa.

Pangdam Subekti berbicara dalam konteks hambatan yang diterima TNI dalam upayanya membeli alutsista dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dan juga Parlemen Belanda.

DPR menyebutkan Tank Leopard yang akan dibeli TNI AD tidak sesuai dengan medan di Indonesia. Dengan beratnya yang mencapai 62 ton, Leopard disebut bisa tenggelam bila melewati medan dengan tanah lunak, atau malah meruntuhkan jembatan yang diseberanginya.

Parlemen Belanda menolak penjualan senjata tersebut dengan alasan Belanda tidak ingin terlibat pelanggaran Hak Asasi Manusia.

TNI sedang melakukan pembelian 100 buah Tank Leopard, atau dua batalion lebih tank, dari Belanda dan Jerman.

TNI juga membeli satu skuadron penuh helikopter serbu Super Cobra sebanyak 16 unit dan sejumlah peluncur roket ganda (Multiple Launch Rocket System/MLRS) Astros.

Heli serbu Bell Super Cobra dibeli dari Amerika Serikat dan peluncur roket Astros (Artillery SaTuration ROcket System) dari Brazil.

Roket Astro terutama mendapat namanya dari Perang Teluk saat digunakan pasukan Irak menangkis serangan artileri Amerika dan sekutu-sekutunya. "Tentara yang kuat tentu kebanggaan rakyat," kata Pangdam lagi.

Anggaran pembelian persenjataan tersebut, khusus tank saja, adalah 280 juta dolar AS. Satu tank Leopard diawaki empat personel, yaitu satu pengemudi, satu penembak, satu pengisi senjata, dan satu komandan.

"Dengan tiga personel juga sudah bisa jalan dengan salah satu dari mereka menjadi komandan," sambung Panglima yang sebelumnya adalah Asisten Perencanaan (Asrena) Kasad di Markas Besar TNI tersebut.

Baik tank-tank Leopard, helikopter Super Cobra, dan MLRS tersebut akan ditempatkan di Kalimantan untuk mengamankan perbatasan langsung dengan Malaysia.

Satu batalyon baru tank, yaitu dengan kekuatan masing-masing 44 buah kendaraan baja, itu masing-masing ditempatkan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

"Di Kaltim saat ini sudah kami siapkan batalyon kavaleri baru di Bulungan. Kami juga sudah memulai proses perekrutan personel untuk semua alutsista tersebut," papar Panglima.

Dengan perimbangan kekuatan yang lebih baik daripada Malaysia tersebut, diharapkan kedaulatan RI tidak lagi dilecehkan, yang di antaranya dilakukan dengan menggeser patok tanda titik batas perbatasan, pencurian kayu, ataupun pencurian ikan di perairan Indonesia.

Sumber: ANTARA News Kaltim

Hubungan militer Indonesia-China terus berkembang

Selasa, 10 April 2012 12:48 WIB
Kepala Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pertahanan kedua negara.
Beijing (ANTARA News) - Pejabat pemerintah Indonesia mengatakan hubungan militer dan pertahanan dengan Republik Rakyat China (RRC) semakin berkembang luas dan diharapkan semakin meningkat pada masa mendatang.


Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, mengatakan kedua pemerintahan terus mengintensifkan kerjasama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis yang telah disepakati pada 25 April 2005.

"Kepala Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pertahanan kedua negara atau Agreement Between The Ministry of Defence, The Republic of Indonesia and The Ministry of National Defence, The People`s Republic of China on Bilateral Defence Cooperation, pada November 2007," ungkapnya, Selasa.

Namun, lanjut dia, kesepakatan itu belum mendapat ratifikasi dari DPR.

"Meski begitu, kedua negara sepakat untuk membentuk forum konsultasi bilateral terkait kerja sama pertahanan dan militer kedua pihak. Dan kini Indonesia dan Cina telah menjalin kerja sama bidang pertahanan dan militer di bidang pendidikan dan latihan, pertukaran kunjungan antar kedua negara, kerja sama industri pertahanan, latihan bersama, produksi bersama, alih teknologi," ujar Suryamargono.

Ia menambahkan bentuk kerja sama pertahanan dan militer kedua negara akan terus ditingkatkan baik dari segi jumlah personel yang terlibat dalam program pertukaran perwira maupun materi latihan dan pendidikan yang dikerjasamakan kedua pihak.
 
sumber : Antara

Monday, April 9, 2012

66 Tahun, TNI AU Songsong Modernisasi Alutsista


Sejumlah Jet tempur Sukhoi melakukan "Flying Pass" pada peringatan Hari Angkatan Udara ke-66 di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (9/4). Peringatan Hari Angkatan Udara yang melibatkan 2.560 Personel TNI AU itu dilanjutkan dengan demo udara dan keterampilan prajurit. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/Spt/12)

9 April 2012, Jakarta: Genap diusia ke-66 tahun yang jatuh hari ini, Senin (9/4), TNI AU berkomitmen menyongsong modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan memanfaatkannya secara maksimal untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta penegakan hukum di udara bersama segenap komponen kekuatan pertahanan lainnya.

“TNI AU harus memelihara dan mengoperasikan alutsista secara maksimal serta mempunyai nilai manfaat tinggi bagi terselenggaranya tugas TNI AU,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat saat memimpin upacara HUT TNI AU yang ke-66 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (9/4).

Namun begitu, operasi penerbangan yang dilakukan TNI tidak mungkin lepas dari resiko. Resiko itu, jelas K_AU, akan menimbulkan potensi terjadinya insiden yang secara langsung akan menurunkan kesiapan operasi tempur yang saat ini sangat terbatas, jika gagal di kelola dengan baik.

“Kami menyadari untuk mencapai zero eksiden bukan perkerjaan yang mudah, perlu ada upaya yang sungguh-sungguh, terpadu, bersinergi terus menerus dan berkelanjutan,” katanya. Dia berharap personel TNI AU tidak mudah terpancing isu negatif yang berkembang di masyarakat yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu, personel TNI diminta mengembangkan dan meningkatkan budaya disipilin dalam berbagai lingkup kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan operasional penerbangan sehingga terwujud keselamatan untuk semua. Hal lain yang juga dinilai penting adalah peningkatan soliditas sesama angkatan udara, TNI dan Polri guna menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI.

“Tingkatkan disiplin, dedikasi, loyalitas, dan motivasi sebagai insan dirgantara yang mengabdi pada bangsa dan negara. Tingkatkan persiapan personel dan satyan untuk menyongsong modernisasi alutsista,” ujar KSAU. Peringatan HUT TNI AU ini dimeriahkan atraksi udara dari berbagai pesawat milik TNI AU yang di antaranya akrobat helikopter EC-120 Collibri, aksi terjun payung, fly pass dan formasi 3 pesawat boing 737 diapit dua pesawat tempur F 16, empat pesawat Sukhoi SU-27/30.

Tampil juga atraksi manuver enam pesawat latih KT 1-B, fly pass CN 235, Casa C 212 dan pesawat latih T -34C. Sedangkan demonstrasi darat, atraksi disuguhkan di antaranya drum band Gita Dirgantara, serta simulasi tempur pasukan anti teror Den Bravo.

TNI AU Tambah Jumlah Penerbang

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan menambah jumlah penerbang mengingat TNI AU akan membeli sejumlah pesawat untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) hingga 2014 nanti.

"TNI AU butuh penerbang yang cukup. Perencanaan sudah kami mulai dengan menambah jumlah siswa penerbang dari 30 menjadi 40 orang," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat usai menyaksikan gladi bersih peringatan HUT TNI AU Ke-66 pada 9 April 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.

Tak hanya itu, TNI AU juga membuka program ikatan dinas pendek bagi para penerbang untuk pengoperasian pesawat-pesawat yang akan datang.

Selain membeli enam pesawat Tempur Sukhoi dari Rusia, kata Imam, TNI AU juga akan melakukan pengadaan pesawat latih supersonik, jet tempur T-50 Golden Eagle.

Super Tucano yang dipersiapkan menggantikan OV-10 Bronco masih mengantre untuk pemasangan mesin, meskipun air frame-nya sudah siap.

"Tahun ini sudah datang sekitar 4-5 unit," katanya.

Selain itu, untuk pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), TNI AU akan membangun satu skadron F-16 yang akan ditempatkan di Pekanbaru, Riau. Sembilan unit pesawat CN-295 juga akan memperkuat TNI AU tahun ini.

"Kami juga akan melakukan pengadaan untuk pesawat intai tanpa awak, dua helikopter Superpuma, enam combat C-725, pesawat CN-235, serta rudal anti pesawat," kata KSAU.

Terkait pelaksanaan HUT TNI AU sendiri, kata dia, persiapannya sudah lebih dari 50 persen, dengan dilakukannya latihan udara sejak beberapa hari ini.

"Latihan operasi udara ini sebenarnya latihan yang tidak bisa sehari-hari disaksikan masyarakat. Ada dua latihan operasi udara, yakni "air to ground" dan "air to air"," kata Imam.

Namun, lanjut dia, pada demo atau atraksi kali ini pihaknya tidak menampilkan pertempuran udara (air to air) karena sangat riskan, apalagi ini di tengah pemukiman padat penduduk.

"Kita lakukan demo operasi udara ke darat. Dalam operasi yang sesungguhnya tidak sesederhana ini, tapi karena ini hanya demo, maka dibuat agar bisa disaksikan semua masyarakat," paparnya.

Sumber: Jurnas/ANTARA News

Simulasi Misi Penghancuran, Pangkalan Udara Halim Dibom Pesawat F-16

Jakarta Duarr! Pangkalan udara Halim Perdanakusuma dibombardir oleh 7 pesawat F-16. Seketika itu juga, bangunan langsung hancur. Warga pun kaget karena ledakannya cukup keras.

Pemandangan itu terjadi dalam simulasi misi penghancuran udara pada perayaan HUT TNI AU ke-66 di Pangkalan Skuadron Udara 2 Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (9/4/2012) pukul 10.20 WIB. Ada 7 pesawat F-16 Fighting Falcon terbang rendah meliuk-meliuk di langit Halim sambil menjatuhkan 16 bom Ovab seberat 8 ton. Begitu bom meledak, seketika suara menggelegar membahana di area pangkalan udara.

Bom itu jatuh di lahan kosong yang berjarak 200 meter dari para penonton. Suaranya yang keras membuat suasana pengeboman itu terasa nyata. Selain pesawat F-16, dua pesawat Sukhoi juga ikut menjatuhkan bom.

Berbarengan dengan pesawat F-16, terbang pula pesawat pengintai Boeing-737, CN-235, dan Hawk 100/200 yang melaksanakan pengintaian bersenjata. Selain itu, terdapat 9 pesawat C-130 Hercules yang membawa para peterjun dari Pasukan Khas TNI AU.

"Dalam misi ini, pesawat Hawk 100/200 dari Skuadron Udara 1 Elang Khatulistiwa akan mengumpulkan data intelijen dari pangkalan udara musuh," kata Kapten Penerbang Dharma Gultom yang membacakan narasi demo udara tersebut.

Demo operasi udara kemudian ditutup dengan atraksi pencarian dan penyelamatan terhadap penerbang tempur yang disimulasikan dengan menggungkan 3 pesawat NAS-332 Super Puma dan AS-330 Puma.

sumber : DETIK

Sunday, April 8, 2012

KASAU: Kekuatan TNI AU Lebihi 50%

Jurnas.com | KEKUATAN TNI Angkatan
Udara dipastikan terus mengalami
peningkatan. Kepala Staf TNI AU
(KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat
mengatakan, memasuki usia ke 66
tahun 9 April mendatang, kesiapan TNI
AU dalam mengamankan wilayah udara
Indonesia sudah melebihi 50 persen.
"Perlahan-lahan kesiapan TNI AU terus
meningkat. Dari semula sekitar 30
persen, sekarang sudah lebih dari 50
persen," kata Imam di Jakarta, Sabtu
(7/4). Dari data yang berhasil dihimpun
Jurnal Nasional , hingga saat ini TNI AU
telah memiliki 112 pesawat latih
dengan 76 unit yang beroperasi.
Selain itu, sebanyak 12 unit masih
dalam proses pemesanan. Untuk
pesawat tempur, TNI AU memiliki 49
unit pesawat tempur yang masih
beroperasi dari jumlah total 62
pesawat. Sebayak 88 unit pesawat
lainnya, telah dipesan untuk
memperkuat seperti 50 unit pesawat
KF-X/IF-X yang merupakan kerja sama
Indonesia-Korea.
Selain itu, TNI AU juga telah memesan
masing-masing 16 unit T-50 Golden
Eagle dam Super Tucano yang
diperkirakan mulai tiba di Indonesia
tahun ini. Untuk pesawat angkut,
transpor dan patrol maritim, TNI AU
masih mengoperasikan 69 unit dari
total 88 unit yang dimiliki.
Selain itu, tiga unit pesawat CN-235
juga telah dipesan TNI AU. Sedangkan
untuk jenis Helikopter dan non fixed
winged aircraft, 58 unit masih
dioperasikan dari jumlah total 63 unit.
Tujuh unit helikopter Super Puma juga
telah dipesan TNI AU sejak 1998 lalu.
Dua di antaranya dipastikan KSAU tiba
tahun ini.
Untuk membagi kabar baik ini,
masyarakat dapat menyaksikan
demonstrasi kemampuan personel TNI
AU dengan pesawat-pesawatnya, Senin
(9/4) di Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam acara ini, 2.560 personel TNI AU
akan melakukan demo udara, terjun
payung free fall dan terjun static ,
display drum band Karbol AAU dan
tembak reaksi, demo antiteror
Denbravo Paskhas, dynamic show
pesawat Helly, Individual Aerobatic 6
pesawat SU 27/30, Jupiter Aerobatic
Show, dan Demo Operasi Udara.
"Demo kali ini tidak menampilkan yang
pertempuran udara ( air to air ) karena
itu sangat riskan apalagi di tengah
pemukiman padat penduduk. Kami
akan melakukan demo operasi udara
ke darat ( air to ground)," kata KSAU.
sumber : Jurnas

Saturday, April 7, 2012

TNI AU: Banyak manfaat dari pembelian simulator sukhoi

Sumber :Jurnas.com | PEMBELIAN enam pesawat Sukhoi
oleh TNI Angkatan Udara akan disertai pembelian
simulator. Dengan membeli simulator, para
penerbang TNI AU tak harus dikirim ke luar negeri
untuk mengikuti latihan.
Pengiriman ke luar negeri banyak " mudhorot"-nya.
"Kalau mengirim penerbang, kelemahan
penerbang akan diketahui negara lain, padahal
kemampuan penerbang ini harus dirahasiakan.
Selain itu biaya pengiriman penerbang untuk
latihan juga mahal," kata Kepala Staf Angkatan
Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat di Jakarta,
Sabtu (7/4).
KSAU menilai, pembelian simulator ini akan sangat
bermanfaat bagi TNI AU. "Penggunaan simulator
diperkirakan akan membuat jam terbang pesawat
Sukhoi lebih efisien," katanya. Menurut KSAU, satu
jam terbang Sukhoi sangat mahal sehingga Sukhoi
kerap kali hanya dikeluarkan jika benar-benar ada
ancaman serius.
"Sangat mahal, mencapai Rp 500 juta," katanya.
Karenanya, TNI AU saat ini tengah melakukan
penjajakan untuk membeli simulator ini. Dari
beberapa negara yang memproduksi simulator
Sukhoi, seperti Rusia, China, atau Kanada, TNI AU
akan melakukan seleksi untuk mendapatkan
produk yang terbaik.
Hingga saat ini, TNI AU memiliki simulator jet
tempur Hawk, F-16, dan Hercules.

KASAU TINJAU GLADI BERSIH HUT TNI AU KE 66

Jurnas.com | KEPALA Staf TNI Angkatan Udara
Marsekal TNI Imam Sufaat akan menghadiri Geladi
Bersih dalam rangka peringatan ke-66 Hari TNI AU
di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu
(7/4) pukul 07.00 WIB. KSAU juga diagendakan
memberikan konferensi pers usai pelaksanaan
Gladi bersih. "Puncak peringatan HUT TNI AU
Ke-66 dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 9 April
2012 ditandai dengan upacara militer yang
dipusatkan di Taxi Way Echo Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta," kata Staf Dinas
Penerangan Angkatan Udara (Dispenau), Letkol
Bintang dalam pesan singkatnya diterima Jurnal
Nasional , Sabtu (7/4) pagi.
Sebelumnya, Kadispenau Marsma TNI Azman
Yunus mengatakan acara pokok parade yang
melibatkan 2.560 Personel, dilanjutkan demo
udara, terjun payung free fall dan terjun statis,
display Drum Band Karbol Akademi AU dan
tembak reaksi, Demo Anti Teror Denbravo Paskhas,
Dynamic Show helikopter, Individual Aerobatic 6
pesawat SU 27/30, Jupiter Aerobatic Show, dan
Demo Operasi Udara.
Peringatan tahun ini bertema "Dengan
Profesionalisme dan Motivasi yang Tinggi, TNI
Angkatan Udara Siap Menyongsong Modernisasi
Alutsista dan Memberikan yang Terbaik untuk
Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia".
Peringatan ke-66 Hari Angkatan Udara diwarnai
berbagai kegiatan yang dilaksanakan sejak bulan
Maret 2012, diawali bulan disiplin, berbagai
pertandingan olahraga, donor darah, lomba
English Speech , dan ziarah ke Taman Makam
Pahlawan. Kegiatan ziarah dilaksanakan tanggal 5
April di TMPN Kalibata dengan inspektur upacara
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam
Sufaat. Sedangkan ziarah di Makam Bapak AURI
Komodor Udara Suryadi Suryadarma di TPU Karet
Bivak dipimpin oleh Wakasau Marsekal Madya
Dede Rusamsi.
Alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AU yang
akan menghiasi langit kota Jakarta dalam demo
udara melibatkan 72 pesawat berbagai jenis.
Diantaranya 11 Hawk-100/200, 7 F-16 A/B, 6
Sukhoi SU-27/30, 3 C-130 Hercules, 6 T-34 Charlie,
8 KT-1 B, 4 NAS-332/SA-330, 2 Cessna (penarik
Banner), 7 EC-120 B, 1 C-212, dan 1 CN-235.
"Sebanyak 208 Karbol Akademi Angkatan Udara,
sebagai generasi penerus Angkatan Udara ikut
pula unjuk kebolehan dalam display Drum Band
Gita Dirgantara," katanya.

TNI AU TAMBAH JUMLAH PENERBANG

TNI AU tambah jumlah penerbang
Sabtu, 7 April 2012 20:07 WIB | Dibaca 1914 kali
Jakarta (ANTARA News) - Tentara
Nasional Indonesia Angkatan Udara
(TNI AU) akan menambah jumlah
penerbang mengingat TNI AU akan
membeli sejumlah pesawat untuk
memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) hingga
2014 nanti.
"TNI AU butuh penerbang yang cukup. Perencanaan
sudah kami mulai dengan menambah jumlah siswa
penerbang dari 30 menjadi 40 orang," kata Kepala Staf
TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat
usai menyaksikan gladi bersih peringatan HUT TNI AU
Ke-66 pada 9 April 2012 di Halim Perdanakusuma,
Jakarta, Sabtu.
Tak hanya itu, TNI AU juga membuka program ikatan
dinas pendek bagi para penerbang untuk pengoperasian
pesawat-pesawat yang akan datang.
Selain membeli enam pesawat Tempur Sukhoi dari
Rusia, kata Imam, TNI AU juga akan melakukan
pengadaan pesawat latih supersonik, jet tempur T-50
Golden Eagle.
Super Tucano yang dipersiapkan menggantikan OV-10
Bronco masih mengantre untuk pemasangan mesin,
meskipun air frame-nya sudah siap.
"Tahun ini sudah datang sekitar 4-5 unit," katanya.
Selain itu, untuk pengamanan Alur Laut Kepulauan
Indonesia (ALKI), TNI AU akan membangun satu skadron
F-16 yang akan ditempatkan di Pekanbaru, Riau.
Sembilan unit pesawat CN-295 juga akan memperkuat
TNI AU tahun ini.
"Kami juga akan melakukan pengadaan untuk pesawat
intai tanpa awak, dua helikopter Superpuma, enam
combat C-725, pesawat CN-235, serta rudal anti
pesawat," kata KSAU.
Terkait pelaksanaan HUT TNI AU sendiri, kata dia,
persiapannya sudah lebih dari 50 persen, dengan
dilakukannya latihan udara sejak beberapa hari ini.
"Latihan operasi udara ini sebenarnya latihan yang tidak
bisa sehari-hari disaksikan masyarakat. Ada dua latihan
operasi udara, yakni "air to ground" dan "air to air","
kata Imam.
Namun, lanjut dia, pada demo atau atraksi kali ini
pihaknya tidak menampilkan pertempuran udara (air to
air) karena sangat riskan, apalagi ini di tengah
pemukiman padat penduduk.
"Kita lakukan demo operasi udara ke darat. Dalam
operasi yang sesungguhnya tidak sesederhana ini, tapi
karena ini hanya demo, maka dibuat agar bisa disaksikan
semua masyarakat," paparnya.

Friday, April 6, 2012

Persiapan HUT TNI AU Terus Dimatangkan

Persiapan HUT TNI-AU Terus dimatangkan
JAKARTA - Persiapan untuk pelaksanaan demo atau atraksi udara terus
dimatangkan menjelang puncak peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI Angkatan
Udara ke-66 pada 9 April 2012, melibatkan 64 unit pesawat terbang dari berbagai
jenis.
Persiapan tidak saja di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, tempat acara
dipusatkan, tapi juga di Lanud pendukung, seperti Husein Sastranegara, Bandung.
Proses persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu, baik di tempat gladi
terpusat maupun pendukung, dan hari Sabtu (7/4) akan digelar gladi bersih terpusat
untuk atraksi pada Senin (9/4).
Kaurpenpasum Pentak Lanud Husein Sastranegara Lettu Sus Dani Kusdani, melalui
pesan elektronik di Jakarta, Jumat mengatakan, dalam rangka persiapan demo udara
HUT TNI Angkatan Udara ke-66, Lanud Husein Sastranegara mendukung kegiatan
gladi demo udara.
Gladi dipimpin Langsung Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Penerbang
Umar Sugeng Hariyono.
Kegiatan itu melibatkan beberapa tipe pesawat TNI Angkatan Udara seperti, sepuluh
pesawat C-130 Hercules, tiga pesawat Boeing-737, CN-235, dan Casa-212. Setiap
personel dipesan untuk memperhatikan keselamatan terbang dan kerja.
"Latihan hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya agar dalam pelaksanaannya
dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Selain itu, juga telah dilakukan survei rute menggunakan Heli EC-120 B Colibri. Heli
ini dipilih karena memiliki kelebihan yang bisa mendukung kegiatan survei. Survey
selain untuk pengecekan rute, juga untuk "holding" dan "check point".
Sumber : ANTARANEWS.COM

F18 AS jatuh

Virginia - Sebuah pesawat jet tempur F-18
milik Angkatan Laut AS terjatuh dan
menabrak gedung apartemen di Virginia.
Insiden tersebut mengakibatkan sembilan
orang terluka.
Seperti diberitakan abc.com yang mengutip
dari AFP, peristiwa tersebut terjadi pada
Jumat waktu setempat, tepatnya di
perumahan penduduk di resor wisata
Pantai Virginia Timur. Sembilan orang
terluka merupakan penduduk sekitar.
Sementara dua pilot pesawat dikabarkan
berhasil meloloskan diri dari maut dengan
menggunakan kursi pelontar.
"Rekap - apa yang kita tahu - F18 Strike
Fighter dari Skuadron 106 jatuh di Pantai
VA (Virginia) kedua pilot dikeluarkan, info
lebih lanjut seperti yang kita
mendapatkannya. Pilot dikeluarkan dengan
aman, tetapi diangkut ke rumah sakit
setempat untuk observasi," demikian
Angkatan Laut AS mengkonfirmasi peristiwa
tersebut melalui twitter.
Pihak Rumah Sakit Virginia Beach General
mengatakan sembilan orang secara total
dirawat karena luka yang disebabkan oleh
kecelakaan, termasuk petugas pemadam
kebakaran. Sementara kedua pilot pesawat
berada di UGD.
Seorang saksi mata, Jon Wain
mengungkapkan bagaimana peristiwa
tersebut terjadi begitu cepat dan
memporak-porandakan sebagian bangunan
apartemen.
"Ada api yang keluar dari mesin di
belakang, yang saya hanya berpikir itu
setelah membakar atau apapun, tapi
pesawat terbang lebih rendah dan lebih
rendah. Saya melihat satu pilot terlontar
keluar," ujar Swain.
Sementara petugas pemadam kebakaran
berupaya memadamkan api yang muncul
dari kejadian itu. Para saksi
mengungkapkan bagaimana pesawat
tempur itu mengeluarkan bola api besar
setelah menghantam gedung aparteman.
"Bangunan-bangunan mulai runtuh. Saya
tidak melihat orang berjalan keluar dan
saya diberitahu bahwa ada sekelompok
warga lama yang tinggal di bangunan
tersebut. Itu yang membuat saya khawatir,"
kata seorang warga Zack Zapatero kepada
televisi CNN.
Sementara Walikota Virginia, William
Sessoms bersyukur karena tidak ada korban
tewas dalam insiden itu. "Saya merasa
sangat diberkati bahwa kami tidak
menemukan orang mati di kedua gedung
pertama," kata Sessoms di CNN.
Kapten Angkatan Laut Mark Weisgerber
mengindikasikan kecelakaan tersebut
diakibatkan karena kesalahan mekanis.
Sebuah pernyataan Angkatan Laut terpisahjm
mengatakan, pesawat yang jatuh adalah
bagian dari Strike Fighter Squadron (VFA),
berdasarkan terdekat di Stasiun Udara
Angkatan Laut Oceana. Oceana, yang
merupakan kompleks yang luas dengan
lebih dari 10 kilometer dari landasan pacu,
yang diawaki oleh beberapa 14.600
personil militer dan rumah bagi 19
skuadron tempur.

Thursday, April 5, 2012

PT Pindad Sanggup Produksi MBT

Jurnas.com | KEPALA Divisi
Persenjataan PT Pindad, Ade Bagja,
menyatakan dukungannya terhadap
rencana pemerintah melalui
Kementerian Pertahanan membeli 100
tank Leopard dari Pemerintah Belanda.
Namun, jelas Ade, Pindad juga sanggup
apabila nantinya diinstruksikan
memproduksi alat utama sistem
kesenjataan jenis tank tempur utama
(main battle tank) tersebut. ”Apakah
sanggup buat Leopard? maka
jawabannya harus karena itu
tantangan dan kami harus menjawab
tantangan tersebut,” ujar Ade di Kantor
Kementerian Luar Negeri, Jakarta,
Kamis (5/4).
Keyakinan itu menurut Ade, berkaca
dari keberhasilan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak dalam
bidang industri pertahanan itu
memproduksi kendaraan lapis baja
periode 2003-2004 lalu. Ade
menyatakan, saat itu banyak yang
meragukan kemampuan Pindad
membuat kendaraan lapis baja.
”Banyak yang bilang dari sisi teknologi
sumberdaya manusia, kami tak bisa
memproduksi kendaraan lapis baja.
Tapi nyatanya dengan kerja keras dan
kerja cerdas, kami membuktikan bahwa
kami bisa,” katanya.
Ade menilai, rencana pembelian 100
tank Leopard sesuai dengan kebutuhan
peralatan pertahanan nasional saat ini.
”Setiap peralatan pertahanan itu ada
peruntukannya. Jadi kenapa harus tank
Leopard? Pasti hal itu sudah melewati
pertimbangan matang sesuai
kebutuhan saat ini,” katanya.
Kementerian Pertahanan telah
mengganggarkan dana hingga US$280
juta untuk pembelian tank Leopard
buatan Jerman yang digunakan militer
Belanda. Anggaran pembelian diambil
dari alokasi dana bidang pertahanan
tahun anggaran 2010-2014.
Namun parlemen Belanda sampai saat
ini masih belum menyetujui niat
Pemerintah Indonesia yang ingin
membeli 100 tank Leopard. Ini lantaran
parlemen Negeri Kincir Angin itu
khawatir Leopard nantinya akan
digunakan dalam aktivitas militer yang
berpotensi menyebabkan terjadinya
pelanggaran HAM.
sumber: jurnas

6 unit Super tucanno tiba bln Agustus 2012

Malang - Enam pesawat EMB-314
Super Tucano buatan Brasil akan tiba
pada Agustus 2012 di Pangkalan TNI
Angkatan Udara Abdurahman Saleh,
Kabupaten Malang, Jawa
Timur.Kepastian itu dikatakan
Panglima Komando Operasi TNI-AU II
(Pangkoopsau II), Marsekal Muda
Ismono Widjajanto, di Malang usai
upacara serah terima jabatan
(Sertijab) Komandan Lanud
(Danlanud) Abduracham Saleh,
Selasa.
"Pengiriman pesawat buatan Brasil ini
akan dilakukan secara bertahap, dan
dari total 18 pesawat taktis yang
dipesan, enam pesawat dipastikan
tiba bulan Agustus 2012," katanya.
Sedangkan untuk penerbang yang
akan mengawaki pesawat itu, akan
diambilkan dari penerbang lama
pesawat tempur taktis lama OV-10F
Bronco yang ada di berbagai skadron
udara.
"Kedatangan pesawat tempur Super
Tocano ini akan menggantikan
pesawat tempur taktis OV-10 F
Bronco buatan North American
Rockwell Amerika Serikat yang sudah
dinyatakan grounded, dan tiba kali
pertama ke Indonesia ketika itu
tahun 1976," katanya.
Sementara itu, dengan adanya
Komandan Lanud baru yakni Kolonel
Pnb Gutomo SIP yang menggantikan
Komandan Marsekal Pertama Agus
Dwi Putranto yang menjadi Kepala
Staf Komando Operasi (Kas Koops)
TNI AU II, diharapkan mampu
menjadi orang yang tepat dengan
kedatangan pesawat ini.
"Memimpin Lanud Abdurahman Saleh
membutuhkan orang yang tepat.
Karena merupakan salah satu
pangkalan induk yang memiliki peran
penting dalam melaksanakan operasi
militer perang maupun operasi militer
selain perang," kata Ismono.
Dengan adanya peran penting itu,
Lanud Abdurahman Saleh dipilih
menjadi pangkalan yang menerima
dan mengoperasikan pesawat Super
Tucano.
"Dengan adanya total 18 pesawat
Super Tocano, maka tugas Danlanud
yang baru adalah harus menyiapkan
sebanyak 27 pilot Super Tucano,"
katanya.
(Antara )

Kazaktan Kerjasama Dengan PT DI

Kerjasama dengan Kazakhstan
termasuk opsi pembelian pesawat
produksi PT DI. (photo : Airbus
Military)
Bandung (ANTARA News) -
Kazakhstan menjajaki kerja sama
strategis industri penerbangan
dengan PT Dirgantara Indonesia
(PTDI), termasuk opsi pembelian
sejumlah pesawat produksi industri
dirgantara Indonesia.
"Persiapan kerja sama itu telah
diawali dengan peninjauan oleh Wakil
Menteri Luar Negeri Kazakhstan,
Kayrat Sarybay, bersama
rombongannya ke PTDI awal minggu
ini," kata Kepala Humas PTDI
Rakhendi Triyatna di Bandung, Kamis.
Menurut dia, Sarybay mengunjungi
PTDI pada Selasa (3/4) untuk
mempersiapkan agenda pembicaraan
RI-Kazakhstan saat pemimpin negara
itu, Nursultan Nazarbayev, datang ke
Indonesia bulan ini.Ia mengatakan,
Kazakhstan menyatakan tertarik
dengan paparan PTDI tentang
kemampuan dan kompetensi dalam
membuat pesawat terbang dan
berbagai jenis persenjataan.
Pada kesempatan itu, katanya, badan
usaha milik negara bidang industri
pertahanan lain juga menyampaikan
presentasi masing-masing, termasuk
PT Pindad, PT Dahana, PT LEN
Industri dan PT INTI.(E004)
(Antara )

Tuesday, April 3, 2012

PT PAL Tangani 5 Kapal Pesanan Kemhan

PT PAL Mulai Tangani Alusista
Mendapatkan nafas baru baik dalam
bentuk dana bantuan maupun jajaran
direksi, PT Penataran Angkutan Laut
(PAL) Indonesia langsung menggenjot
kinerjanya dengan menangani proyek-
proyek yang telah mereka terima.
Menyerap instruksi dari kementrian
BUMN, perusahaan galangan kapal
terbesar di Indonesia ini fokus untuk
menangani pesanan kapal dari
kementrian pertahanan melalui Dinas
Pengadaan TNI Angkatan Laut. Saat
ini, kedua pihak mulai melaksanakan
kesepakatan untuk membangun dua
kapal tugboat (kapal tunda) dan tiga
kapal cepat rudal (KCR).
Direktur Utama PT PAL Indonesia M.
Firmansyah Arifin menyatakan,
pembangunan lima kapal tersebut
merupakan kelanjutan dari kontrak
yang telah diteken 20 desember 2011
lalu. Seiring dengan pergantian
jajaran direksi, proyek tersebut
akhirnya bisa terproses.
KRI Leuser 924, kapal tunda
samudera yang saat ini dioperasikan
TNI juga merupakan produksi dalam
negeri. (photo : TNI AL)
"Saat ini, kami sudah mulai memulai
proses konstruksi kapal tunda
pertama. Sedangkan kapal KCR
sedang dalam tahap desain," jelasnya
dalam acara first steel cutting kapal
tugboat M276. Dengan kondisi ini,
Firmansyah berharap kinerja PT PAL
bisa terpacu.
Realisasi akhir kedua kapal ini, lanjut
Firmansyah, ditarget pada juni 2013. "
Sesuai kontrak, kapal tugboat
pertama selesai april tahun depan
sedangkan kapal kedua harus selesai
di pertengahan juni tahun depan
juga," ungkapnya.
Firmansyah merasa optimis bahwa
perusahaannya bisa mencapai target
waktu. "Menurut pengalaman, kami
bisa mencapai tenggat waktu yang
ada. Kami bukannya pertama kali
membangun tugboat," tegasnya.
(adn/jpnn/rum)
(Timor Express)

Komisi 1 kunjungan kerja ke pabrik leopard

Leopard 2. Komisi I akan
berkunjung ke pabrik Leopard di
Jerman serta meninjau korvet
kelas Ragam di Inggris, ungkap
Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq
pada Berita Hankam (2/4). (Foto:
KMW)
2 April 2012, Jakarta: Komisi I DPR
yang mengawasi bidang
pertahanan dan luar negeri akan
melakukan kunjungan kerja ke
empat negara yakni Ceko,
Polandia, Jerman dan Afrika
Selatan.
Kunjungan tersebut dilakukan
dalam rangka pengawasan
terhadap KBRI serta masalah
pertahanan khususnya di Jerman.
"Agenda Kunker Komisi I, RDP
dengan KBRI sebagai mitra
Komisi I, pertemuan dengan
komisi luar negeri parlemen ybs,
kunjungan ke industri
pertahanan. Kunjungan ke Afrika
Selatan, Ceko plus Polandia dan
Jerman, selama masa reses," kata
Ketua Komisi I DPR Mahfudz
Siddiq kepada
mediaindonesia.com, Senin (2/4).
Mahfudz sendiri akan memimpin
rombongan kunker Afrika
Selatan. Namun, ia belum mau
membeberkan tanggal berapa
rombongannya akan terbang ke
Afrika.
Mahfudz hanya menjelaskan
acara akan berlangsung selama 3
hari dan perjalanan memakan
waktu 2 hari.
Sementara untuk kunker ke
Jerman yang akan diberangkatkan
13 April, Wakil Ketua Komisi I DPR
Hayono Isman akan memimpin
rombongan ke negara Jerman.
Di sana Komisi I akan mengawasi
KBRI sambil bertemu parlemen
Jerman dan membahas soal tank
Leopard yang akan dibeli oleh
Kemenhan RI.
"Di sana (Jerman) kita akan
ketemu dengan masyarakat
Indonesia, selain itu kita juga
lakukan pengawasan terhadap
KBRI. Kemudian, bertemu dengan
parlemen Jerman, kita akan
membahas soal pertahanan dan
persenjataan. Karena kita akan
beli Leopard dan di sana yang
menguasai langsung," kata
Hayono.
Untuk rombongan ke negara
Ceko, Hayono mengatakan
pimpinan rombongan adalah
Wakil Ketua Komisi I Agus
Gumiwang. Rombongan tersebut
rencananya berangkat pada 14
April. Di Ceko juga akan
melakukan kunjungan ke KBRI
sebagai bentuk pengawasan
sekaligus ke Parlemen Ceko
sebagai kunjungan balasan.
"Soal urgensinya, kita akan
adakan penjajakan soal
persenjataan, karena beberapa
peralatan kan buatan sana.
Misalnya kendaraan angkut
prajurit Anoa. Akan coba dilihat
apakah Pindad bisa bekerja sama
dengan perusahaan persenjataan
di sana," terang Hayono.
Sumber: Media Indonesia

Sunday, April 1, 2012

Rusia Gelar RudalS-400 di Timur Jauh

MOSCOW-(IDB) : System rudal
pertahanan udara S-400 Triumph akan
ditempatkan di Timur Jauh Rusia sebelum
akhir tahun, kata Kepala Angkatan Udara
dan Angkatan Pertahanan Udara Timur
Jauh Rusia Kolonel Sergei Dronov, Jumat.
Angkatan Pertahanan antariksa saat ini
dilengkapi dengan persenjataan
modifikasi yang berbeda dari sistem era
Soviet S-300.
"Kami menerima baru S-400 Triumph
tahun ini sebagai bagian dari program
modernisasi," kata Dronov kepada radio
Ekho Moskvy.
Dia tidak mengatakan berapa banyak
sistem rudal yang akan dikerahkan, tetapi
Kepala Staf Angkatan Udara Mayor
Jenderal Viktor Bondarev mengatakan
pada pertengahan Maret, bahwa satu
batalion S-400 saat ini sedang
ditempatkan di Nakhodka [Rusia Timur
Jauh], yang kedua akan berbasis di dekat
Moskow, dan yang ketiga di kepala
komando Angkatan udara dan Angkatan
Pertahanan Udara.
Angkatan Bersenjata Rusia saat ini
memiliki dua resimen S-400, keduanya
dekat Moskow, dan resimen ketiga untuk
digunakan di Armada Baltik.
Sistem rudal S-400 Triumph jarah jauh
dan sedang permukaan-ke-udara efektif
dapat melibat setiap sasaran udara,
termasuk pesawat terbang, kendaraan
udara tak berawak, dan rudal jelajah dan
balistik sampai dengan 400 kilometer dan
ketinggian sampai 30 kilometer.
Kementerian Pertahanan Rusia
mengatakan tidak ada rencana sejauh ini
untuk mengekspor S-400.
Sistem rudal ini akan diproduksi hanya
untuk Angkatan Bersenjata Rusia
Sumber : Jurnas

DPR, TolaklahRencana TNI BeliKapal PerangBermasalah

31 Maret 2012, Jakarta:
Indonesian Police Watch (IPW)
mendesak Komisi I DPR RI untuk
menolak rencana TNI AL membeli
tiga kapal perang jenis korvet
buatan Inggris. Sebab, kapal
tersebut dinilai bermasalah dan
pernah ditolak oleh Brunei dan
Vietnam.
"Padahal kapal Offshore Patrol
Vessel (OPV) tersebut
bermasalah. Sistem stabilsir
senjatanya bermasalah, sehingga
daya tembakannya tidak akurat.
Dalam kecepatan tinggi, posisi
kapal kerap agak miring," kata
Ketua Presidium IPW, Neta S
Pane, Rabu (21/3).
Menurutnya, kapal perang
tersebut sebelumnya merupakan
pesanan Brunei pada tahun 2002.
Tapi setelah tiga kali melakukan
uji coba Brunei menolak
membelinya. Lalu kapal ini
ditawarkan juga ke Vietnam, tapi
Vietnam juga menolak untuk
membelinya.
"Ironisnya TNI AL malah ingin
membeli kapal perang
bermasalah ini," kata Neta curiga.
Untuk itu, Neta juga meminta
kepada KPK agar ikut mencermati
proyek alutsista TNI AL yang
mencurigakan itu.
"Alutsista TNI jangan sampai
dipecundangi mafia-mafia proyek
yang membuat TNI hanya
mendapatkan alutsista 'sampah'
dari negara-negara Barat,"
tegasnya.
Selain itu IPW juga mengingatkan
kepada DPR dan KPK untuk
mengarahkan TNI dalam membeli
alutsistanya harus konsisten
sesuai dengan Rencana Strategis
(Renstra) TNI.
"Sehingga kekuatan alutsista TNI
dapat dimaksimlkan, dievaluasi
dan terhindar dari mark up dan
korupsi," tandasnya.
Sumber: Pelita

Kostrad jaga perbatasan Indonesia-Malaysia

Minggu, 1 April 2012 14:31 WIB | Dibaca
1333 kali
Balikpapan (ANTARA News) - Tugas
mengamankan perbatasan langsung
Indonesia-Malaysia diserahterimakan
dari Batalyon Infanteri 621 Manuntung
(Yonif 621/Mtg) kepada Batalyon 413
Komando Strategis Cadangan Angkatan
Darat (Yonif 413 Kostrad), Minggu
(1/4).
Serah terima tersebut dilakukan dalam
upacara militer di Pelabuhan Semayang,
Minggu.
"Tugas mereka mencegah dan
memberantas semua yang ilegal. Ya
illegal logging, illegal mining ," tegas
Panglima Kodam VI Mulawarman
Mayor Jenderal TNI Subekti.
Yonif 621/Mtg telah bertugas selama
setahun di perbatasan. Mereka
berpatroli di sepanjang batas
Indonesia-Malaysia mulai dari Pulau
Sebatik, di pegunungan Muller hingga
ke Krayan. Mereka mengamankan batas
antara Indonesia dengan Sabah,
Malaysia.
Di sisi barat, batalyon infanteri yang
bermarkas di Kandangan, Kalimantan
Selatan itu berjaga di sepanjang Kutai
Barat dengan Sabah dan sebagian
Sarawak.
Panjang perbatasan Indonesia-
Malaysia pada bagian Kalimantan
Timur adalah 1.038 kilometer. Pada
jarak itu, yang hampir seluruhnya
berada di punggungan pegunungan
Muller yang berhutan lebat, TNI
membangun 79 pos pengamanan.
Sebagian pos tersebut dekat dengan
pemukiman penduduk, sebagian lagi
terpencil namun strategis.

Saturday, March 31, 2012

PT DI Siapkan Pusat Keunggulan Dirgantara

Bandung, 12:37 Sat, 31 Mar 2012
Jurnas.com | PT Dirgantara Indonesia (Persero)
sedang mempersiapkan pembangunan pusat
keunggulan pertahanan dan dirgantara berkerja
sama dengan mitra-mitra dalam dan luar negeri.
Dalam persiapan rencana itu, Kepala Humas PTDI
Rakhendi Priyatna, Sabtu, mengatakan bahwa
Direktur Utama PTDI Budi Santoso telah
menandatangani kerja sama tiga pihak, PTDI,
Nusantara Secom Infotrch (NSI), dan Dassault
Systemes (DS) Prancis. Penandatanganan
dilakukan pada hari Jumat (30/3) di Bandung.
Kedua penandatangan lainnya, Presiden Dasault
Systemes, Forestier, dan Managing Director NSI,
Reinhard Sitorus. Kerja sama Kemitraan Kreasi
jangka panjang bertujuan membangun pusat
unggulan di bidang pertahanan dan dirgantara.
Mengutip pernyataan Dirut PTDI, Rakhendi
mengatakan bahwa kerja sama ini sungguh
membuat PTDI semakin bernilai di mata
internasional, dan ini akan berdampak besar bagi
kelancaran rancang bangun dan produksi N219,
pesawat tempur KFX/IFX, dan program-program
lainnya.
Apa yang disepakati ketiga perusahaan bukanlah
terjadi tiba-tiba. Ketiga pihak sudah saling
mengetahui dan memahami kemampuan masing-
masing, baik dari sisi sumber daya manusia,
khususnya para insinyur ( engineers) yang dimiliki,
pengalaman, maupun fasilitas masing-masing.
Dalam kerja sama ini PTDI berkomitmen untuk
menyiapkan insinyur, tempat kerja, jaringan kerja,
dan proses bisnis (business process) untuk
pengembangan dan sertifikasi. NSI yang sarat
dengan pengalaman dan memiliki insinyur yang
berkualitas dan mampu menyiapkan perangkat
lunak dan pelayanan.
NSI berkomitmen untuk mendukung pusat
rancang bangun, mengembangkan kemampuan
staf serta membangun pusat pertahanan dan
dirgantara bersama.
Ia menjelaskan bahwa DS sebagai perusahaan
terkemuka di Prancis merupakan inovator yang
menginovasi para perancang (designer ), insinyur,
manajer marketing. Perusahaan ini berkomitmen
menyiapkan solusi tingkat dunia serta mendukung
kerjasama pusat pertahanan dan luar angkasa
secara langsung.
Dengan pengalamannya, kata dia, DS telah
mampu membuat 'digital mock up' yang juga akan
digunakan untuk pesawat prototype N 219 yang
sedang dirancang bangun PTDI. Dengan demikian,
maka akan memudahkan para insinyur PTDI di
engineering untuk menyelesaikan proses
pembuatan rancang bangun pesawat N 219.
Sebelumnya, Kepala Divisi Rancang Bangun PTDI
Bagus Eko mengatakan bahwa paket tersebut
merupakan salah satu jalan untuk membuka
peluang proyek-proyek berikutnya yang lebih
besar.
Sebagai salah satu bukti kemampuan para insinyur
PTDI adalah telah lulusnya mereka dalam audit
(assesment) yang dilakukan para insinyur Aisumber jurnasrbus.
Pada saat ini, lanjut dia, para insinyur PTDI sedang
melakukan pekerjaan paket pekerjaan untuk
pesawat A 350 sebagai pintu masuk ke proyek-
proyek besar berikutnya. Antara

Friday, March 30, 2012

Wamenhan Tinjau Hercules Hasil Retrofit ARINC


JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Syamsoedin beserta rombongan didampingi Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI A. Adang Supriyadi, SE; melakukan pengecekan langsung ke pesawat angkut TNI AU jenis Hercules C-130 A-1323, di Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma. Pesawat tersebut sebelumnya menjalani perawatan total di Oklahoma, Amerika Serikat.

Pesawat Hercules tersebut tiba di Indonesia pada 17 Februari lalu diawaki oleh Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb Eko Sudjatmiko selaku Captain-Pilot bersama tujuh belas awak pesawat dari TNI AU langsung dari AS. Kedatangan pesawat ini didukung oleh empat teknisi dari pihak ARINC, perusahaan yang ditunjuk meretrofit Hercules TNI AU tesebut.



Pesawat tersebut diserahkan secara resmi pada 24 Februari dari Pemerintah Amerika yang diwakili Duta Besar AS untuk RI Mr. Scot Marciel kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili oleh Wakil KSAU Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi, di Ruang VIP Suma 2 Base-Ops Lanud Halim Perdanakusuma.

Sumber : POSKOTANEWS.COM

BERITA POLULER